Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 200: Logam «Abyssal Longing».



Sebuah meja panjang di sediakan untuk meletakkan semua hasil alkimia para siswa. Di atas meja panjang itu terdapat dua puluh satu nampan perak yang di atasnya terdapat material atau potion dan poison dengan berbagai bentuk.


Nampan milik kakak di letakkan di bagian paling tengah dan terlihat sangat mencolok karena pil dan material di atas nampan mengeluarkan cahaya yang menarik perhatian.


Ada lima orang juri yang siap menilai alkimia para siswa. Dua dari instruktur material dan potion, satu petualang kelas atas, wakil guild alkimia, dan seorang perwakilan dari guild penempa.


Orang dari luar akademi tidak di undang secara khusus, tapi awalnya mereka hanya ingin menikmati kesenangan. Karena nama mereka terkenal dan dapat di percaya, pihak akademi mengambil kesempatan ini untuk meminta mereka ikut berpartisipasi.


Orang-orang itu juga dengan senang hati bergabung dan ingin melihat kemampuan dari generasi muda yang mungkin menjadi penerus mereka suatu hari nanti.


Peserta pertama adalah seorang anak laki-laki gemuk dengan mata yang menyipit karena lemak di wajahnya. Tubuhnya terlihat bulat dan memiliki banyak lemak. Dia adalah anak seorang pemilik karavan besar yang menjual barang dari berbagai negara. Bisa di katakan bahwa hampir tidak ada pedagang di daratan ini yang tidak mengetahui karavan itu.


"Bisa kamu jelaskan material apa yang kamu buat!."


"Ya, ya."


Wakil dari guild blacksmith itu berbicara pada anak itu. Dia adalah pria berotot yang tadi duduk bersama para bangsawan di venue yang sama denganku. Anak gemuk itu berkata dengan sungguh-sungguh dan maju untuk menjelaskan materi yang telah dia buat.


Materi yang ia buat memiliki warna besi metalik yang sangat halus hampir menyerupai cermin.


"Ini adalah baja kualitas tinggi dengan bobot yang ringan tapi memiliki ketahanan yang sangat kuat bahkan pedang yang di buat menggunakan bahan ini dapat memotong zirah biasa seperti memotong daun."


"Jika aku tidak salah menebak, kamu menggunakan tiga campuran Ore dan mengunakan teknik tempa ringan untuk membuat ingot logam ini."


"I, itu benar."


"Apakah kamu tahu nama logam ini?."


Saat di tanya oleh perwakilan dari guild blacksmith, anak yang gemuk itu menjadi agak gugup dan bingung. Dia terus memainkan jari-jarinya dan matanya mengembara. Para juri bertanya bukan karena mereka tidak tahu, tapi mereka ingin mengetes para siswa itu seberapa besar yang mereka ketahui tentang produk alkimia yang telah mereka kerjakan.


"S, saya tidak tahu. Saya hanya mendapat cara pembuatan material ini dari sebuah gulungan yang di dapatkan orang tua saya dari negri yang jauh."


Meskipun anak itu tidak tahu, tidak ada juri yang tidak puas. Mereka semua menganggukkan kepala sambil tersenyum. Hal seperti ini sebenarnya sangat wajar. Banyak petualang yang tanpa sengaja menemukan berbagai peninggalan kuno. Karena mereka tidak tahu apa itu atau karena sedang butuh uang, mereka menjual benda itu ke pedagang. Tentu saja kemungkinan kedua juga ada, bahwa gulungan itu di dapatkan dari pasar gelap.


"Logam ini bernama «Light leaves». Aku pernah bertemu dengan orang yang bisa membuat logam seperti ini waktu perjalananku dulu. Meskipun teknikmu masih banyak kekurangan, tapi untuk usiamu, ini sudah sangat baik."


Para juri itu meninggalkan anak itu dan pergi ke peserta selanjutnya. Peserta selanjutnya adalah seorang anak perempuan berkacamata dengan kepala menunduk. Hanya sekilas, orang bisa mengetahui bahwa anak perempuan itu merupakan kepribadian yang tertutup.


Di depan gadis itu adalah sebuah nampan yang di atasnya terdapat sebuah botol kaca yang berisi cairan merah. Kali ini yang bertanya pada gadis itu adalah perwakilan dari guild Alkemis. Meskipun di sebut perwakilan, orang itu bukanlah orang sepele di dalam guild Alkemis, tapi dia adalah wakil ketua dari guild Alkemis yang cukup terkenal di ibu kota.


"Gadis, bisa kamu menjelaskannya padaku ramuan apa yang kamu buat?."


"I, iya."


Gadis itu maju dan memperkenalkan apa yang telah dia buat. Dia mengangkat botol itu dan menggoyangkannya perlahan. Cairan merah itu berubah menjadi warna hijau saat bergoyang dan kembali merah setelah cairan di dalamnya tenang.


"I, ini adalah bom kabut miasma yang dapat melumpuhkan seseorang yang menghirupnya. Cairan ini tidak berbau dan tidak berasa. Saat terpapar ke udara, cairan di dalamnya akan menguap dengan cepat dan menyebar ke area sekitar."


"Hmm... Sangat bagus. Ini akan menjadi sangat berguna jika di gunakan dengan cara yang tepat."


Orang itu mengangguk dengan puas. Dia melihat cairan di dalam botol itu dengan mata yang cerah.


"Tapi, bom?."


Juri dari guild blacksmith itu bertanya dengan bingung. Ada kata bom di dalamnya, tapi darimana nama itu berasal?.


"Itu karena sifat cairan ini yang kurang stabil. Jika botol yang menampung cairan itu pecah atau tutupnya di buka secara tiba-tiba, bahan kimia di dalam botol itu akan bereaksi sangat keras terhadap udara lalu meledak menjadi kabut asap yang menyebar ke sekitarnya. Itulah kenapa poison itu di sebut bom."


Yang menjelaskan adalah seorang instruktur akademi. Dia adalah seorang wanita dengan kacamata berbingkai hitam dengan rambut coklat panjang.


.....


Pemeriksaan terus dilakukan satu persatu hingga giliran kakak. Namun saat giliran kakak, para juri hanya melirik dan melewatinya. Bukan hanya kakak, tapi seorang gadis berpakaian hitam dan gadis Rumi juga di lewati oleh para juri.


Mereka lebih memilih untuk memeriksa peserta yang lain terlebih dahulu. Tanpa banyak berfikir, aku tahu bahwa tiga orang terakhir adalah orang dengan penampilan paling mencolok.


Hasil alkimia siswa-siswi yang lain memiliki tingkat yang berbeda-beda, tapi secara keseluruhan hampir sama. Tidak ada yang benar-benar luar biasa.


Akhirnya ketiga orang yang tersisa di perintahkan untuk pindah ke meja yang lain dan memamerkan hasil produk alkimia mereka. Semua mata tertuju kepada tiga orang itu.


Kakak memiliki tubuh terkecil dan merupakan yang termuda dari ketiganya. Meskipun demikian, tapi tidak ada yang berani menganggap remeh kakak.


Peserta pertama yang di periksa oleh para juri adalah seorang anak perempuan berpakaian hitam dengan wajah yang bersemangat. Di depan nya terdapat sebuah logam hitam pekat dengan kabut ungu tipis di permukaannya.


"Hmm... Sangat menarik. Aku belum pernah melihat logam seperti ini. Bagaimana dengan kalian?."


"Aku juga belum pernah."


"Tidak, aku juga tidak tahu."


Para juri membahas logam yang telah di buat oleh gadis itu. Tidak ada yang mengetahui jenis logam macam apa itu. Pihak akademi hanya menyediakan Ore mentah. Untuk bahan tambahan, siswa bisa memilih apa yang ingin mereka gunakan.


Jadi wajar jika beberapa material yang di buat akan asing karena bahan tambahan tertentu.


"Hahaha... Bahkan instruktur tidak tahu. Saya mendapatkan cara pengolahan material ini dari seorang Orc yang berhasil saya bunuh dalam pelatihan."


"Oke, Nuan, apakah kamu tahu meterial apa ini?."


Senyum gadis itu terhenti secara tiba-tiba dan wajah berubah sedikit merah dan malu.


Nuan:"Instruktur, sebenarnya saya juga tidak tahu. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk membuatnya, tapi terus gagal. Saya tidak menduga bahwa kali ini saya akan berhasil."


Para instruktur dan juri saling pandang setelah mendengarkan penjelasan dari gadis bernama Nuan itu.


Perwakilan dari guild blacksmith itu maju dan menyentuh permukaan logam. Dia menyentuhnya selama beberapa saat sebelum mengangkat ingot logam itu.


"Aku tidak tahu tapi aku bisa merasakan rasa dingin yang menembus sarung tanganku."


Tangannya memang mengenakan sebuah sarung tangan hitam yang cukup tebal. Mungkin sarung tangan itu di gunakan untuk melindungi tangannya supaya tidak terluka saat menangani material.


"Bobotnya juga cukup berat untuk ingot besi seukuran ini."


Dia meletakkan kembali ingot logam itu dan menatap gadis Nuan itu.


"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan penilaian karena kami sendiri tidak mengetahui material macam apa ini. Kami perlu membuat produk jadi dan melihat hasilnya. Meskipun demikian, aku bisa mengetahui dari kepadatannya bahwa logam ini jauh lebih kuat daripada logam siswa lainnya. Bahkan mungkin bisa menyaingi Mitril."


Tiba-tiba kakak berbicara. Semua mata teralih ke arah kakak yang sedang melihat logam itu. Wajah kakak nampak santai dengan senyum di lembut yang tenang sepert kelopak bunga yang jatuh di permukaan kolam.


"Nona Filia, apakah anda tahu logam ini?"


Filia:"Ya!."


"Bisakah anda membuktikannya?."


Juri dari yang seorang petualang itu bertanya pada kakak. Selain karena meragukan kakak yang mengetahui logam itu yang bahkan ketua dari guild blacksmith dan wakil ketua dari guild Alkemis tidak tahu, dia juga ingin kakak menjelaskannya supaya siswa lain dapat mempercayainya. Jika tidak, bukankah akan konyol untuk mempercayai kata-kata seorang peserta tanpa bukti. Bagaimana jika peserta itu hanya bicara asal untuk menjatuhkan peserta lainnya.


Kakak todak menjawabnya, tapi dia menatap gadis yang membuat logam itu. Gadis itu memiliki kebingungan dan sedikit ketidak percayaan di matanya saat melihat kakak.


Filia:"Selain menemukan cara pengolahan material dari Orc, aku yakin kamu juga menemukan bubuk yang berwarna ungu kehitaman. Apakah aku benar?."


Mendengar pertanyaan kakak, gadis itu membelalakkan matanya. Dia mengangguk dengan semangat.


Nuan:"Ya, ya. Saya memang menemukan sekantong bubuk hitam. Putri, tolong beri tahu saya, apa itu."


Filia:"Itu Abyssal Dust. Debu seperti itu di buat dengan mencampurkan bubuk inti kristal monster yang telah di haluskan lalu di campur bersama dengan darah Abyssal."


"Apa!!."


Mendengar hal itu, mereka mundur dan menjauhi ingot logam itu.


Felmina:"Ibu, apa itu Abyssal?."


Harnas:"Di sebuah pulau di laut lepas yang berbatasan langsung dengan Holy Kingdom, terdapat sebuah retakan ruang yang cukup besar. beberapa tahun sekali, akan retakan ruang itu akan memuntahkan monster gila dengan jumlah yang sangat besar yang di sebut Abyssal demon. Sejak zaman kuno, Holy Kingdom menjaga perbatasan itu untuk mencegah Abyssal demon mengotori dunia ini dengan kegilaan mereka. Ayah juga turun dari takhta, lalu pergi ke perbatasan untuk menjaga wilayah perbatasan. Seratus tahun lagi, giliran kakak yang akan menggantikan ayah yang sudah mulai menua untuk menjaga wilayah perbatasan. Karena itulah seratus tahun lagi, kakakmu akan mewarisi takhta Holy Kingdom."


Rovell:"Di katakan bahwa jika ada makhluk hidup yang tercemar oleh Abyssal demon, mereka juga akan menjadi monster buruk rupanyang menggila. Itulah kenapa Abyssal demon sangat menakutkan. Tak terhitung jumlahnya prajurit manusia dan berbagai ras yang mati di tangan mereka saat gelombang besar terjadi."


Gelombang besar Abyss tidak tumpah ke wilayah elf dan manusia karena saat gelombang akan terjadi, seluruh kerajaan akan mengirimkan pasukan mereka supaya ikut bertarung bersama Holy kingdom melawan invasi Abyssal demon.


.....


Filia:"Kalian tidak perlu khawatir."


Di arena, kakak memberitahu orang-orang itu supaya tidak khawatir.


Filia:"Meskipun memiliki darah Abyssal, tapi pencemarannya akan sangat kecil dan tidak akan terlalu berpengaruh. Tapi jika menyentuhnya terlalu lama, mungkin akan membuat orang mengalami mimpi buruk, tapi itu tidak apa-apa."


Mendengar penjelasan kakak, semua orang di dekat logam itu menjadi sedikit lebih tenang. Mereka kembali menatap logam itu dengan sedikit ngeri di matanya.


Nuan:"Jadi itulah sebabnya kenapa saya selalu mengalami mimpi buruk di malam hari."


Dia mengatakan itu dengan bersemangat. Nampaknya dia bahagia setelah menemukan penyebab mimpi buruk yang selalu dia alami.


Nuan:"Lalu Putri, apakah material logam ini bisa di gunakan untuk membuat senjata?."


Gadis Nuan itu kembali bertanya kepada kakak. Dia nampak sangat penasaran dengan logam itu.


Filia:"Tentu saja..Ini merupakan material tingkat atas Tier zero, akan sia-sia jika tidak di gunakan."


Setelah itu, kakak menjelaskan penggunaan logam itu. Logam itu bisa di gunakan untuk menempa senjata dengan efek magis yang luar biasa. Jika di tempa menjadi senjata, maka senjata itu akan memiliki ketajaman yang sebanding dengan senjata yang di tempa menggunakan Mitril.


Selain itu, senjata itu akan memiliki efek ketidak warasan. Dimana orang yang terluka oleh senjata itu akan kehilangan kewarasannya untuk beberapa saat. Semakin banyak orang itu terluka oleh senjata Abyssal, maka kewarasannya juga akan semakin terkikis dan akhirnya menjadi gila dan melukai dirinya sendiri.


Yang lebih parah, setiap luka yang di sebabkan oleh senjata itu akan menyebabkan pendarahan hebat, dan korban tidak akan merasakan sakit. Jadi, jika logam itu di buat menjadi jarum pembunuh kecil, mereka dapat membunuh lawan tanpa di sadari.


Bahkan senjata itu akan sangat cocok untuk para Assassin.


Logam yang sangat menakutkan. Namun kakak juga mengatakan bahwa ada kekurangan serius dalam logam itu. Jika senjata yang di buat mengunakan logam itu di gunakan dalam jangka panjang, maka pengguna juga akan terinfeksi oleh senjata itu sehingga membuatnya menjadi gila. Perlu cara menempa khusu untuk mengurangi efek seperti itu.


Leonis:"Setelah hal ini selesai, segera amankan logam dan anak itu."


Raja berbisik kepada ayah. Aku tahu kekhawatiran raja. Jika sampai logam dan anak itu jatuh ke tangan yang salah, maka itu akan sangat berbahaya bagi kerajaan. Ayah tidak menjawab, tapi mengangguk dengan sangat serius.


Tapi tiba-tiba, semua orang menjadi diam.


Filia:"Kamu sangat berbakat.Apakah kamu mau mempelajari alkimia lebih banyak lagi?."


Nuan:"Ya, ya. Saya sangat ingin belajar lebih banyak lagi."


Kakak mengangguk dengan puas. Senyum di wajahnya menjadi lebih cerah dari sebelumnya. Orang-orang, terutama orang tua terdiam saat melihat kakak yang tersenyum. Aku yakin mereka berharap bahwa kakak adalah anak atau cucu mereka.


Harnas:"Dia benar-benar putriku.".


Senyum kakak masih terus bertahan. Dia mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Itu adalah terlihat seperti sebuah emblem berwarna perak dengan ukuran burung Phoenix dan bulan di atasnya.


Filia:"Kalau begitu, maukah kamu bergabung denganku?."


Gadis itu melihat emblem di tangan kakak. Sebelum tangannya meraih emblem itu, kakak menghentikannya.


Filia:"Jika kamu mengambil emblem ini, maka kamu akan setia kepadaku. Apakah kamu yakin?."


Nuan:"Y, ya saya yakin."


Gadis itu nampak ragu selama beberapa saat, tapi akhirnya dia mengangguk dengan sangat yakin. Dia meraih emblem itu dan berlutut sumpah setia kepada kakak. Emblem di tangannya berubah menjadi cahaya perak dan masuk ke tangan gadis itu.


Episode ini membuat semua orang terkejut untu beberapa saat, tapi mereka segera kembali dan tak mempedulikannya. Lagi pula banyak rahasia ras Elf yang tidak di ketahui oleh manusia, jadi semua orang menganggap bahwa apa yang di lakukan oleh kakak adalah sebuah hal misterius di ras Elf.


Setelah sumpah setia, gadis itu menatap kakak dengan mata besar yang sangat terkejut. Setelah beberapa saat, dia tersadar dan mulai bersikap seperti biasa. Namun aku bisa melihat kekagumannya saat melihat kakak. Aku tidak tahu ada apa dengan gadis itu, tapi aku tidak terkejut jika dia kagum pada kakak.


Leonis:"Sepertinya putrimu bergerak lebih cepat dariku.. Huh..."


Raja nampak menyesal setelah gadis itu bersumpah setia kepada kakak. Meskipun begitu, dia tidak memiliki ketidak puasan di wajahnya.


Penilaian kembali di lanjutkan. Kali ini giliran gadis Rumi. Aku penasaran, apakah potion yang dia buat akan sangat berharga...


(Akhir dari chapter ini.)


Di chapter selanjutnya Harnas akan muncul... Apakah ada yang penasaran seperti apa dia?. Tunggu saja di chapter selanjutnya.


Jika menemukan kesalahan atau ketikan. yang kurang tepat, kalian bisa memberitahuku segera. Juga, kalau ada saran atau ketidakpuasan, kalian bisa mengatakannya di kolom komentar, aku akan dengan senang hati menjawab semuanya.