
Aneria:"khawatir terhadap telur itu?"
Filia:"itu benar. telur itu sebenarnya hanyalah cangkang yang terbuat dari mana gelap untuk melindungi tubuhnya yang sedang mengalami evolusi. cara kerjanya mirip seperti kepompong ulat saat mereka berubah menjadi kupu-kupu"
Aneria:"tapi dengan kekuatan anda..."
Filia:"tidak sesederhana itu. jika dilihat dari monster yang dapat dia kendalikan, setidaknya Soul Eater akan berevolusi menjadi Tier empat atau bahkan Tier lima"
Soul Eater tidak bisa mengendalikan monster yang lebih kuat dari diri mereka sendiri. selain IQ monster yang semakin berkembang, mereka juga memiliki jumlah mana yang lebih besar dan dapat mengembangkan resistensi terhadap kontrol pikiran.
Aneria:"monster Tier empat, Tier lima?, seberapa kuat mereka...?"
sepertinya mereka tidak mengerti terhadap konsep Tier. Selma ini, bagaimana mereka menentukan kekuatan monster?. aku agak bingung bagaimana menjelaskan tentang kekuatannya, setidaknya aku tidak bisa menemukan tolak ukur untuk itu.
Filia:"ini agak sulit. menurut nona Aneria, seberapa kuat monster bersayap itu?"
aku menunjuk ke gambar holografik seekor monster singa dengan sayap dan ekor kalajengking. tingginya sekitar lima meter dan taring panjang seperti sebilah pedang, selain itu, dia memiliki sepasang tanduk melengkung berwarna hitam di kepalanya. itu adalah monster Manticore Tier tiga.
Aneria:"itu adalah monster ekor sengat, monster itu setidaknya kelas bencana yang tidak mungkin di kalahkan oleh sebuah kerajaan. mereka memiliki kekuatan sihir dan racun yang sangat mematikan"
mendengar penjelasan dari nona Aneria, aku dapat mengetahui bahwa klasifikasi dan penamaan monster di dunia ini berbeda dengan di Alterion. yah, sangat mungkin jika kerajaan bisa dimusnahkan jika itu hanya berisi orang-orang Tier satu atau bahkan seorang yang belum memasuki Tier satu saat melawan Manticore. apalagi Manticore memiliki skill racun AOE dengan area yang sangat luas. racunnya bahkan mampu melemahkan keberadaan Tier tiga, apalagi para Animanids ini.
Filia:"jika itu monster Tier empat, maka perlu sepuluh monster seperti yang anda sebut ekor sengat itu untuk mengalahkannya, sementara jika itu Tier lima, maka seberapa banyakpun monster seperti itu yang melawan, mereka hanya akan menjadi domba yang disembelih di hadapan monster Tier lima"
monster ataupun pemain Tier tiga tidak akan pernah bisa melawan monster Tier lima. selain pertahanan yang tidak dapat di tembus oleh skill Tier tiga, serangan dari monster Tier lima dapat memusnahkan mereka yang di Tier tiga hanya dengan sekali serang. terlebih lagi dengan penciptaan dunia, monster Tier tiga tidak akan bisa memberikan perlawanan apapun. sedikit berbeda jika yang melawan adalah Tier empat, setidaknya mereka dapat menahan sedikit dari dampak World Creation dengan menggunakan domain mereka, tapi mereka akan tetap mati jika berani melawan keberadaan seperti itu.
sebenarnya aku malah berharap kalau Soul Eater itu akan berevolusi menjadi monster Tier lima. jika monster itu menjadi Tier lima, dia juga akan memiliki Soul Orb Tier lima, dengan begitu kesempatanku untuk mencapai kekuatan jiwa Tier lima akan lebih besar. mungkin memang sulit untuk menghadapi Tier lima, tapi dengan Divine Item serta pengalaman tempurku mengalahkan monster Tier lima yang baru menerobos tidak akan mustahil. apalagi saat ini aku tidak perlu menahan kekuatanku karena takut merusak tubuh Filia yang lemah.
Aneria:"i, itu..."
Filia:"jika monster itu berevolusi menjadi keberadaan Tier lima, maka aku sendiri yang akan melawan monster itu"
Arkne:"apa!!. tidak Yang Mulia, biarkan saya dan para raja kekacauan membantu anda melawan monster itu"
Arkne:"meskipun mustahil kami bisa berguna melawan monster itu, tapi kami tidak bisa menyerahkan masalah negara kami begitu saja kepada anda. izinkan kami ikut membantu"
Filia:"kalian hanya akan menghalangiku, tapi jika kalian benar-benar ingin membantu, sebaiknya kalian mengikuti perintahku".
Arkne:"saya tidak akan menjadi halangan untuk anda Yang Mulia, dengan kekuatan saya, saya bisa memberikan bantuan kepada anda, setidaknya saya bisa menjadi tameng hidup untuk anda!!"
Filia:"itu tidak perlu. aku tidak ingin melihat Keluargaku yang berharga berkorban untuk hal seperti ini"
Arkne:"tapi jika anda melawan monster Tier lima sendiri..."
Filia:"jangan khawatir, aku memiliki banyak item pelarian dan penyelamat nyawa, jadi kecil kemungkinan bahwa aku akan mati. lagipula, aku ingin kamu menghalangi monster-monster kecil itu supaya tidak menggangguku"
sebenarnya aku memiliki dua alasan untuk melarang Arkne ikut serta dalam pertarungan ini. NPC yang mati dapat di bangkitkan kembali, tapi membangkitkan mereka akan memakan sumberdaya yang besar. saat ini sumberdaya yang ada di tanganku terbatas, di dunia ini aku bahkan ragu apakah di dunia ini aku dapat menemukan sumberdaya yang sama seperti di Alterion. maka dari itu, sebelum aku menemukan sumberdaya yang lebih besar untuk membangkitkan nya, aku tidak akan memberi perintah yang berbahaya dengan sembarangan, aku harus memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. kematian Arkne dan bawahanku yang lain akan menimbulkan kerugian yang besar padaku.
Arkne:"tapi..."
Filia:"ini perintah. kematian atau luka kalian akan membuat kerugian yang sangat besar. kamu tahukan, kalau untuk membangkitkan kalian kembali memerlukan sumberdaya yang sangat besar!?".
Arkne:"s, saya mengerti"
Filia:"sebenarnya aku juga tidak mau melihat kalian terluka"
Arkne:"Y, Yang Mulia..."
sangat sulit untuk menyakinkan Arkne. sejak kapan aku membuat skripnya menjadi keras kepala?. aku menutup telinga sebelah kananku dan merasakan hubungan antara aku dan Upirina. ini adalah cara menggunakan telepati untuk saling berhubungan. sebenarnya waktu di Alterion, ini adalah cara komunikasi normal.
Filia:"Upirina, aku ingin kamu segera kembali ke Aether. batalkan tugas penyelidikan segera!"
"baik Yang Mulia"
aku kembali memutuskan hubunganku dengan Upirina dan kembali memperhatikan orang-orang yang berada di ruangan ini. suasana menjadi tegang dan agak aneh, tapi aku memahami hal ini.
Filia:"Arkne, gunakan kecepatan penuh untuk pergi ke arah Upirina"
Arkne segera memberikan perintah sesuai dengan yang aku instruksikan. dia memberikan perintah kepada ruang kontrol melalui telepati.
Filia:"baik. sambil menunggu waktu, kalian bisa beristirahat dan mempersiapkan diri. saya permisi dulu"
di kapal ini terdapat penghitungan waktu normal dalam bentuk jam digital, jadi dengan adanya kapal ini, aku bisa memperkirakan waktu dengan lebih baik. aku segera berdiri dan meninggalkan ruangan itu. kali ini musuh yang aku hadapi jauh dari perkiraanku. aku tidak bisa sembarangan mengambil tindakan, melawan monster Tier lima bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi dengan kekuatanku saat ini. aku harus mempersiapkan segalanya.
sesampainya di ruang takhta, aku duduk dan mengibaskan lenganku. sebuah kartu hitam legam dengan garis-garis merah berdarah di bagian belakang muncul di hadapanku. saat kartu ini muncul, mana mulai mengamuk dengan liar. aura menakutkan dan penuh dengan horor menerpa seperti gelombang pasang yang menghantam. bahkan sebelum aku mengeluarkan item yang tersegel dalam kartu ini, tekanan dan auranya sudah cukup untuk membuat keberadaan Tier tiga gemetar. beruntung di ruangan ini ada formasi sihir isolasi, jika tidak, aku tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada nona Aneria dan orang-orangnya.
aku tidak mengambil kartu itu dari storage, tapi dari gudang harta Karun Moon Palace. aku bisa mengambil semua itemku, termasuk yang tersimpan di Moon Palace, tapi saat aku mencoba berteleportasi ke Moon Palace, aku tidak bisa melakukannya. awalnya aku mengira bahwa aku bisa kembali lagi ke Alterion dengan berteleportasi, tapi nampaknya sebelum aku memanggil Moon Palace ke dunia ini, aku tidak bisa pergi kesana. aku merasa seperti ada sebuah dinding yang membatasi.
berhenti memikirkannya, aku mengambil kartu itu dan menyimpannya dalam storage untuk persiapan melawan Soul Eater.
Arkne:"Yang Mulia, saya mendeteksi keberadaan Upirina"
meskipun tanpa terasa, waktu satu jam telah berlalu, di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan Upirina yang bersiap kembali ke Aether. Upirina segara menaiki Aether dan memberi hormat kepadaku.
Filia:"kerja bagus Upirina"
Upirina:"terima kasih atas pujiannya Yang Mulia"
seperti berbicara dengan Arkne, aku perlu menyakinkan Upirina bahwa aku akan melawan monster itu sendirian dan memberikan perintah untuk menahan monster yang menghalangi jalan. memang cukup sulit untuk menyakinkannya, tapi aku berhasil. mereka benar-benar menjadi sangat keras kepala.
Upirina:"bawahan saya telah memasang koordinat teleportasi didekat kota Yang Mulia"
Filia:"bagus. Arkne, segera teleportasikan Aether kekoordinat yang telah di tandai oleh Upirina!".
Arkne:"baik Yang Mulia"
aku bisa melihat cahaya biru dari jendela. setelah cahaya biru itu menyelimuti kapal, tiba-tiba pemandangan yang ada di luar jendela menjadi kabur dan kembali jelas setelah kurang dari satu detik. meskipun jelas, tapi pemandangan di luar telah berubah. di depanku muncul sebuah layar transparan yang menunjukkan lingkungan sekitar. pepohonan disini sudah sangat jarang dan garis jalanan bisa terlihat dengan jelas. di dalam layar, aku melihat pemandangan kota yang hancur dan penuh monster.
Filia:"naikkan ketinggian kapal dan sembunyikan di balik awan!"
setelah ketinggian kapal berada di atas awan, pemandangan di bawah juga sedikit terhalang oleh awan. aku tidak mau kapal ini terkena dampak dari serangan Monster, meskipun pertahanan kapal perang Tier Silver cukup kuat, tapi itu akan tetap mengalami kerusakan jika terkena serangan monster Tier lima. tentunya aku tidak mau mengambil resiko untuk menghancurkan kapal ini, kan!?.
Filia:"ayo segera bersiap!"
"iya!"
Arkne dan Upirina menjawab secara bersamaan dengan wajah yang tegas. saat aku memimpin mereka berdua untuk keluar dari ruang takhta, disana nona Aneria serta orang-orangnya telah berkumpul di luar ruangan.
Filia:"kalian tunggu disini"
Aneria:"kami juga akan membantu"
nampaknya sebagai seorang putri dia masih sangat keras kepala. ada apa ini?, aku merasa bahwa aku di kelilingi oleh orang-orang yang keras kepala.
Filia:"jika kalian ingin membantu, amatilah pertarungan kami melalui monitor dan beritahu kami jika ada keadaan yang tidak biasa"
Arkne:"saya mengerti"
aku bisa melihat bahwa nona Arkne mengepalkan tangannya dengan kuat sambil mengeratkan giginya.
Filia:"aku mengandalkan kalian"
setelah ucapan itu, aku memimpin Arkne dan Upirina untuk pergi ke haluan kapal. aku memimpin mereka untuk melompat turun dari ketinggian lebih dari empat puluh ribu kaki. sebenarnya kami bisa turun menggunakan teleportasi seperti saat naik, tapi jika kami menggunakan hal itu, kami akan langsung di kirim ke kawanan monster. itu sangat beresiko meskipun yang kami hadapi adalah monster Tier rendah.
aku memasang perlindungan di sekitar tubuhku untuk melindungi dari tekanan udara dan suhu rendah di ketinggian ini. aku terjun dengan sangat cepat dan menukik ke bawah. hanya beberapa saat, kami bisa melihat daratan yang di penuhi monster. sebelum aku membentur tanah, tubuhku menjadi ringan dan melayang di ketinggian beberapa ratus meter dari tanah. bisa terbang dan melawan gravitasi adalah kemampuan dari pemain dan NPC Tier tiga keatas. tentu saja dengan pengecualian bahwa pemain di bawah Tier tiga menggunakan sihir terbang.
aku melihat kota yang hancur dan lautan monster yang menjijikkan di bawah kakiku. entah kenapa aku merasakan nostalgia saat menghadapi situasi semacam ini.
Filia:"inilah saatnya pertarungan yang menyenangkan"
(akhir dari chapter ini)
aku merasa bahwa alur cerita yang aku buat terlalu lambat, jadi mungkin di masa depan, aku akan mempercepat alurnya.
selamat membaca. see you next time;)