Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 171: Konspirasi.



Sebenarnya aku ingin mengajak Nima juga, tapi sepertinya dia sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Kafetaria cukup ramai belakangan ini. Mungkin karena cuaca yang semakin dingin, jadi lebih banyak siswa yang menghabiskan waktu untuk minum teh hangat daripada melakukan hal lain.


Yang tidak aku duga, tiba-tiba pangeran Elion dan putri Sophia ingin ikut bergabung. Yah aku juga tidak keberatan. Bahkan menurutku, semakin banyak yang ikut, maka akan semakin baik.


Aku mengajak mereka semua untuk menaiki kereta pegasus yang lebih nyama dan cepat. Aku bukan hanya ingin pamer, tapi musim dingin seperti ini, jalanan di kota akan di lapisi oleh es yang licin, jadi tanpa peralatan sihir khusus yang terpasang pada kuda dan gerbongnya, maka kereta kuda tidak bisa melewati jalanan di kota.


Tentu saja keluarga Rosefield memiliki kereta kuda seperti itu, tapi itu terlalu rumit. Aku lebih memilih kereta kuda Pegasus yang lebih nyaman dan cepat.


Kereta kuda Pegasus milikku bisa muat hingga delapan orang penumpang. Jadi, aku hanya memerlukan satu buah kereta kuda yang di tarik oleh empat pegasus. Aku, Pangeran Elion, Putri Sophia, Liris, Stern, Ilma, dan kedua pelayan kerajaan semuanya duduk di dalam kereta kuda sementara Khaim duduk di depan bersama dengan kusir.


Meskipun ini musim dingin, tapi kereta ini di lapisi oleh sihir pelindung yang dapat melindunginya dari hembusan angin dan hawa dingin di musim dingin. Jadi, tidak perlu khawatir bahwa Khaim akan mati membeku meskipun dia duduk bersama kusir.


"Saya tidak berharap bahwa nona Filia memiliki kereta kuda yang ditarik oleh monster."


Ilma:"Putri memang selalu membawa kejutan."


Seorang pelayan kerajaan perempuan tiba-tiba berkata. Menanggapinya, aku hanya tersenyum dan Ilma lah yang memberikannya jawaban. Di dunia ini, kereta yang ditarik oleh monster memang ada, tapi biasanya monster yang menarik adalah monster seperti kadal atau babi hutan yang kuat untuk menarik beban berat.


Sangat jarang ada kereta yang ditarik oleh monster seperti pegasus. Jika ada, itu mungkin monster berbentuk kuda lain yang tidak dapat terbang.


Elion:"Ini pertama kalinya saya melihat pegasus. Saya hanya pernah melihatnya di buku cerita, tidak saya sangka saya bisa melihatnya secara langsung hari ini."


Filia:"Apakah pegasus langka?."


Aku cukup penasaran tentang itu. Pegasus di Alterion tidak langka dan sering di jumpai, tapi pegasus seperti jenis pegasus debu bintang yang aku miliki, itu sangat langka. Sekilas, memang hampir tidak ada bedanya dengan pegasus normal, tapi pegasus debu bintang akan memiliki partikel cahaya seperti debu di surai dan ekornya yang akan berkibar saat terbang.


Terlebih lagi, saat menginjak tanah, kaki mereka akan mengeluarkan percikan debu bercahaya biru yang sangat indah. Tapi, penampilan mereka hanya tambahan, yang utama adalah mereka memiliki kecepatan dan daya tahan yang luar bisa, jauh lebih baik dari pegasus biasa. Di tambah lagi, mereka bisa menggunakan sihir rasial yang kuat saat merasa terancam.


Sophia:"Ya. Pegasus sangat langka. Menurut yang saya ketahui, hanya uskup agung gereja bintang dan kesatria bintang templar dari Euriga teokrasi lah yang memilikinya."


Euriga teokrasi, sebuah negara yang menganggap bahwa mereka adalah orang suci yang di berkahi oleh Dewi bintang. Mereka tidak pernah ikut campur dalam konflik antara kekaisaran dan kerajaan. Meskipun demikian, menurut ayah, mereka adalah negara yang sangat ambisius.


Dengan kereta kuda yang di tarik oleh pegasus, perjalanan dari akademi ke Lounge sangat cepat.


Filia:"Ayo masuk."


Aku memimpin mereka masuk ke dalam lounge. Begitu masuk, kami di sambut oleh patung-patung coklat besar yang di lindungi oleh kotak kaca. Setiap patung tingginya tidak kurang dari dua meter dan terdiri dari berbagai bentuk yang indah.


Dengan promosi dari nona Lidia di guild perdagangan, banyak orang yang berkunjung ke tempat ini setiap harinya. Bahkan nama Chocolate House telah terdengar hingga ke kota tetangga. Inilah efek yang aku inginkan. Aku ingin membuka cabang lain dan mengumpulkan lebih banyak informasi.


Sophia:"Ini coklat, kan?!."


Filia:"Benar."


"Selamat datang!."


Tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat manis. Saat aku menoleh ke asal suara itu, aku melihat gadis kecil yang berusia lima atau enam tahun dengan pipi merah mudanya yang masih memiliki lemak bayi. Sia mengenakan pakaian pelayan kecil berenda. Sangat lucu. Aku tidak bisa menahan diri untuk meraih pipinya dan meremasnya.


"T, tuan." (Sebutan kehormatan dari bawahan untuk majikan, bukan sebutan untuk para tamu pria).


Filia:"Bagaimana keadaanmu."


"S, saya sangat baik, terima kasih pada tuan."


Suaranya yang masih manis dan polos benar-benar menyenangkan untuk di dengar. Dari tangga lantai dua, aku melihat seorang pria paruh baya yang anggun dengan rambut putih yang panjang sedang memimpin lebih dari selusin anak menuruni tangga.


Pria itu terlihat berusia sekitar 60-70 tahun dengan wajah yang ramah. Dia mengenakan pakaian butler hitam dan berjalan sangat anggun.


"Selamat datang, Yang Mulia."


Filia:"Ya."


Dia membungkuk hormat ke arahku. Setelah mendapatkan tanggapan dariku, dia menegakkan tubuhnya dan matanya hanya menatapku. Jangan salah menilainya. Meskipun dia terlihat seperti pria tua yang tidak berbahaya, dia adalah salah satu dari Shadow yang aku tugaskan untuk bertanggung jawab di tempat ini.


Filia:"Kamu melakukan tugas dengan baik."


"Terima kasih atas pujian anda, Yang Mulia."


Meskipun ada pangeran dan putri, dia tetap memanggilku dengan sebutan Yang Mulia dan tidak pernah memperhatikan orang lain. Namun, karena aku melihat bahwa pangeran dan putri tidak keberatan, aku membiarkannya. Bagaimanapun, shadow memang di atur untuk menjadi tangan gelap terbaik yang loyal kepada tuannya, jadi mereka tidak akan pernah menundukkan kepala kepada orang lain bahkan jika mereka di ancam dengan kematian.


Aku mengalihkan perhatianku ke sekelompok anak-anak yang juga menyambutku. Keadaan mereka sangat berbeda dari saat pertama aku menemui mereka. Meskipun ini belum terlalu lama, tapi perkembangan mereka sudah terlihat sangat jelas. Tubuh mereka sekarang jauh lebih terawat dan tidak lagi tubuh yang kurus. Mereka seperti anak-anak yang lembut pada umumnya dengan kulit yang halus seperti mentega.


Ini bagus, itu menandakan bahwa usahaku tidak sia-sia. Selain anak-anak itu, di belakang mereka juga ada dua maid dewasa berambut coklat kemerahan yang terlihat identik. Hanya gaya potongan rambut mereka yang membuat orang lain menyadari bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda.


Mereka berdua adalah dua pelayan yang aku pekerjakan untuk mengurus segala keperluan anak-anak ini dan mengajari mereka etiket serta akal sehat supaya mereka bisa melayani bangsawan di louge.


Selesai menyapa mereka, aku memimpin pangeran dan yang lainnya untuk mengambil salah satu kamar pribadi.


"Minggir."


Saat menaiki tangga, tiba-tiba ada beberapa orang yang mendahului kami dengan kasar. Melihat hal seperti itu, shadow akan segera bergerak, tapi aku menghentikannya. Aku melihat lima orang yang mendahului kami. Mereka memakai jubah hitam bertudung yang menghalangi orang lain untuk mengetahui identitas mereka.


Di jubah hitam itu terdapat gambar kepala naga berwarna ungu. Desain jubah itu sangat mirip seperti jubah yang di kenakan oleh orang dalam rekaman yang di kirimkan padaku waktu itu. Dengan sikap dan penampilan seperti itu, mau dilihat seperti apapun, mereka benar-benar terlihat seperti orang yang mencurigakan.


Filia:"Drakule, awasi orang itu."


Drakule:"Di mengerti, Yang Mulia."


Shadow segera memisahkan diri dari rombongan dan naik terlebih dahulu ke lantai dua. Karena aku dan shadow menggunakan kekuatan mental untuk Sling berkomunikasi, jadi yang lain tidak mengetahui apa yang ingin di lakukan oleh shadow.


Akhirnya, aku Lira lah yang memimpin kami ke ruangan pribadi yang telah di sediakan. Ruangan itu sangat luas dengan dua buah meja. Meja pertama di lengkapi dengan kursi kayu yang di ukir dengan indah yang di gunakan untuk makan, sementara di sudut, terdapat meja lain dengan sofa panjang yang lembut, sangat sesuai untuk bersantai.


Pencahayaan di ruangan ini juga dapat di atur apakah ingin cerah atau redup. Bukan hanya itu, mereka yang memiliki kartu keanggotaan, mereka dapat memesan sebuah ruangan yang di atur khusus sesuai pesanan. Tapi karena aku hanya ingin bersantai, jadi biarkan saja apa adanya.


Filia:"Kalian bisa memesan apa yang kalian inginkan, saya akan menanggung semua biayanya."


Sophia:"Tapi, apakah itu tidak merepotkan anda, nona Filia?."


Awalnya mereka masih kebingungan bagaimana cara memesan. Lagi pula tidak ada daftar makanan yang di sediakan seperti tempat lain. Akhirnya Lira mengajari mereka.


Mereka hanya perlu meletakkan tangan mereka di meja dan mengalirkan mana ke arah meja. Bagian pinggir meja itu menyala dan memunculkan layar holografik yang menyajikan daftar makanan dan minuman lengkap. Teknologi yang di gunakan di sini sama dengan yang di gunakan di Moon Palace, jadi semuanya sangat canggih.


Selain itu, karena nama dari makanan dan minuman di tempat ini sangat asing, jadi ada fungsi lain di meja itu. jika seorang pelanggan mengklik salah satu nama makanan, maka makanan itu akan di tampilkan sebagai gambar holografik tiga dimensi di atas meja sebelum di pesan supaya pelanggan mengetahui seperti apa makanan yang akan mereka pesan.


Aku duduk di sofa sambil menyandarkan kepalaku. Aku menutup mata dan menghubungi Drakule dengan komunikasi mental.


Drakule:"Yang Mulia."


Filia:"Bagaimana?."


Drakule:"Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu tentang kedatangan dewa."


Filia:"Hubungkan kamera pengawasan denganku."


Drakule:"Ya, Yang Mulia."


Segera, di depanku muncul sebuah layar holografik yang menunjukkan ruangan lain. Dari kamera pengawasan, aku bisa melihat orang-orang mencurigakan tadi sedang duduk bersama di meja bundar sambil membahas sesuatu. Mungkin karena merasa aman, mereka membuka tudung dan memperlihatkan wajahnya.


Sebenarnya aku tidak terlalu penasaran dengan seperti apa penampilan mereka. Itu karena saat mereka melewatiku, aku bisa langsung mengetahui seperti apa mereka dengan menggunakan deteksi kekuatan mental.


Dari kelima orang itu, tiga di antaranya adalah laki-laki, sementara dua lainnya adalah perempuan.


"Tahap pertama gagal. Kita perlu mencari cara lain."


Salah satu wanita berkata setelah mengigit sepotong coklat.


"Bagaimana mungkin akademi menjadi begitu ketat. Mereka bahkan menemukan bubuk api hitam yang kita selundupkan."


"Aku mendengar dari anak keluarga Bertras bahwa di akademi ada sebuah organisasi yang akan menegakkan aturan akademi dan mengawasi tindakan siswa. Organisasi itu sepertinya memiliki hak yang besar di akademi."


"Apa kita bisa membuat beberapa anak bangsawan mengontrol organisasi itu dan membuat organisasi itu berguna bagi kita?."


"Sulit."


Seorang pria plontos berotot berkata.


"Kenapa?."


Wanita ramping yang memegang pipa rokok itu bertanya dengan bingung. Mungkin dia berfikir bahwa hanya karena organisasi itu di jalankan oleh siswa, jadi dia bisa memanfaatkan siswa menjadi boneka mereka dengan mempengaruhi mereka. Pemikiran yang konyol.


"Meskipun yang menjalankan organisasi itu adalah siswa tingkat rendah, tapi mereka bukan anak-anak yang bisa kita pengaruhi dengan mudah."


Wanita lain yang pendiam sejak awal tiba-tiba berbicara dengan suara yang pelan. Dilihat dari cara dia berbicara, sepertinya dia memiliki lebih banyak informasi daripada orang lain di ruangan itu.


"Apakah itu pangeran dan putri?."


"Ya. Dan ada seorang lagi. Dia adalah putri pertama keluarga Rosefield."


"Dengan adanya dia, itu akan sulit. Bahkan anak keluarga Bertras yang berusaha untuk menumbuhkan kekuatan dalam organisasi itu di usir secara langsung."


Pria berotot itu menjawab.


"Apakah dia tidak takut menyinggung bangsawan lain dan terlihat buruk di mata para bangsawan."


Seorang pria lain mengutarakan keraguannya. Dilihat dari sikapnya, sepertinya dia tidak berasal dari negara ini. Aku semakin penasaran dengan orang-orang ini dan apa tujuan mereka.


"Hump.... Sejak kapan keluarga Rosefield membutuhkan pendapat baik dari orang lain?. Justru keluarga bangsawan lain yang ingin terlihat baik di mata keluarga Rosenfield."


"Sepertinya memang begitu. Lalu, aku dengar dia mengalami kecelakaan dan hampir mati beberapa waktu lalu."


"Maksudmu, rencana kekaisaran yang gagal?!."


Kata-kata itu segera menarik perhatianku. Aku memang sudah menebak dan mengumpulkan beberapa petunjuk tentang kematian 'Filia', tapi aku masih belum bisa menyimpulkan sepenuhnya. Sekarang, sepert mereka mengetahui sesuatu. Ini menarik, sangat menarik.


"Lalu, apakah kita bisa melakukan sesuatu untuknya?. Jika dia tidak ada, jalan kita di akademi akan menjadi lebih mudah. Pangeran dan putri tidak akan bisa menghentikan kita."


Pria itu sepertinya sangat mendesak tentang sesuatu. Dia sepertinya sangat tertarik dengan akademi dan melakukan segala cara. Aku bahkan masih belum bisa menebak apa yang mereka rencanakan dengan bubuk api hitam. Setidaknya, aku belum bisa menghubungkan garis.


"Apakah, kita ingin menyingkirkannya?."


Wanita dengan pipa rokok itu membuat saran.


"Yang Mulia."


Tiba-tiba suara suara Drakule terdengar. Suaranya penuh dengan niat membunuh yang tebal. Jika aku memesan nyawa orang-orang itu, aku yakin bahwa sesaat kemudian, akan ada lima kepala yang tergeletak di depanku.


Filia:"Tidak perlu terburu-buru. Aku masih ingin menikmati pertunjukan yang bagus ini."


Ingin menyingkirkanku?. Aku akan sangat senang menantikannya


"Tidak, kita tidak bisa melakukan apa-apa padanya saat ini, setidaknya tidak secara langsung. Saat ini kerajaan sedang mengawasi kita, dan juga posisi putri keluarga Rosefield itu sangat rumit. Jika kita sedikit ceroboh, mungkin rencana kita selama bertahun-tahun akan hilang."


Aku baru memperhatikan. Aku merasa bahwa wanita yang pendiam itu sepertinya memiliki kepala yang dingin dan lebih rasional daripada orang lain di ruangan itu.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan?."


"Jangan terburu-buru, aku akan memikirkan sesuatu."


Oh, ini menjadi lebih menarik. Aku sangat menantikan apa yang akan kalian lakukan selanjutnya...


Aku akan menunggu...


(Akhir dari chapter ini.)