
Hongjuan pun menjelaskan semuanya kepada Yuhan karna hanya pekerjaan itu yang memang bisa dipegang dan diandal kan oleh Hongjuan
pekerjaan yang sudah berjalan sangat lama bahkan sebelum adanya Yuhan didunia
"untuk itu kenapa pap selalu meminta agar kamu mandiri, setelah dewasa kamu akan tau ini nanti"
"aku tidak paham pap" kata Yuhan lemas
"pap harap kamu bisa mengerti situasi dan urus diri sendiri" kata Hongjuan
"mam, apa kamu tau semua?" tanya Yuhan
"mam tau semua, tentu tau, dia istriku, bagaimana mungkin ia tidak tau?" jawab Hongjuan
"dan mam diam?" tanya Yuhan
Yangsi hanya menatap kearah Hongjuan karna tidak tega melihat Yuhan, tapi sesekali melirik pada Yuhan
"mam diam karna itu urusan pap, mam harus mengikuti semua aturan pap" kata Hongjuan
"aku bicara pada mam, pap, bukan pada pap, kenapa pap selalu menjawab" kata Yuhan sedikit nada keras
"Yuhan.. mam tau ini mungkin salah, tapi mam harus merelakan apapun yang dilakukan pap, mam tau ini salah tapi.." kata Yangsi terhenti
"gak bisa aku berpikir sehat disini" kata Yuhan
"kamu harus tau semuanya karna kamu sudah dewasa, dan kamu harus tau apa yang memang harus kamu tau" kata Hongjuan
Yuhan hanya diam, tidak bisa lagi berdiri rasanya, Yuhan bahkan sampai menahan badannya di laci kayu yang ada diruangan itu mendengar penjelasan itu membuatnya lemas
"aku kecewa pap, aku dari sini tau seberapa kaya nya kita tapi dengan cara itu, aku lebih baik memulai baru dan mencari lagi pekerjaan untukku sendiri"
"emm, Yuhan, kamu datang untuk apa? kenapa mendadak" tanya Yangsi mengalihkan pembicaraan
"tidak ada, memang aku salah main kerumah orang tuaku? yaudah pap, mam, aku pamitan pergi lagi" kata Yuhan
"hati hati nak" kata Yangsi
"kamu mau kemana? pap antar ya" kata Hongjuan
"Yuhan membawa mobil sendiri" jawab Yuhan dengan nada dingin
Yuhan masuk kamar lagi, ambil sebagian barang untuk ia bawa kerumahnya dan tidak meninggalkan satupun barang dirumah itu
"Yuhan, kenapa dibawa semua barangmu dikamar, sisain lah beberapa buat kamu kalau datang" kata Yangsi
"Yuhan, kenapa sih, bisa pap jelaskan ya nak" kata Hongjuan
"kan Yuhan punya rumah sendiri, jadi Yuhan rasa semua barang baramg Yuhan disini ya harus Yuhan bawa kan" kata Yuhan
"yaudah pap antar ya" kata Hongjuan lagi
"tidak pap, aku bawa mobilku sendiri, dan ada didepan"
"yaudah mam antar kan kamu saja tanpa pap" kata Yangsi
"tidak mam, sudah lah, aku pergi sendiri, aku sudah dewasa ini" kata Yuhan
lalu bagaimana Namjoon?
bukankah Namjoon menunggu diluar dan Namjoon masih diluar?
saat beberapa gadis itu keluar dari rumah orang tua Yuhan, Namjoon kaget tapi ia hanya diam dan mematung saja, pikirannya sudah melayang layang karna bagaimana pakaian gadis gadis itu benar benar minim dan ada beberapa yang sangat tipis
yaa wajar lah, Namjoon kan seorang pria, tapi lagi lagi ia menjaga pandangannya karna tidak enak itu rumah orang tua Yuhan
"wihh gagahnya, badannya tinggi besar itu"
"iya, tampan sepertinya sih"
"apa itu pacar dari anak bos Juan tadi kah?"
"ahh iya kali, udah jangan gangguin, bahaya kita, nyawa taruhan kalau sampai berurusan dengan keluarga apalagi anak bos"
"iya, takut jadinya bos bagaimana kan seram sampai menggodai pacar anaknya"
menunggu lah lagi sendirian Namjoon, tepat saat Yuhan masuk kamar kedua kalinya setelah tau pekerjaan ayahnya
Namjoon mendapatkan telfon dari Hyunsoon agar meminta nya datang bersama Yuhan lebih awal karna ada photoshot dadakan untuk jadwal update.an mingguan
"halo, dimana kamu hyung? kata manager, kita ada photoshot" kata Hyunsoon
"ahh kapan? bukannya di jadwal itu kemarin dan katanya di tunda kan?"
"iya ditunda sekarang jadinya"
"lahh gimana ini mendadak kali"
"kau masih dengan Yuhan kan, bawa dia juga, pekerjaan dia ini"
"ahh tapi Yuhan.." ucap Namjoon terhenti
"dia sudah kukirimi pesan, dia dimana sih, coba bilangkan, yaa, aku tunggu langsung di agenci, aku mau pastikan untuk persiapan member lainnya juga"
"lah, iya iya, tunggu, aku akan mengatakan pada Yuhan, jam berapa ini?"
"satu setengah jam sih, tapi biar gak terlambat cepat lah pergi datang ke agenci"
"okeh iya"
Namjoon akan pergi langsung tapi harus bersama Yuhan, Yuhan didalam, tapi bagaimana memanggilnya karna tidak mungkin ia langsung masuk begitu saja
tapi saat akan memberanikan diri untuk Namjoon masuk memanggil Yuhan karna pintu utama tidak ditutup jadi ia melihat bahkan mendengar dengan jelas bagaimana Yuhan marah dan menginterograsi orang tuanya
semua didengar oleh Namjoon?
ya.. semuanya tanpa terkecuali, semua dia dengar dari A hingga Z dari awal sampai akhir dimana sampai Yuhan akan pergi dengan membawa barang barangnya untuk keluar dari rumahnya tanpa menyisahkan satu barangpun
jadi membuat Namjoon tau apa pekerjaan Hongjuan dan siapa orang tua Yuhan, semuanya ia tau tanpa terkecuali
tapi disini masih belum paham ya soal Yuhan sebenarnya bukan anak Hongjuan dan Yangsi, hanya tau soal pekerjaan Hongjuan saja
"astaga jadi tadi itu semua.." ucap Namjoon dalma hatinya
Namjoon takut?
jelas, kalau hanya menjual gadis untuk **** yaa okeh lah, bisa di kategorikan normal masih, wajar pun itu karna diluar masih ada bahkan banyak penjualan ****
pekerjaan lainnya pun normal bagi Namjoon kecuali pembahasan soal penjualan potongan tubuh manusia dan penjualan organ
itu sadis, tapi Namjoon tidak bisa berlari meninggalkan Yuhan, bak hati dan kakinya menjadi satu untuk menahan Namjoon masih disana
"ayo pergi" kata Yuhan membawa beberapa tas
"sini kubawakan beberapa" kata Namjoon membantu Yuhan
Namjoon memasukkan beberapa barang itu ke mobil, Yuhan masuk kedalam mobil tanpa berpamitan lagi
"permisi paman, bibi" sapa Namjoon dengan ramah
Hongjuan dan Yangsi tidak fokus pada Namjoon, mereka hanya kuatir memikirkan Yuhan
apalagi dengan membawa barang barangnya tanpa menyisahkan satupun dirumah itu
Namjoon masuk lalu pergi bersama Yuhan
"Yuhan.. apa kamu baik baik saja mengendarai nya?" tanya Namjoon
"yaa" jawab Yuhan terus meneteskan air matanya
"Yuhan jalan perlahan saja" kata Namjoon
"yaa" jawab Yuhan lagi
"emm kita ke agenci ya, ditunggu sama manager Sejin pemotretan mingguan, hari ini" kata Namjoon
"hari ini? mendadak memang tapi cepatlah datang"
jadilah Yuhan tidak pergi kerumahnya dulu menjauh barang tapi langsung keagenci