Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 115: Embrio



hari ini sudah tiga hari berlalu sejak nenek mulai membentuk mana body. waktu untuk pembentukan mana body sebenarnya tidak menentu, itu tergantung dengan pemahaman orang tersebut terhadap kontrol mana. sebelum nenek mampu mengontrol mana ke titik ekstrim dan membuat mana membentuk darah dan daging yang sempurna, maka proses pembentukan mana body juga belum akan berakhir.


dari kondisi saat ini, sepertinya mana yang ada di dalam kepompong hijau giok ini sudah mulai stabil, jadi tidak perlu menunggu lama, dan mungkin nenek akan segera menyelesaikan peningkatannya. dalam tiga hari ini, ibu Arsh juga berkunjung di setiap pagi dan sore. awalnya ibu Arsh ingin menjemput ku pergi ke akademi, tapi karena mengetahui kondisi di sini, jadi ibu Arsh hanya bisa pergi sendiri, dan tentu saja ibu Arsh akan menjenguk setiap pagi. bukan berarti ibu tidak peduli, sebenarnya ibu selalu ingin tinggal dan membantu merawat nenek, tapi karena di akademi juga cukup banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, jadi ibu hanya bisa pergi tanpa daya.


tok... tok... tok...


tanpa membuka pintu aku sudah tahu siapa yang biasanya mengetuk pintu pada jam segini.


Filia:"masuk"


Ilma:"maaf tuan putri, kami mengganggu. kami membawakan makan siang untuk anda."


aku melihat Ilma dan An yang masuk sambil membawakan makanan di atas nampan logam perak. makanan yang mereka bawa hanyalah beberapa potong roti dan segelas susu putih segar.


An:"tuan putri, apa anda baik-baik saja?. anda sudah tiga hari ini tidak beristirahat. kami khawatir jika anda..."


sebelum kata-kata An selesai, aku menggelengkan kepala sambil tersenyum, lalu menjelaskan.


Filia:"tidak apa An. aku baik-baik saja. aku harus tetap menjaga formasi delapan samsara ini supaya tidak terjadi kesalahan."


aku benar-benar tidak bisa meninggalkan formasi ini. jika sampai asupan vitalitas dari kristal naga kayu itu berhenti, maka mungkin nenek akan mengalami kegagalan dan bisa berakibat buruk. jika itu di Alterion meskipun gagal, mungkin pemain hanya akan mengalami masa kelemahan, tapi di dunia ini, hal itu mungkin bisa menyebabkan kematian. aku tidak visa ceroboh di dunia ini. disini adalah dunia yang nyata.


An:"tapi..."


meskipun aku sudah menjelaskan, tapi sepertinya kekhawatiran An masih belum hilang. menanggapi hal itu, aku hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum padanya.


Filia:"oh, ngomong-ngomong, dimana Felmina?"


Ilma:"putri masih berlatih pedang di halaman bersama dengan kesatria yang lain, tuan putri."


anak itu menjadi lebih rajin setiap harinya. biasanya dia akan beristirahat pada jam segini karena baru selesai mendapatkan pendidikan umum dari pembimbing. entah kenapa mengetahui bahwa Felmina sepertinya bersemangat dalam latihan, aku mulai memikirkan cara pelatihan yang lebih efektif.


Filia:"aku mengerti. lalu Ilma, bagaiman dengan pelatihan mu?"


Ilma:"dengan bantuan Tuan Putri, saya rasa, saya sudah sedikit berkembang. hanya saja masih ada beberapa hal yang belum bisa saya pahami."


aku juga ingin terus membimbing mereka, hanya saja aku mulai dari sekarang harus sibuk di akademi. tidak masalah jika aku memberikan rekaman latihan seperti waktu itu, tapi akan ada beberapa bagian yang sulit di pahami tanpa ada yang membimbing.


aku memikirkan ide bagaimana supaya latihan mereka tetap berjalan dengan baik tanpa harus aku mengajari mereka. jika aku memanggil beberapa NPC, sepertinya mereka akan kurang nyaman karena di bimbing dengan orang asing. lagi pula aku tahu bahwa setiap NPC yang aku miliki selalu aku program dengan karakter yang kejam. aku takut jika mereka melatih Felmina dan Ilma, aku takut kalau mereka tidak akan mengendurkan tangannya dan melatih mereka dengan cara yang kejam lalu menyisakan ketakutan mental bagi Felmina dan yang lainnya. tentu saja aku tidak ingin hal itu terjadi pada mereka.


saat aku memikirkannya, tiba-tiba aku mendapatkan ide yang bagus. aku bisa memanfaatkan hal itu untuk membuat latihan mereka tetap berjalan dengan baik. meskipun, mungkin akan ada sedikit bahaya. metode latihan ini akan melatih mereka dengan baik, tapi juga akan sangat acak.


Filia:"Ilma, kamu panggil Felmina untuk datang ke sini sekarang juga. ada sesuatu yang harus aku beritahukan kepada kalian."


Ilma:"kalian?"


Ilma terlihat bingung mendengar apa yang aku katakan.


Filia:"iya, kamu juga."


Ilma:"baik, saya mengerti, Tuan Putri."


An:"kalau begitu pelayan ini juga mohon izin untuk melanjutkan pekerjaan, Tuan Putri."


Filia:"ya."


mereka berdua segera membungkuk hormat dan meninggalkan ruangan. sebagai kepala Maid, An juga memiliki banyak pekerjaan yang harus dia lakukan. bagaimanapun, dengan mansion seperti ini, pasti akan banyak hal yang perlu di kerjakan.


.....


aku hanya menunggu selama beberapa menit dan Ilma sudah kembali bersama Felmina yang terengah-engah.


Filia:"kalian tidak perlu lari. aku masih punya banyak waktu"


aku hanya bisa menggelengkan kepala tidak berdaya kepada sikap mereka. padahal aku tidak menyuruh mereka untuk terburu-buru, tapi mereka berlari dari halaman pelatihan ke lantai dua. meskipun mereka sudah berlatih, bagai manapun mereka masihlah anak-anak. apalagi mereka masih anak perempuan.


mereka berdua mengangguk dengan sungguh-sungguh, dan dadanya masih kembang kempis karena nafas yang kasar setelah berlari.


Filia:"mulai sekarang aku akan lebih sibuk di akademi, jadi aku tidak bisa membimbing kalian dalam latihan. meskipun Ilma akan ikut ke akademi, tapi aku tetap tidak bisa memberikan bimbingan seperti biasa padamu, Ilma. karena itu aku sudah memikirkan cara supaya kalian memiliki pelatihan yang lebih efektif."


Felmina:"kakak... apakah kakak akan memberikan kita ingatan seperti yang ada di legenda!?."


aku tidak tahu darimana dia membaca itu. dia terlihat bersemangat dan nampak mengharapkan hal itu terjadi.


Filia:"tentu saja tidak. aku memiliki cara lain."


Felmina:"oh"


Felmina terlihat agak kecewa dengan apa yang aku katakan. meskipun memang ada skill seperti itu di Alterion, tapi itu juga memiliki kekurangan. skill seperti itu di sebut sebagai perekam ingatan. dan aku tidak memilikinya. aku merasa bahwa skill seperti itu tidak berguna.


aku berdiri dan mengusap kepala Felmina yang lebih pendek dariku.


Filia:"meskipun cara seperti itu merupakan sebuah jalan pintas, tapi itu berasal dari pemahaman orang lain, dan juga hal seperti itu akan membatasi pertumbuhan mu. selama ini aku melatih kalian supaya kalian bisa mendapatkan pemahaman kalian sendiri dan tumbuh dengan cara kalian sendiri. apa kalian mengerti?"


"kami mengerti!."


Ilma dan Felmina menjawab secara bersamaan dan wajah mereka terlihat bersemangat. mereka terlihat seperti orang lain, bukan orang yang baru saja kehabisan nafas setalah berlari dari halaman pelatihan.


aku kembali menjauh dari mereka dan duduk di kursi dekat dengan lingkaran luar formasi. aku menghadap mereka dan mengeluarkan dua buah pin berbentuk seperti telur kecil. pin itu berukuran cukup kecil, sekitar 2 cm dan terlihat indah.


Filia:"ulurkan tangan kalian."


mereka mengulurkan tangan dengan wajah penuh harap. tiba-tiba ke dua pin itu menghilang dari tanganku seperti kilat. dalam waktu sekejap, pin itu kembali muncul di tangan Ilma.


Felmina:"kak.."


aku juga memperhatikan bahwa di tangan Felmina masih kosong. sebenarnya aku menggunakan pin itu untuk mencoba kontrol ruang yang baru aku pelajari, tapi sepertinya aku masih perlu lebih banyak latihan. pin yang seharusnya menjadi milik Felmina sepertinya ter teleportasi entah kemana. hanya pin milik Ilma yang sampai tujuan.


yah, terserahlah. lagi pula pin itu tidak akan membahayakan siapapun.


aku berhenti memikirkan pin yang nyasar itu, dan tanpa menunggu untuk membuat Felmina lebih sedih, aku kembali mengeluarkan sebuah pin yang sama dan memberikannya secara normal padanya. wajah Ilma dan Felmina terlihat bahagia, tapi mereka hanya memandang pin itu tanpa melakukan yang lain.


Felmina:"kakak, apa ini?"


Filia:"ini di sebut sebagai Embrio."


Ilma:"Embrio??"


aku bisa dengan jelas melihat tanda tanya di atas kepala mereka...


Filia:"Frey... keluar"


dengan suara 'poff' sebuah bola cahaya keluar dan mendarat di bahuku.


"hola... peri kecil yang imut keluar.. desu~"


sebuah suara yang kecil dan seperti lonceng angin terdengar bersama bola cahaya yang hancur menjadi partikel cahaya. di dalam terlihat sosok peri kecil berambut putih dan wajah halus yang cantik dengan sayap cahaya transparan. peri kecil itu memiliki pose yang... apa bisa ku sebut... agak, memalukan..


aku pergi, aku lupa kalau aku menyetel programnya seperti ini. ini sangat memalukan.


Filia:"ehem... Frey, jelaskan kepada mereka apa itu Embrio"


Frey:"ok desu~"


aku memang membuat penyetelan nya dengan mengambil referensi dari beberapa karakter anime peri yang sangat aktif dan konyol. sebenarnya kepribadian ini sangat menyenangkan dan aku menyukainya, hanya saja jika ini di lihat oleh orang lain, ini sangat memalukan. beruntung di dunia ini tidak ada yang mengetahui jika aku yang membuat pengaturan seperti ini. jika ada mantan pemain lain, kurasa mereka akan memandangku dengan mata aneh. lagi pula sebutan sebagai penyihir perak berdarah dingin sudah melekat pada diriku. aku tidak tahu apa yang akan di pikirkan jika mereka tahu aku memiliki hobi seperti ini. ngomong-ngomong ini bukan hobi, aku hanya merasa bahwa seorang peri yang ceria dan aktif lebih cocok, ok!!.


Frey:"Embrio adalah bentuk awal dari asisten yang imut dan cantik sepertiku desu~. Embrio akan mencarikan mode pelatihan yang paling sesuai dan paling tepat untuk tuan rumah. embrio itu sendiri akan menyalin dan mencari data dasar dari setiap dunia. data pada embrio dapat di atur dan di tambahkan oleh pembuat."


mereka berdua memperhatikan penjelasan Frey dengan serius, tapi melihat dari ekspresinya, sepertinya mereka masih belum terlalu paham. yah, memang sulit untuk memahami sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya.


Felmina:"jadi.... apakah Frey juga embrio?."


Filia:"itu benar. daripada terlalu banyak menjelaskan, bagaimana kalau kalian coba dulu. teteskan darah kalian ke atas pin embrio yang ada di tangan kalian."


mereka menjawab dengan 'um' dan langsung melukai ujung jarinya. saat darah menetes, pin itu bersinar dan masuk ke dalam tangan mereka. saat itulah lingkaran sihir cahaya kecil muncul di punggung tangan dan lalu menghilang.


Filia:"bagiamana?"


Ilma:"ini, tapi..."


Felmina:"ini sepertinya agak berbeda?"


Filia:"kalian bisa meminta penjelasan kepada Embrio kalian sendiri."


Felmina:"um, kami mengerti"


tentu saja berbeda. embrio adalah bentuk yang paling dasar. bersama dengan pertumbuhan tuan rumah, embrio juga akan tumbuh menjadi lebih baik dalam hal pelayanan. embrio itu sendiri hanya terbatas sebagai bantuan, jadi tidak memiliki efektifitas tempur apapun. ini lebih mirip dengan asisten di gadget. kemudian, embrio memiliki dua mode setelah dia melakukan update menjadi asisten. embrio dapat terlihat seperti bentuk yang kita inginkan (sesuai custom yang telah di buat) atau mereka bisa tidak terlihat dan terdengar selain oleh pemilik itu sendiri.


aku juga menghubungkan embrio mereka kepada item store tingkat rendah milikku. jika itu tingkat menengah, mereka tidak akan mampu menggunakan benda yang ada di dalamnya karena item di dalam memiliki tingkat dan persyaratan yang lebih tinggi.


biasanya embrio akan memberikan tugas dan mereka akan memperoleh poin sebagai imbalannya. poin-poin itu dapat di tukarkan dengan item yang ada di dalam store item milikku yang telah terhubung.


(yang sulit memahami, ini sebenarnya mirip dengan sistem seperti di novel-novel lain, hanya saja tingkatan dan fungsinya lebih rendah.)


Crak....


saat berbicara dengan Ilma dan Felmina, tiba-tiba aku mendengarkan suara retak kaca yang jelas. saat aku menoleh ke asal suara itu, aku melihat kepompong hijau yang membungkus nenek memiliki sebuah retakan di atasnya. retakan itu mulai menyebar ke seluruh bagian cangkang seperti telur yang akan menetas....


Filia:"nenek, berhasil...!"


(akhir dari chapter ini)


mohon saran dan dukungannya. see you next time;)