Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 47: Penolakan



Harnas dan Rovell:"apa!!"


ayah dan ibu nampak tersentak dengan jawaban nenek. bahkan paman juga terlihat terkejut dengan hal itu, tapi mungkin karena ini adalah masalah keluarga, paman tidak mengatakan sepatah kata pun sejak awal hingga sekarang.


aku sebenarnya sedikit bingung saat ini. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat nenek mengajakku ke Holy Kingdom. bukannya aku tidak menyukai pergi ke sana, bahkan aku ingin tahu, tempat seperti apa itu Holy Kingdom. tapi aku tidak mau berpisah jauh dari ayah dan ibu untuk saat ini.


Harnas:"tidak!. ibu, saya tidak mengizinkannya"


Rovell:"ibu tidak bisa membawa Filia ke Holy Kingdom"


Harnas:"ibu. saya tidak mau berpisah jauh dari Filia"


Trainee:"lalu kamu bisa ikut kembali ke Holy Kingdom bersama dengan suamimu"


nenek menjawab dengan santai sambil menyeruput teh yang di hidangkan untuknya. aku sebenarnya masih kurang mengerti, untuk apa aku harus pergi ke Holy Kingdom. apakah aku harus melakukan sesuatu?.


Harnas:"itu tidak mungkin ibu. saya dan Rovell masih memiliki tanggung jawab disini. saya adalah seorang Marshal, jadi saya masih harus menjalankan kewajiban saya karena memegang jabatan itu"


Rovell:"kami adalah salah satu dari petinggi negara. jika kami pergi, maka mungkin akan terjadi kerusuhan"


Trainee:"jabatan?.. hahahah... apa gunanya kalian memegang jabatan seperti itu. kalian bahkan tidak mampu untuk melindungi anak kalian sendiri, dan kalian masih mengatakan tanggung jawab?! hahaha... lucu"


nenek tertawa dengan penuh ironi dan penghinaan kepada ayah dan ibu. meskipun ayah dan ibu terlihat ingin menyangkalnya, tapi mereka sepertinya tidak memiliki kata-kata yang dapat menyangkal apa yang nenek ucapkan. ayah dan ibu hanya bisa menunduk dengan tanpa daya. aku memperhatikan bahwa mata ibu mulai basah dan dia menggigit bibir bawahnya dengan erat. kesedihan dan ketidak berdayaan terpancar dari matanya.


aku tidak menduga nenek memiliki kata-kata setajam itu, meskipun nenek terlihat sangat lembut. tapi melihat dari ironi yang di tampilkan dalam tawanya, nenek juga terlihat kecewa dengan ibu dan ayah, nenek juga memancarkan aura kemarahan.


Filia:"nenek, saya rasa hal yang terjadi bukan kesalahan dari ayah dan ibu. kecelakaan itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak di sengaja. jadi nenek, bisakah nenek tidak melimpahkan kesalahan kepada ayah dan ibu?"


aku dengan hormat dan lembut mencoba untuk menenangkan emosi nenek. mungkin nenek mengatakan kata-kata seperti itu kerena emosi nya yang kurang baik. aku berjalan ke arah nenek dan memegang tangannya yang lembut dan halus.


nenek menatapku lalu senyum perlahan mulai terbentuk di sudut mulutnya. dengan lembut, nenek menepuk kepalaku yang setengah tertunduk.


Trainee:"yah. aku rasa kamu benar sayang"


setelah mendapat jawaban seperti itu dari nenek, aku menatap ke posisi ayah dan ibu. aku ingin menghilangkan rasa bersalah dari ayah dan ibu atas kecelakaan waktu itu. aku yakin bahwa jika Filia yang dulu masih hidup, dia juga tidak akan menyalahkan hal itu kepada ayah dan ibu.


Filia:"ayah, ibu. kejadian itu hanyalah kecelakaan yang tidak di sengaja, jadi ayah dan ibu tidak perlu menyalahkan diri sendiri"


Harnas:"tidak sayang. semua yang di katakan nenek mu itu benar. bahkan dengan memegang posisi yang tinggi dalam pemerintahan, kami berdua tidak dapat melindungimu"


Rovell:"maafkan ayah sayang. ayah tidak bisa melindungimu dan membiarkan kecelakaan seperti itu menimpa mu"


sepertinya ayah dan ibu masih merasa berkecil hati atas kejadian itu. melihat ayah dan ibu sepeti ini, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. sebelumnya bahkan di kehidupanku yang dulu, aku tidak pernah memiliki pengalaman seperti ini.


tiba-tiba nenek berdiri dan berjalan ke arah ibu. perlahan nenek menepuk kepala ibu dengan lembut dan penuh kasih. pemandangan ini sedikit aneh, karena nenek yang terlihat tidak lebih tua dari ibu menepuk kepalanya seperti itu.


Trainee:"maafkan ibu karena mengatakan hal-hal seperti itu. ibu hanya sedikit marah dengan kejadian yang menimpa cucuku"


Harnas:"ibu..."


ibu memeluk nenek dengan erat sambil menangis di pelukan nenek. bagaimana pun ibu juga seorang perempuan, jadi hal-hal seperti ini wajar terjadi. bahkan wanita yang sekuat seperti ibu, kadang-kadang masih menunjukkan sisi perempuannya jika menghadapi kejadian tertentu.


Trainee:"sudahlah jangan menangis. aku tidak mengira kamu masih menjadi gadis yang cengeng, bahkan setelah menjadi seorang Marshal"


nenek mencoba menenangkan ibu seperti sedang menenangkan seorang gadis kecil yang kehilangan sesuatu. nenek terus mengelus punggung ibu dengan penuh kasih dan tersenyum untuk menghiburnya.


Leonis:"huh... karena masalah seperti ini perlu di bicarakan dengan baik, jika saya boleh mengusulkan, mungkin kita bisa membicarakannya setelah makan malam. lagi pula masakan yang di masak oleh koki di sini juga sangat nikmat"


mendengar saran dari paman Leonis, suasana yang kurang nyaman tadi langsung menguap dan menghilang. aku juga menyadari bahwa ini hampir waktunya makan malam. mungkin hidangan sudah di sediakan oleh paman Jors dan yang lainnya.


Trainee:"oh?... aku jadi sedikit penasaran dengan hidangan yang anda maksud raja Leonis".


Leonis:"itu merupakan hidangan yang di ciptakan oleh nona Filia sendiri dan mengajarkannya kepada koki yang bekerja di sini"


Trainee:"cucuku?... aku jadi lebih penasaran. hidangan macam apa itu"


setelah beberapa percakapan lagi kami semua berpindah ke ruang makan keluarga. hari ini nampaknya akan lebih ramai dari pada biasanya. saat kami semua tiba di ruang makan, disana sudah di hidangkan berbagai macam hidangan mewah yang nampak indah di pandang mata. beberapa hidangan adalah hidangan yang biasanya di hidangkan di rumah ini, sementara beberapa lagi adalah hidangan yang belum pernah di hidangkan.


setelah memberikan hormat yang dalam, Jors menghampiriku dan bertanya dengan hormat.


Jors:"jika putri berkenan, mohon untuk menilai hidangan baru yang saya buat"


Filia:"apa kalian mengembangkan resep baru?"


aku bertanya dengan penasaran. mengembangkan resep di dunia ini tidak semudah seperti di dunia modern, selain kekurangan alat dan waktu, juga ada kebiasaan memasak. jika Jors dan yang lainnya mencoba membuat masakan yang gaya memasak dan kebiasaan Nya berbeda, mereka akan mengalami kesulitan yang lebih tinggi. apalagi disini teknologi juga belum berkembang, dan budaya memasak disini juga belum mencapai ketinggian seperti di duniaku yang dulu.


Jors:"kami mencoba untuk membuat masakan seperti yang di instruksikan tuan putri. kami mencoba banyak bahan yang biasanya tidak kami gunakan untuk memasak"


Filia:"baik. aku akan mencicipi masakan kalian"


ayah dan yang lainnya sudah duduk sedari tadi sambil menikmati aroma berbagai masakan yang menyerang hidung tanpa ampun. karena takut membuat yang lainnya menunggu, aku langsung mengikuti dan duduk di kursi yang masih kosong di sebelah Felmina, dan berhadapan dengan nenek dan juga ibu. ayah dan paman duduk di setiap ujung meja yang menandakan posisi mereka.


Jors dan koki lainnya menunggu dengan antisipasi di sudut dinding sambil memperhatikan para pelayan menyajikan makanan. aku merasa tekanan yang besar karena semua menatapku. apa aku melakukan sesuatu yang aneh?.


An mengambilkan sepotong daging dan meletakkannya ke piring yang ada di depanku. aku langsung dapat mencium aroma manis dan gurih. tampilannya juga menarik, daging itu di panggang dengan sempurna dan ada saus kuning keemasan di atasnya. sebagai hiasan, di bagian atas daging juga di taburi dengan taburan berwarna hijau. mungkin itu sesuatu tanaman.


tanpa menunggu lebih lama, aku langsung memotong sepotong daging dan memasukannya ke dalam mulutku. saat daging yang lembut dan saus yang berkilau bertemu dengan lidah. aku dapat merasakan rasa manis yang khas dari madu, tapi madu ini memiliki sedikit rasa asam. daun yang di jadikan sebagai taburan memasak daging ini terasa mirip dengan daun basil di duniaku yang dulu.


perpaduan rasa yang beraneka dan menyatu sempurna, masakan ini tidak kalah dengan masakan modern, meskipun cara memasaknya masih agak berantakan dan kekurangan beberapa elemen, tapi secara keseluruhan masakan ini luar biasa.


Filia:"emm... kalian sudah membuat hidangan yang luar biasa. aku kagum dengan kemampuan kalian"


aku benar-benar mengagumi kinerja dari para koki di mansion ini, selain mereka bekerja keras, mereka juga dapat menciptakan hidangan yang enak seperti ini di tengah banyaknya keterbatasan di dunia ini. terutama keterbatasan tentang memasak. di dunia ini memiliki sangat sedikit pengetahuan tentang memasak. hal ini di sebabkan karena para koki akan merahasiakan cara dan resep memasak mereka, bahkan ada yang sebagai warisan keluarga.


"putri memuji masakan kita"


"benar, ini luar biasa. aku merasa bahwa hidupku selama ini tidak sia-sia"


"hu hu... aku, aku bisa membuat sebuah hidangan baru yang belum pernah ada. aku, aku hu.. hu.."


aku tidak tahu kenapa mereka begitu bahagia, bahkan ada yang menangis terharu. mungkin mereka senang dengan usaha mereka yang membuahkan hasil. yah, aku juga pernah mengalami hal seperti ini, aku rasa. mungkin perasaan mereka mirip seperti saat aku berhasil menaklukan dungeon setelah banyak usaha ku yang gagal dan akhirnya berhasil di akhir. aku merindukan perasaan seperti itu.


semuanya nampak bahagia saat menyantap makanan yang di hidangkan di atas meja. bahkan nenek tidak henti-hentinya memuji masakan Jors dan yang lainnya. sepertinya ini juga pertama kalinya nenek memakan hidangan seperti ini. suasana yang harmonis dan menyenangkan ini, aku ingin terus sepeti ini.


meskipun aku belum lama di pindahkan ke dunia ini, tapi aku sudah memiliki kasih sayang tentang dunia ini. mungkin ini karena kasih sayang yang aku terima selama aku tinggal di dunia ini. kasih sayang yang mereka berikan kepadaku, tidak akan pernah aku sia-siakan.


selesai makan, kami semua melanjutkan pembicaraan kami yang belum selesai. aku bahkan tidak tahu alasan kenapa nenek begitu ingin membawaku ke Royal Crown Academy.


Trainee:"membawa Filia ke Holy Kingdom bukan hanya keputusan keluarga kerajaan, tapi ini juga keputusan para tetua. mereka benar-benar mengharapkan Filia untuk segera datang ke Holy Kingdom dan mempersiapkannya untuk pengambilalihan, tapi aku juga akan mempertimbangkan keinginan dari cucuku, jadi kalian tidak perlu khawatir"


Harnas:"tapi ibu, bukankah pengambilalihan masih lama. sekitar seratus tahun lagi?"


Trainee:"seratus tahun itu tidak lama. para tetua itu ingin Filia mengetahui dan mempelajari keadaan Holy Kingdom sesegera mungkin"


Harnas:"saya mengerti. huh... sayang, bagaimana menurutmu, apakah kamu mau mengikuti nenek pergi ke Holy Kingdom sekarang?".


ibu menanyakan pendapatku. entah kenapa di keluarga ini aku merasa bahwa aku dapat memutuskan nasib ku sendiri. aku mendengar cerita dari An bahwa keluarga Rosefield memiliki tradisi, dimana seorang anak berhak untuk memutuskan keinginannya sendiri.


Filia:"mungkin tidak untuk saat ini. saya minta maaf nenek"


Trainee:"yah jika kamu memang menolak pergi saat ini, maka aku hanya bisa menjemputmu kembali setelah kamu lulus dari akademi dan membawamu untuk mempersiapkan diri"


mungkin alasan yang lain karena saat ini aku masih belum mau terlalu jauh dari ayah dan ibu. aku memang ingin melihat dunia luar, tapi tidak untuk saat ini. jika ingatanku tidak salah, maka perjalanan dari Regalia Kingdom ke Holy Kingdom memakan waktu setengah tahun paling cepat. terutama yang paling lama adalah saat melewati samudera yang luas.


Filia:"nenek, jika saya boleh bertanya. apa maksudnya dengan saya akan mengambil alih?"


(akhir dari chapter ini)


selamat membaca.....


aku minta maaf karena terlambat update beberapa hari ini. sebenarnya aku sedang menghadapi penilaian akhir semester, jadi aku agak sibuk.


sekali lagi aku benar-benar meminta maaf.