
"semua anak pasti memiliki problem dengan keluarganya, meskipun satu darah tapi kita tetap beda orang kan" kata Hoseok
"iya, tapi aku sempit pemikiran mengenai masalah keluarga, aku pikir sedikit sekali masalah anak dengan keluarga apalagi ayah ibunya"
"justru banyak, hanya saja kamu masuk dalam keluarga perhatian, penuh kasih sayang, coba tanya pada member lain, semua pasti memiliki masalah dengan ayah ibu mereka yang hanya mereka sendiri tau dan bisa melakukan apa perlu dilakukan" kata Hoseok
"bener juga sih"
"Jin hyung, Suga hyung, Jiminie, Taehyungie dan bahkan Jekey pasti ada kok cerita bersama ayah ibunya hanya saja mereka coba tutupi"
"ya kalau soal itu, aku juga memiliki masalah kecil kok, gak selalu mulus dengan ayah ibuku"
"nah, sama, akupun sama, kamu pikir enak enaknya saja semua kan, karna itu yang terlihat, didalamnya, tidak begitu, hanya saja aku menutupi"
sementara itu Yuhan mulai tenang kan diri, ia kembali lagi ke apartemen Namjoon dan memutuskan untuk tidak lagi balik ke rumah itu dalam beberapa waktu
Namjoon harus balik lagi ke dorm untuk tugasnya, jadi meninggalkan Yuhan, sebenarnya masih kuatir dengan keadaan Yuhan tapi bagaimana lagi, pekerjaan memisahkan kembali
saat pagi nya Yuhan makan pagi sebelum pergi kerja..
ia menelfon Unji menanyakan soal rumahnya..
"Unji" sapa Yuhan
"halo, iya nona?" sapa Unji balik
"gimana sama rumah?"
"hari ini terakhir penyelesaian nya nona, besok bisa datang buat lihat lagi"
"okeh, atur ulang ketemuan, besok jam aku kerja makan siang ya aku temui"
"siap nona"
baru saja menutup telfon, saat Yuhan baru akan berdiri untuk pergi, telfon masuk dari Jijun yang ternyata dari tadi menelfoninya
"halo, iya Jijun?" sapa Yuhan
"Yuhan, dimana? aku kerumahmu ini, tapi gak ada"
Yuhan menjelaskan ia ada di salah satu apartemen, Yuhan mengirimkan juga alamatnya baru Jijun pergi ke kiriman alamat itu
ternyata Jijun tidak pernah tau apartemen siapa dialamat itu, sesampainya di sana, ia hanya menelfon Yuhan, Yuhan pun turun
tadinya niat Yuhan mau menjelaskan kepada Jijun bahwa ia dan Namjoon berpacaran, tapi karna Jijun tidak tau itu apartemen Namjoon tidak jadilah Yuhan menjelaskannya
"ini apartemen mu?" tanya Jijun
"ini milik.." ucap Yuhan terpotong
"aku tidak pernah kealamat sini, daerah sini baru tau ada apartemen, kamu tinggal sama siapa disini?" tanya Jijun
"kamu tidak tau alamat disini?"
"bahkan daerah nya juga baru kesini aku sih"
"ahh, yaudah ayo pergi, takut telat"
selama diperjalanan, mereka mengobrol juga
"jadi disana tadi tinggal sama siapa Yuhan?" tanya Jijun
"disitu sama, teman ku sih"
"waah teman cowok cewek?"
"emm cewek, ya kadang temen cowok juga main juga, temen ya"
"ahh, keren sih, apartemennya mahal itu mewah pula"
"hehe biasa aja lah"
"jadi nanti kalau jemput antar kemana? apa nunggu kabar?"
"sementara beberapa hari ini disini saja, ke apartemen itu, nanti lanjutannya aku kabari"
"okeh siap"
setiap hari nya memang selalu Jijun menjemput antarkan Yuhan kerumah nya tapi sekarang pindah ke apartemen itu
mereka sampai ke kantor dan beberapa hari kedepan banyak sekali pekerjaan Yuhan dikantor, bahkan sesekali Yuhan sering ke dorm
sesering itu pula berarti Yuhan bertemu Namjoon dalam hubungannya yang diam diam
tengah menikmati kesibukan kerjaannya, Yuhan mendapatkan kabar dari Hyuni dan Jiwook dengan isi pesannya..
"Yuhan.. akhir akhir ini aku sibuk
jadi sama sekali tidak mengabari
kurasa kamu juga akan sangat sibuk juga
tapi aku datang berikan kabar baik
aku dan Jiwook membuka usaha
usaha baru yang kami bangun bersama
karna kami bosan kerja ikut orang jadi kami memutuskan untuk membuka usaha
ini pesan undangan ya, jadi kuharap kamu datang, ajak juga pacarmu biar lebih meriah yaa"
isi pesan dari Hyuni
melihat itu, Yuhan tanpa mengabari dulu pada Namjoon bisa ikut atau tidak tapi langsung mengiyakan pada Hyuni
"Hyuni.. selamat ya, siap aku akan datang,
aku akan mendukungmu dalam semua urusan
aku selalu dukung kalian jadi aku akan pastikan datang
nanti kukabari pacarku buat datang bersamaku"
balas Yuhan pada pesan masuk Hyuni itu
saat makan siangnya, Yuhan pun pergi, ia menolak makan bersama Jijun dan Kwan siang itu karna harus pergi dengan temannya
Unji menjemput Yuhan di kantor kerja Yuhan dan mereka pergi, Hyohoon melihat itu jadi curiga, siapa yang bersama Yuhan
karna Hyohoon melihat, Jijun yang dekat dengan Yuhan ada dikantor dan Kwan yang dicurigainya juga ada dikantor bersama Jijun
Hyohoon jadi pergi makan dan duduk bersama Kwan dan Jijun disana
"hai hyung, hai pak" sapa Hyohoon pada Jijun dan Kwan
"hai, Hyo, duduklah"
"iya, ehh kemana nuna yang biasanya makan dengan kalian disini?"
"dia pergi tadi sama temannya" jawab Jijun
"ahh, memangnya siapa?"
"tidak tau lah, siapa tadi"
"kamu kerjaan gimana selama disini? betah gak?" tanya Kwan
"betah pak"
Hyohoon mengobrol dengan kedua teman kerjanya disana tentang pekerjaan tapi pikirannya kepada Yuhan yang pergi dengan mobil yang sebelumnya ia tidak kenali dan merasa asing
sementara itu Yuhan dijemput oleh Unji pergi kerumah baru dan mereka sampai..
"gimana? nona? apa ada yang kurang?" tanya Unji
"tidak ada sekarang sayabmau bicarakan kepada kamu beberapa hal" kata Yuhan
melihat semuanya dan pas dengan keinginannya, Yuhan bicara pada Unji beberapa hal
yang pertama, Yuhan meminta pada Unji untuk tidak memberitahu siapapun tentang kepindahan rumah barunya
"aku minta agar kamu tidak memberitahu siapapun rumah baruku" kata Yuhan
"ya nona, siap"
Yuhan meminta agar Unji merahasiakan termasuk pada Boseo dan siapapun lainnya
"siapapun ya, dengar kan? termasuk orang orang terdekatku" kata Yuhan
"pacarmu?"
"termasuk"
"emm paman bibi (orangtua)?"
"termasuk"
"Bo bos?"
"termasuk Boseo"
"ahh baiklah, kalau itu maumu"
Yuhan meminta Unji bekerja untuknya dan tidak lagi bekerja di tempat perusahaan Boseo karna sudah bukan miliknya
"sama satu lagi" kata Yuhan
"apa?" tanya Unji
"berhenti bekerja pada perusahaan itu, ikut denganku" kata Yuhan
"ahh, lalu pekerjaan kantor?"
"tinggalkan, aku akan membayar mu sama dengan bayaran mu disana"
"lalu kalau Bo bos tanya?"
"aku yang mengurus risentmu, surat, berhenti kontrak dengan perusahaan, dan aku yang berikan pada Boseo"
"yaa terserah nona kalau begitu"
"kamu bekerja untukku kan bukan untuk Boseo"
"iya, karna seperti ucapanku, aku akan setia bekerja untukmu kok"
karna Unji memang sudah janji jika ia bekerja hanya untuk Yuhan, karna Yuhan banyak membantu kehidupannya