
tapi sekarang pengadilan mendengar dengan jelas ucapan Taemin merasa jika pantas saja mendapatkan layangan gugatan cerai itu
jaksa juga merasa Taemin mengiyakan atas apa yang digugat Yuhan dengan cara meminta hak asuh anak itu
akhirnya sidang perceraian dilakukan..
semua proses berjalan berhari hari dan pada akhirnya Yuhan dan Taemin resmi bercerai
Yuhan sudah tidak peduli tentang Taemin, Yuhan merasa Taemin lebih bisa menjadi ibu dan ayah sekaligus bagi Taeyin
mendengar perpisahan mereka, orangtua Yuhan tidak kaget, mereka bahkan menguatkan Yuhan, bukan berarti mendukung ya, tapi menguatkan saja
sementara keluarga Taemin yang kaget bukan main atas perceraian itu, mereka tidak menyangka ternyata masalah Yuhan dan rasa sakit hatinya terhadap Taemin masih menjadi luka perih
dari sini, Yuhan berpikir bahwa ia memang tidak ditakdirkan menjalin hubungan bagaimana pun statusnya
pacaran, bertunangan bahkan menikahpun semua sudah dilakukan Yuhan tapi berujung perpisahan juga
dari sini Yuhan juga belajar banyak hal termasuk tentang cara berpikir, mau..
seberapa lama kita saling kenal
seberapa besar saling cinta
seberapa jauh hidup berdua
seberapa tinggi keinginan dimasa depan bersama
kalau masih bukan takdir jodohnya, ya sampai kapanpun tidak akan bisa bersatu
meskipun dipaksa oleh waktu agar terbiasa dengan kenyamanan
ingat nyaman karna terbiasa itu hanya fiktif
yang benar adalah terbiasa dengan kenyamanan adalah terpenting
dan ternyata Yuhan tengah salah mengartikan kehidupannya sebenarnya bahwa ia lebih terbiasa dengan kenyamanan nya sendiri
akhirnya Yuhan memutuskan benar benar menutup rapat hatinya bagi siapapun, cukup Taemin pria terakhir dalam hidupnya
Yuhan kembali dengan kesibukannya, ia fokus ke Bobly
beberapa hari berikutnya..
secara berurutan Yuhan bertemu dengan beberapa mantan ketika ia telah pisah dengan pasangannya
semua mantannya tau tentang hubungan Yuhan dengan Taemin, mulai dari pertama mereka kenal, hingga menjadi lebih intens dan dekat, lalu memutuskan menikah hingga mengandun dan melahirkan seorang anak dari hasil pernikahan bahkan sampai perceraian
beberapa dari mereka ketika bertemu hanya saling menyapa tapi tidak enak jika untuk menanyakan
bahkan bertemu dengan mantan yang begitu mrnginginkan putusnya Yuhan dengan pria manapun, yaitu Hyohoon
mereka bertemu tidak jauh dari Bobly, ketika itu Yuhan pergi membelikan makanan yang di minta oleh Minjoon, anak pertama Yuhan
tapi disini Yuhan merasa aneh dengan sikap dari sang mantan, karna Hyohoon sebenarnya melihay keberadaan Yuhan disana bahkan menyapa dengan senyuman tapi tidak menyapa dengan memanggil namanya atau bahkan mengganggunya seperti biasanya diakukan Hyohoon ketika bertemu Yuhan
Yuhan malah jadi penasaran, ya menyapa nya lebih dulu..
"Hyo.." sapa Yuhan
Hyohoon seketika berhenti, tadinya ia hanya melewati Yuhan tanpa mau menyapanya tapi mendengar Yuhan memanggilnya, ia begitu senang, ia membalikkan badannya
"ya?" sapanya balik
"apa kabar?" tanya Yuhan
"emm, baaik.. kamu?"
"baik"
"gimana sama Bobly?" tanya Hyohoon
"lancar"
"emm"
dalam hati Yuhan, apa Hyohoon belum tau soal perceraiannya dengan Taemin? kenapa Hyohoon tidak menanyakan apapun?
diam beberapa detik..
Yuhan mulai membuka suaranya lagi, dan beberapa kali memancing untuk membuat Hyohoon bertanya terkait perceraiannya tapi gagal karna Hyohoon tidak membahasnya sedikitpun
setelah mengobrol mereka pun saling berpamitan, Hyohoon berjalan akan pergi, ia siap pergi karna sudah membelakangi Yuhan
"kamu kenapa?" tanya Hyohoon
Yuhan menceritakan lah semua nya disana kepada Hyohoon, tentang bagaimana ia merasa apapun hubungan dijalaninya selalu gagal
mendengar semuanya, Hyohoon mengajak Yuhan duduk, menenangkannya dengan lembut dan baik baik, itu bukanlah Hyohoon Yuhan kenal
"kamu kenapa berubah?" tanya Yuhan kesal
"ahh, berubah apa?" tanya Hyohoon bingung
"kamu sudah gak seperti dulu lagi, gak lagi menggangguku, gak lagi perhatian kepadaku, kemana kamu yang dulu?"
"aku masih aku yang dulu"
Hyohoon menjelaskan alasannya berubah tidak lagi mengganggu Yuhan karna ya ia pikir sudah harus berhenti, tidak mau mengganggu Yuhan sama sekali karna semua dilakukannya percuma
ditambah Hyohoon menjelaskan sebuah hal yang membuat Yuhan kaget dan terasa sakit sekali tepat didadanya
"aku juga menjaga sikap karna aku menjaga hati seorang gadis yang mulai bisa mencintaiku dan menerima ku dengan tulus" jelas Hyohoon
"gadis?"
Hyohoon menjelaskan siapa gadis itu, siapa namanya, orang dari mana, bahkan menunjukkan fotonya yang tentunya itu semua bukan Yuhan..
seketika itu Yuhan lemas, ia tidak perna cemburu dan sakit hati ketika tau mantan nya memiliki pacar, ia bahkan turut senang dan mendukung, tapi mendengar Hyohoon yang memiliki penggantinya, Yuhan sakit sekali rasanya
"tapi tenang saja, aku bisa jadi sahabat atau teman terbaik buatmu Yuhan, kau jangan kuatir itu" jelas Hyohoon
Yuhan hanya mengangguk angguk iya saja
setelah dari sana, mereka pergi masing masing
Yuhan kembali kekesibukannya dan menemui sang anak yang meminta dibelikan makanan
mereka disana mengobrol banyak hal, Minjoon juga meminta agar Yuhan cerita kenapa akhirnya meminta cerai dari Taemin, ya Yuhan menjelaskannya semua
tentu Minjoon sebagai anak ada diposisi Yuhan, apalagi Yuhan benar, Yuhan salah saja Minjoon ya akan tetap membela Yuhan karna ibunya
beberapa hari berikutnya, Minjoon sering mengajak Yuhan jalan, week end, ke tempat tempat wisata, intinya bersenang senang saja, bermaksud agar sang ibu tidak larut dalam kesedihannya
beberapa hari terakhir, Yuhan dan Minjoon sering jalan berdua, tepat dihari yang sama ketika mereka jalan berdua, Minjoon mendapat kabar teman teman sekolahnya tengah berkumpul di mall yang sama dengan mereka jajaki
langsung Minjoon meminta izin ketemu temannya, Yuhan mengizinkan dan mereka berdua pergi ketempat ditujunya
sesampainya..
Minjoon menyapa teman temannya tanpa sempat mengenalkan Yuhan, tapi Minjoon berpamitan ketoilet dulu, meninggalkan Yuhan
"saya numpang duduk ya"
sapa Yuhan ke teman teman anaknya...
"boleh silahkan" sapa teman Yuhan yang perempuan
"eh iya kalau boleh tau siapa namanya nuna?" tanya teman Yuhan yang pria
"Yuhan"
"ahh salam kenal, sudah lama ya berteman sama Minjoon?"
"ahh berteman?"
"iya teman kan sama Minjoon, kakau bukan kan gak mungkin kenal?"
"oh iya siih"
"sudah punya pacar belum nuna?" tanya teman pria lainnya
"saya single" jawab Yuhan
"ahh boleh kali kenalan dan pendekatan gitu nuna"
"sst apa kamu ini, jangan sembarangan" jawab teman Yuhan perempuan
"yang sopan kalian ini" jawab teman perempuannya yang lain
"gakpapa gak ada yang salah kan, dia single aku single, siapa tau cocok"
Yuhan hanya terus tersenyum saja melihat teman teman anaknya disana menggodainya, mereka semua belum tau saja siapa Yuhan