Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 5: Melanjutkan perjalanan




Arktik (Epic Class) (Keadaan lemah)


Sebuah armor yang di buat khusus untuk Antaria, putri dari Snowligh kingdom. Terbuat dari bulu penjaga gurun es.


(Diperoleh melalui even khusus Penaklukan ice world)


(Efek khusus)


Mampu memperkuat serangan beratribut es hingga 50%.


Memiliki resistansi yang tinggi terhadap elemen es dan api (dingin dan panas)


DEF: +70%


MP: +55%


Ternyata gaun ini masih ada. Aku kira aku tanpa sengaja menjualnya waktu itu.


Aku tidak mengira bahwa aku akan menggunakan set ini suatu hari.


Setelah berganti pakaian aku keluar dari kereta dan di sambut oleh tatapan heran oleh orang-orang.


Adegan itu hening selama beberapa detik hingga di pecahkan oleh Eden.


Eden:"Putri, saya rasa kita bisa melanjutkan perjalanan."


Eden membungkuk dengan hormat. Bisakah kalian tidak selalu memberikan hormat yang berlebihan itu!. Aku benar-benar tidak terbiasa dengan hal formal ini.


Filia:"Tapi bukankah kalian masih kelelahan?."


Eden:"Tidak. Kami sama sekali tidak lelah, dan jika istirahat sebaiknya di malam hari, karena akan berbahaya melanjutkan perjalanan di malam hari."


Itu benar juga sih. Mumpung masih siang sebaiknya kita lanjutkan perjalanan dan istirahat di malam hari.


Filia:"Ok. Oh, dimana Ilma?."


Benar, aku belum melihat gadis yang menangis tadi. Apa dia baik-baik saja ya?.


Eden:"Putri. Ilma baru saja pingsan setelah kurang tidur dan terlalu banyak menangis. sekarang dia sudah dibawa ke kereta pelayan untuk beristirahat."


Gadis itu terlalu berlebihan, jika dia tahu bahwa Filia yang sebelumnya telah meninggal..... Aku tidak tahu bagaimana reaksinya.


Filia:"Baiklah, kita bisa melanjutkan perjalanannya, aku akan beristirahat dulu di dalam."


Eden:"sesuai perintah Anda Putri."


Eden kembali membungkuk dengan hormat. Setelah aku memasuki kereta, aku mendengan banyak suara bising dan tapal kuda yang bersiap untuk berangkat.


Ternyata walaupun tidak senyaman mobil, kereta ini tidak terlalu berguncang, setidaknya masih dapat di terima.


Aku masih mengantuk, lagi pula aku tidak tidur nyenyak tadi malam.


Dengan penggabungan ingatan itu bagaimana bisa tidur nyenyak?. Dan juga rasa sakitnya benar-benar keterlaluan. Karena penggabungan ingatan itu juga, kekuatan mental ku terkonsumsi cukup banyak dan perlu istirahat yang cukup untuk memulihkannya.


.....


Entah kapan aku tertidur. Aku menyibak tirai merah di sebelah kanan ku yang menutupi jendela kereta. Setelah aku memandang ke luar kereta melalui jendela kereta kuda, yang aku lihat adalah pemandangan hutan yang hijau dengan Langitnya yang sudah mulai memerah. Pucuk-pucuk pohon masih di hiasi dengan warna merah keemasan dari matahari sore.


Apa aku tidur selama itu?. Yah lagi pula tubuh anak-anak memang harus banyak beristirahat.


Tok...tok...tok...


Aku mendengar suara kaca di ketuk dari sebelah kiri ku. Saat aku menyibak tirai jendela, itu adalah Eden.


Mata yang tajam, rambut kastanye yang tertiup angin, serta postur tegak saat menunggang kuda, di tambah dengan baju zirah perak dan jubah merah yang sedikit berkibar di bagian belakang. Jika aku bisa mengungkapkan nya, aku akan mengatakan..'pangeran negeri dongeng'.


Aku tertegun selama dua detik dan sadar kembali setelahnya. Oke aku hanya mengagumi keindahan bukan berarti aku tertarik.


Perempuan mana yang tidak mengagumi keindahan. Lupakan saja, aku tidak berminat dengan pria yang sering menundukkan kepalanya.


Beruntung karena aku menggunakan title, jadi ekspresi ku tetap seperti biasa, jika tidak, aku pasti akan menunjukkan raut wajah yang sangat memalukan.


Filia:"Apa yang terjadi?."


Apakah serang monster, atau hal lain yang tidak di ketahui?. Menurut ingatan di tubuh ini, dunia ini memiliki banyak spesies monster dan tanaman mutan.


Eden:"Putri. sepertinya hari akan manjadi gelap. Kami akan mendirikan tenda!."


Filia:"Baiklah. Aku serahkan semuanya pada kalian."


Eden:"Baik, Putri."


Aku menutup tirai dan bersandar ke belakang sambil menghela nafas panjang. Huh... Bersikap seperti Nona bangsawan kadang-kadang melelahkan juga.


Malam segera menyelimuti hutan dan para kesatria sudah menyalakan api unggun.


Aku turun dan melihat sekitar. Terlihat bahwa meski malam, hutan ini tidak sepenuhnya gelap. Terdapat serangga seperti kunang-kunang yang terbang melintasi hutan yang gelap dan beberapa spesies flora dan fauna lain yang menghasilkan cahaya redup di malam hari yang dapat memberikan sedikit fisi saat dalam kegelapan.


Pemandangan yang indah. Dulu kunang-kunang sudah dinyatakan punah. Aku tidak mengira bahwa setelah tiba di dunia ini aku akan melihatnya sendiri.


Sebelum pikiranku melayang jauh, aku merasa ada yang menepuk pundak ku.


Menoleh. Aku melihat Ilma yang sedang membawa semangkuk sup daging yang masih mengepulkan asap.


Ilma:"Putri. Silahkan, ini adalah makan malam kita hari ini."


Filia:"terima kasih."


Ilma"I,iya."


Aku mengambil mangkuk dan mencicipinya. Aromanya adalah daging sapi, setelah memasukkan sesendok sup ke dalam mulut ternyata rasanya tawar tanpa bumbu, hanya daging yang di rebus dengan sedikit garam dan sayuran.


Filia:"Terlalu hambar."


Ilma:"M, maaf Tuan Putri. Keahlian memasak saya hanya segini."


Aku tanpa sadar mengucapkan kalimat itu secara langsung. Tidak.... Aku telah melukai hati gadis kecil yang imut.


Filia:"Ehemm... Tidak apa-apa. Aku yakin kamu akan lebih baik di masa depan"


Ilma:"Pelayan ini tidak akan mengecewakan harapan yang di berikan oleh Tuan Putri."


Filia:"Hm... Apa kamu sudah makan?".


Ilma:"Terima kasih atas kebaikan nona. Pelayan ini sudah makan."


Aku rasa aku akan mati karena formalitas berlebihan ini. Aku akan melakukan sesuatu.


Filia:"Ini, makanlah!. Kamu hanya makan roti keras itu kan?."


Aku mengeluarkan roti gandum dari Storage. Di negeri ini biasanya saat bepergian makanan yang di sediakan bagi para pelayan adalah roti tepung hitam yang tawar dan keras.


Ilma:"P, Putri, tapi, tapi ini terlalu berlebihan."


Filia:"Tidak apa. Aku masih memiliki cukup banyak untuk di berikan ke semuanya."


Aku merasa tidak enak jika hanya aku yang memakan makanan yang layak. Jadi, aku memanggil Eden supaya dia membagikan roti yang aku berikan kepada para kesatria lainnya.


Eden:"Terima kasih atas kebaikan yang telah diberikan Tuan Putri kepada kami."


Setelah memberikan roti, aku berbalik dan pergi ke arah kereta. Sebenarnya aku ingin duduk tenang di dalam, tapi siapa yang sangka bahwa aku akan melihat sebuah kejutan.


Filia:"Ilma. Temani aku ke dalam hutan."


Tidak masalah jika aku pergi sendiri, tapi itu pasti akan menimbulkan kepanikan nanti.


Ilma:" Eh... Tapi itu sangat berbahaya."


Filia:"Tidak, itu tidak terlalu jauh. Lihat itu!. Aku hanya ingin mengambil tanaman itu."


Aku menunjuk ke suatu arah. Tepatnya ke arah tanaman yang bercahaya di dekat tebing batu sekitar dua puluh meter jauhnya.


Tanaman yang sangat familiar. Daunnya berwarna hijau, jika dilihat di siang hari itu hanya akan terlihat seperti rumput biasa, tetapi jika di malam hari, rumput itu bisa menghasilkan cahaya hijau redup.


Ilma:"B, baik."


Setelah mendekat, aku semakin yakin dengan tanaman ini. Aku meraih dan mengambilnya. Seperti yang aku duga, ternyata ini memang Kristallwurzel


 



Kristallwurzel (SSS)


tanaman yang akan tumbuh di atas magic Cristal. Biasanya tanaman ini akan menyerap energi magic Cristal untuk membantunya tumbuh. Karena ia menyerap banyak energi dari Magic Cristal, ia dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan ramuan MP tingkat tinggi dan penawar racun.


 


Meski hanya tingkat SSS tapi kelangkaannya di pasaran setara dengan Epic Class item.


Keberuntungan ku memang sangat baik. Tanpa di duga aku bisa menemukan rumput berharga ini.


Jika masih di dalam game tanaman ini bisa di jual sekitar $ 1000/tangkai.


Jika di sini aku bisa menemukannya. Berarti di hutan ini pasti ada yang lebih berharga.


Ilma:"Putri. Apa itu?."


Filia:"Apa kamu tidak tahu?."


Ilma:"Tidak, saya tidak tahu. Apa ini benda yang berharga?."


Filia:"Ya, Ini barang bagus. Aku akan memberitahumu nanti."


Ilma:"Baik"


Aku tidak ingin membuang lebih banyak kata untuk saat ini. Jadi kita simpan dan kembali saja, suatu hari nanti, aku akan datang dan mencari lebih banyak lagi.


(Akhir dari chapter ini)