
Yuhan terus meronta meminta agar dirinya dilepaskan tapi sayangnya Namjoon sudah ada di puncak nafsunya
Namjoon menarik Yuhan dan mengikatnya tapi tetap melakukan hubungan itu dan bahkan mereka lakukan selama dua hari berturut turut
dua hari penuh, non stop, Namjoon bahkan membiarkan Yuhan kelaparan dan kehausan bahkan membuat Yuhan meninggalkan kegiatannya selama dua hari itu
baru setelah merasa puas, Namjoon melepaskan Yuhan dari taliannya, tapi tetap, Yuhan tidak bisa mengangkat dirinya karna terlalu lemas
Namjoon pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, lalu keluar dan melihat Yuhan tergeletak di lantai pun membantunya memindahkan ke ranjang
"aku melakukan semua ini aku berharap kamu hamil, dan anak itu akan aku ambil" bisik Namjoon pada telinga Yuhan
Yuhan tau Namjoon mengatakan itu, ia mendengar nya tapi ia tidak terlalu memikirkannya karna badannya lemas
Namjoon persiapan akan pergi tapi ia tidak mau menyia nyiakan diri untuk mencari identitas Yuhan untuk mencari dimana Yuhan tinggal selama ini
tak lupa juga Namjoon mengambil setiap kunci yang Yuhan punya, ia yakin beberapa dari kunci itu adalah kunci rumah Yuhan atau kunci kamar Yuhan atau kunci kunci penting lainnya
setelah dapatkan apa yang ia mau barulah Namjoon pergi dari sana
tak lama Yuhan bangun...
ia menyadari apa yang telah terjadi pada nya tadi, tapi entahlah tidak terlalu mau dipikirkannya
saat Yuhan melihat tasnya, ia melihat kunci rumah nya berkurang satu, kunci kamarnya juga berkurang satu
"arrrgh Namjoooon" teriak Yuhan kesal sendiri
Yuhan sudah mengira itu diambil Namjoon, artinya Namjoon sudah tau dimana Yuhan tinggal
Yuhan pergi bersihkan badan dan pergi juga dari apartemennya
dan sejak hari itu, Namjoon sering datang kerumah Yuhan diam diam tanpa sepengetahuan Unji dan siapapun masuk ke kamar Yuhan untuk memaksa melakukan itu
dan dalam jangka waktu dua bulan, Namjoon sudah datang lima kali ke rumah Yuhan untuk memperk*sa Yuhan
"kamu benar benar mantan ku paling busuk dibandingkan Hyo" kata Yuhan
"iyaa, aku tidak peduli itu pikiranmu kepadaku"
"apa yang kamu mau dariku?"
Namjoon tidak menjawab apapun
Yuhan tidak bisa menolak, ia terus dicekoki bir sebelum Namjoon melakukan pemerk*saan itu padanya
beberapa minggu kemudian..
Yuhan merasa badannya tidak enak, ia tiba tiba hilang mood makan, tapi lucunya badannya semakin naik
Yuhan tidak menyadari, Unji yang tinggal serumah juga tidak sadar atas perubahan Yuhan itu karna Unji seorang pria, sedikit sekali perhatian hal hal kecil
tapi tiga temannya yaitu Jazlyn, Nania dan Misilia menyadari
"Yuhan, kamu agak berisi kurasa lihatnya" kata Jazlyn
"ahh apaan?"
"iya, aku juga merasa nya gitu, lagi enak makan kali nih, banyak makan gitu" jawab Misilia
"nuna, malah dia akhir akhir ini susah makan, sering begah" sambar Unji
"wooh, terus kok berisi?" tanya Misilia
"gak ada, aku masih normal"
"gini, coba tanya sama Na, menurut dia naik atau tidak badannya, dia kan gak bisa bohong" jawab Jazlyn
Nania malah mode julid dengan santainya mengatakan...
"iya sih kurasa Yuhan lebih gemuk, seperti orang hamil, tapi gak mungkin kan hamil? sama siapa coba pacar saja tidak ada haha" jelas Nania
"Nania?" ucap Jazlyn
"ya kan bener aku bilang?" tanya Nania
"iya bener, tapi pembicaraan itu, jelas jelas Yuhan gak ada pacar lalu konsepnya hamil sama pacar dong?" jawab Jazlyn
ditengah ributnya Jazlyn dan Nania, Misilia malah melihat Yuhan dengan tatapan curiga, Yuhan tidak menyadari tatapan Misilia itu, tapi Misilia sangat yakin ada yang Yuhan tutupi dari mereka bertiga dengan masalah kehamilan
esok paginya..
Yuhan pergi ke market dulu, diantarkan Unji, tapi meminta Unji dimobil saja, karna Yuhan hanya membeli test untuk kehamilan
"biarkan aku sendiri turun" kata Yuhan
"loh, aku temani kok nuna gimana?"
"gak, aku jalan sendiri tunggu sini"
Unji bingung karna biasanya Yuhan turun selalu mengajak Unji, harus ada Unji bersamanya atau tidak ya menyuruh Unji
setelah balik..
Unji bingung Yuhan tidak membawa apa apa keluar dari market, Yuhan menjelaskan hanya membeli saldo pulsa online
mendengar itu Unji semakin bingung, karna tadi ia melihat Yuhan berjalan dan membawa sebuah barang lalu membayar dikasir, kalau isi saldo online kan dari masuk langsung kekasir
mereka lanjut jalan, ketika waktu senggang, Yuhan mencoba test kehamilan itu, hasilnya positif artinya Yuhan benar hamil
Yuhan belum yakin, ia mengecek ulang empat kali secara berurutan waktu, setelah pagi, siang, sore dan sebelum tidur tapi keempatnya masih positif
akhirnya sisa satu alat test itu, Yuhan sisakan untuk esok paginya, agar lebih akurat karna baru bangun dari tidur
tapi esok paginya di cek juga masih sama yaitu positif
melihat itu, Yuhan hari itu absen tidak datang ke Bobly, ia menyuruh Unji sendirian pergi, Yuhan membawa mobil sendiri untuk pergi ke dokter untuk memeriksa kandungannya
Yuhan sampai, Yuhan periksa, Yuhan menunggu hasilnya, dan masih mengatakan positif, bahkan dokter sendiri mengatakan Yuhan positif
Yuhan kaget bukan main dan bingung mau bagaimana ini dengan kehamilannya
Yuhan jelas meyakini anak dikandungannya adalah anak Namjoon, karna memang terakhir ia sering melakukannya dengan Namjoon
setelah balik dari rumah sakit, beberapa hari kedepannya Yuhan merasa terus bingung, bagaimana cara menyembunyikan kehamilannya, pasti kelamaan perutnya juga akan terlihat
tengah memutar otak, malam terulang dimana kedatangan Namjoon dirumahnya
lagi lagi yang Namjoon lakukan akan memperk*sa Yuhan, ia sudah mengikat kedua tangan Yuhan dan kedua kaki nya tapi saat akan menutup mulut Yuhan, Yuhan mengatakan..
"berhenti Namjoon, aku hamil" kata Yuhan
seketika itu Namjoon berhenti, tidak lanjutkan lagi
"kamu serius?" tanya Namjoon
"ambil surat dokter di tasku dalam lemari sebelah kiri nomor dua dari bawah, disitu ada hasil test dokter dan juga alat test kehamilanku"
Namjoon mengambil, melihat, dan benar, disana Yuhan hamil
"percaya kan? itu yang kamu mau dariku kan?" tanya Yuhan
"iyaa, akhirnya kamu hamil? aku tidak perlu lagi melakukannya karna kamu sudah hamil, seperti niatku mendapatkan anak darimu"
Namjoon melepaskan talian tangan kaki Yuhan, mereka mulai membahas soal kehamilan Yuhan
selama sejam dilalui dengan perdebatan soal kehamilan, soal kelanjutan kedepannya akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal diapartemen Yuhan saja
menyiapkan semua kepindahannya, Yuhan tinggal diapartemen selama hamil itu tanpa izin pamit kepada siapapun, langsung pergi saja
bahkan ketika terakhir pertemuan Yuhan dengan Taemin, Taemin malah sempat menyatakan perasaannya kepada Yuhan dan ingin berpacaran dengan Yuhan