
Saat aku dan yang lainnya ingin naik ke lantai dua, kami bertemu dengan ayah, mama, dan ibu yang sudah berpakaian rapi. Ayah berjalan di tengah sementara Mama berada di samping kanan ayah, dan ibu di samping kiri. Mereka berjalan beriringan sambil tertawa dan seperti membicarakan sesuatu.
Saat kami bertemu, kami menyapa ayah, mama, dan ibu.
Rovell:"Filia, Felmina, hari ini kalian akan makan malam sendiri, ayah dan ibumu akan menghadiri pesta di kediaman Marquis Garcia."
Filia:"Saya mengerti ayah."
Aku membawa Felmina dan yang lainnya naik ke lantai dua untuk membersihkan diri di kamar mandi milikku. Apakah terdengar aneh?. Sebenarnya tidak. Setiap kamar di lantai dua di lengkapi dengan kamar mandi, jadi kami selalu kembali ke lantai dua untuk membersihkan diri. Kamar mandi di lantai dua juga luas dan lengkap, terutama kamar mandi milikku adalah kamar mandi yang menempati satu ruangan luas dengan kolam air panas.
Selain itu, kamar mandi milikku juga telah aku modifikasi dengan banyak hal, jadi lebih nyaman untuk mandi di sana. Bagaimanapun, dulu House of Rosefield hanya memiliki satu putri, jadi mereka selalu memanjakan ku tanpa pandang bulu. Terutama ayah dan mama yang kadang-kadang berlebihan.
Sepertinya kakek juga pernah bercerita bahwa saat aku masih kecil, ayah dan mama ingin meruntuhkan mansion berlantai tiga menjadi satu lantai karena takut aku terjatuh dari tangga. Jika bukan karena di hentikan oleh kakek, mereka akan benar-benar melakukannya. Akhirnya mereka lebih memilih untuk membangun mansion lain berlantai satu untuk tempat kami tinggal hingga aku berusia empat tahun.
Memang terdengar berlebihan, tapi mengingat bahwa mama tidak akan bisa melahirkan anak kedua, menurutku wajar jika ayah khawatir tentangku.
Aku membiarkan Ilma melepas pakaianku dan membersihkan tubuhku. Beberapa pelayan perempuan lain juga datang ke kamarku untuk membantu menyiapkan pakaian setelah kami selesai mandi.
Selesai mandi, aku mengajak Felmina bergegas ke lantai bawah untuk makan malam. Karena ayah mengajak mama dan ibu menghadiri pesta di rumah Marquis Garcia, jadi makan malam hari ini terasa lebih sepi daripada biasanya.
Sebastian:"Putri, ada surat untuk anda."
Setelah makan, tiba-tiba Sebastian menyerahkan sepucuk surat kepadaku. Aku mengira bahwa ini adalah surat lamaran lagi, tapi setelah aku melihatnya, ternyata itu adalah surat dari Shadow Drakule. Saat aku membuka amplop dan membaca isi suratnya aku mengerti apa yang ingin dia laporkan kepadaku.
Di surat itu tercatat pengeluaran dan pendapatan rumah coklat selama bulan ini. Setidaknya selama satu bulan, rumah coklat memiliki untung bersih hingga sepuluh atau lebih koin benua. Jangan menganggap bahwa itu adalah hasil yang kecil, sebenarnya pendapatan dengan jumlah seperti itu sudah dapat menyaingi pendapatan dari keluarga bangsawan menengah ke atas.
Namun jumlah penghasilan ini juga membuatku bingung. Koin benua bernilai lebih kecil dari koin emas Alterion, dan di Moon Palace, aku memiliki gunung besar gold coin yang tidak terpakai..Jumlah pendapat rumah coklat itu hanya seperti setetes air di lautan yang sama sekali tidak berpengaruh bagiku. Karena itu aku bingung harus aku apakan uangnya.
Yah, aku bisa memikirkan hal itu nanti. Lagi pula tujuan awalku mendirikan rumah coklat bukan untuk mencari uang. Aku lebih tertarik pada laporan kedua yang di kirim oleh Drakule. Dalam laporan kedua ini, ada laporan tentang organisasi misterius itu.
Nama dari organisasi itu adalah «Noxius» orang-orang yang memuja kegelapan demi mendapatkan kekuatan. Mereka menganggap bahwa makhluk kegelapan adalah makhluk mulia yang mengawasi manusia dan membimbing mereka. Maka dari itu, mereka ingin membebaskan salah satu makhluk kegelapan yang menurut cerita pernah di segel di tengah benua Erasio.
Pada masa lalu, kelompok noxius itu adalah manusia yang menganggap diri mereka sebagai manusia mulia karena mereka adalah pemuja setia makhluk kegelapan. Mereka juga di beri hal khusus untuk memperbudak manusia dan makhluk lain yang menentang kegelapan. Dengan kata lain, mereka adalah anjing dari makhluk kegelapan itu. Namun setelah makhluk kegelapan di segel, mereka juga di musnahkan dan kehilangan kejayaan mereka, bahkan di keja. Mungkin Noxius saat ini adalah sisa dari Noxius masa lalu yang ingin mengembalikan kejayaan mereka.
Aku tiba-tiba memikirkan tentang kisah kekaisaran kuno yang menguasai seluruh benua Erasio dan akhirnya wilayah mereka terpecah menjadi banyak kerajaan pada saat ini. Kaisar pertama kekaisaran kuno itu merupakan pahlawan yang berhasil mengalahkan makhluk kegelapan yang membawa bencana itu dan menyegelnya di tengah benua Erasio. Lokasi segel itu di sembunyikan, namun para noxius itu percaya bahwa makhluk itu tersegel di wilayah Ragalia Kingdom,. tepatnya berada di akademi.
Menurut informasi yang di berikan oleh Drakule, satu Minggu dari sekarang, mereka akan menyeludupkan sesuatu melalui keluarga Beltras dan menjalankan rencana mereka.
Di bawah juga terdapat rincian dari pelaksanaan rencana itu. Setelah aku selesai membaca, aku mengembalikan surat itu kembali ke dalam amplop dan menyimpannya dalam storage milikku.
Felmina:"Kakak, ada apa?. Apakah itu surat lamaran lagi?."
Filia:"Tidak, bukan. Ini hanya laporan keuangan dari rumah coklat untuk bulan ini."
Felmina menanggapi dengan "oh" sambil tersenyum dan terus memakan kue yang aku berikan sebagai pencuci mulut. Sebenarnya itu adalah pencuci mulut ketiga yang dimakan Felmina. Dia menyukai makanan manis, jadi aku sering membuatkannya makanan manis.
Filia:"Kalau kamu terlalu sering makan makanan manis, kamu bisa jadi gemuk."
Aku mengatakan itu sambil mencubit pipinya yang bulat.
Felmina:"Tidak apa-apa. Lagi pula aku sering berlatih bela diri dan membakar banyak lemak, jadi aku tidak akan gendut."
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku sambil tersenyum, tapi aku sudah memutuskan untuk mengurangi makanan manis untuk Felmina.
Filia:"Sebas!."
Sebastian:"Pelayan tua itu ada di sini, Putri."
Filia:"Aku memiliki beberapa koin disini. Apakah kamu punya saran bagaimana supaya aku bisa menggunakannya?."
Sebastian:"Apakah anda membutuhkan sesuatu putri?."
Filia:"Tidak. Aku hanya tidak tahu ingin aku gunakan untuk apa koin-koin ini."
Mendengar apa yang aku katakan, Sebas merenung untuk beberapa saat sebelum dia memberikan jawaban.
Sebastian:"Jika demikian, mungkin anda bisa pergi ke pelelangan di guild perdagangan untuk melihat-lihat."
Filia:"Lelang?."
Sebastian:"Benar..."
Menurut Sebas, pelelangan biasanya di adakan saat musim semi seperti ini, dan empat hari lagi adalah tanggal tepatnya. Pada musim dingin keuangan dan bahan pangan di pasaran ibu kota menjadi sangat sulit karena pedagang tidak bisa memasok atau bepergian untuk menjajakan dagangan mereka.
Saat musim semi, semua mulai pulih. Banyak pedagang mulai berdatangan ke ibu kota dan membawa berbagai macam barang dagangan dari berbagai tempat yang berbeda. Tempat-tempat yang jauh kadang memiliki banyak benda menarik yang unik, sehingga benda-benda seperti itu biasanya akan di lelang di ibu kota.
Selain barang-barang dari negeri yang jauh, mereka juga melelang berbagai harta yang mereka temukan, baik itu harta buatan atau harta alami yang berupa tanaman herbal bagi para Alchemist maupun bijih langka. Selain itu, mungkin akan ada banyak benda peninggalan kuno yang akan di jual di rumah lelang.
Acara lelang pada musim semi akan menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi para petualang ataupun orang-orang yang memiliki harta untuk memperjual belikannya. Lelang seperti itu akan sangat menarik bagi orang kaya yang bingung membuang uang atau bagi para bangsawan.
Apalagi lelang musim semi bertepatan dengan musim sosial, jadi daya tariknya akan lebih besar. Banyak bangsawan dan orang berpengaruh yang mencari benda-benda paling langka dan mahal untuk di jadikan hadiah saat pesta bangsawan. Hadiah di pesta bangsawan bukan hanya karena ketulusan hati dari tamu untuk tuan rumah, tapi juga demi gengsi antara bangsawan yang satu dan bangsawan yang lainnya.
Selain itu, jika mampu memberikan hadiah yang langka dan mahal, itu juga akan menunjukkan kekuatan keuangan serta koneksi yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan prestise yang lebih tinggi di kalangan bangsawan dan bangsawan lain akan menaikkan nilai mereka.
Hal tersebut akan membawa banyak keuntungan bagi mereka seperti: Lebih mudah mencari kerja sama dengan bangsawan lain, tidak di remehkan, dan memiliki hak yang lebih untuk berbicara.
Itulah kenapa meskipun terlihat sepele, memberikan hadiah saat menghadiri sebuah pesta bangsawan adalah hal yang penting. Bahkan tidak jarang ada keluarga bangsawan yang menghabiskan pendapatan tahunan mereka atau bahkan harta mereka untuk membeli hadiah terbaik.
Aku memutuskan untuk pergi ke pelelangan itu. Sebas mengatakan bahwa pelelangan itu akan di adakan di malam hari, jadi aku perlu memberitahu Ayah dan mendapatkan izin. Kalau tidak, aku tidak akan bisa keluar.
Filia:"Oke Sebas, tolong ingatkan aku lagi jika saatnya tiba."
Sebastian:"Saya mengerti, Putri."
Felmina:"Kakak!."
Tiba-tiba Felmina memanggilku sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan, aku merasa lucu dan melihatnya sambil tersenyum.
Filia:"Ada apa?."
Felmina:"Kakak, aku mau ikut!."
Aku mengeluarkan sapu tangan dan mengusap sisa krim pada sudut mulut Felmina dan menjawab "Ok".
Akhirnya makan malam selesai dan aku mengajak Felmina untuk beristirahat di kamar masing-masing. Malam ini aku hanya bisa tidur karena ayah, mama, dan ibu tidak ada di rumah. Aku takut jika aku menyelinap dan pergi ke hutan untuk leveling, mereka akan pulang dan melihat ke kamarku. Tentu saja ada cara untuk mengelabuhi mereka, tapi aku tidak melakukannya. Lagi pula tidak ada banyak keuntungan yang bisa aku dapatkan dengan leveling di hutan. Level monster di hutan terlalu rendah sehingga aku hampir tidak mendapatkan exp sama sekali. Karena itu, aku terlalu malas untuk pergi ke hutan saat ini.
Setidaknya aku perlu monster Tier tiga hingga lima jika ingin leveling lebih cepat. Meskipun cepat, perlu ratusan monster Tier empat untuk menaikkan satu level. Darimana aku bisa menemukan monster Tier empat sebanyak itu saat ini?!. Beberapa hari ini aku sudah kesal karena memikirkan hal itu.
.....
Akhirnya hari pelelangan tiba. Malam ini kami semua memakai pakaian bangsawan yang menunjukkan identitas kami.
Selesai makan malam, kami semua memutuskan untuk segera pergi ke guild perdagangan.
Malam ini ada dua kereta dari keluarga Rosefield yang akan pergi ke acara lelang. Kereta pertama berisi aku, Felmina, ayah, mama, dan ibu, sementara kereta kuda kedua akan berisi Ilma dan pelayanan pribadi lainnya.
Pemandangan ibu kota saat malam hari yang aku lihat saat ini sangat berbeda daripada malam hari saat musim dingin. Saat musim dingin, jalanan ibu kota di malam hari terlihat sangat sepi karena orang-orang malas keluar di cuaca yang dingin.
Malam ini, suasananya sangat berbeda. Banyak orang yang lalu-lalang di trotoar dan banyak kereta kuda yang lewat. Jalanan terlihat terang dan cerah karena banyak lampu-lampu yang menyinarinya. Jendela-jendela rumah juga terbuka yang menambah suasana malam menjadi lebih hidup. Dari jendela-jendela yang terbuka itu, banyak kepala yang muncul dan menikmati semaraknya malam hari.
Di sisi jalan, toko-toko juga masih buka untuk menyambut tamu. Banyak orang yang jalan-jalan di malam hari, baik sendiri, berpasangan, atau berkelompok yang menikmati suasana malam.
Beberapa pasangan kekasih bercanda dan tertawa. Orang-orang dari luar ibu kota yang datang ke ibu kota juga melihat-lihat sekeliling dengan penasaran. Semua suasana kota terlihat sangat meriah dan menyenangkan. Setiap orang berjalan dengan bahagia seperti tidak ada beban di hati mereka.
Mungkin aku juga terinfeksi oleh suasana yang ceria seperti ini, aku merasa bahwa sasana hatiku menjadi menyenangkan secara tiba-tiba.
Harnas:"Sayang, kamu terlihat sangat senang."
Filia:"Iya."
Aku menjawab singkat sambil terus melihat keluar dari jendela kereta kuda. Di temani dengan malam yang semarak, akhirnya kereta tiba di depan bangunan guild perdagangan. Banyak kereta besar dan mewah yang berhenti di kedua sisi halaman guild perdagangan. Setidaknya ada ratusan kereta besar dan kecil yang menghiasi halaman guild.
Bukan hanya kereta, banyak orang yang masuk ke dalam guild, baik bangsawan, orang kaya, atau petualang. Mereka datang dengan tujuan yang berbeda-beda.
Rovell:"Biasanya di lantai pertama terdapat banyak lapak pedagang, apakah kamu mau melihat-lihat, Filia?."
Filia:"Iya."
Saat kami mendekati gerbang, seorang pria tua memberi hormat ke arah kami. Ayah hanya mengangguk dan melewati pria tua itu. Begitu masuk ke dalam ruangan, aku segera melihat pemandangan yang luar biasa.
Seluruh lantai pertama yang sangat luas disinari oleh cahaya yang seterang siang hari. Di sisi kanan dan kiri penuh dengan lapak-lapak para pedagang yang menjajakan dagangan mereka. Mulai dari tumbuhan obat, senjata, armor, bijih, perhiasan, dan lain sebagainya yang membuat lantai pertama menjadi penuh warna. Suasananya sangat meriah dengan suara tawar menawar dan teriakan pedagang yang berusaha menarik pelanggan.
Aku langsung menggunakan skill «Appraisal» untuk menilai barang-barang dagangan itu.
Harnas:"Sayang, belilah apa yang ingin kamu beli."
Filia:"Iya, Ma."
Rovell:"Kalian pergilah melihat-lihat, aku ingin menemui teman lama."
Aku melihat ayah berjalan menjauh dan menemui sekelompok bangsawan yang sedang membahas sesuatu sambil tertawa di salah satu sudut.
Hampir semua lapak telah aku kunjungi. Aku bahkan membeli beberapa barang dagangan, termasuk kain yang indah untuk membuat pakaian. Menurut si penjual, kain sutra itu berasal dari ulat karang yang sangat sulit di dapatkan. Dengan harga satu koin emas per gulung, aku membeli lebih dari dua puluh gulung dari berbagai warna yang menghabiskan dua koin benua dan beberapa koin emas. Aku tidak peduli dengan uang itu, lagi pula aku tidak kekurangan uang.
Selain kain, aku juga membeli beberapa batu mineral langka yang bahkan sulit di jumpai dalam Alterion. Batu mineral itu tidak memiliki banyak kegunaan, tapi bisa di gunakan untuk membuat perhiasan yang indah. Selain itu, batu mineral itu dapat menyimpan sihir, sehingga cukup berguna. Aku berencana untuk menggunakan batu mineral itu untuk membuatkan perhiasan untuk Mama dan Ibu, serta hadiah ulang tahun Felmina di musim panas mendatang.
Saat waktu pelelangan mulai mendekat, ayah menemui kami lagi dan mengajak kami pergi ke ruang VIP yang telah di pesan sejak awal.
Rovell:"Ayo kita pergi."
Filia:"Tunggu."
Arsh:"Sayang, ada apa?."
Tiba-tiba di sebuah lapak yang tidak mencolok, aku melihat sebuah batu hitam berbentuk persegi panjang sepanjang sembilan puluh sentimeter. Permukaan batu itu sangat tidak rata, seakan batu itu di potong secara asal-asalan.
Yang membuatku tertarik adalah, skill «Appraisal» milikku mendeteksi bahwa batu hitam itu adal «Mazanite». Mazanite adalah mineral langkah yang terbentuk karena penggumpalan mineral tanah akibat tertarik oleh mana dalam kurun waktu yang lama.
Dengan kata lain, Mazanite adalah mineral yang melapisi suatu item atau material yang bisa menarik mana secara terus-menerus. Mazanite adalah kulit luar.
Aku mendekati lapak itu. Lapak itu menjual berbagai benda pecah belah dan barang antik yang terlihat sangat kuno.
"Nona ini, apa anda tertarik pada barang-barang antik yang saya jual?."
Seorang lelaki tua dengan pakaian rapi bertanya sambil tersenyum ke arahku. Dia terlihat seperti orang tua yang baik hati dan ramah.
Filia:"Kakek, apa yang kamu jual?."
"Ini adalah barang-barang antik yang di gali dari peninggalan kekaisaran kuno, nona. Jika anda tertarik, saya bisa memperkenalkannya kepada anda."
Filia:"Benda-benda ini terlihat menarik, tapi kenapa kamu menjual sebongkah batu?."
Kakek itu mengikuti arah pandanganku dan melihat batu persegi hitam di sudut. Dia mengambil batu itu dan meletakkannya di atas meja. Melihat dari ekspresinya saat mengangkat Mazanite, sepertinya Mazanite itu memiliki bobot yang lumayan.
"Ini juga salah satu yang di gali dari reruntuhan dan mungkin memiliki fungsi tertentu."
Filia:"Apa gunanya batu hitam itu?."
Mendengar pertanyaan ku, lelaki tua itu tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya juga tidak tahu. Selain keras, saya tidak menemukan fungsi yang lainnya."
Harnas:"Apakah kamu sudah mencoba membawanya ke para blacksmith, mungkin saja mereka bis membuat sesuatu dari batu itu."
"Saya sudah mencobanya, tapi mereka mengatakan bahwa batu itu sangat aneh dan tidak bisa di panaskan. Beberapa blacksmith yang saya datangi mengatakan bahwa batu itu tidak memiliki kandungan logam, jadi mungkin tidak bisa di tempa menjadi senjata."
Filia:"Kalau begitu kakek, bisakah kamu menjualnya padaku, aku tertarik dengan batu itu."
"Tentu saja, tentu saja. Meskipun ini adalah batu yang tidak di ketahui, tapi karena Batu ini di letakkan di perbendaharaan salah satu keluarga bangsawan pada masa kekaisaran kuno, jadi batu ini memiliki nilai sejarah tertentu. Karena itu, saya ingin menjualnya seharga tujuh koin perak.”
Aku berpura-pura memikirkan harga itu seakan harga itu adalah pilihan yang sulit untukku. Jika itu di Alterion, mungkin pemain yang menemukannya akan segera di rampok.
Filia:"Yah, karena itu barang koleksi yang cukup bagus, jadi aku akan membelinya..."
Aku mengeluarkan satu koin emas dan mengambil batu itu dengan satu tangan. Yah, saat aku mengangkat batu Mazanite ini, bobotnya mungkin sekitar lima belas kilogram.
Aku melihat Mazanite lebih dekat. Apa yang bisa aku temukan di dalam batu ini?. Aku harap aku bisa mendapatkan sesuatu yang baik.
Aku segera menyimpannya dan pergi bersama ayah dan yang lainnya menuju ruang VIP yang telah di pesan...
(Akhir dari chapter ini).
Mungkin sebentar lagi aku akan membuat time skip ke Filia yang sudah remaja.