
sementara Hyohoon menyukai Yuhan untuk itu ia lepaskan belenggu kepada Misilia dan fokuskan diri mendekati Yuhan
berjalannya waktu, kedekatan mereka lebih jauh lagi apalagi ketika Yuhan tau ternyata Hyohoon adalah seorang kpopers terutama army, fanboy bangtan
"eh, kamu menyukai bangtan?" tanya Yuhan
"ahh iya, aku memang menyukai nya kenapa?"
"aku baru tau sih, itu dari gantungan tas mu, ada RJ, itu boneka milik Jin"
"iya, aku menyukai bangtan apalagi Jin"
"ahh serius? aku suka juga"
"oh ya? kamu suka pada siapa?" tanya Hyohoon
"Jin juga lah" jawab Yuhan
"oh ya? kenapa suka Jin?"
"kenapa ya? paling tua saja menurutku"
"ya sama, jadi wibawa nya terlihat si hyung ini"
mereka malah jadi membahas bangtan dan Seokjin
keesokan harinya..
setelah hari sebelumnya Yuhan pergi jalan berdua dengan Hyohoon untuk hubungan lebih dekat lagi
Misilia datang kerumah Yuhan..
"Yuhan" sapa Misilia
"loh Mi.. kamu disini?"
"iya, kamu gak kerja?"
"tidak, aku dirumah saja, ayo masuk"
"iyaa"
Misilia datang kerumah Yuhan bukan tanpa alasan, entah apa yang dirasakan oleh Misilia, ia seperti sejak kemarin kepikiran Yuhan
"ada apa tumben main?" tanya Yuhan
"iya aku kepikiran kamu"
"kenapa aku?"
"maksudnya aku kepikiran janji kesini saja" jawab Misilia berbohong
"oh astaga, aku pikir karna apa"
mereka mengobrol disana berdua dan membahas banyak hal, tentang pekerjaan Misilia juga, ternyata Misilia memutuskan berhenti untuk ikut dengan kontrak nya bersama Baori
masih ingat Baori?
ceo pemilik gedung berita yang menyajikan berita ilegal tentang idol, aktor aktris, penyanyi dan lainnya diseluruh dunia
banyak hal kenapa Misilia menyelesaikan kontraknya dan salah satunya karna ternyata Baori mengajak untuk Misilia kerja sama membuat Yuhan menjadi pacar Baori
"apa? serius?" tanya Yuhan
"iya Yuhan, dia ternyata suka pada mu sejak kenal kamu" kata Misilia
"ahh pantas"
Yuhan mikirkan kecurigaannya terhadap Baori selama ini memang terbukti, ternyata memang Baori menyukai Yuhan
Yuhan menjelaskan sebenarnya ia curiga dengan Baori sejak awalz ketika dimana setiap bertemu Yuhan selalu matanya tidak terkontrol
selalu memerhatikan wajah Yuhan dengan tajam, lalu membayangkan banyak hal yang berbau dewasa
semua dibahaslah oleh Misilia disana dan Yuhan tau siapa Baori sekarang
"lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Yuhan
"ahh pekerjaan lain bisa kok, aku nyari berita mereka dan menjual nya lagi sendiri juga bisa tanpa kontrak bersama Baori"
"ahh"
terakhir penjelasan Misilia membuat Yuhan terenyuh tentang alasan mengapa Misilia memutuskan berhenti dari kontrak padahal ia bisa mengambil keuntungan dari sana
"kenapa kamu tidak lanjutkan?" tanya Yuhan
"Yuhan apa sih"
"lah bener, kan secara fakta, bisa dapat juga kamu keuntungan?"
"aku sudah sering mengobrol denganmu, bahkan kita dekat akhir ini, aku tidak mau mempertaruhkan temanku" kata Misilia
"aku susah berteman dengan orang lain Yuhan, dan hanya baru berteman dengan kamu aku bisa nyaman, makanya aku mengajakmu berteman"
Yuhan jelas terharu, itu ucapan yang sangat lama ia tidak dengar dari seorang sahabat, dan itu terakhir yang mengucapkannya adalah Aekyo
karna memang Aekyo yang sering mengatakan ungkapan itu
"kamu kenapa?" tanya Misilia
"eemm"
"apa aku ada menyinggungmu ya?"
"tidak, aku jadi teringat pada sahabatku"
Yuhan menceritakan tentang ia memiliki sahabat tapi sudah lama tidak bertemu dan sharing meskipun komunikasi masih lancar
"aku mau jadi sahabatmu juga" kata Misilia
"mau? benar? waaaah" ucap Yuhan memeluk Misilia
sejak itu mereka dekat
setelah banyak hal dibahas, Misilia baru tau jika Yuhan ternyata menyukai hewan buas
"itu semua peliharaanmu apa gimana Yuhan?"
Yuhan menjelaskan lagi tentang semua peliharaannya dan bagaimana ia menyukai hewan itu semua
disini Misilia takjub tapi juga takut, yaa sama sama lah dengan Namjoon, karna Misilia masih belum biasa
Yuhan bahkan mengenalkan juga Misilia pada Jazlyn dan Nania dimana keduanya juga menyambut ramah kepada Misilia
jadi Misilia ini adalah orang yang sama dengan Aekyo, susah bergaul dan dekat dengan orang sekitar nya dan cenderung pendiam
disini lah Misilia makin yakin ia menemukan pertemanan yang sebenarnya dimana sebelumnya ia tidak pernah dapat teman baik
"aku akan sering main kesini boleh ya?" tanya Misilia
"ya boleh lah, banyak teman teman ku kesini juga kadang, gak sering sih, jarang jarang"
"aku bisa berteman dengan kalian jadi pengalaman baru karna berurusan dengan hewan itu" kata Misilia
"haha ada hal baru didapat ya" jawab Jazlyn
"iyaa, bener kamu, kurasa aku akan lupakan pekerjaan sasaeng sih kalau begini" jawab Misilia keceplosan
"ahh maksudnya?" tanya Nania kaget
"ahh maksudnya pekerjaan lamanya, dia baru berhenti dari kerjaannya" kata Yuhan menyangkal
"sasaeng apa ya? kerjaan apa kalau sasaeng itu?" tanya Jazlyn
"nah itu, aku taunya sasaeng itu buat aktor, aktris dan gitu gitu kan, apa dikerjakan" kata Nania
"pekerjaan lama nya di tempat berita maksudnya" jawab Yuhan
Misilia langsung paham maksud Yuhan adalah menutupi siapa identitas mereka pada dua temannya yang lain jadi Misilia ikut membantu menjelaskan agar mereka tidak curiga
saat malamnya..
Yuhan tengah menyiapkan berita untuk ia jual besoknya kepada Baori, setelah menyiapkan semua nya dan akan pergi tidur, malah Yuhan kepikiran percakapannya dengan Misilia tadi siang
ia jadi kepikiran apa benar ucapan Misilia soal rencana buruk Baori, kalau memang menyukai Yuhan kenapa Baori tidak mendekatinya saja langsung kenapa harus melewati Misilia
Yuhan tidak ada masalah, Baori mendekatinya bahkan mengajaknya brrpacaran, bahkan mungkin akan Yuhan pertimbangkan, toh usianya sama dengan mantan mantan Yuhan sebelumnya apalagi Baori cukup terbilang berduit
keesokan paginya..
Yuhan pergi ke kantor utama milik Baori dan duduk di meja yang memang khusus untuk staff yang bukan staff utama kantor
ketika Yuhan dikantor, ia menulis berkas laporan di komputer itu yang menceritakan tentang berita bangtan yang ia dapat dari hasil investigasi
tapi tak beberapa lama, Baori melihat Yuhan di kantor sendirian apalagi belum jam nya, Yuhan datang terlalu pagi
merasa sepi, ia mendekati Yuhan dan menyeret kursi dari meja kerja samping Yuhan lalu mendekati Yuhan
"Yuhan? kamu sepagi ini datang?" sapanya
"eh pak, iya pak ngerjain laporan kamarin belum kan"
"emm"
Baori mendekati Yuhan, lalu mengendus badan Yuhan, Yuhan menyadari itu tapi ia masih merasa wajar karna belum berlebihan
"kenapa pak? saya mandi kok tadi pak" jawab Yuhan
"iya aku percaya, ini harum, emm Yuhan, kamu sudah ada pacar gak?"
tapi saat Baori mencoba menyentuh lengan Yuhan, Yuhan menampiskannya, karna itu bukan hal wajar dilakukan apalagi situasi kantor kerja