
Tiba-tiba suatu kejadian yang sangat tidak terduga terjadi. Dari arah Utara, aku merasakan aura yang tidak lebih lemah dariku, bahkan aura yang di pancarkan terasa lebih kuat. Dan bukan hanya satu, tapi ada empat aura Tier enam.
Pengunjung itu sama sekali tidak menyembunyikan keberadaannya, seakan mereka ingin memberitahu kami bahwa mereka datang untuk bertamu.
Aku segera terbang ke arah aura itu berasal. Aku melihat empat orang dengan pakaian sederhana namun elegan sedang melayang di atas lautan tanpa batas. Jubah mereka berkibar tertiup angin laut yang kencang.
Dua dari empat orang itu adalah perempuan. Seorang wanita berjubah ungu dengan penutup mata. Wanita itu memiliki aura yang lebih kuat dari tiga lainnya. Meskipun dia memakai penutup mata, aku bisa merasakan bahwa pandangannya mengarah kepadaku.
Sesaat setelah aku datang, ke enam Tier enam yang lain juga mengikuti, bahkan ada delapan Tier enam lagi yang juga datang. Mereka adalah dewa bintang buas yang memimpin seluruh ras binatang buas.
Meskipun kami biasanya bermusuhan dan memiliki kontradiksi, tapi dalam menghadapi musuh dari luar, kami akan berusaha bersatu dan mengusir musuh itu dari tanah air kami.
Saat raja gunung datang, tubuhnya yang besar serta berotot terlihat sangat menonjol. Pakaiannya terkesan liar dan lebih seperti manusia bar-bar. Wujud aslinya adalah seekor beruang gempa yang berhasil mencapai Tier enam. Raja gunung merupakan Tier enam tua yang lebih dulu dari pada aku.
Raja gunung bertanya dengan suara yang tidak senang kepada empat pengunjung baru itu. Sikapnya yang kasar sama sekali tidak mempengaruhi keempat pendatang itu. Seorang pria tinggi berjubah emas dengan tanduk emas di kedua sisi kepalanya terbang sedikit ke depan dengan senyum hangat di wajahnya.
Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Dhia, pelindung daratan Lucia yang menguasai hukum cahaya. Dia merupakan ras Dragonewt yang mewarisi darah dari klan naga kuno.
Mereka tidak banyak bicara dan langsung menjelaskan tujuan kedatangan mereka. Dia memperkenalkan wanita berpakaian ungu itu sebagai Dwyne, Tier enam yang menguasai hukum ruang.
Dwyne mengatakan bahwa selama beberapa tahun ini, dia samar-samar merasakan bahwa ruang di kejauhan semakin rusak dan runtuh. Beberapa saat yang lalu, perasaan itu menjadi sangat jelas hingga dia bisa melihat apa yang terjadi di ruang itu.
Singkatnya, ruang itu hanyalah kehancuran dan kekacauan tanpa kehidupan. Itu hanya ruang luas kosong yang sangat hening. Bahkan sekeping aether pun telah menghilang.
Dwyne mengatakan bahwa ruang kosong itu tidak tercipta secara alami, tapi ruang yang di ciptakan oleh seseorang atau sesuatu. Saat dia menjelajah lebih dalam ke tempat sunyi itu, dia melihat apa yang terjadi. Dia berkata, bahwa dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan yang dia namai sebagai «The Void», kekosongan yang menelan segalanya.
Dwyne tidak mengatakan lebih banyak, dia melirik ke seorang wanita dengan gaun hitam tipis yang elegan. Wanita itu mengangguk dan maju ke depan. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Mengxiang, Tier enam yang menjaga Kota Ye. Dia menguasai aturan mimpi.
Dengan kekuatannya, dia membuat kami jatuh ke dalam alam mimpi dan menunjukkan hal yang sangat menyeramkan. Hal itu adalah ruang hitam kosong dimana aliran waktu sangat kacau dan terputus-putus.
Di kedalaman kekosongan itu, aku samar-samar melihat segumpal kabut hitam yang sangat besar. Jika aku tidak memiliki mata yang baik, aku hampir tidak bisa melihat makhluk itu karena warna hitamnya benar-benar menyatu dengan kegelapan di ruang kosong ini. Ukuran kabut itu benar-benar sangat besar. Terlalu besar, bahkan planet dan bintang di langit hanya akan seperti debu jika berada di hadapannya.
Gumpalan kabut itu memiliki ribuan mata merah yang sangat menyeramkan. Setiap bola mata jauh lebih besar dari planet yang pernah aku lihat. Saat aku menatap mata itu, aku merasa bahwa jiwaku akan tertelan ke dalam bola mata merah darah itu.
Dari dalam kabut hitam itu, keluar jutaan tentakel yang terkondensasi dari kabut hitam. Setiap tentakel berayun, akan ada keretakan ruang seperti kaca yang pecah. Tentakel itu menjulur ke kedalaman retakan ruang itu dan menarik semua yang ada di ruang itu untuk di telah ke dalam tubuhnya.
Tanpa banyak di jelaskan, aku tahu bahwa seluruh pembatas ruang di tempat ini telah di hancurkan dan ruang itu sendiri di telan oleh makhluk itu seperti makanan.
Di seluruh Altera di bagi menjadi banyak kuadran. Setiap kuadran memiliki jutaan ruang, alam semesta yang tak terhitung jumlahnya, dan dunia yang sebanyak debu dan pasir. Setiap ruang akan di batasi dengan pembatas ruang yang sangat kuat, bahkan Tier enam penguasa ruang akan merasa sangat kesulitan untuk menembus pembatas itu.
Monster itu mengamuk di kuadran tingkat menengah yang berisi setidaknya dua ratus juta ruang. Dia mengamuk dan menghancurkan seluruh pembatas ruang, menelan segala sesuatu yang dia temukan. Jika ini terus berlanjut, maka kuadran tingkat menengah itu akan lenyap dan tak terhitung banyaknya makhluk hidup yang akan mati di telan oleh monster itu.
Ini sangat mengerikan. Aku tidak bisa menahan gemetar di seluruh tubuhku saat membayangkan hal itu. Mengxiang mengatakan bahwa apa yang kami lihat saat ini adalah apa yang di lihat oleh Dwyne saat menjelajahi kekosongan. Jika itu bukan hanya Avatarnya yang menjelajahi tempat itu, mungkin Dwyne saat ini sudah tidak ada lagi karena tertelan oleh monster itu.
Tujuan keempat pendatang itu datang kemari adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin Tier enam untuk melawan makhluk itu.
Banyak Tier enam yang menolak, bahkan aku pun ingin mundur setelah melihat makhluk itu. Namun, mereka menjelaskan alasannya melawan makhluk itu. The Void adalah makhluk dengan kesadaran rendah yang menelan segalanya termasuk ruang dan waktu. Jika makhluk itu tetap di biarkan, maka seluruh Altera akan di telan habis tanpa sisa.
Membayangkan hal itu, hawa dingin sekali lagi menjalar dari tulang punggungku ke seluruh tubuh.
Akhirnya seluruh Tier lima dan enam di Helheim sepakat untuk ikut bertarung melawan monster itu. Keempat pendatang dari benua utama itu mengatakan bahwa mereka hanyalah salah satu tim yang di kirim untuk mengumpulkan Tier enam. Selain mereka masih banyak tim Tier enam dari berbagai semesta yang pergi untuk mencari dukungan melawan monster itu. Jadi, kami tidak akan bertarung sendirian, ada banyak Tier lima dan enam yang akan melawan monster itu.
[Kalender Bintang Utara 29 Delapan Revolusi 1315]
Dalam waktu-waktu ini, kami sering pergi ke daratan utama untuk membahas rencana melawan monster itu. Satu hal yang membuatku aneh. Selama perjalanan ini aku sama sekali tidak melihat seorangpun Ekspander, dan bahkan di kota bawah tanah, para ekspander itu menghilang secara tiba-tiba, seakan mereka tidak pernah ada.
Tidak ada seorangpun yang tahu kemana para ekspander itu. Mereka hanya menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak selain bangunan dan benda-benda yang mereka tinggalkan.
Sebenarnya semua orang tahu bahwa peninggalan para ekspander itu merupakan harta, tapi tidak mungkin bagi para Alterian untuk memanfaatkan harta itu karena terdapat semacam aturan yang membuat para Alterian tidak mampu menggunakan item peninggalan para Ekspander.
Aturan yang melekat pada peninggalan para ekspander itu sama sekali tidak bisa di langgar oleh para Alterian. Aku menduga bahwa itu berasal dari aturan yang lebih tinggi daripada otoritas yang dapat kami pahami.
Jika saja para ekspander itu masih ada, mungkin kami bisa memiliki lebih banyak bantuan. Hanya, tidak peduli kemana kami mencari, kami sama sekali tidak menemukan dimana mereka berada.
[Kalender Bintang Utara 10 Tiga Revolusi 1316]
Pada tahun ini, banyak bantuan yang datang dari berbagai dunia tingkat tinggi. Baru kali ini aku melihat jutaan Tier enam berkumpul menjadi satu. Semua Tier enam ini terdiri dari berbagai ras dan bangsa. Mereka juga memiliki berbagai penampilan fisik yang berbeda. Ada yang seluruh tubuhnya seperti batu, dan ada juga yang memiliki tinggi lebih dari enam belas meter.
Jutaan terdengar sangat banyak, tapi jika di bandingkan dengan semua dunia yang terdapat pada kuadran tingkat atas yang jumlahnya sebanyak pasir di pantai, maka jumlah jutaan itu terlalu sedikit. Bukan karena mereka menolak untuk membantu, tapi memang hanya inilah jumlah Tier enam yang ada.
Sangat beruntung bahwa sebuah dunia memiliki satu Tier enam, lebih banyak dunia tidak memiliki Tier enam untuk menjaganya. Tier enam terbanyak tentu saja dari daratan utama dan dunia tingkat tinggi lainnya. Tentu Helheim sebagai dunia tingkat atas juga termasuk penyumbang Tier enam terbanyak dengan lima belas Tier enam.
Jika bencana ini terjadi di zaman dewa kuno atau zaman kejayaan para dewa, maka masih mungkin untuk mengumpulkan lebih dari empat kali lipat dari jumlah ini, tapi di zaman ini, dimana zaman kejatuhan para dewa, jumlah ini sudah berada di atas harapan awal kami.
Selain itu, hanya kuadran tingkat tinggilah yang dapat melahirkan dewa Tier enam. Jika mereka yang berasal dari kuadran rendah dan menengah ingin menjadi dewa Tier enam, maka mereka perlu menemukan jalan untuk pergi ke kuadran tinggi.
Dalam pertemuan hari ini, kami memutuskan untuk segera pergi ke kekosongan dan melawan the Void. Itu kami putuskan bukan tanpa alasan. Semakin hari, kekuatan dari the Void menjadi lebih kuat, jika kami terus membiarkannya memakan dunia lebih banyak lagi, maka mungkin suatu hari semua kekuatan kami tidak akan mampu untuk melawannya. Kami semua memutuskan untuk pergi paling lambat besok lusa, jadi setelah kembali dari pertemuan, aku berencana untuk membuat pengaturan bersama dengan empat belas Tier enam Helheim lainnya.
Satu jam lagi, kami akan berangkat ke dalam kekosongan yang sepi dan berusaha mencegah The Void untuk terus menelan dunia.
Tidak ada lagi kekuatan dan sumber daya yang di tahan. Semua ras dan semua kekuatan mengeluarkan semua yang mereka miliki demi perang ini. Jika perang ini gagal, mungkin bahkan Altera akan berubah menjadi tanah tandus...
...
Kami berangkat...
[Kalender Bintang Utara]
Aku sudah tidak tahu lagi tentang waktu saat ini. Sejak hari itu, aku berada di ruang sepi bertarung dengan The Void. Dalam ruang itu, semuanya bahkan waktu menjadi sangat kacau dan tidak teratur.
Aku tidak tahu seberapa lama perang itu berlangsung. Mungkin ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan tahun. Semua indera waktu telah sangat di lumpuhkan. Aku hanya bisa mengingat pertarungan dan pembunuhan yang sangat kejam.
Kami juga tidak menduga bahwa selain The Void, semua makhluk hidup yang tertelan oleh The Void, mereka akan berubah menjadi semacam setan kekosongan tanpa pikiran dan hanya memiliki insting untuk membunuh. Meskipun demikian, jumlah mereka yang seperti tak berujung dan kekuatan mereka cukup kuat, sangat sulit bagi kami untuk melawan mereka. Selain itu, mereka memiliki serangan aneh yang mengandung energi sangat korosif yang dapat merusak Origin energi dalam tubuh dewa Tier enam.
Para dewa Tier enam yang tidak mampu menahan korosi dari energi aneh itu, mereka akan secara bertahap terkikis dan jatuh ke dalam kekosongan, menjadi setan Void tanpa akal.
Takterhitung jumlahnya dewa Tier enam yang jatuh dan mati dalam pertempuran itu. Setiap hari, aku hanya bisa amendengar jeritan perang dan pembunuhan yang tiada akhir. Jika mentalku tidak cukup kuat, mungkin aku akan menjadi gila karena perang yang sangat panjang itu.
Dalam perang ini, hampir seluruh batas dimensi menjadi kacau dan berlubang, membuat seluruh energi psionik bercampur dan mempengaruhi dunia yang lain.
Daratan utama, Helheim, dan dunia tingkat atas lainnya tidak terkecuali. Bahkan Helheim menerima kerusakan yang sangat parah. Dinding ruang antara Helheim dan Niflheim juga terkoyak. Energi psionik beku dari Niflheim bocor ke Helheim dan membekukan setengah dari seluruh dunia Helheim. Begitu juga sebaliknya, energi psionik dari Helheim juga bocor ke dunia Niflheim dan membuat dunia Niflheim penuh aura kematian yang suram, membunuh semua makhluk hidup di sana dan merubah mereka menjadi mayat hidup.
Bukan hanya itu, The Void berhasil menerobos pelindung Helheim dan menelan satu-satunya bulan Helheim, membuat seluruh dunia Helheim menjadi kegelapan total, hanya menyisakan beberapa bintik cahaya bintang yang sangat jauh.
Semua kehidupan yang mengandalkan cahaya bulan langsung layu dan mati, merusak ekosistem Helheim dan membuat kekacauan yang sangat besar.
Bukan hanya itu, energi aneh yang aku sebut sebagai Void Force juga mencemari seluruh daratan dan kuadran, menyebabkan kekacauan dan kematian makhluk yang takterhitung jumlahnya.
Aturan, ruang, waktu, semuanya kacau dalam pertempuran itu. Seluruh dunia seakan di aduk ke dalam panci bubur yang sangat kacau.
Kerusakan perang menjadi semakin besar dan mengerikan. Dalam akhir perang, seluruh Tier enam yang tersisa, mereka menuangkan setiap butir kekuatan mereka untuk menciptakan segel dan menyegel makhluk itu. The Void tidak bisa di bunuh untuk sementara waktu, tapi selama dia berada di segel yang di ciptakan oleh jutaan Tier enam, The Void akan terus terkikis dan menghilang dengan sendirinya, hanya saja aku tidak tahu akan memakan waktu berapa lama.
Segel itu tidak bisa menyerap dan menyebarkan kekuatan dari The Void, tapi segel itu dapat menyebarkan kesadaran dari the Void yang lemah itu dan menghilangkannya. Tanpa kesadaran, The Void tidak akan bisa mempertahankan keberadaannya dan akhirnya akan menghilang dengan sendirinya.
Dalam pembentukan segel yang menguras seluruh kekuatan dari Tier enam, banyak dewa yang jatuh karena kehabisan origin. Mereka yang bertahan hidup, kurang dari sepersepuluh dari jumlah awal, itupun, mereka semua terluka parah.
Jutaan dewa Tier enam dan takterhitung Tier lima dan kebawah yang mati dalam perang ini. Bahkan, dari lima belas Tier enam hanya aku dan Vondo, Tier enam dari binatang buas yang masih bertahan hidup. Saudari dan teman seperjuangan yang lain, mereka jatuh atau terkikis oleh Void force.
Meskipun aku berhasil kembali ke Helheim setelah perang yang panjang, aku sama sekali tidak senang. Yang aku lihat hanyalah keputusasaan. Helheim menjadi tanah tandus yang sangat gelap. Kematian ada di setiap sudut. Setidaknya hanya ada sekitar 2% dari seluruh makhluk hidup yang tersisa.
Hanya di ruang bawah tanah yang masih terlindung dari kehancuran itu. Melihat ruang bawah tanah yang masih memiliki banyak kehidupan, aku merasa sedikit lega. Setidaknya, masih ada bara yang dapat menyala menjadi peradaban baru.
Aku duduk di kota selama lebih dari enam puluh tahun. Selama ini, dunia luar masih belum dapat di huni oleh kehidupan karena tingkat pencemaran Void force belum mereda.
Sesekali aku naik kepermukaan dan melihat ke langit, tempat dimana di masa lalu ada bulan tergantung di sana. Tanpa cahaya bulan, akan sulit untuk kembali menumbuhkan kehidupan di permukaan Helheim meskipun polusi telah menghilang.
Dengan kemampuanku dan dengan bantuan dari Vondo, kami berdua mengelilingi seluruh Helheim dan kekosongan untuk mencari berbagai macam material. Dalam waktu sekitar seratus tahun, kami berdua berhasil menyempurnakan sebuah senjata.
Senjata itu mampu menggantikan bulan Helheim dan mampu menyerap radiasi Void force di permukaan Helheim secara perlahan. Selain itu, senjata ini juga memiliki kekuatan penghancur yang dapat melindungi Helheim dari ancaman. Kami membuat senjata itu untuk mempertahankan bara peradaban Helheim hingga mereka dapat pulih seperti semula.
Dalam periode waktu ini, kami juga menyadari, bahwa Void force juga mengikis tubuh kami secara perlahan. Menyadari bahwa umur kami sudah tidak lama, aku dan Vondo segera menyelesaikan apa yang di butuhkan.
Siapa duga, tiba-tiba dunia abyss melakukan serangan pada waktu ini. Seluruh dunia bawah tanah juga di Landa kekacauan yang sangat besar. Beruntung, aku dan Vondo berhasil mencegah Abyss God untuk menyeberangi gerbang.
Dengan adanya gerbang Abyss, sisa-sisa Helheim tidak akan bisa berkembang dengan baik. Sebelum aku di telan oleh Void force, aku dan Vondo mempertaruhkan seluruh kekuatan kami untuk menyegel gerbang itu untuk selamanya.
Setelah seluruh energi kami habis untuk membuat segel, Void force di tubuhku kami meledak seketika, menginvasi tubuh dan kesadaran kami dengan sangat cepat.
Di waktuku yang tersisa ini, aku tinggal di dalam gua yang gelap ini dan menjauh dari kota bawah tanah karena aku takut bahwa Void force akan mencemari orang-orang di sana.
Ini adalah akhir, aku harus memusnahkan seluruh jiwa dan tubuhku yang terkikis oleh Void force supaya tidak berubah menjadi Setan Void yang menjijikkan dan membahayakan bagi peradaban Helheim yang tersisa.
.....
Catatan dalam buku itu telah berakhir sampai di sini. Setelah membaca catatan ini, aku bersandar di kursi dan menghela nafas panjang...
Inikah yang mengakhiri sebuah era para dewa dan mengakhiri Alterion?.
(Akhir dari chapter ini)
Minta dukungannya supaya lebih semangat update.
Jika menemukan kesalahan ketik, typo, atau pertanyaan, bisa langsung di sampaikan di kolom komentar. Aku akan berusaha untuk menanggapinya sebaik mungkin.