Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 104: Ayo Bertarung



«Sword Intent» itu sendiri bukanlah sebuah skill, tapi kekuatan yang di dapatkan jika kamu mempelajari dan mendalami ilmu pedang. begitulah yang aku dengar. pemilik Sword intent adalah keberadaan yang langka dan sulit ditemukan.


aku pernah melawan pemain yang memiliki sword intent dan dia merupakan lawan yang kuat. aku sendiri kurang paham dengan sword intent karena tidak memilikinya. hanya orang yang berfokus dan telah memahami hati pedang yang akan memiliki sword intent. meskipun bukan skill, tapi menurutku fungsinya hampir mirip dengan title yang akan memberi buff kepada pemilik. buff dari sword intent akan berbeda, tergantung karakteristik dan gaya berpedang pemain itu sendiri.


aku juga kurang mengerti karena aku tidak memiliki sword intent, tapi aku memiliki title «Weapons Master» yang fungsinya mirip. hanya saja title ini tidak terbatas dengan ilmu pedang, tapi apapun asalkan aku menggunakan senjata. meskipun efeknya lebih lemah dengan level yang sama daripada Intent.


aku melihat anak yang berdiri di atas panggung itu seperti sebuah pedang yang tajam. dia menggigit bibir bawahnya dengan air mata yang masih mengalir meskipun dia berusaha untuk menghapusnya.


Abel:"heh... bagus kalau kamu masih bisa berdiri"


Abel mencibir dan kembali mengambil kuda-kuda untuk bersiap bertarung. dasar katak di dasar sumur. jika masih di Alterion aku yakin bahwa anak perempuan bernama Abel itu akan di cemooh oleh pemain lain. Abel itu bahkan tidak bisa mengukur kemampuannya dengan lawan. perbuatan seperti itu adalah murni mencari kematian.


Stern melangkah perlahan dan semakin cepat hingga dia seperti terbang dan langsung meluncurkan serangan kepada Abel.


Trang...!!


suara benturan logam bergema. meskipun Abel berhasil menahan serangannya, tapi Abel juga terdorong mundur dengan tangan yang gemetar. aku bisa melihat ketakutan dari matanya. itulah salah satu efek pasti dari sword intent, yaitu memberikan ketakutan seperti ada pedang yang menempel di leher. kebanyakan lawan kalah saat melawan pemilik sword intent bukan karena kekuatan pemilik sword intent, tapi mereka kalah saat ketakutan merayapi hati mereka dan mengacaukan pemikiran mereka, sehingga pemain itu akan melakukan kesalahan dan kalah.


setelah serangan pertamanya ditahan, Stern terus melancarkan serangan lain. tebasan horizontal ke kanan, horizontal ke kiri, vertikal ke atas dan ke bawah. serangannya semakin cepat dan cepat. gerakan Stern juga semakin halus saat menggunakan pedang. cahaya perak yang ada di pedang itu semakin cemerlang.


karena serangan beruntun dari Stern, Abel terus mundur dengan keringat dingin. tanpa bisa mengambil nafas, Stern terus menekan Abel dengan serangannya. meskipun menyebalkan, tapi aku harus mengakui bahwa Abel juga merupakan anak yang berbakat dalam pedang. jika yang berada di posisinya saat ini adalah Sian, aku yakin dia akan kalah sejak tadi.


Trang...!!


serangan Stern terus menekan Abel hingga pedang yang ada di tangan Abel terlempar ke udara dan terjatuh lebih dari tiga meter darinya. meskipun pedang Abel terjatuh, Stern masih melancarkan serangan menyapu leher Abel, tapi itu tidak mengenai leher. Stern menghentikan serangannya tepat beberapa cm dari kulit leher Abel.


Abel:"k, kamu..."


Stern:"aku menang Abel"


Abel terjatuh ke belakang dengan wajah pucat dan akhirnya tidak sadarkan diri. anak yang hidup sebagai vas bunga dan tidak pernah merasakan perasaan putus asa, pada saat ini dia hampir terbunuh. tentu saja dia akan pingsan karena terlalu takut dan syok. yah, tapi jika Abel itu bisa keluar dari masa-masa ini, dia akan menjadi pengguna pedang yang hebat setelah di basuh oleh perasaan kematian.


instruktur segera memeriksanya. karena Abel hanya pingsan, maka instruktur memanggil beberapa maid untuk membawanya ke ruang kesehatan. sekarang aku tahu bahwa maid yang membantu Liris tadi adalah maid yang di siapkan oleh akademi untuk melayani dan membantu siswa. lagi pula kebanyakan anak di sini adalah anak bangsawan, jadi wajar ada hal seperti itu, kan.


aku kembali melihat Stern yang masih berdiri di panggung tanpa berbicara. cahaya perak dimatanya mulai memudar dan menghilang. pedang yang tadi bersinar perak sekarang hanya tersisa gagang dan tunggul bilah yang patah.


«Lightning Armor»


cahaya perak dengan derap listrik biru menyelimuti tubuhku. listrik itu mengeluarkan suara mendesis yang menakutkan. anak-anak yang dekat denganku segera menjauh beberapa meter.


segera, pakaianku yang awalnya adalah hanfu sekarang berganti dengan armor full plate berwarna perak dengan ornamen biru. armor itu memiliki motif berbentuk petir yang menyala di beberapa bagian. «Lightning Armor» adalah armor Tier Legendary tapi dapat di turunkan hingga Tier puncak (SS).


«Frozen Rose Heart Sword»


bukan hanya armor, tapi aku juga mengeluarkan sebuah pedang. pedang ini memiliki gagang berwarna putih perak dengan ornamen yang terlihat rumit dengan hiasan bunga mawar berwarna biru kristal yang berkilau. bilahnya ramping dan tipis serta memiliki warna biru dan memberikan perasaan dingin yang membekukan. Epic Tier weapon.


aku mengelus bilah pedang itu dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kiriku. bersama dengan gerakan jari itu, kabut dingin memancar dan mengepul jatuh ke bawah, membuat lapisan es tipis di tanah. perasaan ini benar-benar memuaskan. hah... aku benar-benar merindukan pertarungan yang baik. sayang sekali aku tidak bisa mengeluarkan kemampuan penuh ku.


aku kembali melihat ke arah panggung dan mendapati wajah instruktur dan Stern yang tercengang. untuk anak-anak lain, aku tidak peduli. aku hanya melangkah ringan melewati mereka.


Trap...!!


Trap...!!


Trap...!!


suara sepatu dari logam yang bersentuhan dengan tanah terdengar berirama dengan langkah kaki yang stabil. aku berjalan perlahan dengan pedang di tangan kananku dan kuncir kuda yang terus bergoyang di setiap langkah yang aku ambil.


Arison:"p, putri..."


Filia:"instruktur, saya akan melawan Stern"


Arison:"tapi..."


aku hanya menggelengkan kepala dengan lembut kepada instruktur dan berjalan mendekati Stern yang menatapku. aku melihat bahwa dia terluka dan kelelahan. meskipun darahnya sudah berhenti mengalir, tapi pasti masih sakit dan tidak mungkin menggunakan kekuatan penuhnya.


aku menghampirinya dan mengeluarkan sebuah potion dari storage milikku dan memberikannya pada Stern supaya dia bisa memulihkan dirinya kembali ke puncak. aku mengulurkan tangan dan meletakkan potion itu di tangannya.


Filia:"minumlah!"


Stern:"p, putri, ini..."


Filia:"itu potion HP. itu akan membantumu menyembuhkan diri"


awalnya potion HP hanya untuk memulihkan HP pemain, tapi aku menemukan setelah ke dunia ini potion HP dapat menyembuhkan luka.


Alison:"tunggu...!!"


tiba-tiba instruktur berteriak dan berlari ke arah kami. dia mengambil potion dari tangan Stern dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk dia lihat.


Alison:"i, ini... potion tingkat apa ini?. warnanya biru seperti kristal dan sangat jernih seperti air suci, tapi biru"


Filia:" ini hanyalah potion HP tingkat menengah, jadi tidak terlalu berharga"


aku tidak tahu apakah itu begitu mengejutkan. itu memang hanya potion tingkat menengah dan tidak terlalu berharga. aku mendapatkan potion seperti itu dari kegagalanku menyuling potion tingkat tinggi atau legendaris yang benar-benar membuang-buang material berharga. dalam membuat potion, tidak ada jaminan bahwa seorang Alchemist dapat menyuling potion dengan keberhasilan 100%, jadi kegagalan adalah hal yang wajar. masih beruntung jika gagal tapi masih bisa jadi potion tingkat rendah ataupun menengah. tidak jarang bahwa bahan-bahan legendaris hanya menjadi tumpukan debu karena kegagalan dalam proses penyulingan. itulah kenapa harga potion sangat mahal. menjadi pemain gaya hidup adalah cara tercepat untuk menjadi kaya.


Alison:"tidak...!!. anda tidak bisa berbohong kepada saya, Putri. meskipun begini, saya adalah seorang peramu yang handal dan meneliti banyak potion. jadi saya tahu kualitas potion. dapat saya pastikan bahwa potion ini jauh lebih baik dari potion yang ada saat ini"


sejujurnya aku tidak tahu potion di dunia ini seperti apa, jadi aku tidak tahu bagaimana harus membandingkannya.


Alison:"Hm??"


Filia:"saya tidak tahu potion yang ada di pasaran saat ini, jadi..."


tiba-tiba instruktur tampak tercengang dan segera merogoh sakunya. instruktur mengeluarkan sebuah botol kaca bulat dengan cairan berwarna hijau keruh di dalamnya. kemudian, instruktur juga mengeluarkan dua botol lain dengan cairan yang juga berwarna hijau, tapi cairan hijau di dalamnya lebih jernih dari pada yang sebelumnya. yang agak berbeda adalah botol ke tiga. dalam botol ke tiga terdapat cairan berwarna hijau kebiruan yang lebih jernih daripada dua lainnya.


sekilas aku sudah tahu bahwa ini hanyalah potion kelas tiga. potion kelas tiga adalah potion dalam golongan sampah. atau itu adalah potion yang bisa di buat oleh Alchemist saat awal berlatih.


Alison:"ini adalah potion kelas rendah, ini adalah potion kelas menengah, dan ini adalah kelas tinggi. anda bisa melihat perbedaannya sekilas"


instruktur memperkenalkan satu persatu potion tadi mulai dari yang paling keruh hingga ke potion kelas tiga yang berwarna sedikit kebiruan.


Filia:"dua potion yang awal adalah potion gagal, sementara yang terakhir adalah potion kelas tiga. tapi meskipun begitu, dilihat dari warnanya, teknik yang di gunakan untuk menyuling potion ini masih sangat kasar dan efek obatnya tidak bisa di tampilkan sepenuhnya. paling baik potion ini hanya dapat memulihkan 70 HP.... ehem... maksud saya paling baik potion ini hanya dapat menyembuhkan luka tusuk selain organ vital"


Alison:"saya benci mengakuinya, tapi anda benar. potion ini paling baik menyembuhkan luka tusuk, tapi tidak bisa menyembuhkan luka pada organ vital. saya sangat terkejut karena anda bahkan mengetahui hal seperti ini. nah, lalu seberapa baik potion ini?"


instruktur menunjuk pada potionku yang ada di tangannya. untuk seberapa baik itu, yah itu sangat baik. setidaknya jauh lebih baik daripada potion kelas tiga itu.


Filia:"potion ini dapat menyembuhkan luka berat, termasuk luka pada organ vital. penyulingannya jauh lebih baik daripada potion kelas rendah itu dan efeknya dapat di maksimalkan. selain efek penyembuhan yang kuat, potion tingkat ini dapat menyembuhkan dalam waktu yang singkat"


Alison:"seberapa singkat itu?"


Filia:"kurang dari satu detik setelah di gunakan"


instruktur bertanya dengan mata bersinar. meskipun begitu, dia tidak kehilangan ketenangan dan segera kembali menjadi instruktur seperti sedia kala. dia tersenyum pada Stern dan mengembalikan potion itu padanya.


Alison:"jaga baik-baik potion ini. ini dapat menyelamatkan nyawamu di keadaan kritis"


Stern:"tapi..."


Filia:"tidak apa-apa. kamu bisa memilikinya"


Stern:"em... instruktur, berapa harga dari potion ini?"


entah kenapa tiba-tiba Stern menanyakan harga dari potion yang aku berikan. yah, lagi pula aku juga penasaran dengan harga jual potion ini.


Alison:"menurut harga pasar saat ini, potion kelas rendah dapat di jual dengan harga 7 Cooper Coin, potion tingkat menengah 4 Iron Coin, potion tingkat tinggi adalah 1 Silver Coin, sementara untuk yang di berikan oleh tuan putri, bahkan jika kamu memiliki uang, kamu tidak dapat membelinya. potion ini selain memiliki efek yang sangat kuat, potion ini juga memiliki nilai penelitian. jadi meskipun kamu menjualnya dengan Continent Coin pasti akan ada yang mau membelinya"


APA...!!!


aku mendengar seruan keras dari orang-orang termasuk Stern. aku juga tidak menduga bahwa potion seperti ini juga akan bernilai tinggi di dunia ini. tapi seperti apa itu Continent Coin??. jika di Alterion, satu botol potion tingkat menengah akan berharga 5 Silver Coin.


Stern:"s, saya tidak akan mampu membelinya. s, saya tidak bisa menerima ini"


Stern dengan panik mencoba mengembalikan potion itu kepadaku. jadi dia menanyakan harga potion itu karena dia akan membelinya!?. hahahaha.... sungguh anak yang menarik.


Filia:"apa kamu mengatakan bahwa aku adalah pedagang??"


aku berpura-pura marah dan mengatakan itu dengan agak tidak senang.


Stern:"tidak...!. tidak seperti itu"


Stern panik dan menundukkan kepala karena tidak tahu harus berbuat apa.


Filia:"kalau begitu terima saja. jika kamu memang ingin membayar, maka bertarunglah denganku"


Alison:"ini. kamu dapat menggunakan potion tingkat tinggi milikku untuk menyembuhkan diri. akan sia-sia jika potion sempurna yang di berikan putri Filia di gunakan untuk luka kecil seperti itu. kamu bisa menyimpan potion itu untuk keperluan di masa depan"


Stern:"s, saya mengerti"


Stern segera mengambil potion dari instruktur dan meminumnya. perlu waktu sekitar setengah menit untuk semua luka dan kelelahannya sembuh setelah meminum potion kelas tiga itu. yah, itu tidak mengejutkan.


aku mengeluarkan sebuah pedang tipis yang mirip dengan milikku, hanya saja bilah pedang itu berwarna ungu dengan gagangnya yang berhias sebuah permata heksagonal berwarna ungu cerah.


Filia:"pedang ini aku pinjamkan kepadamu"


setelah menyerahkan pedang itu kepada Stern, aku segara pergi ke sisi platform yang lainnya untuk mengambil posisi pertempuran. aku berbalik dan menghadap kembali ke Stern yang masih menatapku di sisi platform yang lainnya.


aku tersenyum dan mengambil kuda-kuda bersiap untuk bertarung. mungkin melihat posturku, Stern juga mengambil kuda-kuda.


aku melawannya karena memiliki tujuan lain. aku menyukai orang ini. jika anak ini berada di tanganku, maka itu adalah sebuah keuntungan lain bagiku.


Filia:"apakah kamu sudah siap?"


Stern:"s, saya siap"


Alison:" Mulai...!"


Filia:"nah, ayo bertarung!"


(akhir dari chapter ini)


minta bantuan. jika ada pengetikan yang salah mohon untuk segera memberi tahu author di kolom komentar. jika ada pertanyaan aku juga akan menjawabnya sebisa mungkin.


see you next time;)