Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 33: Felmina (3)



hari ini aku mengetahui bahwa aku harus pergi ke tempat pelatihan pekerja untuk mencari pelayan pribadi di sana. aku berangkat menggunakan kereta kuda milik keluarga Rosefield bersama empat kesatria yang mengawali dan seorang lelaki tua bernama Sebastian. Sebastian bertugas untuk membantuku menangani berbagai macam persyaratan untuk perekrutan pelayan pribadi.


Sebastian:"nona. kita telah tiba"


sebuah bangunan besar menyambutku saat aku turun dari kereta. bangunan berdinding putih bersih dengan desain indah itu adalah pusat pelatihan pekerja di ibu kota. saat aku masuk, ada seorang wanita tinggi yang cantik menyambut dan membawa ku menuju sebuah ruangan. di dalam ruangan berbaris banyak sekali maid dengan usia yang bermacam-macam.


"Duke Rosefield sudah mengirimkan surat pemberitahuan bahwa anda akan datang mencari seorang pelayan pribadi, jadi kami sudah menyiapkan pelayan terbaik di sini"


Felmina:"terima kasih"


jadi begitu. sepertinya Duke....ehem, ayah sudah menyiapkan segalanya untukku. pelayan itu terus memperkenalkan satu-persatu pelayan itu dan menyerahkan biodata mereka untuk di periksa oleh Sebastian.


meskipun ada banyak maid yang baik dalam melakukan pekerjaan, tapi aku merasa bahwa mereka kurang cocok dengan ku. di dalam novel karena keluarga Rosefield bersikap dingin kepada Felmina, mereka bahkan tidak repot-repot memberikannya hak untuk memilih pelayan pribadi, jadi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


Sebastian:"bagaimana nona, apa ada yang anda pilih. saya sudah memeriksa semuanya dan mereka memiliki catatan yang bersih"


Felmina:"huh... tidak, belum. mungkin aku harus merenungkannya beberapa saat"


Sebastian:"saya mengerti".


aku keluar dari ruangan bersama dengan wanita resepsionis dan juga Sebastian. aku ingin memikirkan dengan matang tentang pelayan pribadi, setidaknya yang membuatku merasa cocok dengannya.


kami duduk untuk minum teh sambil membicarakan tentang pemilihan pelayan ini. sambil menunggu teh dihidangkan, resepsionis wanita itu mengatakan banyak hal tentang berbagai macam pelayan yang ada di sini.


sekitar lima menit berlalu, datang seorang gadis kecil yang membawakan teh. aku agak penasaran dengan gadis itu, meskipun dia terlihat seperti gadis pemalu, tapi dia memberiku perasaan nyaman, ini mirip dengan yang Ilma berikan kepadaku.


Felmina:"siapa dia?"


"dia_"


crang..!!!


ouch....


panas!!... gadis itu tanpa sengaja menumpahkan teh panas ke padaku, meskipun gaun yang aku pakai cukup tebal dan berlapis-lapis, tapi suhu panas dari teh ini masih meresap hingga ke kulitku.


"m, maaf...maaf kan saya"


Sebastian:"nona. anda tidak apa-apa!?"


"apa yang kamu lakukan!!".


keributan segera pecah di dalam ruangan. Sebastian dan resepsionis itu benar-benar panik, sementara gadis itu terus meminta maaf dengan wajah yang tampak ketakutan.


Felmina:"aku tidak apa-apa"


yah. meskipun panas, tapi aku yakin bahwa ini tidak akan melepuh, mungkin hanya memerah.


Sebastian:"meskipun begitu anda harus tetap di periksa"


tidak, tunggu... aku tidak keberatan dengan pemeriksaan, tapi kamu harus tahu dimana posisi yang terkena kan?!. itu tepat di paha kiriku, apa kamu akan memeriksanya disini?!.


Felmina:"t, tidak usah!. ini bisa di periksa nanti"


"s, saya benar-benar meminta maaf. tolong maafkan saya"


gadis itu berlutut dan memohon dengan sangat menyedihkan. aku tahu bahwa menyakiti seorang bangsawan adalah pelanggaran berat, tapi aku juga tahu bahwa masalah kecil ini tidak perlu sampai kepada hal seperti itu.


"saya akan menghukumnya, jadi tolong maaf kan dia"


bahkan resepsionis itu juga memohon untuk nya. apa mereka memiliki hubungan kekeluargaan?.


Felmina:"tidak apa-apa. apa kalian memiliki hubungan keluarga?"


aku bertanya kepada resepsionis itu, yang sedang berlutut untuk meminta maaf demi gadis itu.


"gadis ini adalah adalah orang yang menolong saya saat saya dikejar segerombolan goblin"


Felmina:"oh. bisakah kamu menceritakannya?"


"um... saat itu...."


karena aku agak penasaran, bagaimana seorang gadis kecil menyelamatkan seseorang dari segerombolan goblin?. resepsionis itu menceritakan kejadian yang dia alami.


saat itu dia sedang melakukan perjalanan dari kota sebelah dan melewati sebuah desa yang hancur karena serangan monster, di dalam desa itu ternyata masih ada segerombolan goblin. goblin-goblin itu menyerang rombongannya dan mereka harus melarikan diri ke arah hutan, saat itulah si resepsionis di kejar oleh goblin-goblin itu masuk ke dalam hutan. saat si resepsionis mulai putus asa, gadis kecil itu datang dengan pakaian yang di penuhi lumpur dan kotoran, dia mengajak si resepsionis berlindung di sebuah gua. meskipun mereka bersembunyi di dalam gua, penciuman goblin sangat tajam, jadi gadis itu membalurkan lumpur dan kotoran ke tubuh resepsionis itu untuk menutupi aromanya. kemudian resepsionis itu tahu, bahwa gadis kecil itu adalah orang yang tersisa dari desa tersebut. ayah dan ibunya sudah meninggal akibat dari serangan monster, jadi resepsionis itu memutuskan untuk merawat gadis kecil itu.


begitulah cerita yang dia sampaikan, dan ternyata dia bukanlah resepsionis, tapi ketua dari pusat pelatihan ini dan namanya adalah Ruby. mungkin jika di duniaku posisinya akan di sebut CEO sebuah perusahaan.


Felmina:"aku mengerti. jadi, sipa namamu?"


aku bertanya kepada gadis kecil itu, dia benar-benar mulai membuatku tertarik.


"namanya adalah Rurui. meskipun dia berbakat dan pekerja keras, tapi dia memiliki sikap yang ceroboh dan sering melakukan kesalahan"


Felmina:"baiklah. aku sudah memutuskan, bahwa Rurui akan bekerja untukku. apa kamu tidak masalah"


awalnya Ruby waspada terhadap permintaan ku. mungkin dia khawatir karena Rurui melakukan kesalah kepadaku, jadi aku ingin memberinya hukuman, tapi aku tulus oke?!. aku benar-benar tertarik dengan gadis itu.


setelah banyak perbincangan dan pembicaraan, akhirnya aku berhasil mendapatkan seorang pelayan pribadi. proses selanjutnya akan di tangani oleh Sebastian. aku kembali ke mansion bersama dengan Rurui, sesampainya di mansion baik ayah, ibu maupun kakak belum kembali. aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan di kota.


langit mulai menguning dan suhu udara sudah mulai dingin. aku duduk di halaman depan sambil meminum teh yang di sediakan oleh Rurui. awalnya Rurui kurang terbiasa di tempat ini dan tidak mengetahui bagaimana melakukan tugasnya, tapi dengan bantuan dari maid yang lain, perlahan dia mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya.


saat aku sedang menikmati teh hangat, aku melihat ayah datang dengan menunggangi kuda bersama dengan pengawal yang lain.


Felmina:"selamat datang a, ayah"


aku masih agak canggung saat memanggilnya dengan sebutan ayah. mungkin nanti aku akan terbiasa.


Rovell:"ya. bagaiman harimu?"


Felmina:"semua baik-baik saja"


kami banyak berbicara dan mengobrol seperti pasangan ayah dan anak. aku mengetahui bahwa kakak dan ibu masih melakukan sesuatu di kota. hari sudah semakin malam dan kakak bahkan belum kembali. aku ingin menunggunya dan makan malam bersama, tapi bahkan saat waktu makan malam lewat, mereka belum kembali.


mungkin karena aku agak lelah hari ini, tubuhku terasa berat dan tanpa tenaga. ayah menyuruhku untuk makan malam terlebih dahulu dan pergi tidur, meskipun aku ingin menunggu hingga kakak kembali, tapi tubuhku berkata lain, jadi aku hanya bisa melakukan saran ayah.


.....


aku membuka mataku dan menggerakkan tubuhku yang malas dari tempat tidur yang nyaman. hari ini Rurui yang membantuku membersihkan diri dan menyediakan kebutuhanku. ini adalah hari pertamanya bekerja di mansion ini, dia memang masih agak canggung dengan pekerjaannya, tapi aku tahu dia berusaha yang terbaik untuk memenuhi semua tugasnya.


hari ini aku bangun lebih pagi daripada biasanya supaya setidaknya aku bisa makan bersama dengan kakak.


Felmina:"bagaimana pekerjaan mu?"


Rurui:"s, semuanya baik-baik saja. semua yang ada di mansion ini sangat baik terutama tuan putri"


Felmina:"apa kamu sudah bertemu kakak?. kapan kakak kembali?"


Rurui:"tuan putri dan nyonya kembali pada malam hari setelah anda beristirahat"


agh... seharusnya aku menunggunya lebih lama lagi tadi malam. bahkan seharian kemarin aku tidak bisa bertemu kakak. huh... sudahlah.


Rurui membantuku untuk menyiapkan gaun yang akan aku pakai hari ini. gaun yang aku pakai adalah gaun biru bergaya gotik berenda dengan banyak hiasan seperti permata. aku tidak tahu apakah permata itu adalah permata sungguhan, tapi meskipun itu palsu, itu tetap membuat gaun ini tampak indah.


Felmina:"apa kakak sudah bangun?"


Rurui:"sudah nona. putri sudah pergi dari mansion sejak pagi buta, bahkan sebelum matahari terbit"


apa?!!... bahkan aku sudah sengaja bangun lebih pagi, tapi apa masih terlambat?. sebenarnya apa yang dilakukan kakak?.


aku segera pergi ke lantai bawah dan bertemu dengan ayah dan ibu yang sedang bersiap untuk sarapan.


Felmina:"selamat pagi ayah, ibu"


sambil membungkuk dengan hormat dan mengangkat kedua ujung rokku dengan ringan, seperti yang biasanya di lakukan oleh bangsawan pada umumnya.


Rovell:"selamat pagi"


Harnas:"aku mendengar bahwa kemarin kamu menunggu kami untuk makan malam bersama. kami sungguh meminta maaf kepadamu karena kembali terlalu larut".


Felmina:"t, tidak. tolong jangan meminta maaf ibu. saya tahu bahwa kakak dan ibu melakukan sesuatu yang penting"


ibu melangkah maju ke arahku sambil tersenyum dan meletakkan tangannya di atas kepalaku. tangannya halus dan hangat, padahal ibu sering menggunakan pedang, tapi telapak tangannya tidak menjadi kasar.


Rovell:"karena tidak bisa makan malam bersama, hari ini kita bisa sarapan bersama"


Felmina:"tapi... kakak sudah pergi sejak pagi. apa kakak sengaja untuk menghindari saya?".


Harnas:"pergi?... pergi kemana anak itu?"


Rovell:"apa dia melakukan seenaknya lagi?"


Harnas:"baiklah. kita saja yang sarapan terlebih dahulu"


Felmina:"um"


meskipun agak kecewa, tapi apa yang bisa aku lakukan?. huh... mungkin akan ada kesempatan di lain waktu.


saat kami masuk ke ruang makan, ada beberapa maid yang menyambut kami dengan sopan seperti biasa.


Harnas:"An. apa kamu tahu kemana anak itu pergi?"


Harnas:"oh, itu bukan hal yang biasa... kalau begitu mungkin dia akan kembali sebentar lagi"


aku menjadi lebih mengagumi kakak. meskipun seorang bangsawan, tapi kakak tetap melakukan latihan, apalagi masih bersama dengan kesatria.


"tuan!"


seorang lelaki tua masuk dan memberikan hormat kepada kami. dia adalah Sebastian, yang kemarin menemaniku untuk memilih pelayan pribadi di pusat pelatihan pekerja.


Rovell:"akhirnya kamu disini. hari ini kamu akan melakukan pekerjaan di bawah perintah Filia, apapun yang di perintahkan, kamu tinggal menurutinya".


Sebastian:"baik tuan!"


tap...tap...tap...


terdengar langkah kaki cepat dan terburu-buru dari luar ruangan. Ilma memasuki ruangan dengan wajah yang panik dan segera melaporkan kepada ayah dan ibu.


Ilma:"tuan, nyonya. gawat... putri menghilang!"


Harnas:"tananglah Ilma. Filia sedang pergi bersama kesatria untuk melakukan latihan pagi. daripada itu, bagaimana keadaanmu?"


Ilma:"saya baik-baik saja nyonya"


Rovell:"bagus kalau begitu. mungkin kamu bisa menunggu Filia di lapangan pelatihan. oh..dan Sebas, kamu ikut bersama dengan Ilma"


Sebastian:"baik tuan"


setelah mengatakan itu Ilma dan Sebastian pergi ke tempat yang di sebut lapangan pelatihan. aku tidak tahu tempat seperti apa itu, tapi dari namanya mungkin itu adalah tempat dimana kakak dan kesatria yang lainnya berlatih.


setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya kakak datang bersama dengan Ilma dan Sebastian yang berjalan agak jauh di belakangnya. kakak menggunakan gaun berwarna putih yang indah dengan ornamen berwarna emas. bersama dengan penampilannya yang cantik dan sikapnya yang anggun, dia benar-benar seperti seorang Dewi kecil.


Filia:"selamat pagi ayah, ibu dan Felmina"


Rovell:"duduklah!".


Harnas:"kamu terlambat".


Filia:"maafkan saya, tadi ada beberapa hal yang tidak terduga"


Rovell:"lupakan itu. mari mulai makan, Felmina sudah menunggu lama"


kakak hanya 'um' dan segera mulai menyantap makanan yang sudah di sediakan di atas meja. aku memperhatikan sikap kakak saat dia makan, meskipun sedang makan, sikap anggun dan berwibawa itu tidak berubah sama sekali.


di meja makan saat seluruh anggota keluarga berkumpul bersama adalah waktu yang paling tepat untuk membicarakan sesuatu. aku hanya mendengarkan dan tidak akan ikut campur dalam pembicaraan ini.


Rovell:"bagaimana latihannya?"


Filia:"menyenangkan. dan sedikit melelahkan".


Rovell:"itu bagus".


Harnas:"yah. sayang. kamu bangun pagi-pagi sekali dan langsung mengikuti latihan pagi. kamu tidak tahu betapa khawatirnya Ilma saat melihatmu tidak ada di kamar"


mendengar apa yang di ucapkan ibu, kakak terlihat menyesal dan segera menghentikan tangannya yang sedang memotong steak untuk segera meminta maaf.


Filia:"maaf kan aku"


Rovell:"bukan hanya itu. kamu juga membuat adikmu sedih. dia mengira bahwa kamu tidak mau bermain dengannya dan pergi pagi-pagi sekali untuk menghindarinya".


aku, aku tidak sedih!, hanya saja aku sedikit kecewa. dimana keluarga yang aku cari selama ini sudah aku dapatkan, tapi aku hanya memiliki sedikit waktu untuk bersama mereka. ini sedikit mengecewakan.


Filia:"Felmina.."


aku mendengar kakak memanggilku dengan lembut, saat aku melihatnya, aku bisa melihat wajahnya yang cantik dan halus itu penuh dengan permintaan maaf. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, aku belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya.


Filia:"maaf kan kakak. aku benar-benar tidak sadar bahwa aku telah membuatmu sedih".


kakak meminta maaf kepadaku dan permintaan maaf itu sangat tulus. aku tahu bahwa itu tulus, tapi aku tidak tahu bagaimana harus bereaksi. apa yang harus aku lakukan?.


saat aku ingin mengatakan sesuatu, kakak sudah datang dan menghampiriku, dia mengeluarkan sebuah kotak yang indah dari udara kosong. apa itu adalah sihir ruang?.


Filia:"ini sebagai permintaan maaf ku. ini aku buat khusus untukmu".


Felmina:"b, benarkah?"


Filia:"iya"


Felmina:"terima kasih kakak"


meskipun aku merasa seperti di perlakukan seperti anak kecil, tapi aku tidak keberatan. perlu di ketahui bahwa aku dulunya adalah seorang siswi senior yang sudah cukup dewasa untuk tidak tergiur saat di sogok dengan coklat.


tapi melihat ketulusan kakak, tanpa sadar aku menerimanya. perasaan hangat di hatiku mulai menyebar. inilah keluarga, inilah yang disebut keluarga.


saat aku tenggelam dalam kebahagiaanku, sebuah tangan kecil yang hangat mengusap kepalaku dengan lembut. ini menyenangkan.


Rovell:"jangan khawatir Felmina. hari ini Filia akan menemanimu bermain seharian".


apa?!. benarkah?, ini pasti akan menyenangkan, tapi aku harap kakak tidak akan membuatku memainkan permainan anak kecil. aku lebih suka menghabiskan waktu dengan meminum teh bersama kakak atau melakukan sesuatu bersama, mungkin memasak.


Filia:"ayah, tapi saya_"


Harnas:"jangan lupa kalau kamu dan Ilma akan di hukum. dan hukumannya adalah, kamu tidak di izinkan pergi dari wilayah mansion sampai waktu yang tidak di tentukan".


apa?. bahkan kakak yang terlihat selalu sempurna masih bisa melakukan kesalahan dan di hukum?. suatu kejutan yang tidak terduga sama sekali.


Filia:"t, tapi ibu_"


ehem..


meskipun kakak mencoba untuk menolak, tapi setelah mendengar suara ayah berdehem, kakak hanya menerimanya tanpa sepatah katapun. sebenarnya apa kesalahan yang dilakukan kakak?.


kakak membicarakan soal rencana, tapi aku tidak tahu rencana macam apa itu. namun, jika dilihat dari pembicaraan kakak dengan ayah dan ibu, sepertinya ini adalah rencana yang serius.


waktu sarapan berakhir, ayah dan ibu akan pergi ke istana untuk bekerja, sementara kakak pergi ke taman belakang untuk membahas sesuatu dengan Sebastian. aku tidak mungkin mengganggu pembicaraan mereka, jadi aku hanya menunggu dengan tenang bersama dengan Rurui di dalam rumah.


akhirnya kakak datang bersama dengan Ilma yang selalu mengikutinya sebagai pelayan pribadi. kami membicarakan tentang apa yang ingin kami lakukan. sebenarnya aku tidak masalah dengan apa yang akan kita lakukan.


saat itulah bencana akhirnya datang. kakak menerima sebuah surat lamaran dan surat itu berasal dari orang yang paling aku benci. pangeran pertama Doranggo Empire, orang yang akan membuat kakak ku menderita. aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, tidak akan pernah. apapun akan aku lakukan.


tapi meskipun aku rela melakukan apapun demi mencegah bencana itu terjadi, aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan saat ini. aku tidak memiliki kekuatan atau pengaruh apapun, dan jika aku mengatakan apa yang aku tahu, aku yakin kakak tidak akan percaya padaku, meskipun dia juga seorang reinkarnator.


Filia:"ada apa?. apa yang sedang di pikirkan adik kecilku ini?"


saat aku sedang memikirkan banyak hal, tiba-tiba aku merasakan bahwa ada seseorang yang menarik pipiku. meskipun tidak menyakitkan, tapi ini membuatku merasa seperti seorang anak kecil.


Felmina:"kakak. tolong hentikan!"


kak, bisakah kamu tidak menggangguku?. aku sedang memikirkan masa depanmu. oke?!. bukannya berhenti, kakak malah mencubit pipiku dengan lebih keras dan senyumnya juga semakin melebar. apakah kamu bahagia dengan membuat pipiku bengkak?!.


akhirnya setelah Ilma kembali dari menyimpan surat, kami berempat berjalan menuju taman. apa yang harus aku lakukan jika kakak menerima lamaran itu?. aku tidak bisa melakukan apapun dengan ku saat ini. andai saja aku memiliki kekuatan, mungkin aku akan bisa melakukan sesuatu. kekuatan, itu dia!!. aku harus mulai belajar berpedang dari saat ini. setidaknya suatu saat aku bisa melakukan sesuatu.


Filia:"ada apa?. sepertinya dari tadi kamu memikirkan sesuatu".


mendengar pertanyaan dari kakak, aku sedikit bingung. apa yang harus aku lakukan?. aku tidak ingin berbohong kepada kakak, tapi aku juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.


aku hanya bisa menyakinkan kakak untuk menolak surat pertunangan itu. apapun yang terjadi, kakak tidak boleh bertunangan dengan pangeran sampah itu.


Felmina:"kakak. apapun yang terjadi, berjanjilah padaku bahwa kakak akan menolak lamaran itu"


kakak terlihat sedang merenungkan pemintaanku. apakah kakak ragu-ragu untuk menolaknya?, apakah kakak tidak akan percaya padaku?. aku harus menyakinkannya untuk menolak lamaran itu.


Filia:"kalau aku menerimanya bagaimana?"


tidak!!. kakak, kamu akan menderita jika menerimanya. apa yang harus aku lakukan?. itu dia!. aku akan menggunakan serangan andalan seorang anak kecil.


Felmina:"kakak... hu..hu.. b, berjanjilah bahwa kakak akan menolaknya"


Filia:"baik, baik. kakak akan menolaknya!. sekarang jangan menangis.oke?"


Felmina:"b, benarkah?"


seperti yang aku duga. kakak tidak akan tahan dengan ku yang sedang menangis. aku tahu bahwa kakak memiliki hati yang lembut dan baik. dan dari tindakannya selama ini, aku tahu bahwa kakak benar-benar senang untuk menjadi seorang kakak perempuan.


Filia:"iya, aku berjanji".


Felmina:"kalau begitu kak. bisakah kakak mengajariku menggunakan sihir atau berpedang?"


meskipun aku tidak tahu apakah kakak bisa menggunakan pedang, tapi aku tahu bahwa kakak mahir dalam menggunakan sihir.


Filia:"tentu saja. aku sebenarnya berencana untuk membawamu ke kota, tapi karena aku sedang di hukum, kurasa mengajarkan mu sihir dan ilmu pedang akan menyenangkan".


(akhir dari chapter ini)


entah kenapa kemarin aku merasa sangat kelelahan dan tidur lebih awal hingga tidak sempat update. sebagai gantinya aku menulis lebih dari 2800 kata untuk kalian.


seperti biasa, jika ada kesalah penulisan tolong beritahu aku di kolom komentar ya.


ok. see you next time ;)