
dengan kecepatan Cerberus yang sangat tinggi, tidak perlu waktu lama untuk mengitari danau yang luasnya lebih dari 1.200 km². saat ini pepohonan sudah mulai jarang dan aku bisa melihat luasnya Padang rumput di kejauhan. setelah kami tiba di kejauhan, Cerberus mengubah kembali ukuran tubuhnya menjadi lebih dari tujuh meter.
meskipun diberi nama Padang rumput, kamu tidak akan melihat pemandangan hijau yang kamu bayangkan. yang ada di tempat ini adalah rerumputan berwarna ungu dan biru. di permukaan lautan rumput, terdapat banyak partikel cahaya yang beterbangan seperti kunang-kunang. seperti di kebanyakan tempat di Helheim, langit di tempat ini juga berwarna merah dengan cahaya kuning terang seperti matahari tenggelam. sepertinya cahaya kuning sudah tiba. aku sangat beruntung karena mengendarai Cerberus, jika tidak, mungkin aku akan tenggelam di lautan rumput yang tingginya 1-2 meter ini. karena ini merupakan tempat monster raksasa, maka rerumputan yang tumbuh disini juga berukuran besar.
Ignis:"tuan, kami akan menggunakan kecepatan penuh. tolong persiapkan diri anda"
Filia:"ya, aku sudah siap"
karena sudah keluar dari hutan dan sampai ke Padang rumput yang luas tanpa adanya penghalang, maka Cerberus bisa mengeluarkan kecepatan asli mereka. tiba-tiba di tubuh besar Cerberus, muncul rune berwarna cyan yang membentuk seperti banyak mantra yang terukir di tubuhnya.
Ventus:"ayo kita mulai"
rune berwarna cyan itu berarti bahwa Ventus mengambil berkah angin untuk menambah kecepatan dan kelincahan Cerberus. Cerberus mulai berlari melintasi padang rumput dengan kecepatan yang sangat cepat. jarak ratusan meter hanya di tempuh dalam waktu 2-3 detik. yah, meskipun angin itu cepat, tapi tidak secepat petir. angin lebih mengandalkan kelincahan daripada kecepatan, jadi kecepatan Cerberus saat ini masih lebih lambat jika di bandingkan dengan monster Tier empat lain yang bertipe kecepatan. setidaknya kecepatan Cerberus saat ini setidaknya dua kali lebih cepat dari monster Tier empat yang lain.
di sepanjang perjalanan, kami bertemu dengan banyak monster raksasa yang menghuni Padang rumput ini. aku tidak peduli dengan monster-monster itu, yang aku inginkan adalah secepatnya sampai ke tempat tujuan dan melihat Soul Eater yang merupakan monster langka. kami melewati banyak bebatuan tajam yang besar dan menjulang ke langit, bebatuan itu tersebar di seluruh padang rumput, menurut Arkne, bebatuan tinggi itu menandakan bahwa Padang rumput akan segera berakhir dan kami akan segera sampai ke tujuan.
karena bersama Cerberus perjalanan kami menjadi jauh lebih cepat. Padang rumput yang seluas itu berhasil kami lewati dalam kurun waktu dua hari. ini termasuk cepat, jika aku sendiri yang menyeberanginya, mungkin akan memakan waktu lebih dari dua Minggu, itupun jika perjalanannya lancar dan tidak memiliki pertemuan dengan monster atau masalah lain di jalan.
Filia:"kalian, berhenti sebentar!"
mendengar perintahku, Cerberus yang berlari secepat angin langsung berhenti dan membuat debu mengepul dari tanah.
Cerberus:"ada apa tuan?"
tiga suara yang berbeda terdengar secara bersamaan. nada suara mereka terdengar bingung dan sedikit bercampur dengan penasaran.
Filia:"lihat ke atas sana!"
aku menunjuk sebuah batu tajam yang tingginya puluhan meter, lebih dari 40m yang menjulang tinggi dengan ujung tajam mengarah ke langit. di menara batu itu terdapat banyak binatang seperti kadal berwarna perak yang merangkak di atas bebatuan itu. meskipun batu itu runcing ke atas, tapi bagian-bagian batu itu mirip seperti tebing biasa yang mempunyai banyak ruang untuk di panjat. menara batu itu seperti tersusun dari banyak batu-batu lain yang tak terhitung jumlahnya.
Ventus:" apakah itu «Metal Lizard»?"
Filia:"itu benar. pasti ada Metal Ore yang langka di tempat itu"
Ignis:"bukankah Metal Lizard akan tinggal di tempat yang mengandung banyak Mental Ore meskipun itu bukan metal Ore yang berharga?"
Filia:"ya, itu benar, tapi Metal Lizard akan memiliki warna tubuh yang berbeda tergantung dari metal Ore yang mereka konsumsi. tubuh mereka berwarna perak putih yang berkilau, dengan kata lain, mereka mengkonsumsi Ore yang memiliki warna perak. menurut yang aku ketahui, hanya ada tiga metal Ore yang berwarna perak..."
Terra:"bijih logam yang berwarna perak memang hanya ada tiga, yakni: Mythril, Asteri, dan Pyrinas"
Filia:"benar. Mythril akan memiliki kilau perak murni, Asteri akan berkilau perak kemerahan, dan yang memiliki kilau seperti pelangi, itu hanya satu..."
Cerberus:"Pyrinas..!!"
ketiga kepala Cerberus berteriak secara bersamaan dengan nada yang mengejutkan. jika perkiraanku tidak salah, maka metal Ore yang ada di menara batu adalah Pyrinas Ore yang memiliki warna platinum rainbow sama seperti rambutku. Pyrinas adalah logam yang sangat langka dan rapuh. ya, rapuh dan mudah hancur, tapi jika kita mengalirkan mana ke atas Pyrinas, maka logam itu akan memiliki kekerasan yang sangat mengerikan, bahkan mereka termasuk ke dalam material tingkat tinggi untuk pembuatan senjata dan armor.
saat masih di dalam game, tambang Pyrinas akan menjadi pertumpahan darah kerena diperebutkan oleh berbagai Guild dan kekuatan besar disana. sama seperti logam lain, Pyrinas juga di bagi menjadi beberapa tingkatan yang mirip Seperti senjata. setiap tingkatan memiliki kemampuan menyerap mana yang berbeda-beda, semakin tinggi tingkatannya, maka akan semakin baik kemampuannya dalam menyerap mana, yang akan membuat Pyrinas menjadi semakin keras. tapi meskipun Pyrinas sangat berharga, Pyrinas harus di olah secara khusus, tidak semua blacksmith bisa mengolahnya. selain kemampuan khusus, blacksmith juga perlu memiliki kemampuan mental yang kuat.
Terra:"jadi tuan, apakah kita akan menambangnya?"
Filia:"tentu saja, tapi tidak sekarang. aku tidak memiliki kemampuan menambang"
memang memilukan, aku bisa membuat senjata, bahkan termasuk ke dalam daftar blacksmith terbaik di Alterion, tapi aku tidak bisa melakukan pertambangan. biasanya blacksmith akan memiliki skill menambang supaya mereka bisa mencari Ore sendiri.
untukku, aku biasanya membeli atau mendapatkan Ore dari pemain lain, jadi aku tidak memiliki skill penambangan sedikitpun. aku memang bisa banyak hal, tapi tidak bisa melakukan semuanya, kau tahu. mungkin aku akan mencari orang di dunia ini yang bisa menambang Pyrinas untukku.
Ignis:"bukankah tuan masih memiliki si pak tua itu?"
pak tua?. pak tua yang mana?, aku sama sekali tidak mengerti yang di bicarakan oleh Ignis.
Filia:"pak tua?"
Ignis:"si pak tua Gard, yang memiliki janggut besar"
pak tua Gard, berjanggut besar?.... oh, aku ingat. kalau tidak salah, pak tua Gard yang di bicarakan oleh Ignis adalah salah satu NPC bawahanku. waktu itu aku mulai menyadari bahwa menjadi blacksmith tanpa kemampuan menambang itu merupakan sebuah kerugian, jadi aku membeli seorang NPC tier epic. NPC yang di beli pemain hanya akan berupa bola cahaya tanpa bentuk dan jobs, tapi pemain dapat mengubah penampilannya sesuai dengan keinginannya. pemain dapat menuliskan skrip yang bisa menjadi latar belakang dan kemampuan dari NPC tersebut. skrip yang di tulis akan berubah menjadi program bagi NPC yang telah di beli.
NPC Tier epic akan dapat berevolusi menjadi Tier empat dengan bantuan sumberdaya yang tidak terbayangkan banyaknya. secara keseluruhan, aku memiliki sepuluh NPC Tier epic, tiga Tier legendaris, dan satu Tier divine, serta banyak NPC Tier Gold dan silver yang aku gunakan sebagai pelayan. bukan murah untuk membeli dan memelihara NPC, setidaknya untuk NPC Tier gold memerlukan puluhan juta dolar. apalagi Tier yang ada di atasnya, setidaknya berkali-kali lipat lebih mahal. jadi tidak semua pemain bisa memiliki kemampuan untuk memiliki NPC seperti itu. NPC sendiri di bagi menjadi beberapa Tier yakni, Bronze yang mampu menerobos Tier satu, silver, NPC yang mampu mencapai Tier dua, gold NPC yang bisa mencapai Tier tiga, epic NPC yang dapat menerobos Tier empat, legendary mampu sampai Tier lima, dan yang terakhir adalah NPC Tier divine yang mampu hingga Tier dewa.
karena ini bukan lagi di Alterion, sebenarnya aku sedikit ragu, apakah aku akan bisa memanggil bawahanku kemari. jika bisa, maka itu akan jauh lebih mudah untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. semua NPC adalah seseorang yang dapat di percaya, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa mereka tidak akan berubah sikap di dunia ini yang sudah tidak di batasi oleh sistem lagi.
Filia:"yah, aku akan memanggilnya"
aku turun dari Cerberus dan melakukan persiapan untuk memanggil pelayan. aku menutup mataku dan mulai berkonsentrasi.
"jawablah panggilanku dan turuti permintaanku. hadirlah wahai pelayan setiaku, anakku, dan keluargaku"
setelah aku mengucapkan kata-kata yang panjang itu, lingkaran sihir dengan rune melingkar seperti susunan dari huruf Migrel mengelilinginya mulai terbentuk di tanah. kabut abu-abu perlahan mengembun membentuk sesosok manusia dengan janggut putih lebat. setelah kabut menyebar, sosok itu terlihat dengan jelas. dia memiliki janggut yang lebat, tubuh dan lengan yang kekar, dan dia memegang palu besar di tangan kanannya. penampilannya sangat mirip dengan dwarf yang di tampilkan di berbagai manga dan ilustrasi.
lingkaran sihir itu menghilang dan dwarf itu berlutut di tanah dengan hormat.
Gard:"senang tuan tidak melupakan pak tua ini"
Filia:"yah, aku memerlukan bantuanmu untuk melakukan pertambangan"
Gard:"benarkah?, saya akan sangat senang menjalankan tugas dari anda"
aku menjelaskan semua tugasnya dan memperlihatkan lokasi penambangan kepada pak tua Gard. pak tua Gard tampak sangat menantikan pekerjaannya, dia dengan tidak sabar segera mengumpulkan alat-alat yang di butuhkan. tentu saja alat-alatnya berupa soul item.
Filia:"kamu tidak bisa melakukan semua pekerjaan itu sendiri, jadi kamu di izinkan untuk memanggil bawahanmu untuk ikut membantu. aku juga akan meninggalkan Falcon untuk menjagamu"
Gard:"bawahan sangat berterima kasih atas kebaikan tuan"
aku melakukan summoning lagi terhadap makhluk kontrak lain, sama seperti saat manggil Cerberus, lingkaran sihir hitam pekat sepulu lapis terbentuk di tanah dan udara. fenomena yang di timbulkan tidak lebih lemah daripada saat melakukan panggilan terhadap Cerberus. dengan kekuatanku saat ini, aku hanya bisa memanggil tiga binatang kontrak dengan Tier yang sama, jika memanggil lebih dari itu maka hal itu dapat merusak mentalku dan bisa membuatku koma.
burung hitam raksasa dengan tinggi lima sampai enam meter berdiri dengan kokoh di hadapanku. wujud burung Falcon yang gagah dan tegap, paruh dan kaki yang berwarna keemasan, di kepalanya memiliki semacam pelindung emas dengan permata berwarna perak. elemen petir, salah satu dari «Nine Souls of the World», penjaga Midgard, sang burung petir, Falcon.
Falcon:"saya memberi hormat pada tuan"
Filia:"terima kasih sudah memenuhi panggilanku, Falcon"
Falcon:"ini merupakan kewajiban dan kebanggan saya tuan, jadi tolong jangan berterima kasih"
Filia:"aku memiliki tugas untukmu"
Falcon:"bisakah saya tahu tugas macam apa itu, tuan?"
Filia:"tentu saja..."
aku menyuruhnya untuk pergi bersama dengan pak tua Gard dan melindunginya, serta bawahannya selama menambang. aku juga memerintahkannya untuk membawa pak tua Gard kepadaku setelah dia selesai menambang. dia bisa bergerak bebas di Padang rumput ini asalkan tetap menjalankan tugasnya.
selesai melakukan semua pengaturan itu, aku segera kembali ke punggung Cerberus dan melanjutkan perjalanan. dengan kecepatan Cerberus, kami keluar dari Padang rumput itu dengan sangat cepat. sehari lagi berlalu, aku bisa melihat jalan yang cukup besar untuk di lalui oleh kereta kuda di kejauhan, ini menandakan bahwa kami sudah dekat dengan wilayah peradaban manusia.
Arkne:"jalan itu adalah satu-satunya jalan menuju ke kota tempat saya berasal, jadi jika kita mengikuti arah itu, kita akan segera sampai"
Filia:"ya, ayo Cerberus, segera menuju ke tempat itu"
Cerberus:"baik tuan"
wusss....!!
saat kami ingin melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku merasakan hembusan angin yang kuat dari udara, saat aku melihat ke atas, aku melihat sebuah kejutan....
(akhir dari chapter ini)
sekedar bonus: