Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 128: Darkness Magic



Filia:"setiap sihir memiliki perwujudan yang berbeda, tergantung dari pemahaman seseorang. bahkan jika itu adalah jenis sihir yang sama."


aku mengulurkan tanganku sambil tetap duduk di tempat. asap hitam pekat mulai muncul dan mengelilingi tanganku.


Filia:"yang pertama ada Darkness Magic: Shadow Type. bentuk kegelapan yang tidak memiliki substansi tetap tapi dapat di lihat. orang yang memiliki sihir tipe ini biasanya memiliki pemahaman tentang bayangan di sekita mereka."


aku mengibaskan tanganku, dan asap hitam itu mengenai wajah Stern.


uhukk... uhuk... !!


Stern batuk dengan keras saat asap hitam itu menerpa wajahnya.


Filia:"tenang. asap itu tidak akan mempengaruhi mu. kami terbatuk hanya karena respon saraf..."


sebenarnya asap yang menjadi perwujudan dari bayangan tidak dapat dihirup ke dalam paru-paru seperti asap sisa dari pembakaran. jadi batuk Stern adalah akibat dari respon saraf yang dirangsang oleh alam bawah sadar otak supaya terbatuk dan mengeluarkan benda asing dari paru-paru dan kerongkongan. hal itu terjadi karena Stern menganggap bahwa asal itu terhirup ke saluran pernafasan seperti asap normal.


aku menjelaskan hal itu dan akhirnya Stern bernafas normal dan tidak tersedak lagi. setelah itu beres, asap hitam yang mengelilingi tanganku menghilang.


Filia:"tipe Darkness Magic ini tidak memiliki unsur ofensif sama sekali, tapi unsur memiliki keunggulan dalam persembunyian. jadi Darkness Magic tipe ini lebih sesuai untuk di gunakan oleh orang yang menyerang secara sembunyi-sembunyi."


aku kembali mengembunkan sihir kegelapan di telapak tanganku. kali ini sihir kegelapan itu tidak berupa asap hitam, tapi berupa bola berduri seperti landak laut. duri di atas bola itu terus berderak, memanjang dan memendek, saling bergesekan tidak beraturan, sehingga menimbulkan suara berderit seperti ribuan jarum logam padat yang saling bergesekan.


Filia:"yang ke-dua: Darkness Magic:Solid Dark Matter Type. bentuk ini dapat terjadi apabila seseorang memahami kegelapan sebagai bentuk zat yang dapat di padatkan dan berubah menjadi bentuk yang beraturan dan solid. Darkness Magic dalam bentuk ini juga memiliki daya penetrasi yang tinggi seperti Light Magic, hanya saja yang membedakan keduanya adalah, Light Magic memiliki penetrasi yang tinggi karena suhu panas, sementara Darkness Magic memiliki penetrasi yang tinggi karena efek korosif seperti asam yang sangat kuat."


bola jarum hitam di tanganku berubah memadat dan menjadi bentuk sepotong jarum hitam legam setebal pensil di tanganku. aku mengendalikan supaya jarum itu bergerak perlahan dan menyentuh permukaan meja di depan kami berlima secara perlahan.


saat ujung jarum bergerak perlahan dan menyentuh permukaan meja, permukaan meja itu meninggalkan bekas korosif yang jelas. mirip seperti logam yang di siram menggunakan zat asam.


Aria:"s, sangat kuat."


aku tersenyum mendengar tanggapan dari Aria.


Elion:"ini..."


Filia:"meskipun terlihat sangat kuat, tapi jika kita membandingkannya dengan Light Magic:Solid Photon Type, Darkness Magic ini masih akan kalah."


Elion:"sepertinya cahaya memang akan selalu mengalahkan kegelapan..."


pangeran mengatakan itu sambil menggelengkan kepalanya. yah, tidak peduli dari legenda manapun akan selalu menyebutkan bahwa cahaya akan selalu menang melawan kegelapan.


Sophia:"apa memang begitu?."


Filia:"sebenarnya tidak juga. Darkness Magic tipe ketiga tidak bisa di kalahkan oleh cahaya. bahkan cahaya terkuatpun akan bisa dengan mudah di telan dan di pecah bahkan hingga titik dimana Foton tidak dapat melarikan diri."


Sophia:"nona Filia, bisakah anda menunjukkannya?."


aku menggelengkan kepala pada pertanyaan putri Sophia. melihat ketidaksetujuanku, putri Sophia nampak kecewa. aku tidak tahu kenapa putri Sophia begitu tertarik dengan Darkness Magic.


Filia:"bukan karena saya tidak mau menunjukkannya, tapi jika saya menunjukkannya disini, mungkin akademi ini akan menghilang dari dunia ini."


bayangkan saja menciptakan Black Hole yang memiliki gravitasi yang sangat kuat. jangankan akademi, bahkan mungkin seluruh kota ini dapat di telan hanya dengan Black Hole ukuran kecil.


Sophia:"begitu menakutkan??."


Filia:"ya. keutamaan dari bentuk ketiga Darkness Magic:Black Hole Type adalah gaya tarik gravitasi yang sangat kuat dan mampu menarik apapun. bahkan karena kekuatan gravitasinya, Black Hole mampu mempengaruhi ruang dan waktu."


merasa tenggorokanku sedikit kering setelah menjelaskan banyak hal, aku meminum teh dari cangkir.


"oh...!!. sepertinya ada yang berani merusak fasilitas akademi saat aku tidak memperhatikan."


uhuk... uhuk...!!


saat teh baru di teguk, tiba-tiba aku terkejut dengan suara ibu dari taman di bawah kami. aku dengan kaku melihat kebelakang, ke arah taman dimana suara itu berasal. disana, aku melihat ibu sedang menatapku dengan tenang sambil tersenyum, tapi senyum yang tersungging di sudut mulutnya membuatku merinding.


Filia:"i, ibu..."


Arsh:"heh... lihat ini. sepertinya seseorang benar-benar menganggap bahwa patung tanpa kepala terlihat lebih menarik. aku ingin tahu siapa yang melakukannya."


ibu mengatakan itu dengan penuh sarkasme ke arahku. aku tahu bahwa ibu sudah menebak siapa pelakunya. ohhh... bagaiman bisa aku seceroboh itu dan menggunakan sihir untuk merusak patung itu...!!


dengan suara 'Bang' ibu melompat dari taman ke balkon yang setinggi beberapa meter dengan membawa kepala patung yang termutilasi itu hingga mendarat di balkon lantai dua tempat kami minum teh. setelah mendarat, ibu memegang kepala patung yang terpotong itu ditangannya sambil menatapku dengan mata melengkung dan wajah penuh senyum.


entah kenapa, bulu kudukku menjadi merinding tanpa bisa di jelaskan. perasaan buruk tiba-tiba muncul di hatiku membuat tulang punggungku menjadi terasa dingin.


Arsh:"sayang, apa kamu tahu pelakunya?!."


Filia:"i,ibu. maaf..."


Arsh:"huh... meskipun aku menyayangimu sebagai anakku, tapi sebagai siswa karena kamu membuat kesalahan, kamu harus tetap mendapatkan hukuman."


Filia:"saya mengerti."


bagaimanapun, aku hanya bisa mengakui kesalahan. lagi pula hal ini memang terjadi karena kecerobohan ku. jadi, apa lagi yang bisa aku lakukan selain mengakui semuanya. ibu merenung selama beberapa saat dan akhirnya memutuskan hukuman untukku.


Arsh:"hukumanmu adalah menyalin sejarah kerajaan ini dari masa pemerintahan raja pertama secara lengkap. kamu bisa memberikannya kepadaku setelah menyelesaikannya."


sejarah kerajaan ini secara lengkap dari pemerintahan raja pertama terjadi semenjak hampir seribu tahun yang lalu. jangan katakan seribu tahun itu adalah waktu yang panjang, nyatanya dalam kurun waktu itu, kerajaan ini hanya di pimpin oleh empat raja hingga raja Regulus IV saat ini.


meskipun demikian, perlu satu buku sangat tebal untuk menyalin semua sejarah tentang kerajaan ini hingga sekarang. yah, lagi pula itu sejarah selama kurang lebih seribu tahun.


mungkin terdengar sangat merepotkan dan melelahkan, tapi jika aku menggunakan sihir...


ibu mengambil kursi tambahan dari barisan meja samping dan ikut duduk bersama kami sambil menuangkan teh untuk dirinya sendiri.


Arsh:"aku memperhatikan bahwa kalian sepertinya sedang membicarakan sesuatu dengan serius. bisakah aku ikut mendengarkan juga?!."


Filia:"tentu. lagi pula tidak ada yang perlu di rahasiakan dari ibu."


Arsh:"kalau begitu kalian bisa melanjutkan."


ibu hanya duduk santai sambil mendengarkan kami.


Aria:"s, saya mengerti. terima kasih Putri!."


Filia:"yah, tidak perlu berterima kasih. saya akan senang membantu jika ada masalah."


Elion:"sebenarnya masih ada satu hal lagi yang perlu saya tanyakan."


Filia:"pangeran bisa mengatakannya langsung."


pangeran nampak bingung dan memandang ke arah Stern. Stern nampak mengerti maksud di balik pandangan pangeran dan berusaha berbicara denganku meski nada suaranya agak gemetar dan bergoyang.


Stern:"ini.... sebenarnya saya ingin menanyakan tentang seragam sekolah."


Filia:"kamu bisa langsung berbicara."


Stern:"s, saya merasa bahwa desain dari pakaian waktu itu kurang sesuai untuk departemen yang mengharuskan banyak kegiatan fisik, jadi..."


sekarang aku tahu apa masalahnya. memang desain dari pakaian itu kurang cocok untuk kegiatan yang banyak menggunakan gerakan fisik. terutama gaun untuk anak perempuan.


bukan berarti aku belum memikirkan masalah itu. sebenarnya aku punya rencana supaya setiap kegiatan praktik akan menggunakan seragam olahraga yang sesuai, tapi setelah memikirkannya lagi, sepertinya ada cara yang lebih mudah.


Filia:"yah, aku sudah memikirkannya. sepertinya aku sudah punya rencana untuk itu. terima kasih sudah mengingatkan."


Stern:"t, tidak. ini bukan apa-apa."


Stern berhenti sebentar lalu melanjutkan dengan pipi merah tersipu.


Stern:"l, lalu tentang harga..."


wajar jika dia mengkhawatirkan soal hal itu. tahun ini banyak siswa dari latar belakang biasa yang masuk ke akademi ini karena memiliki kemampuan. jangankan biaya sekolah, bahkan mungkin ada beberapa yang kesulitan untuk membeli makanan setiap hari. jika bukan karena istana menggratiskan biaya akademi bagi mereka yang berbakat, bahkan anak-anak itu mungkin tidak akan pernah bisa membaca dan menulis. karena hal itu, mungkin mereka takut jika ada biaya besar untuk seragam itu dan tidak mampu membelinya.


Elion:"untuk itu tidak perlu khawatir. semua kebutuhan akademik bagi siswa yang tidak mampu membayar akan di sediakan oleh Istana."


aku juga sudah berbicara dengan Yang Mulia Raja soal hal itu. saat usulan untuk membagikan seragam kepada seluruh siswa di setujui, secara harfiah raja juga menyadari masalah itu, jadi raja langsung mengusulkan untuk membiayai mereka termasuk seragam dan kebutuhan lainnya di masa depan.


sambil masih berbicara ringan, kami terus menikmati waktu ini. tidak ada salahnya bagiku untuk berbicara dengan teman-teman seperti ini. di dunia yang sebelumnya aku hanya bisa duduk bersama dan berbicara seperti ini saat di dalam game Alterion.


sangat jarang bagiku untuk duduk bersama, bahkan dengan ayah dan ibu. tentu saja bukan karena alasan yang lain, tapi karena aku masih harus menghabiskan banyak waktuku untuk tidur di ranjang rumah sakit. terutama saat musim dingin.


saat ini tiba-tiba aku mengingat sesuatu. aku melambaikan tanganku dan mengeluarkan sebuah buku. buku ini adalah buku yang sama yang aku pinjam dari perpustakaan.


Filia:"apakah ada yang tahu dimana aku bisa menemukan penulis buku ini."


pangeran mengambil buku yang aku letakkan di atas meja dan melihatnya sebentar.


Elion:"sepertinya penulis buku ini tinggal di kota Teryu di sebelah selatan ibu kota. setidaknya perlu lima hari perjalanan dengan kereta kuda."


meskipun jauh, tapi masih ada kesempatan. aku hanya ingin tahu dimana dia pernah melihat pedang itu. bahkan jika itu hanya sebuah kebetulan deskripsinya hanya mirip, tapi aku harus mencobanya.


Arsh:"bisakah aku melihatnya?."


Elion:"silahkan."


ibu mengambil buku itu dan melihat nama penulisnya.


Arsh:"kalau aku tidak salah, penulis buku ini sudah meninggal beberapa bulan yang lalu."


Filia:"apa?!!. kenapa?!."


Arsh:"itu... dia kehabisan ide untuk menulis karya barunya, jadi dia pergi ke hutan untuk mencari inspirasi. tapi siapa yang menduga bahwa di hutan itu dia akan di gigit oleh ular berbisa."


ini...


aku tidak tahu lagi harus berkata apa. bagaimana mungkin dia mati seperti itu?.


aku benar-benar kecewa saat ini. entah dimana lagi aku bisa menemukan petunjuk tentang pedang itu. huh... mungkin ini memang belum takdirku.


Sophia:"sepertinya anda sangat tertarik dengan penulis ini, nona Filia."


Filia:"yah, cerita di dalam buku itu sedikit menarik."


Elion:"saya tidak menduga bahwa anda menyukai cerita fiksi romantis seperti ini."


aku tidak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya kepada mereka.


Sophia:"meskipun ini cerita fiksi, tapi ada banyak bagian yang benar-benar ada di dunia ini. itu... contohnya seperti pedang yang di gunakan pahlawan dalam cerita."


Filia:"apa!!. pedang... bisakah anda menceritakan pedang itu...?!!"


yang aku kira bahwa petunjuk itu sudah menghilang, tanpa di duga ternyata masih ada petunjuk.


putri Sophia menatapku dengan sedikit terkejut. yah, maafkan aku karena terlalu antusias tentang hal ini. tapi, siapa yang bisa melepaskan kesempatan untuk mendapatkan salah satu dari dua Divine item terkuat dari seri perang pemusnahan?!.


Sophia:"i, itu kalau tidak salah berada di perbendaharaan istana."


Elion:"pedang itu tidak bisa di cabut dari sarungnya, jadi hanya di jadikan sebagai simbol saat pengangkatan raja baru. lagi pula hanya raja pertama yang bisa menggunakan pedang itu."


mendengar itu aku mulai memikirkan banyak hal. haruskah aku bertukar, atau...


tidak, tidak... ingat semboyan dari Moon Palace:"jika ada yang kamu suka, lakukan pertukaran dengan adil tanpa memaksa, dan ambil secara paksa, apapun caranya jika menolak pertukaran yang setara".


aku harus selalu mematuhi itu. jadi, langkah pertama adalah bernegosiasi untuk menukar senjata itu, jika tidak berhasil...


sepertinya kita harus meluangkan waktu untuk berkunjung ke istana kapan-kapan...


(akhir dari chapter ini)


aku mengetik ini dengan mata mengantuk, jadi bantu aku untuk memeriksa jika ada kesalahan dalam pengetikan atau alur yang kurang tepat. see you next time ;).