You Should Be Me

You Should Be Me
44



yang fokus untuk mengurus dan mencari tau semua tentang sedikit atau banyak nya informasi terkait bangtan baik resmi ataupun tidak


disinilah Namjoon baru mengetahui semuanya siapa Yuhan


"ahh paparazi di gedung iklan waktu itu, aku sempat menyentuh tangannya dan wangi dari bekas tangan gadis itu adalah Yuhan" gerutu Namjoon lagi


disini Namjoon masih mendengarkan semua pembahasan sampai sesaat sebelum mereka bubar, dan merasa selesai, namjoon bersembunyi agar tidak ada yang tau dia


sayangnya hanya satu yang Namjoon belum tau tentang kisah Yuhan yaitu tentang keluarga Yuhan, sisanya ia tau semua apapun yang Yuhan lakukan, apa pekerjaan diam diam Yuhan, bahkan soal percintaannya


sama juga dengan Baori, meskipun tau semua kisah Yuhan tapi tidak dengan cerita bagaimana keluarga Yuhan


melihat Yuhan disana sendirian karna teman temannya sudah pada pergi, Namjoon ragu tadi nya menyapa Yuhan tapi Yuhan menyadari keberadaan Namjoon tak jauh dari rumahnya


"Namjoon? kenapa disini? masuk saja" sapa Yuhan


"ahh iya"


"baru datang dari mana?"


"dari agenci ku sih, aku lagi sedikit senggang"


"ayo masuk" ajak Yuhan menarik tangan Namjoon


Namjoon tanpa menolak dan mengiyakan nya saja mereka masuk dan duduk diteras depan rumah Yuhan


"aman kan?" tanya Namjoon


"iya aman semua sudah terkunci kandangnya"


"ahh baiklah"


mereka duduk disini mengobrol, tapi karna waktu Namjoon sedikit jadi ia harus pamitan lagi


Yuhan yang tau Namjoon tidak bisa menyetir, pulang masih harus memesan taksi jadi ia menawarkan antarkan pulang


"kuantar ya pulang" kata Yuhan


"tidak usah, ini sudah malam"


"gak apa, kamu kan tidak bisa mengendarai mobil, jam segini mana ada taksi?"


Yuhan ambil kontak mobilnya dan keluar


"ayo" ajak Yuhan


tapi saat Yuhan akan pergi, Namjoon memanggilnya


"Yuhan" sapanya


"yaa?"


"aku sudah tau siapa kamu"


"ahh? apa maksudmu?" tanya Yuhan berjalan perlahan kembali mendekati Namjoon


"aku tadi mendengarkan semua pembicaraan mu dengan tiga temanmu, maafkan aku soal itu tapi aku juga tidak sengaja"


"apa yang kamu dengar?"


Namjoon meminta penjelasan semua tentang apa yang ia dengar disana jadi Yuhan tidak jadi pergi antarkan Namjoon


semua dijelaskan Yuhan disana, bahkan Yuhan juga meminta Namjoon membantunya bisa lepas dari jeratan Hyohoon dan Baori


ia menjelaskan terlalu banyak masalah akhir akhir ini, Yuhan ingin hidup dengan bebas tanpa beban


Namjoon bingung antara mau membantu Yuhan atau meninggalkan Yuhan atas apa yang sudah diperbuat oleh Yuhan kepada bangtan


"aku tidak bisa mengatakan apa apa untuk memastikan aku bisa membantu" kata Namjoon


"yaa tidak masalah itu, aku hanya meminta bantuanmu, jika kamu disituasi sulit, aku paham, tapi maafkan aku juga soal itu"


Yuhan tak masalah, Yuhan tau Namjoon juga sangat berat, disisi lain ingin membantu, sisi lain lagi siapa Yuhan dan siapa bangtan baginya


tapi Yuhan tetap memaksa mengantarkan Namjoon, Namjoon pikir tidak ada salah nya diantarkan Yuhan


jadi nanti sampai di dorm, Namjoon akan menyuruh Hyunsoon mengantarkan kembali Yuhan


mereka jalan, sepanjang perjalanan itu, Namjoon diam diam menatap Yuhan sesekali, sembari berpikir tentang semua hal akan bisa ia bantu untuk Yuhan tapi apa Yuhan akan bisa menerima bantuannya


Namjoon bingung masalah perasaannya saja, bukan lagi masalah yang lain tentang siapa Yuhan sebenarnya


sesampainya di dorm, Namjoon pikir semua sudah pada tidur tapi ia tidak tau jika di ruang tamu ada Hyunsoon yang menunggu Namjoon karna kuatir belum juga pulang tapi Hyunsoon ditemani oleh Seokjin


"aduh, semoga tidak turun" ucap Hyunsoon pelan


"kenapa? siapa dia?" tanya Seokjin


"ahh bukan" jawab Hyunsoon kaget


saat Namjoon turun, Seokjin kaget itu Namjoon, turun dari mobil bergaya perempuan dengan warna pink muda dan ungu muda


beruntung Yuhan memang tidak turun dan ingin lanjut pulang


"kamu tau kan soal pengendara mobil itu?" tanya Seokjin


"ti.. tidak" jawab Hyunsoon bingung


"tidak bagaimana? jujurlah"


"tidak tau bener"


Seokjin cepat keluar dan memergoki Namjoon sementara Hyunsoon langsung pergi masuk kamarnya


"heei" ucap Seokjin


"hyung? semalam ini kau belum tidur?"


"semalam ini kau baru pulang, diantarkan perempuan pula?" sambar Seokjin


"bagaimana kamu tau dia perempuan"


"gaya mobilnya milik kebanyakan perempuan dan juga sedikit terlihat saat tadi dia buka kaca mobilnya untuk menyapa mu berpamitan"


"hyung, masuk saja, tidak enak" jawab Namjoon


mereka sempat berdebat karna Namjoon tidak juga mau menjelaskan siapa gadis mengantarkannya dan juga Seokjin tetap memaksa meminta tau siapa gadis itu


tapi semua akhirnya berakhir karna Namjoon tidak juga mau mengakui siapa dalam mobil itu, dan Seokjin juga capek menunggu kejujuran Namjoon


hari berikutnya..


Yuhan kembali akan ke kantor nya dan saat ia keluar, ia kaget sudah ada Baori didepan rumahnya


"Yuhan.. kenapa kamu begini? kamu tidak memikirkan ku? bahkan aku sudah meninggalkan anak istriku"


"pak, apa aku yang meminta mu melakukannya?"


"yaa tidak, tapi aku pikir aku mempertahankan hubungan kita"


"tidak perlu ada yang dipertahankan, dia memang keras kepala" jawab Hyohoon


"Hyo? kenapa kamu disini?" ucap Yuhan


Hyohoon menjelaskan siapa dirinya kepada Baori tentang hubungannya dengan Yuhan, untuk saat ini memang Hyohoon yang berhak atas Yuhan, tapi Baori meminta agar sedikit saja Hyohoon sebagai lelaki menjadi tau apa perasaan Baori


Yuhan mengambil kesempatan kabur dari sana ketika Hyohoon dan Baori berdebat


Yuhan pergi kekantornya dan memutuskan diam beberapa hari dikantor nya, tapi fokusnya lagi lagi terbelah


bagaimana ia bisa tenang dengan masalah yang semakin runyam dimana ia pikir dengan menerima Hyohoon akan tenang, tapi Baori tidak pernah rela melepaskan Yuhan kepada Hyohoon sama sekali, bahkan ia lebih rela Yuhan bersama pria lain bahkan dengan Namjoon sekalipun


apalagi mengingat bagaimana cerita Baori saat berpacaran dengan Yuhan malah memutuskan meninggalkan anak dan istrinya


ditambah pikirannya ketika ia jauh dari hewan hewan peliharaannya


akhirnya Yuhan memutuskan kembali kerumah nya saja tengah malam memastikan tidak akan datang Baori dan Hyohoon


sampai dirumah, ia mengirim pesan kepada Misilia agar besok pagi menemuinya


esoknya Misilia melihat pesan itu pun bingung, padahal bisa kan malam itu juga Yuhan bicara kan langsung tapi Yuhan tidak enak memanggu istirahat Misilia


"Yuhan, ada apa?" tanya Misilia


"aku mau bicara padamu"


"apa?"


"aku mau keluar dari semua masalahku, aku dihantui oleh Baori dan aku juga tidak bahagia dengan Hyohoon"


"lalu apa yang mau kamu lakukan?"


"entahlah, aku tidak mau keluar rumah beberapa waktu, bantu aku jaga rumah"