
Setelah pertunjukan dari Ling Tian dan Aili, beberapa siswa lain juga mulai menunjukan keterampilan mereka. Bahkan ada seorang gadis yang memainkan ilusi dengan menggunakan media musik, lebih tepatnya dia memainkan seruling.
Gadis itu bernama Luscinia Vox Caeli, dari sebuah kerajaan kecil di Helheim. Gadis itu masih berusia sekitar dua belas tahun dengan rambut ungu panjang. Dia memiliki temperamen yang lembut, yang sesuai dengan profesinya sebagai seorang pemain musik. Aku puas dengan keterampilan gadis itu. Selain itu, keterampilannya sudah beberapa level diatas siswa, dan hampir setara dengan seorang instruktur. Karena itu, aku memberinya gelar sebagai Lady of Illusion. Dengan ini, Moonlight Academy memiliki satu lagi seorang Title Holder. Selain gelar, aku juga memberinya salinan dari «Book Of Illusion Flute» yang di dalamnya terdapat berbagai jenis ilusi dengan perantara seruling yang aku dapatkan secara kebetulan di Alterion.
Selain berbagai jenis ilusi, buku itu juga mencatat pelatihan jiwa tingkat menengah. Sebagai seorang ilusionis, kekuatan jiwa adalah segalanya. Jadi, meskipun hanya salinan, buku itu bisa di katakan sangat lengkap.
Seluruh pertunjukan berlangsung hingga sore hari. Setelah selesai, aku langsung pergi bersama dengan Arene untuk kembali ke istana. Hal-hal yang seharusnya aku lakukan di sini sudah selesai, tidak ada alasan lagi bagiku untuk terus tinggal di Helheim. Sekarang adalah waktunya aku kembali.
Namun sebelum itu, aku ingin mengunjungi Aneria dan Zhang Zilin. Sudah lama aku tidak melihat mereka. Meskipun aku mendengar dari laporan Arkne bahwa mereka bekerja dengan baik, tapi aku masih ingin melihatnya sendiri.
Pertama, aku pergi ke tempat Aneria. Saat ini negaranya telah menjadi jauh lebih baik . Perkembangan teknologi dan sihir semakin berkembang berkat bantuan dari Moon Palace. Selain itu, reruntuhan yang ada di kerajaan itu memiliki banyak peninggalan dari masa lalu, tepatnya sekitar lima ratus ribu tahun yang lalu. Peninggalan mereka tidak terlalu berharga, jadi aku tidak banyak mengambil dari sana.
Saat aku mendatanginya, dia sedang sibuk mengurus beberapa tumpuk kertas yang ada di depannya. Aku hanya datang sendiri tanpa ada yang menemani, jadi aku langsung muncul di sekitar Aneria.
Begitu melihatku muncul, Aneria langsung berlutut di lantai.
Filia:"Sepertinya kamu sangat sibuk. Bahkan aku mendengar bahwa kamu sudah lebih dari setengah tahun tidak mengunjungi adikmu di Moon Palace. Ada apa?."
Aneria:"Tidak ada yang terjadi, Yang Mulia. Saya hanya lelah dengan pekerjaan, jadi saya ingin menyelesaikan pekerjaan saya secepat mungkin dan membuat sebuah negara yang stabil untuk adik saya. Dengan demikian, saya bisa beristirahat dengan baik dan bisa belajar lebih banyak di Moon Palace."
Sejak awal dia memang tidak terlalu tertarik dengan posisi seorang raja, jadi wajar jika dia tidak terlalu semangat saat memimpin negeri ini. Jika bukan karena saudaranya yang masih kecil dan juga karena tuntutan Moon Palace, dia akan menyerahkan posisi ini sejak lama.
Melihat sikapnya yang seperti itu, aku hanya tersenyum dan memberinya isyarat untuk berdiri. Di ruang kerja ini ada meja dan kursi yang terpisah untuk khusus untuk berbicara dengan tamu penting secara rahasia. Aku mengajak Aneria duduk di kursi itu dan mengeluarkan satu set teh beserta camilan kecil.
Filia:"Apakah ada masalah selama ini?."
Aku bertanya pada Aneria yang berdiri untuk menuangkan teh untukku.
Aneria:"Tidak. Pemberontakan terakhir kali langsung padam setelah para bangsawan yang mendukungnya di eksekusi. Selain itu, setelah berita bahwa kerajaan berada di bawah pemerintahan Moon Palace, semua bentuk oposisi langsung padam pada hari itu juga. Ini semua berkat kekuatan anda, Yang Mulia."
Aku mendengarkan Aneria dengan tenang sambil menyeruput teh saat dia menjawab pertanyaan ku. Mendengar apa yang dia katakan, aku hanya bisa tersenyum kecil. Memang, tanpa bantuan Moon Palace, akan sulit untuk memadamkan pemberontakan itu. Tapi itu juga tidak sepenuhnya karena Moon Palace. Jika bukan karena kemampuannya memerintah, pemberontakan tidak akan padam semudah itu.
Aku dan Aneria berbicara cukup lama seperti seorang teman. Melihat matanya yang terlihat lelah, aku memerintahkannya untuk beristirahat, sementara aku pergi untuk bertemu dengan Zhang Zilin di kekaisaran. Aku juga sudah lama tidak melihatnya. Meskipun tidak ada yang sangat istimewa darinya, tapi aku suka saat berbicara dengannya. Dia terlihat seperti kakak perempuan yang menyenangkan bagiku.
Dengan tujuan itu, aku tidak ragu untuk langsung berteleportasi ke tempat Zhang Zilin....
.....
Begitu Filia membuka mata, dia muncul di sebuah taman yang penuh dengan bunga berwarna-warni yang memancarkan cahaya redup. Bunga-bunga di tempat itu di tata dengan rapi dan indah di kedua sisi jalan batu. Di lingkungan Helheim yang terkesan agak gelap, cahaya dari bunga-bunga itu terlihat jelas dan sangat indah.
Filia menyusuri jalan batu putih menuju ke sebuah ruang terbuka yang luas. Di tengah ruang terbuka itu terdapat sebuah pohon besar dengan bunga kuning keemasan yang menyala, menandakan bahwa ini adalah waktu siang bagi Helheim.
Sesosok wanita tinggi dengan rambut coklat terang yang panjang. Di setiap ujung rambutnya terdapat warna merah oranye menyala, dan beberapa helai rambut berwarna putih salju di dahi.
Wanita itu memakai gaun merah dengan ornamen emas yang cantik. Dia berdiri di bawah pohon dengan mata yang menatap lurus ke arah bulan merah. Cahaya bulan itu terpantul di bibirnya yang lembut dan berair, membuat bibirnya seperti terukir dari batu merah delima.
Wajahnya berbentuk oval yang halus dengan hidung ramping yang sangat proporsional dan melengkapi keindahan yang berdiri itu. Senyum lembut yang tergantung di sudut mulutnya terlihat sangat tenang seperti seorang peri. Kadang-kadang angin yang lembut meniup pakaian dan rambutnya, membuat pakaian dan rambut bergoyang lembut. Kelopak bunga kuning emas yang jatuh menjadi pelengkap dari keindahan tinggi itu. Daripada manusia, Zhang Zilin saat ini lebih seperti seorang Dewi dari dalam lukisan.
Seharusnya pemandangan itu akan sangat mengagumkan, hanya saja di batang pohon besar itu terdapat beberapa sosok yang diikat menggunakan tali berduri, sehingga tubuhnya mengeluarkan darah yang mengotori pakaian mereka. Pakaian yang kasar dan sederhana di tubuh mereka memiliki banyak sobekan dan jejak darah.
Filia memandang cambuk hitam berduri di tangan Zhang Zilin dan dia tahu bahwa sobekan di pakai mereka merupakan hasil dari cambuk di tangan Zhang Zilin. Kulit di bawah baju itu juga terkoyak dan mengeluarkan banyak darah. Empat orang yang diikat itu sudah dalam keadaan yang sangat lemah karena perlakuan Zhang Zilin pada mereka.
Filia:"Sepertinya kamu sangat menikmati hal seperti itu."
Suara Filia yang lembut dan tenang ikut terbawa angin ke telinga Zhang Zilin. Begitu suara Filia sampai di telinganya, Zhang Zilin langsung berbalik dan berlutut ke arah Filia.
Zhang Zilin:"Zhang Zilin menyambut kedatangan anda, Yang Mulia."
Zhang Zilin tidak terlalu terkejut dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba. Bagaimanapun, orang-orang Moon Palace selalu datang secara tiba-tiba jika tidak ada pertemuan resmi. Namun, dia terkejut bahwa yang datang hari ini adalah Filia yang sangat jarang muncul. Sebuah keberadaan tinggi yang misterius dan tidak tersentuh.
Menanggapi Zhang Zilin, Filia hanya mengangguk dan duduk di sebuah kursi santai yang agak jauh dari pohon. Melihat Filia duduk, Zhang Zilin berdiri di sampingnya dengan sadar.
Zhang Zilin:"Maaf karena memperlihatkan pemandangan yang tidak nyaman seperti ini, Yang Mulia."
Filia:"Tidak perlu di pikirkan."
Meskipun Filia berkata seperti itu, Zhang Zilin masa h melambaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada ketiga pelayan perempuan yang berlutut di salah satu ujung taman. Mereka adalah tiga orang Zhu yang merupakan pelayan kepercayaan Zhang Zilin.
Mereka berdua segera datang sambil membungkuk dan berlutut di depan Filia tanpa berani mengangkat kepala.
"Zhu cai menyambut kedatangan Yang Mulia."
"Zhu'er menyambut kedatangan Yang Mulia."
"Zhu mei menyambut kedatangan Yang Mulia."
Filia:"Ya."
Zhang Zilin:"Kalian segera membereskan kekacauan ini."
Zhu cai:"Saya mengerti permaisuri."
Mereka bertiga melepas ikatan tali berduri itu dengan hatinya dan menyeret keempat orang itu secara bergantian. Filia tidak terlalu peduli dengan orang-orang itu, dia hanya berbaring santai sambil menutup matanya. Saat kembali, ketiga pelayan itu membawa sebaskom air hangat dan kain halus untuk mengusap kulit.
Zhang Zilin yang berpakaian indah mengambil alih baskom air itu dan berjongkok di tanah di bawah Filia.
Zhang Zilin:"Jika Yang Mulia mengizinkan."
Filia:"Ya."
Begitu dia mendapatkan persetujuan dari Filia, dia melepas sepatu perak Filia secara perlahan dan sangat hati-hati, sekaan jika dia menyentuhnya terlalu keras, kaki Filia akan tergores atau sepatu itu akan hancur.
Zhang Zilin merendam kain halus itu ke dalam air hangat dan memerasnya hingga agak kering untuk mengelap kaki Filia. Selain sebaskom air, Zhang Zilin juga mengoleskan semacam minyak khusus untuk memijat kaki Filia.
Filia hanya berbaring santai di kursi sambil menikmati pijatan lembut dari Zhang Zilin. Pijatan Zhang Zilin bisa di katakan di atas level seorang ahli. Bagaimanapun, sebagai seorang wanita kaisar, dia harus dibekali dengan berbagai keterampilan untuk menarik hati dan memuaskan sang kaisar, jadi keterampilan memijatnya bisa dikatakan sangat bagus.
Zhang Zilin memijat kaki Filia dengan lembut sambil tersenyum, seakan dia sangat menikmati proses memijat itu. Di dalam hati, Zhang Zilin berfikir: Kaki yang kecil dan lembut ini, bagaimana dia bisa menopang kekuatan yang sangat mengerikan seperti itu?.
Aku benar-benar merasa seperti memiliki seorang anak perempuan. Melihat kaki yang ramping dan kecil itu, pikiran Zhang Zilin berkelebat entah kemana.
Jika ada pelayan lain atau anggota kerajaan yang melihat penampilan Zhang Zilin saat ini, mereka akan sangat terpesona sekaligus terkejut. Mereka akan terpesona oleh seorang Dewi yang sangat cantik dengan senyum anggun yang lembut dan menenangkan.
Tapi, mereka juga akan sangat terkejut. Seorang wanita yang paling berkuasa di salah satu negara paling kuat di Timur, rela berlutut dan membasuh kaki seorang gadis muda. Meskipun Zhang Zilin tidak menjadi seorang permaisuri, tapi karisma dan kepemimpinannya di tengah krisis kekaisaran, membuatnya diakui sebagai wanita yang paling berpengaruh di kekaisaran. Kaisar juga memutuskan bahwa keputusan yang di buat oleh Zhang Zilin setara dengan keputusan kaisar. Jadi, tidak ada yang berani mengusik wanita ini. Apalagi bahwa Moon Palace secara terang-terangan mendukung Zhang Zilin dari belakang.
Filia:"Aku mendengar bahwa kamu menjalankan tugas dengan sangat baik. Aku sangat puas dengan hal itu. Jika kamu mau, kamu bisa tinggal langsung di Moon Palace dan menjalani hidup santai di sana."
Zhang Zilin:"Saya sangat bahagia dengan pujian anda, Yang Mulia. Tapi, saya masih ingin mengatur yang ada di sini. Saya merasa bahwa apa yang saya lakukan belum cukup."
Filia:"Yah, kamu memutuskan sendiri."
Zhang Zilin:"Terima kasih, Yang Mulia."
Filia:"Bagaimana dengan perang yang terjadi di beberapa kerajaan kecil di bawahmu?."
Setelah terdiam beberapa saat, Filia bertanya kepada Zhang Zilin.
Zhang Zilin:"Tidak ada yang istimewa. Perang masih terus berlanjut hingga saat ini."
Filia hanya memberikan "Hem" untuk menanggapi pernyataan Zhang Zilin.
Zhang Zilin:"Yang Mulia, sekarang Moon Palace secara default telah menjadi penguasa tertinggi di daratan timur dan tengah, kenapa anda tidak menekan kerusuhan dan perang yang terjadi di negara-negara itu?."
Filia:"Aku tidak menduga bahwa kamu akan menanyakan pertanyaan seperti itu."
Filia membuka matanya dan memperbaiki posisi duduknya. Dia memandang Zhang Zilin sambil tersenyum dan menyesap teh yang telah disediakan oleh pelayan.
Filia:"Karena aku ingin melihat mereka berkembang. Hanya dengan menghadapi suatu tantangan, sebuah peradaban dapat terus berkembang. Tantangan itu bisa berupa perang, bencana, krisis sumber daya dan lain sebagainya. Selain itu, aku ingin melihat apakah mereka memiliki sesuatu yang menarik, yang mungkin akan keluar dalam perang itu."
Setelah menjawab pertanyaan Zhang Zilin, Filia kembali berbaring sambil menikmati pijatan di kakinya. Entah kapan, dengan suasana yang tenang dan pijatan yang nyaman, Filia tertidur di kursi santai itu.
Zhang Zilin menyeka kaki filia dengan kain dan memberi isyarat pada pelayan supaya membawa baskom air itu pergi. Melihat Filia yang tertidur, tidak ada yang berani membuat suara sekecil apapun yang mungkin bisa mengganggu Filia.
"Zilin..."
Saat Zhang Zilin memperhatikan Filia yang sedang tertidur, tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggilnya dengan lembut. Saat berbalik, Zhang Zilin melihat seorang pria muda yang tampan sedang tersenyum lembut kepadanya. Di kepala pria itu terdapat telinga serigala ungu yang berbulu.
Pria itu memiliki rambut panjang ungu gelap dengan wajah halus yang sedikit bersudut. Matanya tajam dengan alis runcing seperti pedang. Bibir tipis yang tersenyum dan hidung mancung, membuatnya menjadi seorang pria yang tampan.
Matanya yang melihat Zhang Zilin begitu lembut dan menawan. Melihat kedatangan pria itu, Zhang Zilin terkejut, tapi hatinya juga merekah sebuah kuntum bunga kebahagiaan.
Pria itu hanya melihat Zhang Zilin di matanya tanpa melihat hal lain. Dia berjalan mendekati dan mengaitkan tangannya ke pinggang tipis Zhang Zilin. Dia langsung menarik Zhang Zilin ke dalam pelukannya. Merasakan kehangatan dari pria itu, wajah Zhang Zilin menjadi merah padam. Dia benar-benar terkejut, terutama...
Zhang Zilin langsung melepaskan diri dan mendorong pria itu menjauh. Melihat tindakan Zhang Zilin, pria itu terlihat bingung.
Kemudian matanya tertuju lurus ke arah kursi santai di belakang Zhang Zilin. Tanpa banyak pikir panjang, pria itu langsung menjatuhkan lutut kanannya ke tanah dan berlutut. Tanpa mengatakan sepatah katapun, dia terus berlutut untuk beberapa saat sebelum kembali berdiri dan melihat Zhang Zilin yang menahan tawa.
"Kamu sangat bahagia."
Pria itu tidak bisa menahan senyum pahit saat melihat ekspresi Zhang Zilin.
Zhang Zilin:"Siapa yang menyuruhmu untuk tidak memperhatikan?!."
"Ini salahku. Aku benar-benar tidak menduga bahwa Yang Mulia akan datang ke tempat ini. Jika saudariku tahu bahwa aku melakukan kesalahan seperti ini, mungkin dia akan menghukum ku."
Zhang Zilin:"Aku yakin nona Asche akan melakukan itu."
Zhang Zilin maju dan mencium pipi pria itu. Mereka saling tersenyum dan diam-diam berjalan ke samping kanan dan kiri Filia yang sedang tertidur untuk menjaganya.
Pria bertelinga serigala itu adalah wujud manusia dari Amethyst, serigala ruang yang pernah menjemput Lusian dan yang lainnya di dunia Celt. Entah kapan, hubungannya dengan Zhang Zilin mencapai titik seperti itu. Berita seperti itu sudah di ketahui oleh orang-orang Moon Palace, dan mereka juga ikut bahagia untuk Amethyst.
.....
(Filia...)
Mansion of Rosefield.....
Karena pijatan yang membuat tubuhku nyaman, aku tanpa sadar tertidur. Saat aku bangun, aku melihat sepasang kekasih yang menjagaku untuk beberapa saat.
Karena tidak mau menunda banyak hal, aku langsung kembali ke Moon Palace dan kembali ke daratan utama. Saat aku kembali, Matahari mulai menunjukkan sosoknya, menandakan bahwa hari mulai pagi. Hari ini adalah hari aku kembali ke akademi, jadi aku segera mempersiapkan beberapa hal. Terutama, aku harus bersiap untuk rencana dari orang-orang misterius itu. Aku tidak tahu makhluk yang mereka sebut dewa dan aku tidak mau mengambil resiko, jadi aku harus mempersiapkan semuanya sebaik mungkin.
Aku segera turun ke lantai satu untuk sarapan bersama dengan keluargaku. Setelah makan, aku, mama, dan ibu langsung pergi ke akademi. Sementara ayah, dia ada beberapa hal yang harus di lakukan di istana, jadi ayah sudah pergi bahkan sebelum matahari terbit.
Harnas:"Sayang, kamu harus jaga diri di akademi. Aku hanya bisa mengantarmu sampai di depan gerbang karena ada sesuatu di istana yang harus ibu kerjakan."
Di depan gerbang akademi, mama memelukku dengan erat. Wajahnya terlihat sedih dan khawatir.
Filia:"Ma, jangan khawatir. Aku bisa menjaga diri. Terlebih lagi, ada ibu yang akan menjagaku."
Aku menepuk punggung mama untuk menenangkannya. Ibu juga menghampiri mana dan menepuk pundaknya.
Arsh:"Jangan khawatir. Aku akan menjaga Filia dengan baik."
Harnas:"Ya, aku serahkan kepadamu. Aku tidak takut dia dalam bahaya, tapi aku khawatir dia akan melakukan hal yang ceroboh untuk membahayakan orang lain."
Arsh:"Yah, itu memang yang paling mengkhawatirkan."
Hey... Bisakah kalian berdua tidak berbicara buruk tentangku?. Aku cukup mengeluh di hatiku tentang percakapan mama dan ibu.
Mama mengangguk kepada kami berdua dan pergi bersama kereta kuda menuju ke istana.
Arsh:"Sayang, ayo masuk!."
Filia:"Iya ibu."
Saat aku, ibu, dan Ilma masuk ke akademi, di belakangku tiba-tiba terdengar suara langkah kuda. Saat aku kami berbalik, ada sebuah kereta kuda yang menuju ke akademi. Kami bertiga memberikan jalan untuk kereta itu.
Aku tahu kereta itu. Itu adalah kereta dari House of Beltras yang menjadi eksekutor untuk rencana para pemuja iblis itu.
Heh... Ini akan sangat menyenangkan...
(Akhir dari chapter ini.)
Maafkan aku karena aku tidak update beberapa hari karena baru sembuh. Aku baru jatuh dari sepeda motor saat mengantar ibuku ke pasar.
Tidak ada banyak luka fisik, tapi aku mengalami strain di beberapa bagian termasuk lengan dan punggung karena harus menahan motor yang lumayan berat di jalan yang menanjak supaya tidak menimpa langsung ke tubuhku dan ibuku.
Hanya kaki ibuku mungkin yang sedikit lebih parah. Ada luka besar dan pergelangan kaki yang terkilir. Tapi sekarang semuanya sudah baik-baik saja.