
Aku melanjutkan perjalanan dengan kereta kuda secara perlahan dan meninggalkan apa yang telah terjadi di belakang. Bukannya aku benar-benar mengabaikannya, tapi lebih karena tidak ada lagi yang perlu di perhatikan.
Dengan Arkne yang memegang kendali, aku yakin dia tahu apa yang perlu dan tidak perlu untuk di lakukan.
Kereta terus bergerak maju di bawah suramnya bulan merah yang menggantung di langit yang mengawasi bumi dengan merendahkan. Suara renyah tapal kuda yang menghentak di tanah dan suara gemerisik pelan dari daun yang tertiup oleh angin, membuat perjalanan ini menjadi sangat damai.
Entah karena takut atau apa, pejabat yang aku gunakan sebagai penunjuk jalan terus diam dan hanya sesekali berbicara kepada kusir untuk menunjukkan arah yang tepat.
Berselang beberapa saat, kereta melewati sebuah Padang rumput berbukit-bukit kecil yang luas dengan sedikit pohon. Langit merah suram dan bulan yang bulat sempurna dapat dilihat tanpa terhalang oleh daun maupun ranting.
Tanpa menunggu perintahku, kereta berhenti tepat di tengah jalan. Di sana, jarak yang cukup jauh dari kereta, terdapat sebuah bukit yang agak tinggi dengan sebatang pohon besar di puncaknya.
Di bawah pohon itu, ada seorang wanita tinggi dengan wajah yang lembut dan senyum yang tulus. Gaun yang tipis dan halus, menunjukkan lekuk tubuhnya yang sempurna.
Rambut hitam seperti tinta, melambai pelan tertiup angin semilir yang membawa beberapa daun gugur. Dengan cahaya bulan merah sempurna sebagai latar, pemandangan itu seakan menunjukkan Dewi yang berada dalam sebuah lukisan, membuat orang melupakan langit yang suram.
Melihat kereta berhenti, kaki wanita itu melayang dengan ringan dan menghampiri kereta. Pintu kereta kuda akan terbuka secara otomatis untuk menyambut kecantikan itu.
Filia:"Selamat datang kembali!."
Arkne:"Iya, Yang Mulia."
Ya, wanita itu adalah Arkne. Jika dia tidak sedang bertarung atau menunjukkan keganasannya, dia akan menjadi wanita yang sangat lembut yang di dambakan oleh banyak pria.
Tapi sama seperti desain karakternya. Dia adalah ratu ras Aracnoid yang merupakan salah satu ras paling kejam dan brutal. Ras pembawa bencana dan penderitaan bagi banyak orang.
Aku sangat beruntung untuk mendapatkan template ras itu dan membuat NPC seperti Arkne. Ras Aracnoid hampir mirip dengan sister Affinis, tapi ras dari sister Affinis merupakan salah satu kehidupan ekstraterestrial dan sangat misterius. Selain itu Arkne dan sister Affinis memiliki tingkat kehidupan yang berbeda.
Arkne duduk dengan anggun dan membuatkan ku secangkir teh. Meskipun kereta terus melaju, di dalam kereta sama sekali tidak merasakan guncangan, jadi tidak masalah untuk menuangkan secangkir teh dengan rapi.
Perjalanan ini terasa sangat membosankan dengan pemandangan yang sangat monoton. Sebenarnya pemandangannya terus berubah-ubah, tapi karena di pengaruhi oleh pencahayaan yang suram, aku hampir tidak bisa merasakan perbedaannya.
Sambil menunggu tiba di tujuan, aku hanya menikmati teh dan camilan sambil membaca buku harian yang di tinggalkan oleh member Moon Palace yang lain selama aku tidak ada.
Dengan membaca ini, aku ingin mengetahui apa yang di lakukan oleh saudari yang lain setelah aku pergi. Aku tidak menyangka, bahwa setelah kematianku, mereka tidak mencari member guild yang lain selama bertahun-tahun.
Mereka masih bermain bersama dan menjalankan berbagai macam event seperti pemain normal lainnya. Hanya saja, mereka tidak dapat mengikuti kompetisi guild karena persyaratan minimum adalah dengan mendaftarkan lima pemain.
Meskipun demikian, aku kagum dengan mereka yang masih bisa mempertahankan guild tetap berada di salah satu guild teratas tanpa mengikuti kompetisi guild.
Aku juga membaca kegiatan harian guild itu, termasuk saat mereka memperingati hal-hal penting di guild. Yang membuatku tersentuh adalah, mereka akan tetap menganggap ku sebagai anggota guild bahkan setelah kematianku.
Sebagai orang sakit yang tidak bisa banyak bersosialisasi, aku hanya mengenal sedikit orang di dunia nyata. Dan mereka berempat, adalah orang terbaik yang pernah aku kenal. Meskipun kami jarang bertemu di dunia nyata karena kondisiku, tapi jika di dalam game, mereka selalu mendukung dan membantuku tidak peduli seberapa apapun masalahnya.
Membaca buku harian mereka membuatku dapat merasakan suasana yang mereka alami. Perasaan mereka, kesulitan mereka, keinginan mereka. Semuanya tergambarkan dengan jelas di buku harian ini. Sungguh sebuah nostalgia.
Tapi sayang, sekitar lima atau enam tahun setelahnya, Alterion tiba-tiba mengumumkan penutupannya. Seluruh anggota Moon Palace menunggu hingga saat-saat terakhir game di tutup dan meninggalkan segala item dan penyimpanan mereka di gudang guild. Berharap mungkin suatu saat akan ada kesempatan untuk kembali.
Apakah kesempatan itu akan benar-benar datang?. Setelah memikirkannya, aku tidak bisa untuk tidak berharap kesempatan seperti itu akan datang kembali.
Namun, aku juga tidak akan tenggelam dalam harapan seperti itu karena aku tahu bahwa harapan seperti itu hampir mustahil. Dari buku harian aku sudah tahu bahwa setelah kematianku, mereka masih memainkan game selama kurang lebih delapan tahun sebelum akhirnya game di tutup. Dari fakta itu, aku mengetahui bahwa setelah kematianku, jiwa ku tidak langsung di pindahkan ke dunia ini, tapi masih ada jeda waktu tertentu di tengahnya.
Waktu yang hilang itu, aku tidak tahu seberapa lama. Yang jelas, setelah jiwaku di pindahkan ke Filia yang saat ini, dunia ini bukanlah game.
Aku jadi mengingat kata-kata Soul Eater waktu itu. Kebingungannya saat melihatku, dan keterkejutannya, tiba-tiba terlintas di benakku.
Zaman ke-7, Zaman yang di tinggalkan. Seingat ku, saat game Alterion, itu berlatar belakang di zaman ke-3, Zaman senja para dewa. Dari jarak itu, aku tidak tahu seberapa lama waktu telah berlalu. Pergantian setiap zaman tidak memiliki waktu yang tetap, tapi pergantian setiap zaman akan di tandai dengan adanya kehancuran besar.
Tidak ada yang tahu kehancuran besar itu macam apa. Bahkan para pemain di Alterion tidak memiliki petunjuk tentang kehancuran besar zaman ke dua, zaman para dewa kuno. Setiap petunjuk akan di anggap sangat berharga bagi pemain yang suka mempelajari sejarah. Bahkan guild-guild besar pun akan sangat merahasiakan petunjuk mengenai hal itu.
Karena setiap petunjuk yang berkaitan dengan zaman dewa kuno, akan mengandung rahasia besar untuk maju menjadi dewa kuno. Bahkan jika bukan karena itu, mungkin setiap petunjuk akan membantu guild-guild besar itu menemukan peninggalan sejarah berupa divine artifacts yang sangat berharga.
Selain itu, guild-guild besar itu juga memiliki ketakutan tersendiri dengan apa yang di sebut sebagai 'Kehancuran Besar'. Jadi, mereka akan berusaha untuk mencari tahu kehancuran besar dan cara untuk mengatasinya.
Apa itu sebenarnya kehancuran besar?. Bagaimana mungkin peradaban yang jauh lebih maju dan kuat, dimana Tier dewa seperti debu di udara dapat hancur begitu saja?. Kemana perginya para dewa?. Dan kenapa hanya peninggalan mereka yang tersisa, apa yang sebenarnya terjadi?.
Mungkin jika orang yang hanya ingin bermain seperti game biasa, mereka tidak akan memikirkannya, tapi bagi para pemain guild besar dan pemain berpengalaman, mereka akan berusaha untuk mencari tahu hal-hal itu.
Rahasia dunia yang belum di ketahui, itulah tujuan mereka sesungguhnya. Perlu di ketahui, banyak teknologi kuno di Alterion yang dapat di implementasikan ke dunia nyata yang dapat mempercepat perkembangan teknologi manusia.
Itulah kenapa sejak awal, game Alterion adalah game yang sangat aneh. Namun, pemain biasa tidak akan menyadarinya. Jika bukan karena aku dan saudari Moon Palace yang menyukai misteri dan penjelajahan, kami juga tidak akan terlalu memperhatikan aspek ini.
Tapi yang paling di sadari oleh para pemain adalah perubahan nyata pada tubuh mereka. Jika di dalam Alterion mereka berlatih seni bela diri,dalam dunia nyata hanya dengan sedikit penyesuaian refleks saraf, orang itu juga akan dapat menguasai seni bela diri.
Meskipun tidak sefantasi di dalam game, tapi manusia dapat memaksimalkan kekuatan mereka hingga mampu menghancurkan dinding beton dengan tangan kosong bukanlah khayalan.
Selain itu, pelatihan mental di dalam game bahkan dapat membuat pemikiran seseorang menjadi lebih tajam. Dan dalam beberapa kasus, orang akan dapat memiliki kemampuan psikokinesis dan kontrol gelombang otak.
Dari hal itu, perlahan dunia Alterion mulai mempengaruhi kehidupan dunia nyata. Kompetisi seni bela diri mulai di isi oleh petarung kuat yang sangat tidak manusiawi, teknologi dan senjata perang mulai di moderenisasi dengan sangat cepat. Perkembangan manusia yang seharusnya memerlukan waktu puluhan tahun, kini bisa langsung di capai.
Game Alterion bukan permainannya, tapi sebuah dunia yang berbeda dari kenyataan.
Pikiranku terus melayang karena memikirkan hal itu. Tanpa sadar, kereta terus melaju ke tujuan. Kurang dari setengah jam, kereta berhenti di depan sebuah gerbang besar yang di jaga oleh banyak prajurit bersenjata.
Tanpa menunggu penjelasan dari pejabat itu kepada penjaga, aku turun dari kereta dan melihat sebuah dinding besar setinggi lebih dari delapan meter.
Dinding itu tidak teratur dan melingkari sebuah kota. Ada dua cincin dinding yang melingkari kota itu. Satu adalah dinding terluar yang membatasi alam liar dan pemukiman, dan satu dinding dalam yang membatasi antara pemukiman dan area penggalian.
Luas seluruh kota sekitar 8 km persegi dengan sekitar 8.000 orang yang menghuninya. Itulah yang aku tahu dari penjelasan pejabat itu.
Aku dan yang lain masuk dengan berjalan kaki sambil melihat kondisi kota ini. Orang-orang yang tinggal di kota ini merupakan prajurit, para pekerja penggalian, peneliti, dan keluarga mereka.
Wilayah pemukiman lebih kecil daripada wilayah penggalian yang memiliki luas sekitar 7 km persegi. Saat aku berjalan menuju area penggalian, orang yang bertanggung jawab atas kota ini segera menemuiku dan memberikan beberapa penjelasan mengenai kota ini.
Aku berjalan melewati gerbang dari dinding dalam dan melihat area penggalian. Bangunan-bangunan kuno yang lapuk terbaring tenang di dalam lubang galian. Banyak orang yang keluar masuk di lubang galian sambil membawa ember dan wadah lainnya yang berisi tanah sisa.
Dapat dilihat dari keadaan lubang galian, bahwa penggalian di tempat ini telah lama di lakukan. Aku memperhatikan bahwa ada beberapa bangunan yang telah di bongkar dan bekas tatakan meriam yang telah di lucuti. Jika aku menebak dengan benar, bekas tatakan meriam itu adalah tempat dimana awalnya meriam dengan tenaga Tier tiga itu di letakkan. Masih ada beberapa meriam yang belum di lucuti.
Itupun bukan karena mereka tidak bisa, tapi karena kerusakan pada meriam itu sudah sangat parah. Logam yang di gunakan sudah hancur dan hanya menyisakan bentuk embrio samar dari meriam.
Aku menghampiri meriam yang tersisa dan menyentuhnya. Aku memperhatikan bagian tubuh meriam itu dengan seksama dan mengusap debu yang menyelimuti permukaan meriam.
«Appraisal»
(Undefined).
Biasanya hal yang tidak dapat di identifikasi menggunakan Appraisal berarti hal tersebut merupakan benda tingkat atas yang tidak di sebarkan secara umum ataupun ciptaan pribadi dari seorang pemain. Hal itu karena sistem Alterion akan melindungi hak privasi dari para pemain bahkan NPC. Bagaimanapun, Appraisal hanya bisa mengidentifikasi item yang ada secara umum. Bahkan senjata kerajaan NPC pun tidak dapat di identifikasi kecuali data dari senjata itu sengaja di publikasi oleh kerajaan.
Akan sangat tidak masuk akal jika skill umum tingkat rendah seperti Appraisal bisa mengidentifikasi semua item. Jadi batasan seperti itu akan sangat di perlukan demi keseimbangan game.
«Omniscient Eye»
Layar biru transparan muncul di hadapanku, menunjukkan sebuah gambar meriam berwarna hitam merah dengan banyak ukiran merah menyala seperti pembuluh darah.
[Eclipse Cannon] (Legendary).
(Rusak parah/Tidak dapat di perbaiki).
Meriam dengan panjang 120m dan diameter 2m. Terbuat dari dark metal dan material epic lainnya yang dapat menyerap cahaya bulan. Di buat oleh peradaban Albedorian kuno sekitar 12 Milyar tahun yang lalu.
Dengan memadukan antara cahaya dan aether, meriam ini memiliki daya hancur yang cukup untuk menjatuhkan demigod jika mereka tidak hati-hati. Namun, karena termakan oleh waktu dan mengalami kerusakan pada formasi inti, meriam ini tidak dapat di gunakan kembali.
.....
Hasil identifikasi dari Omniscient eye benar-benar membuatku terkejut. Meriam dengan kekuatan untuk menjatuhkan(1) seorang demigod?. Bahkan di Moon Palace tidak banyak senjata pertahanan dengan daya rusak seperti itu.
Meriam dari Xuan Ming waktu itu hanya membuatku sedikit tertarik, tapi untuk meriam ini, aku harus bisa mendapatkannya.
Hal ini juga membuatku terkejut dengan kemampuan para teknisi dari Xuan Ming. Dengan meriam rusak, tanpa cetak biru dan pengetahuan yang memadai, mereka berhasil menciptakan replika yang lebih lemah dari meriam ini. Ini juga membuktikan bahwa potensi pencapaian masa depan dari penduduk pribumi akan sangat mengejutkan.
Mungkin aku harus lebih memperhatikan orang-orang itu demi darah baru bagi Moon Palace. Aku ingin menetapkan jalur perkembangan masa depan untuk mulai dengan membuka akademi di Moon Palace dan menerima masyarakat pribumi sebagai siswa. Tentu saja karena minat baca tulis di negeri ini masih sangat jarang, aku perlu membuka banyak akademi dasar di setiap daerah dan memilih orang yang memiliki potensi untuk di bawa ke Moon Palace.
Hanya dengan memegang bakat dan pengetahuan kamu dapat memegang masa depan.
Aku memperhatikan bahwa perbedaan paling mencolok dari meriam ini dan meriam kekaisaran Xuan Ming adalah dari bahan dan formasi sihir di atasnya. Memang mungkin untuk menciptakan meriam seperti ini tanpa cetak biru, namun hasil akhirnya hanya akan mirip seperti yang di ciptakan oleh kekaisaran Xuan Ming.
Meskipun meriam dari kekaisaran Xuan Ming hanya bisa menembakkan kekuatan setara Tier tiga, tapi kekuatan itu sudah cukup untuk membuat mereka menjadi seorang hegemon di wilayah timur.
Dengan penemuan meriam ini, aku memiliki harapan di hatiku untuk menemukan kejutan yang lebih besar di dalam reruntuhan. Selain itu, jika aku bisa menemukan cetak biru dari Eclipse Cannon, itu merupakan sebuah keuntungan yang besar. Dan bahkan dengan penemuan meriam ini, kekuatan Moon Palace akan maju lagi selangkah lebih maju.
Apakah aku mengejar kekuatan karena musuh imajiner?. Tidak. Aku menyadari bahwa kehancuran besar selalu terjadi. Seperti peninggalan dari Alterion benar-benar hanya tersisa beberapa dan yang lain menghilang seperti di telan oleh sesuatu yang tidak di ketahui. Dan aku, aku tidak tahu apakah kehancuran besar itu akan benar-benar terjadi atau tidak, tapi aku ingin mempersiapkan diri sebisa mungkin.
Keluarga, teman, dan orang-orang yang baik padaku saat ini, aku ingin bisa melindungi mereka. Hanya kekuatan pribadi yang dapat di andalkan.
Filia:"Arkne, kirimkan kordinat kita saat ini ke kapal induk, biarkan mereka mengirim tim untuk menggali reruntuhan."
Arkne:"Ya, Yang Mulia."
Arkne mengeluarkan sebuah bola logam yang melayang di udara. Bola logam itu mengeluarkan jaringan laser untuk memeriksa seluruh reruntuhan termasuk orang-orangnya.
Setelah kurang lebih satu menit, bola logam itu mengeluarkan sebuah antena yang menyala biru dan terus melayang di atas reruntuhan.
Banyak orang yang memperhatikan dan tertarik pada bola logam itu, tapi tidak berani untuk bertanya. Mereka hanya melihat bola logam itu dengan penuh rasa penasaran.
.....
Sekitar lima menit kemudian, sebuah lubang cacing melingkar gelap muncul di atas kompleks penggalian. Karena lubang cacing itu tidak stabil, ada petir singularitas di sekitarnya yang terus berderak.
Dari dalam lubang, muncul sebuah kapal terbang perak yang memantulkan cahaya merah di langit. Panjang dari kapal udara itu sekitar 200m dengan banyak lampu biru yang berkedip.
Meskipun besar, kapal udara itu adalah kapal udara pengangkut dengan kekuatan serangan yang minimal karena hanya di bekali dengan 10 senjata energi jarak jauh kelas menengah.
Meskipun demikian, kapal itu memiliki fasilitas penelitian yang sangat lengkap dengan teknologi paling maju di Moon Palace.
Kapal mendarat di tanah lapang di pinggir area penggalian, tempat para pekerja penggalian mendirikan tenda. Banyak tenda yang jatuh beterbangan karena angin yang di timbulkan oleh mesin propulsi dari kapal udara.
Setelah mendarat, bagian palka belakang kapal terbuka. Bersama dengan itu, banyak orang dengan berbagai ras turun dari kapal dan menghampiriku.
"Hormat kami, Yang Mulia."
Mereka berlutut dan menyapaku dengan hormat. Kelompok itu terdiri dari sekitar 200 orang dengan seorang elf pria bertelinga panjang yang terlihat tua sebagai pemimpin dalam tugas ini.
Filia:"Efilias, kamu akan bekerja keras kali ini."
Efilias:"Suatu kehormatan bagi saya,Yang Mulia."
Filia:"Ya. Mulailah bekerja!."
Mereka memberikan hormat lagi dan mulai bubar untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Aku sudah memerintahkan Arkne supaya memberi tahu para pekerja itu bahwa pekerjaan telah di ambil alih oleh orang-orang ku.
Tentu saja karena mereka adalah tenaga kerja yang murah, mereka akan tetap bekerja di bawah perintah orang-orang Moon Palace.
Para pekerja yang di pimpin oleh Efilias mulai mengeluarkan berbagai macam alat dan instrumen yang lebih canggih, berbeda dari pekerja seadanya itu yang menggunakan berbagai alat sederhana.
Melihat peralatan yang di bawa oleh Efilias dan yang lainnya, pekerja penggali itu nampak bingung dan penasaran. Mereka mencoba untuk memberanikan diri bertanya. Tentu saja, Efilias dan yang lainnya menjelaskan fungsi dan kegunaan dari berbagai peralatan yang mereka bawa dengan sangat sabar.
Pekerjaan penggalian di mulai kembali. Namun kali ini pekerjaan di lakukan dengan lebih berhati-hati dan teliti.
Tentu saja aku tidak akan mau menunggu bosan di tempat ini. Aku sudah menyiapkan tenda portabel yang cukup besar untukku bersantai. Di dalam tenda terdapat banyak perabotan dan benda-benda rumah normal.
Aku hanya duduk di dalam tenda sambil melihat proyeksi layar 3d dari reruntuhan itu yang mulai di petakan oleh peralatan deteksi.
Semakin lama, bentuk tiga dimensi dari reruntuhan itu menjadi semakin lengkap dan lengkap. Hanya saja, peralatan deteksi itu seperti menemui sesuatu yang menghalangi deteksinya, sehingga tampilan tiga dimensi itu hanya bagian atas reruntuhan dan bagian ke bawah tanah sedalam sekitar 20m, untuk bagian lainnya, itu belum bisa di lihat.
Jauh dari apa yang aku duga. Ternyata reruntuhan ini sangat besar. Wilayah yang telah di gali hanya menempati sekitar 20% dari permukaan reruntuhan itu. Reruntuhan itu terdiri dari banyak bangunan dan patung-patung yang tersusun rapi, seakan itu merupakan bekas sebuah kota di masa lalu.
Sebenarnya apa yang terkubur di tanah ini?. Apakah mungkin sebuah kota kuno yang di tinggalkan?.
Jika memang demikian, maka ini adalah sebuah keuntungan besar. Kota dengan meriam legendaris, sebab apa yang dapat membuat kota ini di tinggalkan?!.
(Akhir dari chapter ini.)
(1). Makna menjatuhkan disini berarti jatuh sepenuhnya/mati dan tidak bisa di bangkitkan kembali karena jiwanya juga telah hancur.
Chapter selanjutnya akan cepat, besok atau lusa.
Selamat menikmati hidangan hari ini.