
koneksi antara jiwa dan tubuh menjadi semakin jelas dan kuat. segera setelah itu, aku merasa seperti menembus sebuah dinding dan kesadaranku kabur untuk sementara. perasaan ini mirip seperti yang terjadi saat pertama kali log-in kedalam game Alterion.
saat aku kembali membuka mata, aku melihat ruangan yang familiar. hanya saja di ruangan ini di penuhi oleh dendam dan kebencian yang sangat padat. jika orang dengan kemampuan mental lemah, orang itu bisa gila hanya dengan tinggal di ruangan ini untuk beberapa saat. di tempat tidur, aku melihat tubuh seorang gadis kecil dengan rambut hitam pekat yang lebih pekat dari malam. ini adalah tubuhku, saat ini tubuh ini mengeluarkan aura hitam yang merupakan serangan mental.
jadi inilah sebabnya kenapa aku tidak bisa kembali langsung ke dalam tubuh, tapi aku terteleportasi dan melayang di ruangan ini dalam bentuk jiwa seperti hantu. itu karena tubuh Filia telah di isi oleh roh pendendam yang memiliki energi negatif cukup tinggi. sekarang aku mengerti kenapa aku terlempar ke Helheim tanpa sebab. sebenarnya alasan kenapa aku terlempar ke sana mungkin berkaitan dengan roh pendendam yang bersemayam di tubuh gadis ini. sebuah tubuh tidak akan bisa menerima dua jiwa, terutama jika jiwa itu adalah jiwa pendendam. itulah sebabnya kenapa jiwaku terlempar ke Helheim.
jika aku ingin mengambil kembali tubuh ini, aku perlu untuk melakukan penyucian kepada jiwa pendendam ini. aku memadatkan kekuatan mental yang dilapisi oleh cahaya suci dan membentuknya menjadi sebuah tangan besar yang tergantung di udara. tangan besar itu meraih dan menembus tubuh Filia. sesaat kemudian, tangan itu kembali di tarik dan membawa sesosok ilusif yang di kelilingi oleh aura hitam dan ungu. penampakan sosok ilusif itu dengan jelas menggambarkan sosok Filia.
sepertinya jiwa pendendam ini terbentuk oleh jiwa Filia yang dulu. jiwa yang tidak puas dan masih menyimpan dendam sebelum kematiannya. mungkin dia belum bisa menerima alasan kematiannya dan berusaha untuk membalas dendam. mungkin selama ini dia menunggu jauh di dalam lautan kesadaran untuk kesempatan membalas dendam kepada pembunuhnya.
Filia:"jangan memberontak!"
"apa, apa yang kamu lakukan?. lepaskan aku!"
suara yang keluar dari jiwa pendendam itu seperti suara serak yang tumpang tindih. penuh dengan aura dendam dan kebencian.
Filia:"aku tidak akan melepaskan mu. sekarang kamu adalah sisa jiwa yang mati, kenapa kamus menginginkan tubuh ini?"
"ini adalah tubuhku. aku harus membunuh siapapun yang telah melakukan ini padaku!!"
suaranya meraung histeris dan menakutkan. jika ada orang yang takut hantu, mungkin orang itu akan pingsan setelah mendengar raungannya. jiwa pendendam ini sepertinya cukup sulit untuk dimurnikan. dalam Alterion, Misi untuk memurnikan jiwa memiliki dua cara, yakni dengan cara menenangkan jiwa pendendam itu dan membebaskannya dari aura negatif, atau langsung menggunakan sihir suci dan memusnahkannya sama sekali. tapi jujur, aku tidak mau melakukan cara ke dua untuk jiwa Filia ini, biar bagaimanapun, sekarang tubuh yang aku gunakan adalah miliknya, jadi sebisa mungkin aku ingin membuatnya pergi dengan tenang.
Filia:"meskipun kamu membalas dendam, jiwamu tidak akan kembali. pembunuhan itu malah akan menambah energi negatif dan membuatmu lebih tersiksa oleh rasa kebencian. bisa saja kamu menjadi Demonik Soul dan melakukan lebih banyak kejahatan. aku sama sekali tidak akan membiarkanmu melakukan perbuatan itu"
"tapi dendam ini, bagaimana aku harus menanggungnya?, mereka yang telah melakukan ini, mereka harus mati dengan cara yang paling kejam"
aura dendam itu seketika meledak dari tubuhnya seperti banjir yang langsung membuat energi negatif di seluruh ruangan menjadi lebih padat. energi dendam itu membentuk banyak duri-duri tajam yang langsung mengarah kepadaku, tapi sebelum duri-duri tajam itu menyentuhku, di sekelilingku telah muncul Barrier emas transparan yang mengisolasi tubuhku dari serangan mental.
krak...!!
duri-duri segera pecah tanpa meninggalkan bekas goresan sedikitpun setelah menyentuh perisa pelindung mental yang aku buat.
"bagiamana, bagaimana bisa jiwa pengembara sepertimu menahan serangan seperti itu....?. dan lagi, bagaimana jiwa kamu bisa menjadi jiwa gadis ini?"
suara itu meraung, tapi suaranya berubah dari suara Filia yang tumpang tindih. sekarang suara itu lebih terdengar seperti suara seorang lelaki tua yang berteriak.
Filia:"oh... sepertinya jiwa ini tidak berubah menjadi jiwa pendendam dengan sendirinya. aku tidak mengira bahwa akan ada tangan belakang seperti itu. sekarang katakan, siapa yang memberikan perintah pada jiwa pengontrak untuk membuat jiwa Filia tidak bisa mendapatkan ketenangan?"
amarahku sudah mulai memuncak dan benar-benar bisa membuat darahku mendidih. jiwa pengontrak. jiwa ini biasanya jiwa yang sudah di kontrak oleh seorang Necromancer. Necromancer bisa menggunakan jiwa ini untuk memberikan kutukan kepada mereka yang sudah mati. kutukan yang sangat kejam, kutukan yang bahkan tidak akan melepaskan korbannya setelah kematian. jika di dalam Alterion, jiwa pengontrak seperti ini akan memberikan efek kelemahan kepada player setelah di bangkitkan dari kematian, tapi di dunia ini kutukan semacam ini akan menyiksa jiwa korbannya bahkan setelah kematiannya.
"kamu tidak perlu tahu, dan kamu tidak akan bisa memaksaku. jika kamu melukaiku, maka jiwa gadis ini juga akan terluka".
meskipun Filia adalah sisa jiwa, tapi aku memang tidak ingin melukainya, tapi menggunakan cara itu untuk mengancam ku, sepertinya jiwa pengontrak ini terlalu naif.
Filia:"terlalu naif. «Soul Separator»"
tangan ilusif ke dua mulai terbentuk dari kekosongan, tapi tangan ke dua ini berbeda dari yang pertama. jika yang pertama hanya tangan transparan dengan cahaya emas yang mengelilinginya, sekarang tangan ini berwarna emas transparan dengan berbagai karakter tulisan merah asing yang terukir di atasnya.
tangan yang ke dua itu meraih bagian tengkuk dari jiwa Filia (jiwa pendendam) dan menariknya secara perlahan.
"gyaaa.....!!!"
teriakan kesakitan terdengar dari jiwa hitam yang perlahan di tarik dari jiwa Filia. mulai dari kepala hingga seluruh tubuh dari jiwa pengontrak itu di tarik dan di pisahkan dari jiwa Filia. sosok jiwa pengontrak itu meronta-ronta di udara karena rasa sakit yang di timbulkan oleh pemisahan secara paksa. tubuh jiwa itu berwarna hitam, dia di genggam oleh tangan ke dua dan di remas di udara.
Filia:"sekarang katakan, atau aku akan melenyapkan mu"
"kamu tidak layak. kamu akan ketakutan jika mendengar nama tuanku!"
"krak.....!!!
"gyaaaaa".....!!"
aku mengontrol tangan ilusif itu supaya mempererat cengkeramannya kepada jiwa pengontrak. hasilnya adalah jeritan seperti hantu yang penuh dengan rasa sakit.
"a, aku akan bicara..."
suaranya terengah-engah setelah menahan rasa sakit karena hampir di remukkan oleh tangan ke dua.
Filia:"bicara"
"yang menyuruhku adalah seorang master dari kuil kegelapan. aku diperintahkan untuk membuat gadis ini menjadi tidak berguna, lalu menyiksa jiwanya sebagai pengorbanan ritual gelap. tapi setelah aku berhasil mengambil jiwanya, tiba-tiba ada jiwa pengembara yang memasuki tubuhnya. jiwa yang jauh lebih kuat, jadi aku tidak bisa membawa jiwa gadis ini keluar dan menjadi persembahan. maka dari itu, aku mengubah jiwa gadis ini menjadi jiwa pendendam dan mengusir keberadaan jiwa ke dua itu"
Filia:"jadi seperti itu. pantas saja 'Filia' tidak bisa menggunakan sihir dan memiliki tubuh yang lemah meskipun di latih. ternyata semua ini perbuatan mu. lalu, apakah yang mecelakai 'Filia' juga adalah kamu?"
"i, itu sebenarnya masih berhubungan. sebenarnya..."
jiwa pengontrak itu menceritakan semua yang dia ketahui tentang peristiwa yang menimpa Filia yang dulu.
Filia:"hahahaha..... aku tidak akan melepaskan kalian".
aku benar-benar marah. sangat marah. orang-orang itu mengorbankan dan menyiksa gadis kecil demi tujuan egois mereka. aku, aku akan membuat kalian semua membayarnya...
Filia:"aku tidak peduli dengan tujuan tuanmu atau alasan apapun itu. aku akan tetap membuat tuanmu dan semua orang yang berada di belakang layar membayar semuanya dengan bunga seribu kali lipat. mereka akan putus asa untuk mencari cara mati dan lepas dari balas dendam ku. aku akan memastikan itu"
aku mendekati jiwa yang sedang di pegang oleh tangan ilusif itu dan mengetuk dahi jiwa pengontrak yang terlihat seperti orang tua serba hitam itu. saat jariku mengetuk dahinya, perlahan, sebuah lambang tengkorak dengan satu mata muncul di kening hantu tua itu. aku memasukkan sebagian kecil kekuatan jiwa ke lambang kontrak itu dan melakukan serangan balik kepada pengontraknya melalui hubungan dengan jiwa pengontrak.
«Curse Magic:Torture of the Seven Reincarnations»
setelah melakukan itu, aku sedikit mengambil jarak dengan dengan jiwa pengontrak itu, lalu...
"t, tunggu. apa yang kamu lakukan...!!!???"
jiwa itu kembali meraung. tangan emas yang memegangnya sekarang secara bertahap berubah menjadi hitam dengan garis-garis mantra merah yang menutupi permukaannya. tulisan-tulisan merah itu bersinar dengan cahaya merah, dan tangan itu mengeratkan cengkramannya.
"gyaaaa.....!!!!"
teriakan melengking yang menyayat hati dengan disertai kesedihan, keputusasaan, penyesalan, dan rasa sakit yang bercampur menjadi satu. siapapun yang mendengarkan akan dapat merasakan perasaan kompleks itu dan menyadari semuanya.
Filia:"kamu juga harus membayar semuanya"
krak....!!!
jiwa Pengontrak itu hancur dan menjadi kabut hitam yang di serap oleh tangan ilusif itu. kabut putih masuk ke dalam jiwaku dari tangan itu dan memberikan perasaan nyaman dan sejuk. ini adalah daur ulang jiwa. jiwa yang kotor akan dimurnikan oleh teknik ini, setelah dimurnikan, kekuatan jiwa itu akan di berikan kepada kastor dan menjadi miliknya sendiri.
Filia:"meskipun lemah, setidaknya ini bisa membantu mengganti tenaga yang telah aku keluarkan untukmu".
aku berbicara kepada jiwa pengontrak yang telah menghilang menjadi energi jiwa sebagai suplemen jiwaku sendiri. aku mengalihkan pandanganku ke jiwa 'Filia' yang asli. sekarang jiwa itu di lapisi oleh cahaya putih yang bersih dan tersenyum ke arahku.
"terima kasih. terima kasih sudah membantuku, siapapun dirimu.... tolong, jaga mereka. ayah, ibu..."
mungkin sudah merasa tenang setelah melihat biang keladinya musnah, jiwa itu perlahan menjadi lebih ilusif dan menghilang setelah meninggalkan kata-kata itu.
Filia:"jangan khawatir. aku pasti akan melindungi semuanya. aku harap kamu bisa tenang di alam sana"
"terima kasih...."
setelah mengatakan itu suara lembut yang seperti bergema dari kejauhan itu, suaranya menghilang sama sekali. aku tersenyum dan mengalihkan perhatianku ke tubuh gadis yang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur. aku melayang mendekat dan mengusap pipinya sambil menempelkan dahiku ke dahinya. perlahan, perasaan aneh menyerbu tubuhku dan jiwaku kembali mengalami sensasi pusing sementara.
perlahan, aku membuka mataku yang sedikit kabur dan melihat sekitar ruangan. hanya kesunyian tanpa seorangpun di dalamnya....
(akhir dari chapter ini)
akhirnya jiwa Filia kembali menyatu.... tunggu kelanjutannya di next update. see you next time;)