
bismillah.. Assalamualaikum..
hai guys.. kenalan dulu ya..
saya Laras Ilzen
saya baru di mangatoon,
bukan baru gabung tapi baru akun
karna ada satu hal yang bikin akun saya tidak bisa masuk ke akun lama jadi saya bikin baru ini
sebelumnya, saya sudah berkecimpung di mangatoon cukup banyak karna baik novel ataupun cerpen tapi saya harus merelakan semua
jadi saya bikin baru dengan story baru ini
sebenarnya ini gak baru juga storynya karna sudah pernah saya up di akun saya yang lama itu cuma hanya sampai 30an episode
jadi saya bikin baru dengan perkenalan baru dengan alur baru dengan peran utama Yuhan tapi sebelum membahas Yuhan, kita bahas dulu pertemuan oramg tua Yuhan yaa
please support me, stay tune my story guys, happy your day..
kisah berawal dari perkenalan seorang gadis dengan seorang pria yang tidak disengaja malah menimbulkan rasa hati disituasi dan kondisi yang salah
yuk cerita dimulai.. simak baek baek..
dari pasangan Jong Mun Ha dan Kang Ha Jun
Jong Mun Ha atau dengan panggilan Munha (dibaca : Mun Ha) datang keacara yang diadakan bulanan oleh salah satu teman dekatnya
bukan dikatakan sahabat tapi Munha dengan wanita ini sangat lah dekat, yaitu bernama Yang Ssi Yung atau dengan panggilan Yangsi
"hai Yangsi" sapa Munha
"Munha? hai, waah datang juga"
"iya doang, gimana kabar?"
"baek, waah lama ya gak ketemu kita? sejak sekolah lulusan ya?"
"iya tapi kita kan masih sering kirim pesan satu sama lain bahas baby"
"haha iyaa bener"
mereka masuk, Munha masuk juga dan menyapa beberapa temannya yang ia kenal disana juga ikut acara itu, tapi tak lama seseorang datang lagi
seorang pria menyapa Yangsi ketika sedang mengobrol
"Yangsi?" sapa pria itu
"weeh, kamu? kapan datang?"
"baru saja, aku baru datang, kurasa terlambat"
"haha tidak"
Yangsi menyapa pria ia dan mengajak mengobrol berdua, jadi sedikit menjauh dari kumpulan teman nya
pria itu bernama Kang Ha Jun atau biasa dipanggil Hajun, pria berparas tampan nan gagah itu terbilang juga cukup dekat dengan Yangsi
jika Munha tadi berteman dekat dengan Yangsi sejak SMA, sementara Hajun dengan Yangsi kenal lebih lama lagi sejak SMP namun lepas SMP, Hajun tidak lagi satu sekolah dengan Yangsi
"gimana gimana?" tanya Yangsi
"ahh begitu lah banyak kisah aku lewati" kata Hajun
"baby bagaimana?"
"baby baik dong pastinya" jawab Hajun
"bagus lah"
Hajun mengobrol berdua disana dengan Yangsi
tak lama.. Munha menyapa Yangsi..
"Yangsi" sapa Munha
"weeh, iya kenapa Munha?"
"aku boleh pinjam toilet mu?"
"ahh boleh, masih sama rumahku, tidak ada perubahan, masuklah, kan sudah biasa main kerumah juga, masih ingat dong"
"haha siap, thanks ya"
"iyaa siap"
disini Hajun memerhatikan Munha, bahkan sampai Munha masuk kedalam rumah karna acara mereka diadakan di halaman depan rumah Yangsi
"eh Hajun, aku tinggal ya, yang lain mau kusapa, kan gak enak, banyak kok teman SMP kita datang, carilah"
"siap siap, thanks yaa udah menyambutku"
semua datang ke acara diadakan oleh Yangsi dengan membawa baby mereka masing masing, ett baby dimaksud bukanlah bayi atau anak ya.. melainkan peliharaan, karna jadi terbiasa panggilan baby pada peliharaan, jadi semua teman yang kenal dan dekat dengan Yangsi akan ikut terbiasa menyebutkan panggilan baby bagi peliharaan mereka
lalu baby alias peliharaan mereka apa saja?
kalau berpikir hewan hewan jinak, kalian salah, karna semua yang datang di acara Yangsi adalah orang orang tertentu yang memelihara hewan buas
yaa.. hewan buas, semacam serigala, singa, harimau, ular, dan beberapa hewan buas lainnya terutama darat yaa, ada sih hewan udara atau air tapi tetap yang buas
lalu acara apa yang diadakan oleh Yangsi?
yap, sama dengan yang kubahas diatas, bahwa acara Yangsi gelar setiap bulan itu adalah perkumpulan rutin para pemelihara hewan buas jadi bisa dipastikan Hajun dan Munha juga memiliki peliharaan hewan buas
dan sama nya, keduanya, baik Hajun dan Munha sama sama memelihara hewan buas berjenis harimau
lalu Yangsi pergi meninggalkan Hajun disana, apa Hajun pergi untuk menemui beberapa teman lamanya? tidak!
malah teman teman lamanya datang menyapanya dan mengobrol ditempat dimana ia berdiri masih sama ketika dengan Yangsi
mengapa?
karna Hajun ingin menunggu sampai gadis meminjam toilet tadi keluar dan bisa melihatnya kembali
kenapa?
karna ia tertarik pada Munha..
benar saja, tengah mengobrol dengan teman temannya, membahas hewan mereka masing masing, Hajun langsun bleng ketika Munha keluar dari rumah itu dan berjalan menuju teman teman Munha lainnya lagi
tidak fokus memerhatikan Munha disana, salah satu temannya disana ternyata menyadari jika Hajun memerhatikan Munha
"hei, kamu sedang memerhatikan siapa?" tanya temannya
"ahh, tidak, bukan siapa siapa"
"ahh berbohong, kamu melihat gadis memakai baju pink muda dengan ungu muda itu kah (Munha)?"
"bukan" jawab Hajun dengan gugup
Hajun terus meyakinkan beberapa temannya disana jika ia tidak memerhatikan siapapun disana termasuk Munha
setelah pertengahan acara, Yangsi mengatakan makan untuk mereka siap sudah, karna Yangsi selalu membuatkan makan untuk yang datang acaranya dengan gratis
tapi sayangnya Munha berpamitan tanpa makan dulu
"Yangsi, aku pamit deh pulang ya"
"loh ada apa? kenapa berburu gitu?" tanya Yangsi
"iya, dirumah ada butuh aku"
"ahh yaudah deh, makan dulu kek"
"nanti deh, kapan kapan"
"siap, hati hati yaa"
sayangnya Hajun yang berniat sekali menyapa Munha disana malah harus melihat Munha berpamitan pergi dan meninggalkan tempat acara
"loh ayo, makan Hajun" ajak Yangsi
"ahh iyaa iya ini"
jadilah Hajun tidak sempat tau bahkan sekedar siapa nama gadis itu
waktu berlalu begitu cepat, satu persatu mulai berpamitan, termasuk Hajun..
"aku pamit ya Yangsi"
"weeh siap, eh makasih loh ya kamu sudah mau main akhirnya" sapa Yangsi
"siap siap, makasih juga acara hari ini"
"siap"
Hajun pergi juga, dan berlalu nya hari, berganti sebulan berikutnya lagi dimana acara Yangsi kembali diselenggarakan
tentu Hajun datang dengan penuh semangatnya berharap akan pertemuannya dengan Munha jauh lebih berkesan
setelah datang, ia bukan yang pertama datang tapi juga tidak terakhir datang atau terlambat
"hai Yangsi" sapanya
"weeeh Hajun, udah datang, biasanya datang mu selalu terlambat"
"ah kau ini, baru kemarin doang aku terlambatnya"
"iya kemarin itupun pertama kalinya kau datang setelah aku bertahun tahun mengadakan acaraku"
"haha maaf kan aku"
"gak masalah, masuk"