
aku berlari ke sebuah gang sempit yang sepi di sudut kota. huh... ku harap mereka akan segera melupakannya, aku tidak tahu harus bilang apa jika identitas ku di kenali. aku menarik nafas lega kemudian melanjutkan petualangan ku di kota.
berjalan di sepanjang jalan menyusuri kota sudut demi sudut. sejauh ini aku belum menemukan sesuatu yang menarik, mungkin aku harus melihat akademi, lagi pula sebentar lagi aku akan masuk ke akademi, jadi tidak ada salahnya jika aku memeriksa lingkungannya terlebih dahulu kan?. tadinya begitu, tapi saat melewati sebuah bangunan kecil di pinggir kota yang aku lihat adalah sebuah kekacauan. jika aku tidak salah maka ini pasti distrik kumuh.
memang kota ini bersih dan teratur, tapi dimana ada cahaya pasti akan ada bayangan. itulah yang ada di sini, lingkungan ini dipenuhi oleh orang-orang miskin. biasanya lingkungan kumuh akan menjadi sarang dari pencopet jalanan atau penjahat pelarian dari kota lain.
bukan karena mereka tidak di perhatikan, tapi mereka hanya akan meminta lebih jika di beri. lagi pula memberi sumbangan atau makanan hanyalah bantuan jangka pendek. lebih baik menggunakan dana itu untuk membangun fasilitas daripada harus di berikan ke orang yang tidak mau berusaha.
benar. tidak mau berusaha. orang-orang ini bukannya tidak mampu bekerja, tapi mereka hanya memilih untuk melakukan kejahatan atau melakukan hal-hal buruk demi uang instan. mereka hanya akan merasa semakin nyaman dan malas jika mereka di beri tunjangan tanpa bekerja.
tempat ini juga tempat yang tidak memiliki aturan yang jelas, hanya yang kuat yang memakan yang lemah. banyak anak-anak yang lahir di tempat ini baik hubungan sah atau hasil dari hubungan gelap maupun hasil dari kejahatan, mereka akan di didik sebagai pencopet atau pencuri di jalanan, meski tidak semua tapi kebanyakan seperti ini. mereka akan disuruh membantu orang tua mereka melakukan kejahatan atau akan di paksa oleh orang lain melakukan kejahatan.
aku sedikit jijik saat melalui tempat ini. selain kumuh juga banyak tikus dan serangga seperti kecoa, hanya ukurannya dua kali lebih besar sari kecoa normal yang berkeliaran di setiap sudut gelap.
kyaaa......
melalui salah satu sudut distrik kumuh, aku mendengar teriakan seorang anak kecil. aku berlari dan menghampiri anak itu, aku melihat rambut anak itu di Jambak oleh dua orang dewasa hingga kakinya terangkat dari tanah. anak itu berusia sekitar 10 tahun dengan pakaian yang kotor dan compang camping, badannya kurus dan rambutnya kotor. dia memegang kepalanya karena rasa sakit di Jambak. air matanya terus mengalir dan dia terus memohon untuk di lepaskan.
"Tolong.... tolong lepaskan aku.."
"haha... melepaskan mu?. lebih baik kami menjual mu, mungkin aku bisa dapat beberapa tembaga"
"atau kita bisa menikmatinya sendiri. hahahah"
"tidak... tidak... aku mohon lepaskan aku"
gadis itu terus menangis dan memohon. dasar bajingan, mereka memperlakukan gadis kecil seperti itu. dasar binatang, aku akan memotong kalian menjadi beberapa bagian.
BAMM.....
tamparan keras jatuh menghantam pipi gadis itu, saking kerasnya, tubuh gadis itu terpelanting ke sebelah kanan dan terjatuh ke tanah. dia memegangi pipinya yang bengkak dengan darah di sudut mulutnya. dia masih terus memohon untuk di lepaskan.
"jika kamu tidak mau di jual, kamu harus mencuri lebih banyak lagi. kalau perlu jual tubuhmu" ucap salah satu lelaki itu
benar-benar tidak bermoral. aku sudah tidak tahan lagi, aku akan membuat kalian lebih baik mati daripada hidup.
gadis itu merangkak ke kaki salah satu pria itu, saat kaki dari lelaki itu akan menginjak kepalanya tiba-tiba suara tabrakan benda tumpul terdengar. menoleh, teman dari lelaki itu sudah terlempar ke dinding dan tidak sadarkan diri.
"siapa kamu?"
lelaki yang tersisa mundur dengan ketakutan dan berkeringat dingin.
Filia:"siapa aku?.... hahaha... aku adalah mimpi terburuk mu!"
tanpa basa-basi aku langsung melesat dengan cepat dan menerkam orang itu.
«demon transformation: devil claw»
aku merapatkan jari-jari tangan ku dan kuku ku memanjang dengan cepat, kuku yang tadinya bersih dan berkilau, kini telah berubah menjadi hitam dengan garis merah menyala seperti api.
kekerasan dari kuku ini melebihi senjata logam, bahkan bisa dengan mudah memotong armor berat. kuku yang panjang dan menakutkan menembus organ vital di bagian perut kirinya hingga menyebabkan pendarahan hebat. orang itu tidak mati seketika, dia masih hidup dan merintih di tanah. aku bukan orang yang akan memberi belas kasihan kepada orang-orang seperti ini, aku bisa menyingkirkan orang seperti ini dengan mudah.
aku menyeka jari-jari tangan ku yang penuh dengan darah. kuku ku sudah kembali seperti semula, aku berjalan perlahan mendekati gadis itu. dia lebih tinggi satu kepala dariku, jadi agak canggung saat aku melihatnya.
Filia:"apa kamu baik-baik saja?"
"i, iya"
aku mengucapkan itu dan bersiap untuk pergi. tapi sebelum aku pergi, gadis itu menahan tangan ku. wajahnya terluka, bajingan seperti mereka berani melukai wajah seorang perempuan.
aku mengulurkan tangan ku ke pipinya yang bengkak dan mengobatinya dengan «Heal».
perlahan, pipi yang semula membiru dan bengkak mulai sembuh seperti sedia kala.
Filia:"sekarang kamu sudah sembuh. aku harus pergi"
"tunggu"
gadis itu masih mencengkeram tangan ku dengan erat dan tidak mau melepaskannya.
"terima kasih sudah menyelamatkanku"
Filia:"tidak apa. tapi sebaiknya kamu tidak melakukan pekerjaan seperti ini"
"apa lagi yang bisa aku lakukan?. aku terlahir di tempat ini, dan aku tidak tahu apapun tentang pekerjaan"
gadis itu menunduk dan berkata dengan sedikit penyesalan di suaranya, mungkin jika aku menekannya sedikit lagi dia akan menangis. kehidupan itu memang sulit, semua orang hanya ingin mencari kemudahan, tapi tidak semua orang bisa mendapat kemudahan dan kenyamanan.
aku tidak tahu apa yang harus di lakukan oleh gadis ini. tapi aku sedikit prihatin dengan kehidupan anak-anak ini. mereka yang seharusnya mendapat kenyamanan harus melakukan hal-hal yang tidak baik. mereka yang masih suci telah ternodai oleh beratnya beban kehidupan.
tiba-tiba aku memikirkan sesuatu. aku bisa mendidik anak-anak di wilayah kumuh, tapi untuk melakukan itu aku masih harus melakukan cukup banyak persiapan.
Filia:"apa kamu mau bekerja untukku?"
"benarkah?. tentu saja aku mau, tidak peduli seberapa bayarannya, asalkan aku bisa makan itu sudah cukup"
ya. keinginan orang di masa ini sangat sederhana. bisa makan, dapat perlindungan dan rasa aman dan perhatian, hanya itu, tapi hal seperti itu juga yang paling sulit untuk di dapatkan.
Filia:"aku ingin kamu mengumpulkan sebanyak mungkin anak-anak di wilayah kumuh di sini, tiga hari dari sekarang. aku akan memberikan makanan sebagai imbalannya"
"baik"
gadis itu segera pergi dengan semangat. menurut penilaian ku, dia adalah gadis yang akan berkerja keras jika di beri peluang. tidak ada salah nya untuk memberi kesempatan padanya, mungkin aku bisa menemukan bakat di antara anak-anak distrik kumuh yang bisa aku manfaatkan.
aku sudah menetapkan tujuan masa depan. aku akan membimbing anak-anak ini dan menghilangkan kota kumuh. aku bukan penyelamat, aku hanya ingin melakukan yang aku mau.
aku hanya ingin menolong anak-anak itu. mereka akan mendapat kehidupan yang lebih baik di masa depan. anggap saja ini sebagai kemanusiaan.
tujuan telah di tentukan, aku harus kembali ke mansion sebelum ada yang menyadarinya. selain itu aku juga perlu mempersiapkan beberapa hal untuk membantu anak-anak itu.
aku menggunakan «acceleration» untuk kembali dengan cepat. aku melompati pagar dan terbang menuju kamar ku. tubuhku terasa lengket, aku harus mandi dan menyiapkan segalanya.
aku bermaksud untuk membuat anak-anak itu belajar cara menghasilkan uang dengan cara yang baik, aku bermaksud untuk mendirikan toko kecil dan mengajari mereka untuk melakukan usaha kecil-kecilan. mereka akan bertanggung jawab untuk membuat produk dan menjaga toko.
aku bermaksud menggunakan coklat sebagai barang dagangan. kebetulan tadi di kota aku menemukan pedagang kakao. mereka tidak tahu kalau kakao bisa di makan, biasanya mereka akan menjual kakao sebagai pakan untuk ternak. di dunia ini juga tidak ada coklat. mungkin ini akan menjadi peluang yang bagus untuk anak-anak itu.
mengingat betapa populernya coklat, aku yakin bahwa itu akan segera menjadi primadona. lagipula banyak cara untuk memakan coklat, seperti kue coklat atau coklat batangan.
(akhir dari chapter ini)
tugas sekolah jadi semakin banyak. sungguh melelahkan.