
meskipun aku ingin segera pergi mengunjungi putri itu secara resmi, tapi masih ada beberapa persiapan yang perlu di lakukan. salah satunya adalah untuk mengirimkan surat kunjungan terlebih dahulu supaya pihak lain bisa bersiap. yah, bagaimanapun ini merupakan salah satu etiket kesopanan. bukankah tidak baik jika kita langsung berkunjung tanpa memberitahunya terlebih dahulu?!.
memang memerlukan waktu, tapi aku masih punya banyak waktu disini. setidaknya masih ada sekitar 5 sampai 7 jam waktu daratan utama sebelum acaranya di sana dimulai.
tak lama kemudian, Arkne datang dan memberikan laporan bahwa surat telah di kirimkan. surat itu di kirimkan dengan menggunakan cara khusus, jadi tidak perlu ada orang yang keluar untuk mengirimkannya kepada putri kesatria.
Filia:"setelah ini, siapkan kapal udara dan pasukan yang layak. aku merasa jika hanya menggunakan kereta akan kurang menyakinkan."
ya, aku dapat menggunakan kereta kuda untuk kunjungan resmi jarak dekat. seperti, musim dingin nanti aku harus menghadiri pesta ulang tahun ratu. tapi, karena sekarang aku harus mengunjungi kerajaan lain, jadi aku rasa akan lebih baik jika kita menggunakan kapal udara kerajaan. lagi pula para bangsawan biasanya akan melihat kekuatan kerajaan orang lain untuk memutuskan apakah mereka menghormati, atau meremehkan. karena aku terlihat seperti anak kecil, jadi aku pikir supaya mereka tidak meremehkan ku, aku akan menampar wajah mereka dengan senjata dan kekuatan militer.
Arkne:"ya, saya mengerti. saya sudah menyiapkan Legiun ke-tiga untuk mengawal anda Yang Mulia. sekaligus, saya akan memimpin secara pribadi."
apakah ini tidak berlebihan?. legiun ke-tiga terdiri dari 6.000 tentara Tier 4. jika mereka mengawalku, bukankah ini hampir seperti ingin berperang?. apa lagi Arkne ikut mengawalku secara pribadi. yah, biarkan saja. mungkin ini juga lebih baik.
secara keseluruhan, aku memiliki 24 Legiun yang di bagi ke dalam tiga ordo kesatria. dan kekuatan mereka setara, kecuali mereka memiliki spesialisasi dalam hal yang berbeda, seperti: pembunuhan, penyihir, spionase, infantri berat, pasukan udara, penunggang naga dll. sebenarnya mereka dulu hanyalah NPC kelas rendah yang aku beli ataupun hasil gacha yang buruk, tapi aku menghabiskan banyak uang untuk membeli obat yang dapat meningkatkan NPC dari Alchemist Tower. dalam Guild milikku ini, hanya ada lima pemain anggota, selebihnya, itu adalah pasukan NPC yang kami miliki. terutama yang terbanyak adalah milikku. selain yang milikku sendiri 24 Legiun, anggota yang lain juga meninggalkan setidaknya 12 Legiun di Moon Palace saat ini. jadi jumlahnya lumayan besar.
Filia:"ya. kita hanya perlu menunggu surat balasan dan segera berangkat."
oh, mungkin kalian ingin tahu kenapa pulau terbang sebesar ini tidak terlihat?. itu karena kami menggunakan pelindung luar yang membuat pulau terbang ini tidak terlihat dari luar. selain pelindung itu berfungsi untuk membelokkan cahaya, pelindung itu juga merupakan pelindung terluar yang akan melindungi pulau terbang ini jika ada serangan dari musuh. selain dari pelindung ini, pulau terbang ini juga berada di ketinggian sekitar 70.000 meter. yang menambah keefektifan pelindung penyembunyian ini.
.....
(sudut pandang Aneria)
akhir-akhir ini hubungan antara kerajaan dan Union menjadi semakin memanas. kami sama sekali tidak menduga bahwa kekuatan militer Astium Union menjadi begitu kuat tanpa ada yang mengetahui. jika seperti ini, maka aku dapat yakin bahwa keseimbangan militer di antara negara-negara timur akan goyah. siapa yang tidak tahu ambisi Raja Belgerik untuk menguasai benua timur.
meskipun aku tahu bahwa Yang Mulia mendukungku, tapi aku masih ragu apakah Yang Mulia akan mau mengulurkan tangannya saat perang terjadi. tidak ada seorangpun di kerajaan ini selain pasukan terpercayaku yang mengetahui bahwa aku mendapatkan dukungan dari kekuatan yang sangat menakutkan. itulah kenapa meskipun saat ini aku memegang takhta dan posisi yang stabil, tapi para tetua dan Ayah masih memiliki kontrol atas kerajaan ini. aku selalu merasa bahwa aku hanyalah seorang penguasa boneka.
yah, dengan sedikit usaha lagi aku akan bisa memegang penuh kekuasaan di negeri ini. dengan begitu, aku akan bisa memenuhi janjiku kepada Yang Mulia.
dengan berbagai pikiran yang membayangi kepalaku, entah kenapa teh yang aku minum menjadi hambar. aku mendongak dan melihat pemandangan sekitar taman istana. bunga dengan warna ungu, biru, dan merah yang bercahaya memberikan cahaya redup di taman sedikit menenangkan perasaan ku saat ini. jika aku mendongak, aku akan melihat langit berwarna merah cerah dengan sedikit awan hitam yang mengambang dengan tenang.
meskipun dulu aku menganggap bahwa pemandangan ini indah, tapi setelah melihat langit biru dan bunga dengan berbagai warna, rumput hijau dan lainnya di Istana Bulan, aku merasa bahwa pemandangan yang ada di sekitarku saat ini menjadi terasa sedikit suram.
"Yang Mulia...!"
saat aku memandangi bunga dan rerumputan di taman, tiba-tiba ada suara seorang wanita yang memanggilku. pelayan itu adalah Lusi yang selalu bersamaku. melihat wajahnya yang terburu-buru, sepertinya dia memiliki berita yang mendesak.
Aneria:"bicaralah...!"
Lusi berhenti dan mengambil nafas. dia melihat dua orang yang wajahnya tertutup topeng di sebelahku. mereka adalah pengawal rahasia yang di kirimkan oleh Nona Arkne untuk membantuku. yah, mungkin mereka juga untuk mengawasi ku.
Lusi:"begini... saya tadi mendengar bahwa para tetua ingin menerima lamaran dari pangeran Phirios dan menikahkan anda dengannya."
Aneria:"APA..!!!."
kebodohan macam apa lagi yang di inginkan oleh para tetua ini. pangeran Phirios adalah pangeran ke tiga dari kerajaan Utara. semua orang mengenal pangeran ini sebagai orang yang suka berjudi dan bermain wanita. apakah para tetua ini tidak mati otak?!. berani menerima pertunangannya?!.
Aneria:"bagaimana bisa?!."
Lusi:"saya mendengar bahwa pasukan kita tidak mungkin melawan pasukan Union. karena itu, para tetua ingin meminta bantuan militer kepada kerajaan di Utara."
itu memang alasan yang bisa di gunakan. tapi, apakah mereka tidak tahu bahwa pangeran ke tiga ini tidak memiliki kendali sedikitpun terhadap kekuatan militer. ya, mungkin dia memang masih bisa memberikan perintah satu atau dua sebagai anggota keluarga kerajaan, tapi tidak mungkin untuk memobilisasi kekuatan militer untuk membantu perang. terutama saat ini kerajaan Utara sedang berseteru dengan kekaisaran Xuan Ming.
Aneria:"pasti ada sesuatu. apakah kamu tahu?."
Lusi:"itu... sebenarnya Ratu Viil berjanji untuk mengirimkan persediaan senjata dan sedikit bantuan militer terhadap kerajaan kita jika anda bersedia menikah dengan pangeran Phirios."
Aneria:"Tapi_"
sebelum aku selesai bicara, tiba-tiba aku melihat seekor burung aneh yang terbang menghampiriku. aku menyebut aneh karena burung berwarna putih itu memancarkan cahaya redup seperti cahaya yang di sebut cahaya bulan purnama yang pernah aku lihat di Moon Palace.
"pesan dari istana."
pria berjubah itu menangkap surat yang akan jatuh ke tanah dan memegangnya selama satu detik dan menyerahkannya kepadaku.
"surat dari Yang Mulia untuk anda."
Aneria:"untukku?"
"benar"
tidak biasa Yang Mulia memberiku surat. biasanya jika ada instruksi khusus, Yang Mulia akan memberitahukannya melalui salah satu dari orang-orang berjubah ini. baru kali ini aku mendapatkan surat secara langsung. entah kenapa aku merasa gugup saat melihat surat ini.
aku mengambil nafas dalam dan membuka kop surat itu secara perlahan. di bagian dalamnya adalah kertas putih yang cantik dengan tulisan tinta berwarna emas yang bercahaya. secara keseluruhan, surat ini hanya pemberitahuan untuk kunjungan Yang Mulia. kunjungan?. tunggu, tunggu!. bukankah ini terlalu mendadak?!. dan lagi, Yang Mulia akan langsung berangkat setelah mendapatkan balasan dari surat ini.
Lusi:"ada apa Yang Mulia?"
Aneria:"Yang Mulia Filia akan berkunjung ke kerajaan kita."
lihatlah wajahnya Lusi setelah mendengar isi suratnya. dia terlihat sangat terkejut dan tidak tahu ekspresi apa lagi yang ada di wajahnya.
Lusi:"lalu, jawaban anda?."
Aneria:"apa. tentu saja kita akan menerima Yang Mulia. lagi pula, apa kita bisa menolak?."
setelah aku selesai membaca surat itu, tiba-tiba tulisan tinta emas yang ada di atasnya mulai memudar dan menghilang. kertas ini kembali menjadi kertas putih dengan hiasan garis-garis emas di tepinya.
aku melirik ke dua orang berjubah hitam dan bertanya padanya bagaimana aku bisa membalas surat dari Yang Mulia.
"karena ini bukanlah kertas yang sekali pakai, jadi anda bisa menulis ulang di kertas ini. saya akan mengirimkan pesan anda kembali ke istana."
yang menjawab bukanlah orang yang sama dengan yang mengambil surat di awal, tapi pria berjubah lain yang sedikit lebih pendek. suaranya halus seperti suara wanita. hanya saja sedikit teredam seperti wanita yang berbicara dari balik topeng.
Aneria:"apakah tidak masalah jika aku menggunakan tinta biasa?"
dilihat dari manapun, tinta yang tadinya di gunakan adalah tinta khusus, jadi aku ragu apakah tinta biasa dapat di gunakan. teknologi magis mereka jauh di depan kami, jadi wajar jika aku tidak tahu banyak, kan?!.
"itu tidak masalah."
setelah mendapatkan konfirmasi, aku langsung meminta Lusi untuk segara menyediakan pena bulu dan tinta untuk menulis. aku harus memikirkan bahasa dan tulisan yang baik untuk surat ini.
Aneria:"oh, benar. segera sampaikan perintahku kepada pelayan untuk segera menyiapkan jamuan untuk malam ini."
sebelum aku selesai menulis, aku tiba-tiba teringat sesuatu. dalam surat mengatakan jika Yang Mulia setidaknya akan tiba pada malam hari. jadi aku merasa bahwa waktunya cukup untuk menyediakan hidangan dan persiapan untuk jamuan.
aku juga baru menyadari bahwa orang-orang Yang Mulia tidak tahu perbedaan antara siang dan malam di tempat ini. jadi, mereka pernah bertanya padaku. sebenarnya perbedaan antara siang dan malam di tempat ini ditandai apabila bunga mentari kembali kuncup, maka tandanya malam telah tiba. bunga mentari adalah bunga unik dengan warna kuning dan bercahaya terang. bunga ini merupakan tipe bunga berkayu yang dapat tumbuh menjadi pohon jika mereka hidup cukup lama. mereka juga sering di sebut sebagai bunga abadi, karena kelopaknya hanya akan rontok setiap 10 tahun sekali. itupun mereka akan berguguran hanya selama dua fase cahaya kuning.
sekitar selusin menit kemudian, aku akhirnya selesai menulis surat balasan. entah kenapa saat menulis surat ini aku merasa seperti ada tali yang mengikat tanganku dan membuat menulis menjadi terasa berat. aku sepeti harus menanda tangani surat penting yang menyangkut nasib negara. sungguh beban yang berat.
Aneria:"aku sudah selesai...!"
orang berjubah hitam dengan suara wanita itu mengambil surat yang sudah aku lipat tanpa melihat isinya. dia meletakkan surat itu di telapak tangannya, dan kabut hitam mengembun. kabut hitam itu menyelimuti seluruh isi surat dan berubah menjadi sesosok burung gagak hitam dengan mata merah.
"pergi!"
"Kak...!!"
menerima instruksi dari orang berjubah hitam, burung gagak itu mengeluarkan suara khasnya dan langsung melesat ke udara. menghilang di luasnya angkasa merah seperti delima...
(akhir dari chapter ini)
salah kata dan salah ketik dimohon untuk segera di laporkan ke author di kolom komentar. see you next time;)