You Should Be Me

You Should Be Me
27



"apalagi ini hal sensitif, pasti ini dari orang terdekat kita" kata Taehyung


"siapa?" tanya Jimin


"aku tidak tau tapi kelihatan nya.. hemm sepertinya iya, V betul, ini sepertinya pengambilan dari orang terdekat kita" kata Yoongi


"apa mungkin staff?" tanya Jungkook


"staff? tidak mungkin, bahkan dalam kontrak mereka saja mereka tidak boleh sampai ketahuan identitas bahwa mereka adalah staff kami" jawab Namjoon


"iya aku tau itu, tapi coba lah lihat lagi, bagaimana bisa semua beritanya akurat?" jawab Jimin


mereka berdebat semua disana tekait pemberitaan, karna semakin hari memang semakin merajalela dan menjadi konsumsi publik terkait privasi bangtan


tapi mereka semua tidak satupun tau siapa dibalik semua ini untuk itu mereka mulai mencari cara agar mendapatkan siapa dibalik tersebarnya konten dan berita tentang privasi mereka


beberapa hari berikutnya..


ketika Yuhan tau bangtan ada di salah satu gedung iklan yang akan membayarnya sebagai brand ambasador, Yuhan datang ke tempat yang sama dengan alibi bertemu dengan Habae, selaku ceo iklan


sebelumnya memang Yuhan mengenal Habae disana dan itu adalah teman Changsuk


setelah sampai Yuhan melihat bangtan masuk, ia juga masuk dan mengikuti dari belakang


"permisi, atas nama siapa?" tanya satpam jaga


"saya teman dari pak Habae"


"apa sudah ada janji?"


"belum, silahkan hubungkan dan katakan atas nama Yuhan menunggu untuk beberapa alasan" kata Yuhan


satpam menelfon melalui meja resepsionis dan Habae benar mengatakan kenal


ia memang kenal Yuhan dan membolehkan satpam membiarkan Yuhan masuk, tapi Habae sedikit heran kenapa Yuhan datang padahal kan Yuhan sudah mengakhiri hubungannya dengan temannya


Yuhan pergi sedikit cepat agar mengejar bangtan dan mengikutinya lalu mengikuti semua gerak geriknya dan setelah mendapatkan bukti akurat, Yuhan menyimpan video beserta beberapa foto untuk ia spoiler kan nanti kepada media tentang bangtan yang akan bekerja sama dengan salah satu produk makanan


selesai urusan Yuhan, Yuhan teringat tadi satpam menelfonnya Habae, jika tidak datangi Habae di ruangannya bisa bisa di dicurigai jadilah ia menuju keruangan Habae


sesampainya..


"nuna Yuhan, masuklah" sapa Habae


"iya paman, apa aku mengganggu?"


"tentu tidak, saya akan ada rapat 60menit lagi" kata Yuhan


"ahh baiklah, maaf saya lama tadi, gak biasa masuk sini jadi bingung masih cari ruangannya hehe" kata Yuhan


"aahh iya saya tunggu kenapa lama, kenapa tidak minta antarkan satpam?"


"jangan, mereka kan ada tugas sendiri"


"ya gak apa lah, ini juga tugas eh iya nuna ada apa ya datang, tumbenan"


"ahh tadi lewat saja, saya ingat kamu disini kantornya jadi mampir, boleh dong main ya"


"ahh kupikir ada apa, pasti dong boleh nuna"


mereka membahas beberapa hal kecil termasuk tentang berakhirnya hubungan Yuhan dengan Changsuk


Yuhan membenarkan dan menjelaskan jika Changsuk dan Yuhan memang sudah tidak sejalan lagi, sudah beda paham saja, tapi tidak menjelaskan detail alasan putusnya


"yasudah paman, saya pamit dulu" kata Yuhan


"ahh terimakasih Yuhan, sudah mau berkunjung"


"yaa pak, lain kali kalau disekitar kantorku, ini alamatnya, bisa mampir juga paman"


"ahh, ini alamat kantormu? siap, nanti kalau ada waktu pas jalan arah sama"


"siap"


"Yuhan pamit paman, makasih ya, aduh jadi merepotkanmu"


"bangga lah, kamu meskipun ada masalah dengan Chang, tapi masih mau berteman dengan saya"


"yaa paman terimakasih"


Yuhan keluar dari ruangan itu, dan ia diam sejenak, berpikir soal bangtan apa sudah pergi dari gedung itu?


"apa mereka sudah pergi? ahh itu bukan urusanku, yang penting aku sudah bertemu Habae sebagai alibi" kata Yuhan dalam hati


Yuhan tidak mau banyak berpikir lebih, iapun pergi dan menuju ke arah lift, sesampainya di depan lift, ia menunggu, karna lift masih dipakai pengguna lain


jadi sambil menunggu lift, Yuhan membuka hapenya dan melihat beberapa percakapan di grup chat untuk acara pertemuan bersama para anggota komunitas nya


setelah lift terbuka, Yuhan menunggu semua keluar baru ia masuk untuk turun


Yuhan berdiri tepat di samping sebelah kiri didepan tombol lift masih sambil bermain hape


dan ia sendirian disana, tapi baru turun satu lantai, lift terbuka lagi, Yuhan tidak memerhatikan siapa yang masuk, ia pikir staff atau orang yang memang butuh menggunakan lift yang sama dengannya


Yuhan juga sibuk dengan hape apalagi ia adalah tipe cuek pada sekitarnya padahal harusnya ia menyadari dari aroma pengguna lift yang baru masuk adalah bangtan


yap, beberapa orang yang baru masuk di dalam lift bersama Yuhan adalah bangtan dengan beberapa staffnya


masih ingat kan permember nya bangtan? yap.. masing masing membernya ada Namjoon, Seokjin, Yoongi, Hoseok, Jimin, Taehyung dan Jungkook tapi mereka bersama staff mereka yaitu manager Sejin, penanggung jawab utama Kwan dan Hyunsoon, staff utama bangtan


bangtan yang baru membuka lift dan melihat ada seoran gadis, berpenampilan seksi, semua yang dipakai gadis itu terbilang mahal dan berkelas, mulus putih, wangi pula


semua awalnya diam, tapi salah satu staff disana penasaran dan menanyakan Yuhan kenapa ia sendirian tanpa orang tua, karna dipikiran staff itu, Yuhan masih dibawa umur dan yang lainnya satu paham


"dek, kamu kesini sendirian? tidak sama orang tua?" sapa Hyunsoon, salah satu staff bangtan disana


"emm, tidak" jawab Yuhan cuek masih dengan memainkan hapenya


semua member bangtan yang berdiri dibelakang Yuhan, mereka memerhatikan Yuhan dengan sangat tajam dan penuh dengan banyak pemikiran negatif bagaimana gadis dibawa umur memakai baju seberani itu dengan badan yang sangat bagus dan berjalan sendirian tanpa pengawasan orang tuanya


ditambah beberapa dari mereka bahkan berpikiran sedikit nakal


"apa kamu tidak takut hilang? mau kami antarkan ke tempat tujuan? saya kuatir anak kecil seperti kamu nanti nyasar" jawab Hyunsoon lagi


mendengar itu, Yuhan menolehkan wajahnya kepada Hyunsoon yang berdiri disampingnya, ia masih belum sadar dibelakangnya ada bangtan, ia tidak mengenal bahwan Hyunsoon menyapanya adalah staff bangtan


"kenapa kamu meremehkan soal usiaku? kamu bahkan terlihat lebih muda dariku" jawab Yuhan


"wooh, kamu bercanda kah adek? saya berusia tua, apa masih terlihat bak anak muda?"


"saya pikir saya lebih tua darimu, kenapa kamu yakin saya adalah anak kecil?"


"memang berapa usia mu nuna?" tanya Kwan, salah satu staff bangtan lainnya


barulah ketika Yuhan menoleh kearah Kwan yang ada dibelakang orang yang menyapanya tadi, ia kaget karna disana terdapat tujuh member bangtan lainnya