
setelah ibu menenangkan diri dari kebingungannya, ibu membawaku dan Felmina masuk ke dalam ruangan. aku memperhatikan bahwa ada para petinggi negara dengan pelayan pribadi yang berdiri rapi di belakang masing-masing.
sebelum kami bisa mengucapkan sesuatu, aku sudah mencium bau mesiu di udara. aku merasa seperti tengah berada di Medan perang yang tidak terlihat. sebenarnya apa yang terjadi di sini?!.
aku melihat seorang anak lelaki yang duduk di sofa panjang dengan anggun dan senyum di wajahnya. dia mengenakan pakaian bangsawan berwarna hitam dengan ornamen berwarna emas. dia juga memiliki rambut berwarna coklat yang bagus. dengan penampilan dan gayanya, dia bisa dengan sukses menggambarkan seorang pangeran yang anggun dan berwibawa.
selain anak laki-laki itu, aku juga melihat orang lain yang belum pernah aku lihat. dia adalah seorang wanita muda yang cantik dengan rambut berwarna hijau. mungkin usianya sekitar awal dua puluhan. dia mengenakan gaun berwarna putih yang indah.
baik cara duduk dan temperamennya mencerminkan bahwa dia adalah seorang wanita yang duduk di posisi tinggi dengan harga diri dan kebanggaan dari tulang-tulangnya.
wanita itu menoleh ke arah kami lalu tersenyum dengan lembut. perlahan dia berdiri dan menghampiri kami dengan di saksikan beberapa pasang mata di belakangnya. tentu saja pasang mata itu berasal dari ayah dan yang lainnya yang sedang berada di ruangan ini.
Harnas:"bagaimana ibu bisa datang kemari?"
saat wanita itu sudah berdiri di depan kami, ibu langsung mengajukan pertanyaan yang mengejutkanku. ibu?... gadis yang terlihat berusia di awal dua puluhan tahun adalah nenek ku?.
dari ingatan tubuh ini, sepertinya Filia yang dulu tidak pernah bertemu dengan nenek dari ibunya. biasanya dia tinggal bersama dengan nenek dan kakek dari ayahnya. meskipun dia belum pernah melihatnya secara langsung, ibu pernah mengatakan kalau nenek memiliki banyak pekerjaan di Holy Kingdom, jadi nenek tidak bisa datang berkunjung sesuka hati, lagi pun jarak dari Regalia Kingdom dan Holy Kingdom sangat jauh. di batasi oleh lautan ganas yang sangat luas.
nenek pernah sekali berkunjung saat ibu melahirkanku. jadi wajar jika aku tidak pernah mengingat nenek.
Trainee:"ibu datang sekitar seminggu yang lalu. ibu menginap di rumah besan, jadi kamu tidak perlu khawatir"
Harnas:"tapi kenapa ibu tidak memberi tahu kami terlebih dahulu?, nanti kami akan menjemput ibu"
Trainee:"tidak perlu. aku hanya ingin mengunjungi cucuku yang sudah lama tidak aku lihat"
kemudian nenek melihat ke arahku dan Felmina. sepertinya nenek sedikit mengalami kebingungan karena melihatku dan Felmina.
Trainee:"yang mana dari mereka yang cucuku?"
nenek mengajukan pertanyaan ke arah ini.
Harnas:"mereka berdua adalah cucumu Bu"
Trainee:"apa!!"
nenek berkata dengan terkejut. saat nenek sedang berbicara dengan ibu, aku melihat bahwa nenek dan ibu lebih mirip seperti kakak dan adik daripada ibu dan anak.
setelah keterkejutannya, nenek berbalik dan menatap ayah. aku mulai merasakan niat membunuh yang menyebar di udara. hawa dingin langsung melonjak menyelimuti seluruh ruangan.
Trainee:"Rovell sialan. kamu menculik anakku kemudian kamu tidak memberi tahuku jika dia melahirkan anak ke dua?. percaya atau tidak, aku akan melemparkan mu ke laut kesengsaraan"
sikap anggun dan lembut nenek telah di gantikan dengan sikap ganas dan mendominasi. nenek seperti siap untuk bertarung kapan saja. aku melihat bahwa keringat dingin mulai mengucur di dahi ayah, ayah membuka mulutnya dan ingin menjelaskan, tapi yang keluar hanyalah suara gagap yang tidak jelas.
Harnas:"ibu. tunggu sebentar..!"
Trainee:"apa kamu mau melindungi menantu durhaka ini?!"
ibu menghentikan nenek tepat saat nenek akan bergerak ke arah ayah. nenek berhenti dan bertanya kepada ibu dengan tidak puas. aku sedikit mengerti apa yang di rasakan nenek. nenek pasti sedikit tidak nyaman, karena dia mengira ayah tidak memberi tahunya saat ibu melahirkan anak ke dua.
Harnas:"saya akan menjelaskannya. jadi ibu, tolong tunggu sebentar".
setelah itu ibu menjelaskan semua yang terjadi tentang Felmina. nenek hanya mendengarkannya, dan perlahan, aura membunuh di ruangan itu semakin tipis lalu menghilang sepenuhnya. nenek kembali ke dirinya yang anggun seperti sedia kala.
Trainee:"jadi begitu. huh... aku kira si anak sialan itu menyembunyikan kelahiran cucu ke dua ku. ternyata kalian mengadopsinya"
nenek kemudian menunduk dan mengusap kepala Felmina dengan lembut sambil tersenyum.
Trainee:"sekarang kamu juga cucuku, jadi panggil aku nenek"
Felmina:"n, nenek"
Trainee:"um... bagus sekali"
kemudian nenek mengalihkan perhatiannya kepadaku. sejak awal hingga sekarang aku hanya berdiri diam sambil memperhatikan apa yang terjadi. mengetahui bahwa nenek mengalihkan perhatiannya kepadaku, aku menyambutnya dengan hormat layaknya wanita bangsawan yang anggun. aku mengangkat ke dua ujung rok ku dan membungkuk sambil tersenyum ringan.
Filia:"senang bertemu dengan mu nenek"
aku melihat bahwa senyum yang terpampang di wajah nenek menjadi semakin cerah dan cerah. nenek mengulurkan tangannya dan memelukku dengan erat. aku bisa merasakan rasa kasih sayang yang tulus, kasih sayang yang tidak kalah dengan ibu dan ayah.
Trainee:"kamu sudah besar dan menjadi gadis yang cantik. tidak heran bahwa bocah itu datang untuk melamar mu"
Trainee:"jika nenek ingat dengan benar. dari lukisan yang di kirimkan ibumu padaku setahun yang lalu, seharusnya kamu memiliki rambut pirang, bukan?"
nenek menanyakan sesuatu yang tidak aku sangka. kurasa aku harus memberikan penjelasan yang sama dengan ibu. ada kalanya berbohong itu lebih baik daripada jujur.
Harnas:"ibu, saya rasa tidak nyaman untuk menjelaskan semuanya dalam kondisi ini"
Trainee:"kamu benar".
sebelum aku menjawab, ibu mengajukan pendapatnya. memang kondisi saat ini kurang tepat untuk membahas hal seperti itu. nenek berdiri dan kembali ke tempat duduknya. ibu juga pergi dan duduk setelah memberikan salam kebangsawanan untuk tamu yang hadir di ruangan. aku dan Felmina hanya mengikuti yang di lakukan ibu lalu duduk di sampingnya.
ruangan ini menjadi penuh dengan para petinggi negara dan dari berbagai negara besar. ini seperti sebuah konferensi dari berbagai negara besar. terutama Holy Kingdom.
"seperti yang tadi saya sampaikan. saya datang kemari untuk meminta sebuah pertunangan dengan putri dari house of Rosefield".
pangeran dari Doranggo Empire langsung menyampaikan keinginannya untuk meminta sebuah pertunangan kepada ayahku. aku kagum dengan keberaniannya. dengan usia yang mungkin hanya dua sampai tiga tahun lebih tua dariku, dia sudah berani untuk meminta sebuah pertunangan secara langsung.
Rovell:"tidak_"
Harnas:"sayang"
sebelum ayah meledak dengan kemarahan, ibu langsung menghentikannya untuk tidak melanjutkan.
Trainee:"kamu juga harus meminta izin kepada ku terlebih dahulu sebelum bisa membawanya. karena banyak hal, aku rasa kurang layak untuk kita memutuskan masalah ini. sayang, kamu akan memutuskan masalah ini sendiri!"
nenek menyerahkan keputusan seperti ini langsung kepadaku. jika ini adalah keluarga bangsawan yang lain, aku yakin bahwa bahkan anak perempuan mereka tidak akan di izinkan mengatakan pendapatnya. orang tua mereka akan langsung menyetujui pinangan itu tanpa mempertimbangkan perasaan anak mereka.
demi kekayaan, posisi, jabatan, dan dukungan, para bangsawan itu rela mengorbankan anak mereka. tidak ada yang bisa di lakukan tentang hal itu. itu merupakan hal yang umum terjadi di kalangan bangsawan.
karena aku di beri kesempatan untuk memutuskan masalah ini, maka aku hanya bisa mengambil keputusan yang tidak akan aku sesali. aku melihat ke arah pangeran itu. dia terlihat tampan dan baik, tapi aku bisa merasakan hawa kekerasan yang tersembunyi di dalam hatinya.
Filia:"saya_"
saat aku ingin mengatakan sesuatu, aku merasakan ada tarikan ringan di sudut gaunku. saat aku melihat ke arah tarikan, aku melihat tangan kecil Felmina yang menarik gaunku dengan ringan.
Filia:"saya sangat tersanjung atas kesempatan yang terhormat ini, tapi saya harus meminta maaf karena saya tidak bisa memenuhi permintaan pangeran. saya harap pangeran juga mengerti"
penolakan yang sopan dan langsung. cara itu akan lebih baik daripada memberikan harapan semu kepada seseorang. dan mungkin, jawaban yang samar justru akan membuat masalah baru untukku di masa depan.
"huh... karena sang putri sudah mengatakannya, maka saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi"
pangeran itu berdiri lalu membungkuk dengan hormat ke arah kami. senyumnya yang terlihat lembut itu justru membuatku merasakan perasaan yang tidak nyaman.
"karena saya sudah menyampaikan tujuan kedatangan saya dan telah menerima jawaban, maka saya akan pergi terlebih dahulu"
setelah mengucapkan kata-kata itu, pangeran itu berbalik lalu menghilang di balik pintu bersama dengan pelayan pribadinya. di dalam ruangan hanya tersisa anggota keluarga, termasuk Raja (paman). suasana kembali tenang dan harmonis seperti biasanya.
ibu dan yang lainnya banyak mengobrol tentang sesuatu yang terjadi akhir-akhir ini. akhirnya nenek kembali menanyakan pertanyaan di awal tentang rambutku. setelah mendapatkan penjelasan dari ibu, wajah nenek perlahan berubah menjadi gelap dengan aura membunuh yang lebat mengembun dari tubuhnya. aura membunuh seperti ini tidak bisa di lihat dengan mata telanjang, tapi kamu dapat merasakannya.
Harnas:"kami juga sedang melakukan penyelidikan tentang pengedaran Blue Dust itu, tapi kami hanya menemukan sedikit petunjuk untuk saat ini".
Trainee:"aku akan memerintahkan «Oktagram» untuk membantu kalian mencari petunjuk"
Harnas:"kami akan sangat terbantu dengan itu. selanjutnya, ada apa ibu datang jauh-jauh kesini?"
Trainee:"waktu itu bukankah aku sudah menjelaskannya dalam surat?!. saat itu aku sudah berada di Rosefield Dukedom untuk mengunjungimu, tapi aku di beri tahu oleh besan, bahwa kamu sedang berada di ibu kota, jadi aku mengirim surat sebelum sampai di sini"
Rovell:"jadi ibu mengirim surat itu dari Rosefield Dukedom?"
Trainee:"itu benar"
itu menjelaskan kenapa hanya selang sehari dari surat dan kedatangan nenek. kurasa setelah mengirim surat, nenek langsung berangkat ke ibu kota tanpa menunggu surat balasan. perjalanan dari ibu kota ke Rosefield Dukedom akan memakan waktu sekitar lima hari menggunakan kereta kuda. itupun jika tidak menemukan masalah di jalan.
Trainee:"aku mau membawa Filia untuk datang ke Royal Crown Academy"
(akhir dari chapter ini)
beri tahu aku jika ada kata yang salah di ketik atau kurang pas.
ok, see you next time ;)