Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 102: Latih Tanding



ini benar-benar membingungkan. aku baru saja tiba dan aku sudah tidak di izinkan mengikuti pelajaran!?. sebenarnya ada apa ini.


Alison:"bukan maksud saya untuk melarang anda, tapi..."


tanpa menjelaskan, instruktur Alison beralih dan melirik ke arah Liris. makna di balik lirikannya jelas. instruktur meminta Liris untuk menjelaskan apa yang terjadi. jika aku menebak dengan benar, seharusnya yang di bicarakan instruktur dan Liris di awal berkaitan dengan ini. tapi yang membuatku bingung, aku tidak tahu alasan dibalik ini semua.


Liris:"sebelumnya, saya mendapatkan panggilan untuk datang dan menemui kepala sekolah. kepala sekolah mengatakan bahwa anda tidak di izinkan untuk mengikuti kegiatan ini untuk sementara karena tubuh anda yang masih lemah".


setelah mendengar penjelasan Liris sekarang aku mengerti. dengan sikap ibu ke dua dan ibu yang mirip, akan sangat wajar jika hal ini terjadi. mereka terlalu overprotektif. mengatakan bahwa tubuhku lemah. dengan kekuatan tubuhku saat ini, aku dapat menghancurkan sebuah bangunan besar hanya dengan tinju, oke.


bukan hanya bangunan. dengan fisik Tier dua, aku bisa menghancurkan besi paduan (baja) hanya dengan tangan kosong tanpa menggunakan tenaga internal atupun lapisan sihir penguatan. secara harfiah ini tidak lemah.


karena ini adalah kata-kata ibu ke dua ku, maka tidak ada lagi yang bisa aku lakukan. aku juga mengerti bahwa ibu ke dua melakukan ini untuk kebaikanku. dan lagi, perintah ini sepertinya berasal dari nenek sebelum mengizinkanku ikut ke akademi. jika aku melanggar perintah ibu dan nenek yang ada di rumah mengetahuinya, ibu ke dua bisa mendapatkan masalah karena tidak menjagaku dengan baik.


Filia:"saya mengerti"


aku hanya bisa pasrah dan menerima hal ini. tidak ada lagi yang bisa aku lakukan. yah, setidaknya aku harus melihat latih mereka. jika aku hanya kembali ke kelas ataupun duduk di tempat ini sendirian, pikiranku akan kemana dan memikirkan banyak hal. pikiran yang aku maksud bukan memikirkan sebuah rencana atau apa, tapi sebuah pikiran kosong yang memikirkan banyak hal secara tiba-tiba.


Alison:"kalau semuanya sudah siap segera ikut aku ke arena!"


"ya, instruktur...!!"


jawaban serempak dan keras. anak-anak ini lebih mirip seperti anggota militer yang terlatih.


segera, semua anak-anak baik laki-laki ataupun perempuan, mereka segera mengikuti instruktur menuju ke arena. tentu saja aku juga ikut.


kami hanya perlu mengikuti lorong panjang dan melewati beberapa tikungan. lorong ini luasnya sekitar tiga sampai empat meter. di sisi kanan dan kirinya terdapat pintu-pintu yang menuju ke berbagai ruangan. selain pintu, di setiap beberapa meter akan berdiri sebuah baju zirah besi lengkap dengan senjatanya. baju zirah ini menjadi pajangan sekaligus menjadi simbol dari perjuangan dan keberanian bagi para siswa.


lorong ini selain luas juga cerah karena ada banyak batu cahaya yang di tempatkan di dindingnya.


taklama kemudian kami sampai di pintu keluar yang lebar. pintu keluar ini mirip seperti pintu menuju ke stadion sepak bola yang biasanya di lewati pemain saat akan berlaga. setelah melewati pintu ini, sebuah lapangan melingkar yang sangat luas terhampar di depanku. saking luasnya, lapangan ini mampu menampung dua lapangan sepak bola yang di gabung menjadi satu tanpa masalah. hanya saja lapangan ini terbuat dari tanah yang ditayakan dan dilapisi dengan pasir halus kecoklatan. lapangan luas ini di kelilingi oleh dinding setinggi 12 meter atau lebih.


di bagian atas dinding ini adalah tempat duduk dari batu untuk penonton. aku tidak tahu berapa banyak penonton yang dapat di tampung, tapi dengan melihat ukurannya, tempat ini bisa menampung lebih dari 100 ribu orang. ini seperti stadion terbuka. di tempat penonton tidak ada penutup yang dapat melindungi penonton dari air ketika hujan turun. selain tempat penonton, di beberapa tempat juga terdapat beberapa bangunan yang kelihatannya di khususkan untuk tamu VVIP atau para bangsawan kelas atas.


aku terus memperhatikan lapangan yang luas ini. di tengah lapangan yang sangat luas ini terdapat tiga buah platform persegi dengan ukuran sekitar sepuluh meter dan tinggi 1-2m dari permukaan tanah. setiap platform di pisah dengan jadah 5-6m antara yang satu dengan yang lainnya. platform-platform itu terbuat dari batu berwarna abu-abu kehitaman yang aku tidak tahu batu apa itu. tapi melihat keadaannya, sepertinya batu itu cukup keras.


dua dari tiga platform ini telah digunakan oleh beberapa anak laki-laki yang sedang bertarung satu sama lain. selain anak-anak yang bertarung itu, di sekitar lapangan juga banyak anak laki-laki dan perempuan yang mengawasi dan memberikan evaluasi tentang pertandingan atau hanya saling berbicara dengan teman mereka. yah, meskipun yang anak perempuan hanya mengagumi dan memberikan semangat yang tidak jelas kepada anak yang sedang bertanding, sih.


Alison:"ayo. kita akan menggunakan platform yang ada di tengah"


mungkin karena sudah di siapkan untuk latihan anak kelas S, jadi platform yang ada di tengah tidak di gunakan oleh anak-anak itu untuk latih tanding. kami segera mengikuti instruktur menuju ke platform. mata anak-anak yang berada di lapangan dan tempat penonton juga beralih kepada kami.


"hey, lihat. apakah itu anak-anak dari kelas S?"


"ya. aku dengar bahwa platform itu akan digunakan oleh anak-anak kelas S"


"mereka tidak terlihat kuat"


"jangan omong kosong. anak-anak kelas S sudah di tantang berkali-kali dan tidak ada kekalahan"


"jika tidak kuat tidak akan masuk ke kelas S. selain kuat dalam kemampuan pribadi, latar belakang keluarga mereka juga kuat. meskipun tidak semuanya, tapi kebanyakan memang begitu"


"siapa gadis itu. dia tidak memakai armor seperti yang lain?"


"rambut perak yang memantulkan cahaya matahari, dengan kulit putih dan terlihat lembut. keindahan yang dipadukan dengan gaun yang menawan dan elegan. menurut penilainku, gadis itu merupakan seorang putri bangsawan kelas atas"


"tapi dia terlihat lemah. apa yang bisa dilakukannya!?"


"dasar kalian anak laki-laki. kalian hanya memandang dari kekuatan"


"anak laki-laki, apa yang mereka ketahui soal perempuan"


"itu benar Balt. kamu tidak bisa selalu melihat perempuan dengan kekuatan. seorang perempuan apalagi bangsawan, mereka hanya perlu terlihat indah dan berlindung di dalam pelukan kita para pria"


"...."


aku mendengar banyak percakapan yang tidak perlu dari anak-anak itu. apalagi dengan Indra pendengaranku, bahkan anak-anak lain termasuk Lisa yang jauh, jauh.. lebih lemah dariku juga mendengarnya.


Lisa:"sangat tidak sopan"


Lisa melihat anak-anak yang berbicara itu dan melemparkan tatapan dendam pada mereka. matanya menyala seperti ada api yang terbakar di dalamnya.


Lisa:"haruskah saya memberi mereka pelajaran, putri!?"


Filia:"tidak perlu. mereka hanya anak-anak yang berbicara. lagi pula kita tidak kehilangan daging, jadi biarkan saja"


yah, anak-anak yang berbicara itu memang tidak terlihat seperti dari kalangan bangsawan kelas atas, jadi bisa di maklumi. sebenarnya tidak masalah dengan ucapan mereka, hanya saja memang terasa tidak nyaman jika ada yang berbisik saat kamu lewat. apalagi yang berbisik adalah orang biasa dan membisikkan tentang bangsawan, hal itu di anggap merupakan bentuk ketidak hormatan. tentu saja aku tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi Liris dan anak perempuan bangsawan lainnya yang telah berada di kalangan bangsawan sejak kecil, merasa tindakan seperti itu sangat tidak sopan.


bukan berarti berbisik adalah tindakan terlarang, tapi itu menjadi terlarang menurut pendapat masing-masing. ada bangsawan yang tidak mempermasalahkannya, tapi ada juga bangsawan yang tidak akan segan-segan memberikan hukuman jika ada yang berbisik atau ketahuan berbicara buruk tentang mereka.


kami tiba di dekat platform pertempuran sambil mendengarkan percakapan anak-anak itu dan akhirnya berhenti memperhatikan mereka. kami fokus pada instruktur Alison yang telah naik ke atas platform dan berdiri di tepi platform itu. instruktur memandang kami yang berdiri di bawah platform sambil menunggu instruksi selanjutnya.


Alison:"hari ini kita akan mencoba penerapan dari apa yang kalian telah pelajari selama lima hari ini. kita akan melakukan latih tanding dan menentukan kedudukan kelas. hingga sat ini kedudukan kelas S masih sama dengan urutan hasil pengujian kalian saat memasuki akademi ini'


kedudukan kelas mirip seperti sistem ranking yang ada di sekolah. kedudukan kelas juga membawa beberapa keuntungan, seperti bahwa siswa yang berada di ranking pertama memiliki suara paling besar di kelas saat mengambil sebuah keputusan. mungkin hal ini tidak terlalu berharga bagi orang biasa, tapi bagi anak-anak bangsawan, ini merupakan hal yang berharga. yah, aku tidak perlu menjelaskannya, tapi dengan pemilik keputusan terbesar, anak bangsawan itu dapat menentukan alur kemajuan kelas.


Alison:"kalian dapat memilih lawan kalian sesuka hati. tapi karena putri Filia sedang dalam keadaan khusus, jadi putri Filia tidak akan mengikuti latih tanding hari ini. meskipun begitu, setelah putri Filia dapat mengikuti kegiatan ini di waktu berikut, kalian dapat menantang putri Filia. jadi pada saat ini, kedudukan pertama tetap akan di pegang oleh putri Filia. apa ada pertanyaan?".


instruktur memandang kami untuk beberapa saat. setelah memastikan bahwa tidak ada yang mengajukan pertanyaan ataupun keberatan, instruktur kembali mengintruksikan untuk para penantang supaya segera menaiki panggung.


anak pertama yang menaiki panggung adalah anak laki-laki dengan rambut coklat gelap dan mata yang tampak percaya diri. meskipun usianya hanya sembilan tahun, tapi aura kesombongannya dapat dilihat dari kilau matanya.


"saya Sian Alexis. saya peringkat ketujuh dalam ujian masuk Akademi. saya ingin . menantang anak yang berada di peringkat ke empat Liris Vermilion"


anak itu dengan percaya diri menantang Liris. yah, tanpa mereka bertanding aku sudah tahu siapa yang akan menjadi pemenang. meskipun tahu, tapi itu bukan sebuah kepastian. aku hanya menebak dari level skill dan level mereka, jadi aku bisa menebak. tapi tebakan itu bisa salah jika dia bisa memanfaatkan peluang dan menggunakan kesempatan yang ada.


kadang-kadang kemenangan tidak hanya di tentukan oleh level ataupun level skill, tapi kemenangan kadang-kadang akan di tentukan oleh keberuntungan ataupun taktik yang tepat untuk lawan yang tepat....


(akhir dari chapter ini)


hari Sabtu dan Minggu aku tidak akan update. anggap saja itu hari libur. maafkan aku.


see you next time