Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 36: Surat



kami kembali ke mansion dan mulai membersihkan diri lalu mengganti pakaian kami menjadi gaun bergaya putri Eropa yang penuh renda.


hari sudah semakin sore. Felmina akan mengikuti pendidikan kebangsawanan yang di ajarkan oleh pengasuh pribadi yang dulu juga mengasuhku saat masih kecil. pengasuhnya adalah seorang wanita yang mungkin berusia enam puluh tahun ke atas, dia di panggil kembali untuk memberikan pendidikan etiket dan etika yang di perlukan sebagai wanita bangsawan, sementara aku hanya duduk di kursi, di balkon kamarku sambil menikmati suara burung yang berkicau yang siap bernaung dari selimut malam di atas dahan dan ranting pohon.


langit yang keemasan dan awan putih kekuningan karena pantulan cahaya matahari sore, awan itu mengambang dengan bahagia di atas taman yang penuh bunga. aroma semerbak bunga yang mengambang terbawa oleh angin sore yang berdesir lirih menusuk hidungku dengan lembut, membuat sebuah suasana harmonis dan menyenangkan.


karena Ilma sedang beristirahat, jadi aku hanya bisa menikmati pemandangan ini sendiri. aku mengeluarkan kue kering dari storage dan memakannya secara perlahan.


tok...tok...tok..


"permisi putri. bolehkah saya masuk?"


di tengah lamunanku, aku mendengar pintu yang di ketuk. karena kamarku cukup luas dan jarak dari balkon ke pintu masuk kamarku agak jauh, jadi aku hanya mendengar suara itu dengan samar.


Filia:"masuklah"


setelah aku memberikan izin untuk masuk, pintu kamarku mulai berderak dan terbuka. ada langkah kaki yang mantap menuju ke arahku. yang datang saat ini adalah Sebastian dengan pakaian butler hitamnya.


Sebastian:"permisi putri. saya membawa laporan tentang tugas yang anda percayakan kepada saya"


Sebastian membungkuk dengan anggun dan hormat ke arahku. aku memperhatikan bahwa dia membawa tumpukan kertas yang agak tebal, mungkin sekitar 20 lembar. perlu di ketahui, bahwa kertas di dunia ini lebih tebal dari kertas di duniaku yang dulu dan warnanya juga agak kekuning-kuningan.


di duniaku yang dulu kami biasanya menulis menggunakan tablet kuantum dan tidak menggunakan kertas yang merupakan barang kuno. produksi kertas juga sudah di hentikan karena di anggap merusak ekosistem alam. namun, meskipun begitu kertas masih di gunakan untuk menyimpan catatan sejarah ataupun data penting suatu negara karena di nilai lebih aman. jika negara atau suatu organisasi menyimpan catatan rahasia mereka di dalam komputer, mereka khawatir bahwa data mereka akan di curi.


bukan karena sistem keamanan siber yang lemah, justru keamanan siber sudah sangat kuat dan sulit untuk di tembus, tapi jika keamanan siber semakin maju, begitu pula dengan teknologi yang semakin maju, maka cara untuk menembus Cyber scurity juga akan semakin canggih. tidak ada cara yang bisa seratus persen mampu menghalangi kebocoran atau kehilangan data yang tersimpan di dalam internet.


Sebastian menyerahkan tumpukan kertas itu kepadaku.


Sebastian:"ini adalah laporan yang telah saya susun"


Filia:"bagus sekali. terima kasih"


aku mengambil tumpukan kertas itu lalu membacanya lembar demi lembar secara hati-hati. tidak akan lucu jika terjadi kesalahan yang akan mengacaukan semuanya.kan?!.


dalam lembar pertama berisi tentang perkembangan dari pengerjaan interior yang aku minta beserta gambar desain yang di buat oleh tukang sesuai dengan permintaanku.


lembar-lembar selanjutnya berisi tentang laporan biaya dan data dari anak-anak sekaligus data dari dua pengasuh yang aku suruh Lidia temukan. aku cukup puas dengan pekerjaan yang di lakukan Sebastian, dia dapat memberiku laporan terperinci dan akurat hanya dalam satu hari.


Filia:"aku tidak mengira bawa biayanya akan jauh lebih murah dari yang aku bayangkan".


awalnya aku mengira bahwa satu koin platinum akan kurang, tapi aku tidak menduga, jika untuk membeli semua perabotan mewah yang di butuhkan hanya memerlukan beberapa puluh koin emas kecil.


Sebastian:"sebenarnya ini merupakan biaya yang besar putri. bahkan jika rakyat biasa, mereka akan beruntung jika bisa mengumpulkan satu koin perak perbulan"


Filia:"begitu!. sepertinya kepekaan ku terhadap uang semakin tumpul"


aku memiliki milyaran koin perak Alterion dan juga milyaran koin emas Alterion, jadi jumlah seperti ini benar-benar terlalu sedikit untukku. semakin banyak uang yang kamu punya, maka akan semakin tumpul pula penilaian mu terhadap nilai sebuah uang. nampaknya kata-kata ini bisa aku setujui saat ini.


Filia:"terima kasih atas kerja kerasmu Sebas. tolong lanjutkan semuanya sesuai dengan rencana yang ada!"


Sebastian:"suatu kehormatan yang sangat besar bagi hamba"


Filia:"baiklah, kamu bisa pergi sekarang!"


Sebastian:"sebelum itu putri, saya ingin memberikan laporan tentang kesatria yang anda minta untuk hamba selidiki"


Sebas memberikan sesuatu yang yang tidak terduga.


Filia:"katakan!"


Sebastian:"meskipun dia menutup mulutnya dengan rapat, saya mendapat informasi bahwa dia adalah orang yang berasal dari kekaisaran. saat ini hanya itu yang kami ketahui"


Filia:"baik, aku mengerti. kamu bisa pergi sekarang"


Sebastian:"baik putri. hamba permisi terlebih dahulu"


setelah Sebastian pergi, aku kembali membaca berkas itu dengan suasana hati yang baik. nampaknya rencana ini akan berjalan dengan lebih baik daripada yang aku bayangkan.


tok...tok...tok..


"putri. ini Ilma, bisakah saya masuk?"


Filia:"masuklah"


Filia:"bagaimana istirahat mu?"


Ilma:"saya beristirahat dengan baik. terima kasih atas kebaikan sang putri"


Filia:"tidak perlu berterima kasih padaku. kamu layak mendapatkan hal itu".


Ilma:"saya membawakan surat untuk anda putri"


surat?. lagi?. aku menatap dua buah surat yang di serahkan olah Ilma. aku melihat cap stempel lilin merah yang menyegel kedua surat itu. salah satunya aku mengenali lambang yang di cap disana, itu adalah lambang sayap dengan perisai di belakangnya. kalau aku tidak salah ingat, itu merupakan lambang dari Regalia Royal Academy.


aku membuka segel penutup surat dan membaca isinya. ternyata surat ini berisi undangan untuk memasuki Regalia Royal Academy. hanya siswa yang terpilih yang berhak mendapatkan surat undangan dari Akademi. biasanya siswa yang mendapatkan surat undangan yang akan di izinkan untuk langsung mendaftar tanpa perlu mengikuti tes terlebih dahulu, bisa di katakan bahwa ini adalah sebuah pintu belakang, karena biasanya ini untuk anak bangsawan.


selesai membacanya, aku segera meletakkan surat itu beserta amplopnya di atas meja dan membuka surat yang satunya lagi. aku tidak memiliki ingatan tentang lambang dari surat ini. apa ini juga surat lamaran lagi?.


Filia:"sepertinya aku belum pernah melihat lambang ini. apa kamu mengetahuinya Ilma?"


Ilma:"eh..?!!"


Filia:"eh..?"


Ilma tampak terkejut mendengar pertanyaan ku dan menatapku dengan agak aneh. lalu menghela nafas panjang. ada apa?. apakah aku menanyakan sesuatu yang aneh?.


Ilma:"huh...saya yakin jika ratu Trainee Zilveren mendengarnya, beliau akan kecewa. lambang di surat itu adalah lambang dari keluarga kerajaan Holy Kingdom, putri"


apa??!!!. bagaimana bisa aku melupakan lambang dari anggota keluarga kerajaan Holy Kingdom?!. jika ibu di rumah, dia pasti akan memberiku bimbingan tentang berbagai keluarga kerajaan lagi. pelajaran tentang keluarga kerajaan itu sangat membosankan, kamu harus menghafal semua keluarga kerajaan dari berbagai negara sekaligus mempelajari hubungan politik antar berbagai negara. itu membosankan!!.


"wah...wah...wah. sepertinya ada yang melupakan keluarganya sendiri"


seketika bulu kudukku merinding setelah mendengar suara itu. aku menoleh ke belakang dengan keringat dingin di dahiku. disana, aku melihat seorang wanita cantik dengan rambut putih yang berjalan dari dalam bayang-bayang menuju ke arahku dari dalam ruangan.


ibu?!...sejak kapan ibu ada di sini?. bahkan aku tidak merasakannya sama sekali. sepertinya mulai sekarang aku harus selalu mengaktifkan Sensor pendeteksi ku dan juga induksi energi mental.


ibu berjalan perlahan ke arahku mengenakan pakaian militer hitam kebanggaannya dan sebuah pedang di pinggangnya. ibu tersenyum sambil berjalan langkah demi langkah. senyum itu sangat menakutkan, ini adalah senyum ancaman, ancaman yang nyata.


Filia:"i, ibu....s, selamat datang"


Harnas:"um... apa kamu perlu mendapatkan pendidikan tentang bangsawan lagi?!"


Filia:"tidak!. ibu, s, saya hanya lupa. mungkin ini adalah efek setelah kecelakaan waktu itu"


apa saja asalkan jangan hal membosankan itu. sebagai seorang gamers, aku agak anti dengan hal yang membosankan. oke aku suka membaca dan bersantai, tapi aku kurang suka belajar hal yang membosankan tentang keluarga kerajaan dan para bangsawan. ada ratusan bahkan ribuan lambang yang perlu di hafalkan disana.


"i, ibu. mungkin apa yang di katakan kakak itu benar"


aku mendengar sebuah suara gadis kecil dan melihat ke belakang ibu. disana ada Felmina dan Rurui, sepertinya mereka masuk bersama dengan ibu, hanya saja aku kurang memperhatikannya tadi.


Harnas:"huh... baiklah. lalu, apa isi surat itu?"


ibu menghembuskan nafas dan mengusap bagian atas kepalaku dengan sabar dan penuh kasih. terima kasih adik kecilku atas bantuanmu. kakak mu ini berjanji akan memberikanmu hadiah nanti. aku membuka dan membaca isi surat itu secara perlahan. surat ini di tulis atas nama Trainee Zilveren.


Trainee Zilveren adalah ibu dari ibuku, dengan kata lain dia adalah nenekku. memang agak keterlaluan sih jika aku melupakan lambang keluargaku sendiri, tapi apa yang bisa aku lakukan?.


nenekku adalah Ratu dari Holy Kingdom dari raja yang sebelumnya, kakekku. saat ini Holy Kingdom di pimpin oleh Raja Heralius Zilveren, yang merupakan putra pertama sekaligus kakak dari ibuku.


Filia:"nenek meminta saya untuk pergi ke Royal Crown Academy"


Harnas:"apa!!. apa yang ingin di lakukan ibu?. aku tidak akan membiarkan Filia pergi jauh dariku"


Filia:"Bu, aku tidak bisa bernafas!"


ibu memelukku dengan erat dan membenamkan wajahku ke dadanya yang berisi. aku kekurangan oksigen. oke?.


Royal Crown Academy adalah akademi utama yang ada di Holy Kingdom, kedudukannya sama dengan Regalia Royal Academy di sini, yang merupakan akademi inti dan terbaik di negara itu. Holy kingdom jaraknya cukup jauh dari sini, setidaknya itu berada di benua yang berbeda, jadi pantas kalau ibu tidak akan membiarkanku pergi ke sana. ibu masih belum bisa meninggalkan Regalia Kingdom karena tugasnya saat ini, dan lagi, ibu sekarang adalah nyonya dari Mansion of Rosefield.


Filia:"nenek menulis bahwa, ini merupakan persiapan untuk pengambil alihan di masa depan"


Harnas:"itu masih lama. untuk apa menyiapkannya sekarang?!. huh!!.... pokoknya aku tidak akan mengizinkannya. aku akan menulis surat untuk ibu"


ibu segera berbalik dengan cepat dan meninggalkanku bersama dengan Ilma dan lainnya. yah, ibu pasti akan menyelesaikan masalah ini dengan mudah. ibu mungkin terlihat kuat dan tegas di mata orang lain, tapi ibu akan bertindak konyol jika di rumah. jika ada orang dari ordo kesatria mengetahuinya, aku khawatir jika citranya sebagai Marshal akan hancur.


(akhir dari chapter ini)