
[Sebelum membaca, tolong bantu aku untuk mencari jika ada kesalahan dalam pengetikan dan sebaginya supaya segera bisa di perbaiki dan tidak menganggu pembaca.]
.....
Ilma membantu ku turun dari kereta dan menyerahkan mantel merah muda. Meskipun ini adalah halaman istana, suhu disini juga dingin.
Filia:"Terima kasih Ilma."
Aku berjalan bersama dengan ibu dan yang lainnya. Biasanya bangsawan setingkat ibu akan jarang mengambil inisiatif untuk bersosialisasi dengan anggota keluarga bangsawan lain yang lebih rendah, kecuali mereka saling kenal atau kepala keluarga itu. Yang berada di luar ruangan untuk bersosialisasi saat ini, dilihat dari penampilan mereka, mereka adalah pemuda atau anggota keluarga bangsawan, sementara kepala keluarga dan pewaris mereka berada di dalam ruangan.
Bukan karena anggota keluarga ini tidak di izinkan memasuki ruangan, tapi karena mereka masih senang bersosialisasi dengan yang setingkat. Akan agak sulit bagi mereka untuk ikut berbicara di dalam ruangan saat ini karena para kepala keluarga dan akan membicarakan bisnis dan urusan keluarga, jadi anggota keluarga ini hanya perlu membuat hubungan sosial di luar. Tentu saja pada akhirnya mereka akan memasuki ruangan.
Kami berjalan perlahan menuju ke ruang pesta. Dari halaman ke ruang pesta jaraknya sekitar 100m dengan jalan yang di aspal menggunakan ubin batu abu-abu.
Baik di belakang ibu ataupun pangeran, ada seorang pelayan yang membawa berbagai kota untuk hadiah sang ratu. Mungkin hanya Ilma yang berjalan dengan tangan kosong. Mungkin karena hal itu aku menjadi pusat perhatian.
"Hey... lihat, saya belum pernah melihat gadis itu?!."
"Saya juga pertama kali. Tapi, saya melihat kalau dia turun dari kereta keluarga Rosefield."
"Apakah mungkin bahwa dia adalah Putri dari keluarga Rosefield?."
"Itu mungkin saja. Lagi pula Putri dari keluarga Rosefield tidak pernah ikut dalam acara apapun."
"Apa kalian sedang membicarakan gadis itu?."
"Hey... bukankah kamu kurang sopan?."
"Maaf, maaf. Kalian benar. Dia memang Putri pertama keluarga Rosefield."
"Darimana kamu tahu?."
"Aku pernah melihatnya di akademi saat mengantarkan putraku. Jika kalian memperhatikan dengan cermat, di pesta ini ada banyak desainer pakaian dan perhiasan yang hadir, kan?."
"Iya, itu benar. Memangnya ada apa?."
"Mereka hadir demi melihat penampilan Putri itu. Awalnya ada banyak anak perempuan dari keluarga bangsawan yang meminta gaun untuk menghadiri pesta, tapi saat penjahit dan desainer itu membuatkan mereka gaun, anak-anak itu sangat tidak puas. Mereka menginginkan pakaian seperti yang di kenakan oleh Putri keluarga Rosefield. Sejak saat itu, para penjahit itu mulai menyelidiki dan berharap mereka dapat membuat inspirasi setelah melihat gadis itu secara langsung malam ini. Lihat, sekarang para desainer itu mulai mengeluarkan catatan mereka."
"Hey... menurut kalian, jika putriku mengenakan gaun seperti itu, apakah putriku juga akan terlihat baik seperti Putri keluarga Rosefield?."
"Meskipun tidak sebaik itu, tapi aku rasa akan lebih baik. Lagi pula Putri keluarga Rosefield memiliki darah elf kerajaan."
"Aku juga tidak keberatan untuk membiarkan putriku mengenakan gaun yang indah."
"Ya. Tapi, tidak akan mungkin para desainer dan penjahit itu akan sangat ceroboh untuk meniru gaunnya tanpa izin. Mungkin saja itu adalah eksklusif untuk keluarga Rosefield."
"Ya. Setidaknya aku akan berharap bahwa para penjahit itu mendapatkan izin untuk menyalinnya."
"Kaluar dari gaun yang ia kenakan, Bukankah nona itu terlihat sangat baik?!."
"Itu... Itu benar. Aku rasa, aku harus berbicara serius dengan putraku."
"Aku juga belum pernah mendengar bahwa Putri keluarga Rosefield memiliki tunangan."
"Ahh.. e, ehem maaf semuanya, sepertinya saya masih ada sesuatu. Saya mohon permisi."
"Dia pasti mencoba untuk menemukan putranya."
"Putra bodohnya itu?."
"Ya. Mungkin dia berharap untuk memakan daging angsa."
.....
Memasuki ruangan, aku melihat bahwa ruangan ini sangat luas. Ruangan ini sangat cerah dan penuh dengan berbagai hidangan yang memanjakan mata.
Di tengah ruangan terdapat lampu kristal raksasa berdiameter tidak kurang dari 10m yang memancarkan cahaya kuning keemasan.
Ada tangga bergaya klasik mewah di tengah ruangan yang di tutupi menggunakan karpet merah dengan sulaman benang emas di kedua sisi karpet, yang menuju ke sebuah balkon dalam ruangan yang luas di lantai dua. Di kedua sisi tangga itu terdapat pegangan logam berwarna emas dengan motif floral yang rumit dan memberikan kesan menawan dan elegan di seluruh ruangan.
Banyak bangsawan dengan pakaian rapi yang saling menyapa dan berbicara dengan trofi yang berisi red wine di tangan mereka. Beberapa pelayan juga sibuk untuk menghidangkan makanan dan minuman sambil melayani para tamu yang hadir.
Karena belum saatnya pesta yang sesungguhnya di mulai, jadi mereka masih sibuk bersosialisasi dan mencari hubungan dengan bangsawan lain.
Arsh:"Sayang, aku akan menemui beberapa teman dulu, apa kamu mau ikut?."
Filia:"Tidak. Saya akan menunggu disini."
Arsh:"Ok kalau begitu. Ibu pergi dulu."
Filia:"Iya."
Aku melihat ibu pergi dan menghampiri beberapa wanita bangsawan yang sedang berbicara di salah satu sudut ruangan. Saat ibu datang, mereka saling memberikan hormat dan tersenyum sopan.
Aku tidak tahu dan tidak terlalu peduli dengan apa yang mereka bicarakan, jadi aku hanya mencari tempat duduk untuk beristirahat dan menunggu sang protagonis hari ini untuk muncul.
Oh ya.Aku lupa mengatakan bahwa pesta ini akan di bagi menjadi dua. Yang pertama adalah pesta perayaan yang di adakan di siang hari yang juga dapat di hadiri oleh warga biasa, sementara yang satu lagi adalah pesta dansa di malam hari yang akan di hadiri oleh bangsawan dan orang-orang kaya. Meskipun sebagian besar yang akan hadir adalah kaum muda, tapi tidak sedikit para orang tua yang akan hadir bersama pasangan mereka untuk berdansa dan ikut bergembira.
Selain itu, pesta dansa di malam hari juga merupakan kesempatan yang bagus untuk bersosialisasi dan saling mengenal. Banyak para bangsawan muda yang menemukan orang yang cocok dengan mereka dalam pesta dansa seperti ini dan akhirnya menjadi pasangan. Terlebih lagi, para bangsawan muda dan anak orang kaya itu akan mengambil kesempatan ini untuk mencoba mengambil hati orang yang mereka kira cocok.
"Permisi. Apakah ini Putri dari keluarga Rosefield?."
Saat aku sedang duduk dan mengawasi sekeliling, tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri ku. Aku menoleh dan melihat bahwa yang menyapaku adalah seorang lelaki bangsawan yang sudah agak tua dengan beberapa helai rambut berwarna putih. Di mata sebelah kanannya dia memakai kacamata berlensa bundar dengan bingkai berwarna emas. Di bingkai kaca mata itu terdapat sebuah rantai kecil yang menghubungkan antara kaca mata dan saku baju.
Tubuh bangsawan ini tinggi sekitar 1,9m dengan tubuh tegap dan wajah yang ramah penuh senyum. Aku berdiri dan saling membungkuk untuk saling memberi hormat. Aku memberikan hormat untuk yang lebih tua, sementara bangsawan itu memberikan hormat karena posisi keluargaku yang lebih tinggi.
Filia:"Ini benar. Saya Filia Rosefield. senang dapat di kenali oleh anda, Viscount Barati."
Nama bangsawan ini adalah Roderig Barati. Seorang Viscount dari House of Barati. Keluarga Barati merupakan keluarga yang menyumbangkan sejumlah besar gandum dan bahan makanan di negeri ini. Itu karena keluarga Barati memiliki wilayah yang sangat luas yang hampir sebanding dengan wilayah seorang Count. Selain luas, wilayah Barati juga sangat subur dengan pertanian yang sangat baik. Hasil dari pertanian mereka akan menyumbang setidaknya 5% dari seluruh pangan yang didistribusikan di negeri ini setiap musim panennya.
Keluarga Barati dapat memiliki wilayah yang luas karena banyak bangsawan yang enggan untuk mengembangkan wilayah itu. Mereka enggan karena wilayah itu merupakan kawasan radius ledakan gunung berapi. Jadi, setiap kali gunung berapi mengalami erupsi, sebagian besar wilayah itu akan di hancurkan oleh awan debu.
Akibat dari hal itu, kerugian yang di timbulkan tentu akan sangat besar. Baik dari kerugian material, ataupun manusia. Tapi, karena gunung berapi tidak akan selalu erupsi, jadi selama masa tenggang itu, Viscount Barati akan mencoba untuk menghasilkan untung dan persediaan sebanyak mungkin demi menghadapi erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Saat itulah para bangsawan lain mulai melihat keuntungan dari wilayah tersebut dan selalu mendesak Viscount Barati untuk mengurangi wilayahnya dan memberikannya kepada bangsawan lain. Tantu saja mereka hanya berani melakukan beberapa pergerakan kecil untuk itu, karena Viscount Barati merupakan faksi keluarga kerajaan.
Roderig:"Saya tidak menyangka bahwa Putri yang tidak pernah muncul akan hadir dalam acara ini."
Filia:"Saya merasa ini sudah waktunya bagi saya untuk terjun ke dunia sosial, jadi saya mencoba untuk memberanikan diri. Saya harap saya bisa memiliki beberapa saran dari anda."
Roderig:"Suatu kehormatan bagi saya."
Filia:"Apakah Viscount menghadiri pesta sendirian?."
Wajar untuk menanyakan hal itu. Para bangsawan lain kebanyakan akan membawa nyonya rumah mereka, dan aku melihat bahwa Viscount hanya sendirian, jadi aku menanyakan hal itu.
Roderig:"Yah. Saya kebetulan sedang berada di ibu kota. Sebelum salju mulai turun, saya sudah berada di ibu kota untuk mengatur pengiriman hasil pertanian di musim dingin, tapi saya tidak menduga bahwa salju akan tiba-tiba turun."
Karena hasil pertaniannya besar, jadi keluarga Barati akan mengirimkan sebagian hasil panen ke ibu kota untuk membantu rakyat yang kelaparan di musim dingin. Sepertinya Viscount terjebak oleh salju dan tidak dapat kembali ke wilayahnya selama musim dingin. Lagi pula, wilayah Viscount Barati berada jauh di sebelah selatan kerajaan.
Roderig:"Tidak. Karena musim dingin tahun ini datang lebih awal, jadi pertanian juga mulai panen lebih awal. Karena itu, hasil pertanian tahun ini tidak terlalu baik. Apalagi entah kenapa hasil pertanian tidak terlalu baik. Mungkin tanahnya mulai kehilangan kesuburan."
Filia:"Apakah tanahnya selalu di tanami dengan jenis tanaman yang sama setiap tahunnya?."
Roderig:"Itu benar."
Filia:"Kalau begitu mungkin saya tahu bagaimana mengatasi."
Roderig:"Benarkah?. Kalau anda tidak keberatan, bisakah saya mengetahuinya?."
Aku ingin memberikan saran padanya bukan karena apa, tapi karena Viscount Barati adalah sahabat dekat ayah. Jadi, jika mungkin aku ingin membantunya.
Filia:"Ya, tapi ini hanya saran, jadi jangan terlalu banyak berharap."
Roderig:"Tidak apa-apa. Tidak peduli seberapa buruk saran itu, kalau berguna pasti akan saya terapkan."
Filia:"Ada dua cara paling mudah. Yang pertama adalah dengan metode Rotasi tanaman. Rotasi tanaman dapat mengembalikan nutrisi dan nitrogen dalam tanah yang akan di tanami. Saran saya: sebaiknya menanam Legum setelah penanaman Serealia dan sejenisnya. Kemudian cara yang ke dua adalah dengan melakukan Agroforestry dengan cara menanam pohon di wilayah pertanian. Kedua cara itu adalah yang paling mudah, dan dapat di lakukan secara bersamaan dalam satu kawasan pertanian, jadi anda tidak perlu memilih cara yang pertama atau ke dua."
Roderig:"Ini sangat menarik. Bolehkah saya mengetahui lebih banyak?."
Filia:"Tentu..."
(Disini aku memotong beberapa ratus kata. Jika kalian ingin tahu lebih banyak, kalian bisa search di google.)
Kami berbicara selama beberapa saat hingga Viscount merasa puas dengan penjelasan ku. Setelah mendengar semua yang aku jelaskan, Viscount nampaknya sangat tertarik untuk mengadopsi cara itu dan segera menerapkannya. Viscount segera berjalan ke suatu tempat dan mencari orangnya untuk mencatat sesuai penjelasan ku.
tap... tap... tap...
Saat suara sol sepatu yang perlahan terdengar, para bangsawan dan tamu undangan mulai tenang dan memandang ke arah tangga secara bersamaan. Beberapa saat kemudian, aku melihat seorang wanita dan seorang pria turun dari tangga secara perlahan. Di belakang mereka terdapat dua orang kesatria dan juga pangeran serta putri.
Pria itu adalah yang mulia raja. Saat ini dia mengenakan pakaian kerajaan dan juga jubah kebesarannya. Wataknya yang ramah membuat semua orang merasa dekat dengannya.
Di sampingnya, ada seorang wanita cantik yang terlihat seperti awal dua puluh tahun yang mengenakan gaun merah bergaya Victoria dengan sulaman flora yang membuat tempramen sang ratu menjadi lebih elegan dan anggun.
Mereka berdua berjalan sambil mengaitkan tangan dan menuruni tangga secara perlahan, menarik semua perhatian audiens.
"Kehormatan kami untuk bertemu Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu. Semoga Yang Mulia selalu diberkahi dengan kejayaan dan umur panjang."
Semua orang langsung memberi hormat dan memberikan ucapan untuk menjunjung sang raja dan ratu. Lupa menyebutkan, nama dari Yang Mulia Ratu adalah Marieta Lucis, dari House of Lucis yang merupakan bangsawan setingkat Count. Wilayah dari Count Lucis berada di pesisir pantai, jadi penghasilan utama wilayah itu berasal dari hasil laut. Meskipun itu bukan untung yang besar, tapi itu juga bukan merupakan untung yang kecil.
Marieta:"Terima kasih karena para tamu yang terhormat bersedia datang menghadiri acara ini di tengah musim dingin."
"Apa yang anda katakan Yang Mulia. Jika kami dapat hadir, ini merupakan kehormatan yang besar bagi kami untuk memberikan selamat kepada Yang Mulia."
Seorang bangsawan maju bersama istrinya untuk memberikan sanjungan kepada Yang Mulia.
Marieta:"Terima kasih atas sanjungan anda Baron Bariere."
Yang Mulia menyambut sanjungan itu dengan penuh senyum lembut dan elegan. Setelah beberapa kata lagi, Yang Mulia Raja dan Ratu, mereka berdua berjalan menuju kursi yang telah di sediakan di platform. Di platform itu terdapat empat kursi dengan ukuran yang berbeda.
Di kursi di tengah yang memiliki sandaran lebih tinggi daripada ke dua kursi di kanan dan kiri merupakan kursi untuk raja dan ratu, sentra kursi yang lebih kecil merupakan kursi untuk pangeran dan putri.
Setelah keluarga kerajaan mengambil tempat duduk, para bangsawan mulai memanggil pelayan mereka dan mengambil hadiah yang telah mereka sediakan.
Yang pertama maju adalah sepasang suami istri dari keluarga Tsuart. Mereka memberikan perhiasan kristal berwarna merah yang langka sebagai hadiah.
"Ini merupakan Batu Rubi yang berhasil kami gali dari lubang tambang keluarga kami. Saya harap, Yang Mulia akan menerima hadiah ini."
Marieta:"Terima kasih untuk hadiahnya, Baronet Tsuart."
Leonis:"Terima kasih atas kemurahan hatimu Alfred."
Alfred:"Kehormatan bagi saya Yang Mulia."
Setelah orang dari keluarga Tsuart, orang lain mulai maju satu per satu untuk memberikan hadiah bagi sang ratu. Melihat dari awal hingga saat ini, sepertinya hanya aku yang membungkus hadiahnya.
Beberapa saat berlalu. Setelah melihat bahwa hampir semua bangsawan memberikan hadiah, aku maju ke arah sang ratu. Urutan untuk memberikan hadiah mulai dari bangsawan tingkat tinggi ke bangsawan tingkat renda, setelah itu adalah tamu non bangsawan. Tamu non bangsawan bisa berasal dari orang-orang yang memiliki pengaruh ataupun pedang kaya.
Orang-orang berpengaruh di sini berasa dari berbagai kalangan. Mulai dari ketua dan para petinggi serikat (Serikat petualang, serikat pedagang, serikat pekerja, serikat penyihir dll.), petualang tingkat tinggi, desainer, tukang, penempa, dan berbagai orang yang memiliki pengaruh dalam berbagai profesi.
Saat aku berjalan menuju tempat sang ratu, entah kenapa aku merasa bahwa semua mata tertuju kepadaku. Mungkin mereka melihatku karena merasa aneh bahwa aku maju dengan tangan kosong.
Selain mata yang penasaran, aku juga merasakan beberapa tatapan yang mengejek dan bertanya-tanya. Bagaimanapun ini adalah pertama kalinya 'Filia' menghadiri acara seperti ini.
Aku berjalan dan membungkuk sambil mengangkat sedikit kedua ujung gaun ku. Meskipun gaun ini tidak cocok untuk tindakan seperti ini, tapi itu tidak berpengaruh banyak.
Filia:"Saya memberikan hormat kepada Yang Mulia dan seluruh anggota keluarga kerajaan."
Aku melambaikan tangan kananku dengan ringan dan dua buah kotak tiba-tiba muncul di udara kosong, dan jatuh ke tangan ku secara perlahan.
Filia:"Ini adalah hadiah sederhana dari saya. Saya harap ini tidak terlalu mengecewakan Yang Mulia."
Aku mengambil langkah lagi dan menyerahkan hadiah itu kepada pelayan pribadi ratu dan raja. Untuk hadiah yang terbungkus, harus di serahkan kepada pelayan untuk di buka. Tentu saja ini merupakan langkah keamanan, bukan berarti mereka tidak mempercayaiku.
Leonis:"Apa ini. Kamu tidak harus membawa hadiah, dan itu masih dua."
Marieta:"Itu benar. Nana sudah mengirimkan hadiah untuk ku dua hari yang lalu."
Yang mulia raja dan ratu menanggapi ku dengan senyum.
Filia:"Meskipun demikian, saya akan merasa tidak nyaman jika tidak membawakan hadiah secara pribadi."
"Yang Mulia!"
Kedua pelayan itu membungkuk dengan hormat sambil menyodorkan kota yang telah terbuka dan memperlihatkan isinya. Salah satu kita berisi staf sihir sepanjang dua meter, sementara kotak yang satu berisi jubah yang di lipat dengan rapi.
Raja dan ratu menatap isi kedua kotak itu dengan mata yang terbuka lebar. Ratu segera meraih tongkat itu dan memeriksa. Setelah memasukkan kesadaran ke dalam tongkat untuk beberapa saat, ratu menatapku dengan ekspresi terkejut dan bertanya-tanya penuh dengan kebingungan dan luar biasa.
Marieta:"I, ini... Hal seperti ini..."
Melihat ekspresi luar biasa dari Yang Mulia Ratu, Yang Mulia raja menatapnya dengan penasaran, dan bertanya.
Leonis:"Ada apa?. Apa yang terjadi?."
Marieta:"Li, lihat ini."
Ratu menyerahkan tongkat itu kepada raja untuk di periksa. Segera, ekspresi raja tidak jauh lebih baik dari Yang Mulia Ratu.
Marieta:"Kalian berdua, segera tutup kembali kedua kotak ini dan menjaganya."
"Baik Yang Mulia."
Leonis:"Huh... Sepertinya setelah ini kita harus bicara secara pribadi."
(Akhir dari chapter ini)
Lama gak update. Beberapa hari ini aku sedang dalam mood yang sangat buruk. Jadi, aku belum bisa menulis sebelum suasana hatiku menjadi lebih baik, tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Maafkan aku untuk hal ini, see you next time:)