Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 72: Kapal Perang



aku hanya mengikuti nona Filia setelah memasang kembali armor dada yang tadi aku lepas untuk mengambil disk komunikasi. nona Filia berhenti di dek kapal dan melihat sekeliling.


Filia:"perintahkan semua orang untuk keluar dari kapal secepat mungkin...!"


meskipun aku tidak tahu apa yang akan di lakukan nona Filia, tapi aku tetap mengikuti perintahnya. dari awal hingga sekarang, Lusi hanya memperhatikan tanpa mengucapkan sepatah katapun. dia hanya berbicara dengan anak kecil yang di sebut Arkne itu. aku tahu bahwa dia sangat berhati-hati agar tidak menyinggung nona Filia. dia tidak mengatakan apapun karena mungkin dia khawatir jika dia menyinggung nona Filia dengan kata-katanya, nona Filia dapat membahayakan ku juga.


Aneria:"dengarkan perintahku. aku ingin kapal segera di kosongkan sesegera mungkin..!!"


"b, baik...!!"


aku bisa melihat kebingungan di wajah para kesatria, tapi mereka tetap menjalankan perintah. mereka pasti tahu apa yang sedang mereka hadapi saat ini. keberadaan yang berdiri di puncak, keberadaan yang tidak dapat di sentuh....


beberapa saat kemudian, setelah semua orang meninggalkan kapal udara, aku dan yang lainnya mengikuti nona Filia untuk turun dari kapal. para kesatria berbaris dengan rapi dan tertib sambil memandangi kapal udara yang telah mendarat.


sebenarnya apa yang ingin di lakukan nona Filia...?. meskipun bingung, tapi aku tidak bertanya. sama sepertiku, para kesatria dan Lusi juga hanya melihat ke arah kapal.


Filia:"Karena kapal ini telah menjadi milik saya, bisakah saya menyimpannya?"


kata-kata yang membingungkan sekali lagi di ucapkan oleh nona Filia. aku tahu kata-kata yang dia ucapkan terdengar mustahil, tapi dengan kemampuannya, aku yakin bahwa nona Filia akan memiliki cara untuk melakukannya.


Aneria:"t, tidak masalah..., tapi jika anda menyimpannya, bagaimana kita bisa sampai di kota gerbang iblis?"


Filia:"apakah jarak dari sini menuju ke kota iblis masih jauh?"


Aneria:"jika kita menggunakan kapal udara, setidaknya akan memakan waktu sekitar tujuh kelopak bunga"


nona Filia terlihat sedikit merenung setelah mendengar perkataan kita. aku tidak yakin apa yang sedang nona Filia pikirkan, tapi dia terlihat berfikir dengan serius.


nona Filia mengangkat kepalanya dan tersenyum manis ke arahku. oh, seandainya dia adikku... senyumnya benar-benar membuatku melupakan kekuatannya yang mengerikan. senyumnya seakan mengatakan 'lindungi aku' yang membuat hati siapapun luluh. sadar, sadar Aneria...!!. aku berteriak di dalam hatiku untuk menenangkan dan menyadarkan diriku. huh... aku terbawa arus lagi.


Filia:"tidak apa-apa, saya akan mengurusnya"


nona Filia berbalik menghadap kapal udara dan menyentuh lambung kapal. saat telapak tangan nona Filia bersentuhan dengan lambung kapal, tiba-tiba kapal udara mengeluarkan cahaya emas yang menyilaukan. karena refleks, aku menutup mata dan menghalangi cahaya dengan tanganku.


saat aku merasa cahaya sudah menghilang, aku membuka mataku secara perlahan. kapal raksasa itu telah menghilang dan yang tersisa hanyalah sebuah kartu yang melayang di depan nona Filia. kartu itu tidak besar, hanya sebesar permainan kartu biasa. aku tidak tahu terbuat dari apa kartu itu, tapi kartu itu mengeluarkan cahaya emas dan melayang ke tangan nona Filia.


pemandangan yang sangat luar biasa bukan hanya mengejutkanku, tapi semua orang yang hadir disini juga terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat. benda sebesar itu, menghilang dalam hitungan detik?. apakah kapal udara berubah menjadi kartu itu?. aku terus memperhatikan kartu yang di pegang oleh nona Filia. setelah nona Filia melihat kartu itu untuk sementara, tiba-tiba kartu itu lenyap seperti tidak pernah ada.


Aneria:"n, nona Filia. dimana kapal tadi?"


akhirnya karena rasa penasaran yang menumpuk, aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.


Filia:"aku memasukkannya dalam storage untuk di simpan"


meskipun aku tidak tahu apa yang dia maksud, aku hanya bisa mengangguk dan mengiyakan.


Aneria:"lalu, bagaimana kita akan pergi sekarang?"


mendengar pertanyaanku, nona Filia hanya tersenyum tanpa menjawab.


Filia:"Cerberus...!"


dia memanggil kembali monster raksasa yang mengerikan itu. setelah panggilannya, monster berkepala tiga itu langsung terbang dan menundukkan kepalanya dengan hormat ke arah nona Filia. aku menghentikan para kesatria yang mencoba untuk menghunus pedang mereka. aku tidak ingin tindakan kesatria itu menyinggung keberadaan seperti itu.


Filia:"bagaimana keadaan di sekitar?"


"kami tidak menemukan keadaan aneh apapun"


kepala di tengah menjawab pertanyaan nona Filia dengan hormat. nampaknya setiap kepala memiliki kesadaran mereka sendiri. mendapatkan jawaban seperti itu, nona Filia hanya mengangguk lalu sedikit menjauh dari monster itu.


apakah kita akan pergi mengendarai monster itu?. meskipun dia bertubuh besar, tapi untuk menampung puluhan orang, hal itu masih agak mustahil. perlu di ketahui, saat ini aku membawa sekitar tujuh puluh orang kesatria. orang sebanyak ini tidak mungkin untuk menaiki monster itu.


tapi tebakanku salah. nona Filia mengulurkan tangannya ke udara lalu sebuah kartu bercahaya terbang cepat ke udara. kartu bercahaya itu berubah menjadi sebuah kartu raksasa yang sangat besar di langit. cahaya emas itu nampak kontras dengan langit yang berwarna merah berdarah. pemandangan itu seperti sebuah gerbang suci.


meskipun ketebalan kartu itu masih sama, tapi ukuran permukaannya sudah sangat lebar. mungkin ribuan kali lebih besar daripada ukuran awal. dari dalam kartu muncul sesuatu yang keluar secara perlahan. beberapa saat kemudian, bentuk dari sesuatu yang keluar itu nampak jelas. panjangnya sekitar tiga ratus meter atau lebih, dan ukurannya sangat besar seakan menutupi langit.


saat benda itu menunjukkan bentuk lengkapnya, cahaya emas yang menyelimutinya menghilang dan seluruh bentuk benda itu dapat di lihat dengan jelas. benda itu berbentuk aneh dengan haluan lancip, dilihat dari kilaunya, sepertinya seluruh tubuh benda itu terbuat dari logam. dengan ukuran lebih dari tiga ratus meter dan terbuat dari logam, bagaimana benda itu bisa melayang di udara?.


benda itu berwarna putih dengan berbagai hiasan berwarna emas. menunjukkan suasana suci dan khidmat, tapi karena cahaya merah dari bulan, warna putih berkilau itu menjadi agak samar. ini adalah pertama kalinya aku melihat benda seperti itu.


"tuan, bukankah ini kapal perang udara Tier silver?"


aku mendengar percakapan antara monster dan nona Filia. kapal perang udara?. ini... pantas saja nona Filia mengatakan bahwa teknologi kami terbelakang. setelah melihat semua ini aku tidak bisa lagi meragukan kata-katanya.


Filia:"apa lagi yang kita tunggu?,ayo cepat masuk"


Aneria:"t, tapi dengan ketinggian seperti itu..."


Filia:"jangan khawatirkan itu"


tiba-tiba cahaya biru menyelimuti kami dan pandanganku langsung berubah. yang aku lihat adalah sebuah geladak kapal yang mewah dan halus. tempat ini mengingatkanku dengan aula istana. begitu indah dan mengagumkan. apakah itu tadi adalah teleportasi?. sebuah teknologi yang mampu memindahkan seseorang dengan sekejap mata. berapa maju teknologi ini?.


nona Filia berbalik dan menghadap ke arahku. dia merentangkan ke dua tangannya dan tersenyum bangga.


Filia:"selamat datang di kapal perang milikku, sang penguasa langit «Aether»"


setelah mengatakan itu, nona Filia berbalik lagi dan memimpin jalan. ini... apakah ini kapal?. menurutku ini adalah sebuah istana terbang.


Filia:"ayo, ikut denganku"


ajakan nona Filia menyadarkan ku serta para kesatria dari kekaguman. aku memimpin yang lainnya untuk mengikuti nona Filia. geladak kapal ini sangat panjang dan luas. setelah berjalan beberapa saat, kami sampai di depan sebuah pintu besar dan memasukinya. di dalam benar-benar seperti bangunan istana, malah terlihat lebih indah. karena cahaya merah tidak mampu menembus ke dalam, jadi keindahan kapal ini terlihat jelas.


kami berjalan lagi dengan di temani oleh lampu putih yang melengkapi penampilan interiornya. di depan, aku melihat dua orang kesatria menjaga sebuah pintu besar. kedua kesatria itu mengenakan armor emas dan jubah merah di bagian belakangnya.


melihat kedatangan kami, mereka berlutut dengan satu kaki dan kepala tertunduk. penghormatan tertinggi, ini adalah penghormatan tertinggi.


Filia:"kerja keras untuk kalian"


"tidak tuan..!!"


hanya sepatah kata itu, nona Filia melanjutkan berjalan ke depan pintu. pintu itu terbuka dengan sendirinya seperti membiarkan kami untuk masuk. saat aku melewati ambang pintu, cahaya menyilaukan langsung menusuk mataku. setelah mataku bisa menyesuaikan dengan cahaya sekitar, aku melihat puluhan maid yang berdiri dengan rapi membentuk sebuah jalan. puluhan di sini yang aku maksud adalah, lebih dari tujuh puluh. ruangan itu sangat luas dengan takhta kerajaan di bagian ujung. di atas ruangan terdapat lampu kristal yang indah dan berukuran besar. ruangan yang penuh dengan keagungan. itulah pendapatku.


"selamat datang kembali Yang Mulia"


setelah nona Filia memasuki pintu, para maid itu langsung menunduk hormat dan berteriak serempak. sambutan dengan kemeriahan seperti ini, seperti yang aku duga, nona Filia adalah seorang penguasa.


Filia:"terima kasih karena sudah memenuhi panggilanku"


"apa yang anda katakan yang mulia, memenuhi panggilan anda adalah sebuah kehormatan bagi kami"


yang menjawab adalah seorang wanita bertubuh tinggi dan berambut panjang hingga ke pantat. wanita yang datang entah dari mana itu, dia mengenakan armor serba hitam di tubuhnya. armor full plate yang ia kenakan melekat erat di tubuhnya, membentuk lekukan tubuh yang tinggi dan menawan. wajahnya juga cantik dan halus, tapi dia mengenakan kain yang menutupi matanya. di belakang wanita itu berjalan satu lagi wanita dengan pakaian asing.


mereka berjalan perlahan ke arah kami lalu berlutut di depan nona Filia.


"bawahan memberi hormat kepada yang mulia"


Filia:"ya, lama tidak melihat kalian, Arkne, Upirina"


"iya yang mulia"


nona Filia berjalan terus ke depan. ke dua wanita itu mengikuti di belakangnya dengan patuh dan penuh dengan hormat. aku hanya berdiri di tempat dan melihat punggung mereka. aku melihat bahwa nona Filia menuju sebuah takhta, dan duduk di atasnya. pakaian yang ia kenakan berubah menjadi armor full plate emas dengan jubah putih yang memiliki bulu lembut nan tebal di bagian leher. penampilannya yang anggun dan penuh wibawa, dia adalah pemimpin yang sesungguhnya.


di sekitar ruangan terdapat kain merah berujung tajam yang di gantung di dinding. kain merah itu memiliki sulaman emas dan perak, di tengahnya terdapat sulaman perak yang membentuk seekor burung dengan ekor yang panjang. aku tidak tahu terbuat dari apa kain itu, tapi kain itu berkilau seperti permata yang indah.


Filia:"saat ini kalian adalah tamuku, nikmatilah diri kalian sebelum perang di mulai. para maid ini akan melayani kebutuhan kalian. Arkne, kamu atur akomodasi untuk mereka"


"baik Yang Mulia"


wanita dengan tutup mata tadi memimpin kami keluar dari ruang takhta. dan memberikan akomodasi bagi kami. saat dalam perjalanan, aku melihat banyak kesatria emas dengan pelindung kepala yang menutupi seluruh wajahnya dan menyisakan lubang untuk mata mereka melihat. saat masuk tadi sepertinya tidak ada kesatria, tapi setelah keluar, tiba-tiba sudah ada banyak kesatria yang siaga yang berpatroli. jumlah mereka yang aku lihat selama perjalanan dari ruang takhta saja sudah lebih dari seratus orang.


aku segera tiba di sebuah ruangan yang di tunjukan oleh wanita dengan mata ditutup tadi.


"ini adalah ruangan anda untuk beristirahat"


Aneria:"saya mengerti. oh, bolehkah saya mengetahui nama anda?"


"tentu. saya Arkne, komandan dari «Moon Profound Phoenix Legion»"


(akhir dari chapter ini)


jika ada pertanyaan silahkan di tinggalkan di kolom komentar. see you next time ;)