
"ohh gitu" jawab Yuhan yang baru paham terkait penjelasan itu
"emm, apalagi idolnya, benar benar tertutup dan privat baik pacaran mau ama temannya, dengan sama sama idol, atau bahkan dengan staff, harus benar benar privat"
"ohh gitu, hemm, tidak kepikiran juga sih aku" jawab Yuhan berbohong
berbohong lah karna padahal ia dan Namjoon telah memiliki hubungan spesial itu
setelah selesai..
mereka pulang masing masing, dan Yuhan balik kerumahnya
bicara kedekatan Yuhan dan Heechul, mereka memang cukup sering kirim pesan chat, tapi karna sama sama sibuk jadi tidak intens
bahkan setelah pulang dari ketemuan Yuhan dan Kwan, Heechul sempat mengirimi pesan juga dan Yuhan membalasnya
"sayang ya tadi aku akan pulang kamu datang" kata Heechul
"lah iya, coba masih disitu kita makan bersama, aku kebetulan sama temanku disana tadi" jawab Yuhan
"ahh sayang sekali, mungkin lain kali"
"waaah bisa sekali dong"
mereka memang dekat tapi tidak ada satu pun orang yang tau, baik orang sekitar Yuhan ataupun orang sekitar Heechul, keduanya berpikir belum ada hubungan pasti tapi hanya dekat dekat biasa itu masih tidak perlu diumbar
tidak diragukan bagaimana dekat nya mereka bahkan saling kirim pesan chat dan sesekali bertelfonan, yaa layaknya seseorang yang menjalani pendekatan secara ldr padahal mereka satu kota dan satu negara
tapi dua sepupu Heechul yang mengira jika Yuhan dan Heechul ada hubungan lebih bahkan dari seorang teman biasa
hari berikutnya..
dimana sudah seminggu Yuhan bekerja tepat nya sejak bangtan tidak ada, hingga saat pertemuan lagi, Namjoon mengirimi pesan jika meminta bertemu karna rindu
kalau ini benar benar pesan dari Namjoon jadi Yuhan percaya saja, jadi ia bersiap untuk pergi dan sesampainya..
"halo Nam, aku didepan, tapi aku tidak menemukan kamu" kata Yuhan
"aku di vvip paling atas, bilang saja sama yang ada di depan, atau satpam jaga yang cewek itu, minta antar ketemu sama vvip pesanan atas nama Nam"
"oh iya"
Yuhan menyapa satpam, dan meminta antarkan, setelah sampai, dan terdapat di pintu itu sudah di reservsi atas nama Nam
Yuhan memotretnya dan mengirim ke status nya, tanpa pikir panjang, lalu masuk dan benar ada Namjoon
"Nam" sapa Yuhan
"Han, sini duduk"
"emm, waah kamu sudah berapa banyak pesan makanan?"
"aku sekali, tapi pesan lagi bentar lagi datang"
"oh yasudah"
tak lama makanan datang, mereka memulai makan juga sembari mengobrol, membahas kerjaan Yuhan selama disini dan kerjaan Namjoon selama disana
"sudah makan ini, ke apartemen ku ya" kata Namjoon
"ngapain?"
"gak ada, aku masih ingin berlama lama denganmu"
"besok tidak ada jadwal?"
"tidak ada sih, kan baru dari luar kota, jadi istirahat dan libur seharian besok, malamnya balik lagi"
"ahh, yaudah, gakpapa"
lanjut makan lagi, tapi Namjoon malah jadi kepikiran membahas soal surat itu, ia mengatakan jika ia tidak dapat menemukan siapa yang mengirim surat itu hingga sekarang
"kenapa malah membahas surat itu lagi? aku kan bilang sama kamu jangan kepikiran itu" kata Yuhan
"iyaa Han, aku gak sampai pecah konsetrasi kerjaan ku kok, tapi aku bingung saja, siapa loh, ini di kantor kamu dapat kan?"
"iya, dimeja, tanya saja sama Hanuel, dia melihat memang itu sudah ada di mejaku"
"ya makanya, siapa yang mengirimkan, aku penasaran"
"penasaran Han, aku pacarmu tapi ini bukan dari pacarmu, bagaimana aku tidak penasaran, lalu dari siapa ini" kata Namjoon
"aku tadinya juga tidak mau memberitahu kamu kalau akan panjang"
"kenapa tidak memberitahuku?" tanya Namjoon bingung
"yaa karna gak mau kamu kepikiran kepikiran terus merusak fokus dengan mood mu, aku pikir karna bunga sebelumnya dari kamu kan, kupikir itu juga darimu"
"gak papa aku, kan aku hanya bilang itu penasaran"
"iya aku tau, tapi aku gak mau kamu penasaran lagi, lupakan tu, mana coba kertas itu, aku lihat" kata Yuhan
Namjoon memberikan surat itu, Yuhan meremasnya dengan kuat sampai benar benar kecil dan kusam lalu melemparkannya ke tong sampah diruangan itu
"kenapa kamu buang?" tanya Namjoon
"kenapa kamu masih menyimpannya?" tanya balik Yuhan
"ya aku belum menemukan siapa yang menulis lalu mengirimnya disitu"
"bahkan kamu sudah menjelajah untuk investigasi sampai mencari cari seluruh staff kan, tapi masih dapat tidak?"
"ya tidak, tapi kenapa kamu buang, aku saja masih belum selesai mencari siapa dia"
"ya ku buang saja, toh bukan darimu kan? yang ngirim bukan pacarku, bukan siapa siapa kamu juga, buktinya tidak dapat kamu temukan juga diantara kita itu siapa yang kirim" kata Yuhan
"atau jangan jangan kamu tau siapa pengirimnya makanya membuangnya langsung?"
"kenapa malah curiga begitu kepadaku?"
"aku hanya tanya"
"yaa kan kubilang sudah, itu bukan dari pacarku, dan bukan dari siapa siapa kamu, bukan siapa siapa kita, kita saja tidak tau, biarin saja tidak penting"
"yaa setidaknya mencari tau dulu lah"
"gak penting sudah, yang penting itu ya kamu, kalau bukan darimu, bukan hal penting lagi" jawab Yuhan dengan tegas
mendengar itu, Namjoon tersenyum lebar dan hampir mencium Yuhan tapi Yuhan menghindar lebih cepat karna tau pelayan datang mengantarkan bill
hampir saja ketahuan kan, kalau sampai Namjoon mencium Yuhan disana, jadilah Yuhan membayar semua tagihan makanan dan mereka pergi
"jangan sembarangan, kalau aman, kalau seperti baru saja bagaimana ketahuan?" gerutu Yuhan
"iya kupikir vvip kan aman buat kita"
"vvip pun ini tetap publik, tetap akan ada kemungkinan yang mengintai"
"iya sih"
Yuhan dan Namjoon pergi ke apartemen selesai makan, dan sesampainya, mereka beristirahat disana, Yuhan menemani Namjoon yang akan tidur sembari memeluk kepala Namjoon dan mengusap nya
Namjoon memeluk Yuhan sambil tidurkan kepalanya didada Yuhan, sembari menggenggam tangan Yuhan yang satunya dan mulai terlelap tidur
Yuhan masih menonton acara televisi dan belum tidur, tumben hampir setengah malam ia tidak mengantuk sama sekali
setelah 30menit tidur, Namjoon bangun lagi
"kamu kenapa tidak tidur?" tanya Namjoon
"aku lihat film, ini bagus" kata Yuhan
Namjoon masih memeluk Yuhan dengan manjanya dan semakin erat, Yuhan melihat kearah Namjoon yang memeluk makin erat kepadanya sembari tersenyum dan merasa heran kenapa melakukan itu bahkan sampai terasa sedikit sakit pelukannya terlalu erat
"kenapa Nam?" tanya Yuhan
"tidak, aku rindu sama kamu" kata Namjoon
"baru seminggu"
"jangan pergi pergi ya"
"iyaa, tergantung kamu kalau aku"
"kenapa aku?"