Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 97: Hari Pertama



aku berjalan bersama ibu menyusuri koridor. di sebelah kanan terdapat banyak pintu dan jendela yang menunjukkan berbagai ruangan dan fasilitas di dalamnya, sementara di sebelah kiri aku bisa melihat taman luas dengan pohon-pohon yang di pangkas dan di tata rapi. selain pohon, di sana juga terdapat berbagai macam bunga berbagai warna yang menyatu sempurna dengan hijaunya rerumputan.


tepat di tengah taman terdapat sebuah air mancur putih yang indah dan beberapa siswa yang sedang asik berbicara.


Arsh:"sayang, lewat sini"


ibu menarikku dan membawaku berbelok masuk ke sebuah lorong. lorong itu luas dengan karpet merah di atasnya. di setiap dinding terdapat hiasan yang terlihat indah dan sesuai dengan nuansa lorong mewah khas istana. di kiri dan kanan terdapat pintu-pintu kayu coklat yang mengarah ke ruangan tertentu, dan percabangan lorong ke arah lain.


setelah melalui lorong panjang, aku melihat sebuah aula yang luas dengan banyak tangga menuju ke lantai dua yang mengelilinginya. di aula yang luas itu banyak anak-anak yang berlalu-lalang dengan berbagai kepentingan.


Arsh:"aku akan membawamu ke lantai dua dimana ruang kelas berada"


Filia:"kelas apa yang akan saya hadiri?"


jujur, aku agak bersemangat tentang akademi. aku bertanya dengan penasaran dan hanya bisa mengabaikan pandangan dari anak-anak itu yang terus mengawasi ku. hanya apa yang bisa aku lakukan, aku hanya bisa mengalihkan perhatianku sendiri dan menganggap orang-orang itu seperti rumput liar yang bergoyang.


Arsh:"karena nilai tes tertulis dan praktik jauh melampaui standar, jadi kamu di masukkan ke dalam kelas S. yah, sebenarnya kami masih bingung dimana akan menaruhmu, apakah itu kelas Martial art, Liberal art, atau Magic"


Filia:"lalu..."


Arsh:"yah, karena semuanya mendapat nilai sempurna, jadi agak sulit untuk memutuskannya. pada akhirnya, karena kamu bahkan mampu mengalahkan kapten Grams, jadi pihak akademi memutuskan untuk memasukkanmu ke dalam Martial Arts Class. tapi jangan khawatir, kamu bisa merubah kelas yang kamu inginkan di akhir semester"


Filia:"tidak apa-apa ibu, saya baik-baik saja dengan ini"


aku lebih senang dengan hal ini. menurut yang aku pelajari dari Sebas, kelas seni beladiri memiliki aktifitas fisik yang lebih banyak daripada kelas yang lain. bukan kerena aku otak otot, tapi kondisi seperti ini adalah cara terbaik untuk melatih tubuh ini. meskipun sekarang sudah berada di Tier dua, tapi masih jauh dari mampu untuk mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya.


ibu membawaku ke lantai dua dan aku terus mengikutinya menyusuri lorong yang panjang di lantai dua hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pintu kayu coklat.


Arsh:"disinilah tempatnya"


tok...tok...tok...


Arsh:"saya masuk"


ibu mengetuk pintu dan langsung membukanya tanpa menunggu jawaban dari dalam. aku agak gugup saat memasuki ruangan. bayangkan bertemu dengan anak-anak baru yang belum pernah kamu temui.


"oh, kepala sekolah. apa yang terjadi?"


sebuah suara laki-laki yang magnetis datang dan bertanya kepada ibu dengan ramah. aku tidak bisa melihat sosok itu karena aku berjalan tepat di belakang ibu. aku sedikit memiringkan kepala untuk melihat sosok itu. seorang lelaki muda dengan rambut coklat yang rapi dan wajah yang ramah dengan senyum. pria itu cukup tampan, dia terlihat berusia sekitar awal tiga puluhan, tapi karena di dunia ini manusia bisa hidup lebih panjang, jadi aku tidak tahu berapa usianya yang sesungguhnya.


Arsh:"maaf karena telah mengganggu anda, saya datang membawa seorang siswa"


"oh!?"


lelaki itu sedikit memiringkan badannya dan melihatku yang sedang berdiri di belakang ibu. dia tersenyum ke arahku seperti seorang paman yang baik.


"oh, halo, selamat datang. sekarang kamu bisa memperkenalkan dirimu kepada yang lain"


ibu berbalik dan tersenyum kepadaku. ibu memberi isyarat untuk melakukan seperti apa yang di perintahkan oleh lelaki itu. aku hanya mengangguk dan menarik nafas panjang untuk menenangkan diriku sendiri.


Filia:"saya Filia Rosefield, saya berharap untuk bisa akrab dengan semuanya"


karena aku tidak pernah melakukannya, aku mungkin melakukan kesalahan. aku hanya melakukan apa yang aku bisa sambil melakukan hormat kebangsawanan.


"seorang bangsawan?"


"Rosefield!?. tidak mungkin!!!"


"sang putri misterius!?. luar biasa...!!"


"gaun apa itu, apakah itu model baru?, aku bahkan belum pernah melihatnya"


"aku juga tidak tahu, tapi gaun itu juga sangat indah. yang lebih penting, yang mengenakan juga sangat cantik"


"benar, aku juga ingin membeli gaun seperti itu. mungkin aku juga bisa secantik dia"


"mimpi kosong. siapa kalian berani memimpikan gaun seperti itu"


"itu benar. dilihat dari kain yang di gunakan, bahkan jika kalian menangis seharian, kalian tidak akan bisa mendapatkannya. terutama model yang belum pernah ada. pasti gaun itu di pesan secara khusus dan desainnya tidak akan di izinkan untuk di gunakan ulang"


....


berbagai percakapan datang. anak laki-laki dan perempuan saling berbicara dengan bahasan yang berbeda-beda. kebanyakan yang di bahas oleh anak-anak perempuan adalah gaun dan riasan, dan untuk laki-laki, aku bahkan tidak memahami apa yang mereka katakan. mereka hanya seperti melemparkan pertanyaan kepada diri mereka sendiri, dan apa maksudnya dengan sang putri misterius!?.


Arsh:"aku harap kalian dapat berteman dengan baik dan saling membantu"


Arsh:"ok sayang, ibu akan pergi dulu. kamu bisa menemukan ibu di kantor kepala sekolah"


Filia:"iya ibu"


kemudian ibu pergi meninggalkan ruang kelas. yah, sebagai kepala sekolah ibu pasti memiliki banyak pekerjaan yang harus di lakukan. apalagi nenek mengatakan bahwa ibu tidak pergi ke akademi selama beberapa hari karena merawatku. pasti kerjaannya sedang menumpuk saat ini.


"kamu bisa mencari kursi yang kosong dan segera duduk"


Filia:"baik"


aku menemukan sebuah kursi kosong di sebelah seorang gadis berambut merah pendek dengan pakaian seperti seorang laki-laki. jika kamu tidak melihat fitur wajah wanitanya, kamu akan mengira bahwa dia adalah anak laki-laki.


Filia:"bolehkah saya duduk disini?"


entah kenapa gadis itu tiba-tiba berdiri dan berlutut di lantai seperti seorang kesatria. bukan hanya bingung, aku bahkan hampir ketakutan dengan tindakannya yang tiba-tiba. sepertinya bukan hanya aku, tapi semua orang mengalihkan perhatian mereka ke arahku.


"suatu kehormatan besar bagi saya, Putri"


Filia:"a, apa kamu bukan manusia?"


"nama saya Liris Vermilion. saya adalah seorang Flame Elf dari keluarga Vermilion"


sekarang aku mengerti kenapa dia melakukan hal itu. bagi para elf, keluarga bangsawan hampir di anggap sebagai iman mereka. jadi wajar jika hal itu di lakukan. aku memang tidak banyak mengetahui tentang bangsawan Elf, tapi sepertinya nenek pernah memberitahuku tentang keluarga Viscount Vermilion. kalau tidak salah mereka merupakan keluarga yang cukup berpengaruh, mulai dari perdagangan, dan produksi senjata mereka. keluarga Vermilion adalah keluarga dengan penghasilan utama dari perdagangan senjata ke sebagian besar negara.


Filia:"apakah kamu putri dari Viscount Vermilion?"


Liris:"itu benar, Putri. saya merupakan anak kedua dari Viscount Vermilion"


aku tersenyum dan membantunya berdiri dari posisi berlutut nya. bukan apa-apa, meskipun aku terlihat tenang, tapi aku benar-benar canggung dengan keadaan seperti ini.


Filia:"kamu tidak perlu melakukan ini. sekarang kita adalah teman sekelas, jadi tidak perlu bersikap terlalu formal"


Liris:"baik putri"


aku duduk dan menyuruhnya untuk duduk di sebelahku. meskipun dia belum pernah melihatku, dia yakin bahwa aku adalah anggota keluarga kerajaan Elf. mungkin dari warna rambutku. meskipun berbeda, tapi tidak salah lagi bahwa itu mirip dengan rambut Elf keluarga kerajaan yang berwarna putih keperakan.


warna rambut: hijau, merah, putih, dan biru merupakan warna rambut yang hanya bisa di miliki oleh ke empat ras Elf, jadi selama orang itu mengetahui tentang Elf, mereka tidak akan kesulitan untuk menebaknya. meskipun sebenarnya ada beberapa warna lain dalam keluarga elf, seperti hitam pekat yang merupakan milik Dark Elf, coklat kekuningan milik Mons Elf, dan emas milik Golden Elf , tapi keberadaan mereka sangat jarang dan mereka tidak di klasifikasikan dalam ras Elf, mereka di klasifikasikan sebagai Elf mutan.


Elf mutan dapat muncul dari ras manapun. karena ras Elf sangat menghargai dan melindungi keturunan mereka, jadi meskipun Elf mutan itu sangat berbeda dari yang lainnya, mereka semua di perlakukan sama, atau bahkan di anggap sebagai istimewa. semua hak dan kedudukan mereka sama dengan yang lain tanpa adanya diskriminasi.


meskipun Liris terlihat ragu-ragu, tapi dia tetap duduk di sebelahku. sepertinya guru itu juga memahami tingkah laku para elf, jadi dia membiarkannya berlutut dan tidak mengganggu. yah, saling menghargai tradisi orang lain itu penting.


"karena semuanya sudah tenang, sepertinya saya bisa melanjutkan pelajaran. tapi sebelum itu, perkenankan saya untuk mengenalkan diri. mungkin kalian sudah mengenal saya, tapi karena ada seorang siswa yang baru bergabung, jadi saya akan memperkenalkan diri kembali. nama saya Alison Crafenggar. kalian bisa memanggilku instruktur Alison. aku bertugas sebagai instruktur kalian selama satu tahun mendatang..."


instruktur Alison memperkenalkan diri dengan senyum yang ramah. aku sedikit merasa bersalah karena menunda waktu belajar yang lain. setelah beberapa basa-basi singkat, instruktur kembali melanjutkan pelajaran. pelajaran hari ini merupakan pelajaran yang berkaitan dengan Internal energi pada diri para pejuang.


sebenarnya di Alterion hal ini merupakan penjelasan yang di berikan kepada pemain pemula yang baru saja memasuki dunia Alterion. aku mendengarkan apa yang di jelaskan oleh instruktur. setelah mendengarkan penjelasan dari instruktur, aku melihat perbedaan yang sangat jelas dari yang aku pelajari di Alterion.


perbedaan ini bukan hanya dari penjelasan, tapi dari penggunaan dan masih banyak lagi, lebih tepatnya, pengetahuan yang di jelaskan sangat kasar dan masih banyak kekurangan di dalamnya....


Dong.... Dong.... Dong....


pelajaran berlangsung selama beberapa saat hingga akhirnya suara lonceng yang keras berbunyi sebanyak tiga kali. menilai dari waktunya, ini adalah lonceng ke tiga, atau waktu telah menunjukkan jam dua belas siang.


Alison:"cukup ini saja untuk hari ini. besok saya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman kalian tentang pelajaran hari ini dan kalian juga bisa menyampaikan pendapat kalian sendiri tentang materi yang telah saya sampaikan..."


instruktur mengucapkan beberapa kata dan setelah itu dia meninggalkan ruangan. saat itulah kelas menjadi lebih bising. banyak anak-anak perempuan yang mulai mengajukan beberapa pertanyaan dengan sopan. meskipun sopan, jika kalian semua bertanya, bukankah aku tidak akan punya cukup mulut untuk menjawab..


sepertinya hari pertamaku di akademi akan melelahkan... hah...


(akhir dari chapter ini)


rambut hijau. : Forest Elf


rambut merah. : Flame Elf


rambut biru. : Ocean Elf


rambut putih perak: Moon Elf


Moon Elf merupakan keluarga kerajaan dari Holy Kingdom.


itu saja. see you next time;)