
Yuhan pun pergi dari sana setelah mencari tau tentang Heechul dan kesibukannya yang benar benar full job
Yuhan kepikiran kerumah Heechul saja, menemui orangtua atau kakak perempuan Heechul karna cukup lama ia tidak datang kesana
sesampainya..
Yuhan melihat rumahnya sepi, jelas Heechul tidak akan ada disana, tapi ia datang kan untuk orangtua dan kakak Heechul
ia memencet bel disana tapi tidak juga ada yang membukakan, seperti tidak ada orang, tapi kalau tidak ada orang, jendela nya harusnya tertutup dong, setidaknya terbuka tirai penutupnya saja, tapi ini se-pintu pintu jendela mya terbuka kok
beberapa kali memencet bel tidak ada yang membuka, Yuhan berpikir
"chagi pasti jelas tidak ada, appa pasti kerja, eoni diluar kota kan, apa amma nya di toko? apa kesana saja?" gerutu Yuhan
Yuhan pun pergi ke toko buah milik ibu Heechul, disana tengah rame, jadi tidak enak kalau mau menyapa takutnya ganggu
Yuhan pun balik kerumah Heechul dan akan pergi, tapi ada seseorang yang datang kerumah Heechul
"eoni, siapa ya?" tanya Yuhan
"saya pengantar makanan dari toko sebelah eoni, ini ada pesanan dari rumah ini dikirim kesini"
"oh ya? siapa kirim?"
"tidak tau namanya saya, saya baru kerja di toko itu hanya suruh antarkan"
"ahh, tapi dirumah tidak ada orang"
"oh apa iya? tadi ada"
"ada lagi di toko buah nya"
"ahh, berarti kalau tidak ada orang disuruh taruh di gagang pintu saja kata bos saya"
"ohh"
"yasudah eoni saya permisi"
"iyaa"
Yuhan tidak mau ambil pusing, Yuhan pikir memang tidak ada orang dan staff toko pengantar makanan itu pasti menaruh di gagang pintu nya saja
Yuhan pun pergi..
sementara staff tadi pengantar makanan, menaruh di gagang tapi tak lama pintunya terbuka
"eoni" teriak kakak perempuan Heechul
ternyata kakak perempuan Heechul ada dirumah, tapi ia sengaja tidak membukakan pintu Yuhan dan menemui nya bukan karna membenci Yuhan atas masalahnya dengan bibinya
tapi karna tidak tau saja ia harus apa dan bagaimana nanti ketika bicara dengan Yuhan
"eoni, kok ada didalam? kata nya tidak ada?" tanya staff pengantar makanannya
"iya, ada kok didalam, kan aku belum bayar"
"kata bos saya gakpapa karna sudah tetangga dan sering bayar lain hari tidak masalah"
"jangan lah, ini saya bayar"
"tapi tadi ada eoni gitu bilang kepadaku tidak ada orang, aku jadi pikir memang tidak ada, sama bos kalau tidak ada suruh taruh di gagang pintu"
"aku hanya menghindari eoni tadi, aku sedikit ada masalah kecil"
"ahh begitu, yaudah eoni ini ya uangnya saya terima, terimakasih pesanannya"
"iya sama sama"
kakak Heechul mengambil pesanan makanannya dan duduk diruang tamu sambil memikirkan Yuhan, memikirkan bahwa ia harus bisa berusaha merelakan Yuhan dengan adiknya berakhir
sementara Yuhan..
pergi dari rumah Heechul balik kerumahnya, ia duduk diteras depan rumahnya dan terdiam, sepertinya semua orang menghindarinya, entah perasaan nya tiba tiba saja terasa jika orang orang tersebut (keluarga dan Heechulnya) menghindarinya
tapi apa sebabnya kalau menghindarinya? Yuhan pun tidak paham tapi dia tidak mau kepikiran hal buruk takut malah benar terjadi
"Yuhan, datang? gimana Mi? sudah pergi kah?" tanya Nania
"sudah lah, kalau Yuhan datang, ya Mi sudah pergi" jawab Jazlyn
"iya, sudah berangkat, aku hanya antar ke dorm nya saja" jelas Yuhan
kembali kepada Misilia dengan perjalanannya, sedikit cerita singkat nya saja yaa...
Misilia pun pergi ke bandara dan melakukan perjalanan ke jepang, sesampainya di jepang, Misilia dan yang lainnya pun beristirahat
Misilia ikut kegiatan dengan kesibukan disana selama tiga hari berturut-turut, baru dihari keempat dan kelima mereka bebas untuk pergi kemana pun mereka mau dijepang
"sayang mau kemana hari ini? ayo jalan jalan enak" kata Donghae
"kamu sudah bebas kerjaan kan di hari ini ya?"
"iya makanya aku ajak jalan, kamu mau kemana?"
"kemana saja deh"
"jalan dekat dekat sini dulu saja yuk"
"boleh, sama Eunhyuk oppa dengan pacarnya kah?"
"gak lah, mereka sendiri saja berduaan"
"ohh, oh iya pakai jasa dari rekomendasi Yuhan saja gimana?"
"oh iya juga, sini aku hubungi dia, mana kartu namanya"
"pakai hape ku saja sayang, ini hapeku"
"iyaa"
Donghae menelfon nomor kerja Tawashi, tak lama Tawashi datang bersama satu staff nya, mereka turun dari mobil dan menyapa Donghae dengan Misilia di depan hotel itu
"atas nama Misilia?" sapa Tawashi
"iya pak, saya Misilia, salam kenal pak" sapa Misilia
"salam kenal balik, apa kita sebelumnya pernah bertemu atau kenal?"
"saya teman dari Yuhan, Yuhan teman dari Yash, Yashimi, saya dapat rekomendasi dari Yuhan atas kartu nama anda"
"oh astaga, teman Yuhan nuna, iyaa saya kenal, salam kenal ya"
"iya pak, salam kenal balik, oh iya ini pacar saya"
"salam kenal paman, saya Donghae" sapa Donghae
"Tawashi, salam kenal ya, mari langsung saja masuk"
"iya"
mereka masuk dalam mobil untuk pergi kemana saja mau diantarkan
diperjalanan..
"bagaimana kabar Yuhan nuna? apa dia baik baik saja? saya lama tidak mendengar kabarnya" kata Tawashi
"baik pak, ini buktinya kasih rekomendasi saya"
"iyaa.. oh ini pak Donghae apa dari bangtan itu kah mungkin ya?"
"bukan pak, saya dari super junior" kata Donghae
"ahh suju, super junior kah? iya saya tau, saya pikir dari bangtan, soal nya kenal sama Yuhan kan Yuhan kenalnya sama bangtan"
"iya pak, bangtan kenal, suju juga kenal" jawab Misilia
mereka pun diantarkan oleh Tawashi berjalan jalan kemana mana mau pergi
selama menunggu di salah satu mall, Tawashi mengirim kabar kepada Yashimi soal kedatangan teman Yuhan
Yashimi langsung meninggalkan kantor nya untuk menemui mereka, Yashimi salah dengar jika yang datang bukan lah Yuhan tapi teman Yuhan, dikiranya Yashimi ya Yuhan yang datang
tak lama Yashimi sampai, pas dengan Donghae san Misilia selesai dari mall nya
"loh pak, ini teman Yuhan" kata Yashimi
"Yash?" sapa Misilia
"iya pak, tadi kan saya bilang teman Yuhan nuna" jawab Tawashi
"apa iya? oh saya salah dengar saya kira Yuhan"
"kenapa kalau Yuhan?" tanya Misilia mulai curiga
"tidak ada, salah dengar saja, oh ya, salam kenal daei saya yaa.."
"kan kenal kita?" kata Misilia