
Arsh:"sayang, ayo pergi ke kantor ibu dulu."
Filia:"iya."
masuk ke dalam bangunan akademi, aku bisa merasakan perbedaan suhu yang cukup jauh. aku bisa melepas mantel penahan dinginku setelah sampai di kantor ibu karena suhu yang jauh lebih hangat.
aku duduk dan memperhatikan seorang maid yang menyangkan teh hangat untukku dan ibu.
Arsh:"aku sudah menyiapkan ruangan untukmu. selain kamu, sepertinya pangeran dan putri juga akan tinggal di akademi selama musim dingin ini."
Filia:"oh?. kenapa?."
aku menjadi sedikit penasaran kenapa keluarga kerajaan melakukan hal itu.
Arsh:"pangeran masih ingin meneliti tentang sesuatu di akademi, sementara sang putri, dia sepertinya ingin memperdalam kemampuannya."
Filia:"bukankah seharusnya tidak perlu tinggal di asrama?."
itu benar. bagi keluarga kerajaan bukankah sangat mudah untuk melakukan hal-hal itu di istana?!.
Arsh:"entahlah, siapa yang tahu. mungkin. mereka memiliki pikiran yang sama dengan mu."
kami melakukan beberapa percakapan lagi yang sebenarnya cukup menyenangkan. mungkin setelah lebih dari setengah jam, sekretaris ibu masuk dan mengatakan bahwa semuanya sudah siap.
aku tidak tahu apa yang di maksud sudah siap, tapi ibu langsung mengajakku ke sebuah tempat. mengikuti di belakang ibu, aku penasaran ibu mau membawaku kemana.
pada akhirnya aku hanya mengikuti ibu dengan memendam rasa penasaranku hingga sampai ke tempat tujuan.
ibu membawaku ke sebuah ruangan yang sangat luas dan cerah. di samping kiri dan di belakang kursi utama terdapat jendela kaca bening dengan tirai berwarna biru muda.
di tengah ruangan terdapat sebuah meja panjang dengan sekitar lima puluh kursi yang di bagi kanan dan kiri meja dengan jumlah yang sama. sebuah kursi dengan sandaran yang lebih tinggi berada di ujung meja yang membelakangi jendela kaca besar. kursi itu adalah kursi utama.
ibu berjalan dan langsung duduk di kursi utama. aku memperhatikan bahwa di meja terdapat berkas-berkas yang tersusun rapi. setiap satu kursi akan mendapatkan satu berkas tebal. aku tidak tahu apa isi dalam berkas itu.
Arsh:"sayang, duduklah di sini."
ibu menunjukkan kursi kanan terdekat dengan kursi utama. sebenarnya aku memperhatikan bahwa penataan kursi selalu sama di setiap tempat bangsawan. hanya meja memanjang dengan deretan kursi di sebelah kanan dan kiri beserta kursi utama.
aku menanggapi ibu dan duduk di kursi yang telah di tunjukkan oleh ibu. aku membuka berkas yang ada di depanku dan membacanya. ternyata isi dari berkas itu adalah rencana organisasi yang di sebut sebagai dewan siswa yang pernah aku usulkan.
hanya saja ada beberapa tambahan ide yang belum aku usulkan waktu itu. seperti bahwa dewan siswa akan beranggotakan siswa dengan nilai dan prestasi yang baik sebagai contoh bagi siswa lain.
dewan siswa juga akan bertugas untuk menegakkan aturan akademi dan memberikan sangsi kepada siswa dengan izin guru pembimbing atau kepala sekolah. karena itu, maka akan di tunjuk seorang instruktur yang akan mengawasi dewan siswa supaya tidak menyalah gunakan kekuasaan mereka.
selain dari dua hal itu, ada banyak hal lagi yang menyempurnakan ide ini. awalnya aku hanya menjelaskan tentang ide dasar dari pembentukan organisasi siswa ini, tapi sepertinya akademi menganggapnya dengan serius dan mengembangkan ide ini menjadi lebih luas.
Arsh:"kamu bisa membacanya terlebih dahulu sebelum yang lain tiba."
Filia:"yang lain?."
tok... tok... tok...!!
sebelum ibu menjawab pertanyaanku, ada suara ketukan pintu bersama dengan suara seorang perempuan dari luar pintu.
dengan anak perempuan yang mengetuk pintu sebagai pemimpin, di belakangnya ada 48 anak yang lain.
"saya sudah mengumpulkan anak-anak sesuai perintah anda."
Arsh:"duduk."
mereka membungkuk dan mengambil kursi masing-masing. setiap anak memiliki penampilan yang berbeda-beda, dan sekilas, mereka bisa di kenali dari divisi mana mereka berasal.
semua berasal dari tahun dasar (tahun pertama–ketiga) dengan usia yang tidak jauh berbeda dariku. jangan heran jika anak di usia ini bisa memahami bahasan yang sedikit rumit.
anak-anak di dunia ini sudah mendapatkan pendidikan yang berat sejak kecil, apalagi anak-anak bangsawan yang memang sudah dipersiapkan sebagai pewaris sejak usia dini, jadi mereka bisa memahami dan memproses sesuatu yang sulit seperti: manajemen, bisnis, politik, dan berbagai keterampilan lainnya yang di butuhkan sebagai seorang bangsawan.
yah, bisa di katakan bahwa anak-anak di dunia ini berkembang lebih cepat karena pengaruh lingkungan. itulah kenapa anak-anak pada usia 16–17 tahun sudah di anggap dewasa di dunia ini.
di barisan anak-anak itu, aku juga melihat beberapa orang kenalan, seperti: pangeran Elion yang mewakili divisi Magister, Stern mewakili divisi Fighter, dan Aria yang mewakili divisi Magic Caster.
selain mereka, aku tidak mengenal yang lain. bahkan mungkin aku belum pernah bertemu. bagaimanapun dari sekian banyak siswa, sepertinya akulah yang paling jarang datang ke akademi.
selain dari tiga divisi itu, masih ada tiga divisi lain, yakni: Apoteker, Forger, dan Enchanter. dari enam divisi, setiap divisi akan di wakili oleh 5 anak yang terbaik di bidang masing-masing. 19 dari lima puluh anak merupakan campuran dari setiap divisi dan sub divisi dengan prestasi yang baik dan telah di akui oleh akademi.
Arsh:"sebelum kita memulai rapat, lebih baik kalian memahami materi terlebih dahulu. aku sudah menyiapkan materinya di depan kalian. kalian bisa membaca dan memahaminya terlebih dahulu."
tanpa banyak bicara, anak-anak itu mulai menunduk dan membaca materi yang ada di depan mereka dengan sangat serius, seakan seperti pekerja kantoran. aku bahkan hampir lupa bahwa mereka masih anak-anak.
ruangan yang luas ini seketika menjadi hening. hanya suara kertas di balik yang dapat terdengar di dalam kesunyian ini. aku juga tidak terlalu peduli dengan hal itu..aku hanya duduk dengan tenang sambil memperhatikan wajah serius mereka.
aku merasa sedikit lucu di hatiku saat melihat mereka dengan sangat serius membaca materi di meja. jika itu di bumi, aku rasa anak-anak seusia mereka masih akan bingung untuk mencari game online atau gadget terbaru sambil menikmati kehidupan masa kecil mereka. lagi pula saat di bumi anak seusia belasan tahun seperti bayi karena usia manusia yang bisa sampai ratusan tahun, tapi disni mereka sudah mulai memegang tanggung jawab sebagai anggota keluarga bangsawan atau yang lain. hah, sungguh, perkembangan manusia akan selalu di pengaruhi oleh lingkungan dan keadaan sosial.
setelah beberapa waktu, anak-anak itu mulai mengangkat kepala mereka satu persatu setelah membaca seluruh materi yang di berikan. ada beberapa wajah berfikir dan ada juga wajah tersenyum sambil mengangguk ringan. singkatnya, mereka memiliki berbagai ekspresi dalam menyikapi materi itu.
Elion:"ini benar-benar hal yang baik untuk di lakukan. akan ada banyak manfaat jika hal ini bisa di realisasikan."
"ya. tapi apakah siswa yang lain dapat menerima perubahan drastis seperti ini?."
...
plak...!!
ibu menepuk tangan untuk mengambil perhatian dari siswa yang sedang berdiskusi sendiri. mendengar suara tepukan tangan, semua perhatian langsung mengarah kepada ibu.
Arsh:"baiklah, mari kita lihat apakah ada saran dan masukan dari kalian."
"ini rencana yang bagus, tapi bukankah agak ribet. belum ada pembagian tugas yang jelas di sini. yang ada hanyalah tugas dan keuntungan dari dewan siswa, tapi belum di jelaskan siapa yang akan menjalankan tugas itu."
ibu hanya mengangguk dan tersenyum. dia mengalihkan perhatiannya kepadaku dan memintaku untuk menjawab keraguan anak itu.
Filia:"dalam dewan siswa, kita akan membaginya menjadi beberapa divisi yang berbeda dengan tugas yang berbeda."
Filia;"kalian yang hadir di sini adalah anggota dari dewan siswa dengan tugas masing-masing. aku tidak akan menjelaskan lebih banyak, aku hanya akan memberikan ini."
aku menggambarkan struktur organisasi dari dewan siswa serta divisi yang ada di dalamnya dengan tugas-tugasnya.
total, aku menunjukkan tiga divisi utama, yakni: divisi keamanan dan ketertiban, divisi pemeriksaan, dan divisi administrasi.
divisi keamanan dan ketertiban akan menjaga ketertiban di akademi serta memeriksa keamanan di akademi kemudian mereka akan melaporkan pelanggaran kepada divisi pemeriksaan untuk memeriksa pelanggaran mereka.
setelah itu, divisi pemeriksaan akan melaporkan kepada divisi administrasi supaya laporan dapat di proses. selain itu, divisi administrasi juga akan bertugas untuk mengatur tugas dari setiap divisi.
divisi keamanan dan ketertiban akan di pegang oleh divisi akademi Fighter dan Magic Caster, divisi pemeriksaan akan di pegang oleh divisi akademi Apoteker dan Forger, sementara divisi administrasi akan di pegang oleh Magister dan Enchanter.
tentu saja ada alasan kenapa setiap divisi itu akan di pegang oleh divisi akademi yang berbeda. itu semua untuk memaksimalkan semua kemampuan dari divisi masing-masing.
seperti divisi pemeriksaan yang di pegang oleh Apoteker dan Forger, itu karena dalam peraturan akademi, ada beberapa item dan potion yang di larang untuk di bawa ataupun di gunakan oleh siswa, jadi menggunakan ke dua divisi itu untuk memeriksa adalah hal yang tepat.
tentu saja setiap divisi keamanan akan melakukan pemeriksaan, mereka harus di temani oleh anggota dari divisi pemeriksaan untuk memaksimalkan keefektifan.
Filia:"aku juga menyarankan supaya setiap siswa di akademi menggunakan pakaian yang seragam."
Elion:"bolehkah saya tahu alasannya?."
Filia:"alasnya, supaya tidak ada siswa yang merasa lebih rendah daripada siswa yang lain..."
saat ini karena di akademi tidak menggunakan pakaian yang seragam yang di berikan oleh akademi, karena itu banyak siswa yang memakai pakaian berbeda. pakaian berbeda itu akan menunjukkan status sosial masing-masing, jadi wajar jika ada siswa yang hanya bisa membeli pakaian sederhana akan merasa rendah diri saat mereka melihat pakaian anak bangsawan.
tujuanku untuk menyarankan ini supaya hal itu tidak terjadi. aku berharap bahwa siswa di akademi akan setara meskipun akan sangat sulit.
jika itu hanya aku, mungkin akan sulit merealisasikannya, tapi saat pesta malam itu, aku sudah meminta saran dari Yang Mulia Raja. Yang Mulia menyetujui usulanku, jadi Yang Mulia akan segera mengeluarkan peraturan tentang itu.
"itu tidak mungkin. akan sangat sulit menyakinkan anak-anak bangsawan yang merasa bangga dengan posisi mereka untuk melakukan itu. apakah anda yakin mereka bisa menerimanya?!."
seorang anak dengan otot yang menonjol dan kulit berwarna gandum mengutarakan pendapatnya.
mendengar itu, ibu tersenyum dan menyerahkan kertas emas dengan stempel kerajaan di atasnya. aku mengambil dan membaca surat emas itu.
ternyata ini adalah perintah istana untuk mengenakan seragam di akademi. membaca ini, senyum tanpa sadar tersungging di sudut mulutku. aku menatap anak itu dan berkata perlahan.
Filia:"bukan mereka akan menerima atau tidak, tapi mereka hanya bisa menerimanya."
aku menyerahkan surat itu supaya bisa di baca oleh orang lain, dan melanjutkan untuk menggambar sesuatu yang lain di kertas gambar. aku hanya fokus menggambar sambil mendengarkan diskusi anak- anak itu.
waktu pertemuan ini cukup panjang dengan berbagai masalah dan pertanyaan yang di ajukan oleh anak-anak yang hadir.
Filia:"untuk pakaian seragam, aku sudah sudah membuat desain."
aku kembali menyerahkan tumpukan kertas gambar dengan berbagai desai di atasnya. diskusi yang panas kembali terjadi. di dalam ruangan ini, yang paling panas dalam membahas model pakaian adalah beberapa gadis yang menjadi perwakilan.
akhirnya di putuskan bahwa anak laki-laki memilih desain pakaian kemeja dengan jubah berkerah tinggi berbentuk mirip seperti Long Coat sebagai pengganti jas, sementara perempuan mereka lebih memilih gaun terusan panjang agak ketat dengan kerah lipat untuk memasang dasi. supaya mencerminkan identitas sebagai siswa, aku menambahkan mantel berlengan panjang. hanya saja, aku mendesain mantel pelapis gaun itu supaya hanya bagian sebatas punggung yang mengenakan kain biasa, dari punggung ke bawah, aku ingin mendesainnya menggunakan kain transparan supaya bisa menampakkan pemandangan yang lebih anggun.
aku mendesain supaya baik pakaian wanita atau pria menggunakan warna dasar putih. meskipun begitu, aku menambahkan ornamen dengan warna yang berbeda, yang mewakili divisi mereka.
karena ada enam divisi akademi, jadi aku juga menggunakan enam warna yang berbeda sebagai aksen.
merah : Divisi Fighter
biru. : Divisi Enchanter
indigo : Divisi Forger
emas : Divisi Magister
ungu. : Divisi Magic Caster
hijau. :Divisi Apoteker
penggunaan warna yang berbeda supaya mereka dapat lebih mudah di kenali dari bagian divisi mana mereka berasal.
Filia:"yah, itu saja yang bisa saya sampaikan."
Arsh:"kalau begitu, kita akan mengakhiri rapat pada hari ini. untuk anggota dari setiap divisi dewan siswa, kalian dapat memilih sendiri. aku harap semuanya akan selesai sebelum musim semi mendatang. jika masih ada beberapa kesalahan dan ketidak sesuaian, kita akan membahasnya di pertemuan mendatang."
"terima kasih untuk hari ini, kepala sekolah!!"
semua anak itu berdiri dan membungkuk memberi hormat. selesai memberikan hormat, mereka langsung keluar dengan teratur.
di dalam ruangan Hanaya menyisakan tiga orang, yakni: aku, ibu, dan sekretarisnya.
Arsh:"kerja bagus hari ini sayang. apa kamu lelah?."
Filia:"ya. saya sedikit lelah."
Arsh:"kalau begitu kamu bisa beristirahat terlebih dahulu di kamarmu. aku yakin Sebastian dan yang lainnya telah selesai berbenah."
Filia:"kalau begitu, saya permisi."
itu wajar jika Sebas dan yang lainnya sudah selesai merapikan kamar dan memindahkan barang-barang ku. pertemuan ini setidaknya memakan waktu sekitar empat jam, akan tidak normal jika Sebas belum selesai melakukan penataan kamar.
saat berjalan ke kamar, aku melihat beberapa anak yang masih mendiskusikan tentang pertemuan tadi.
sambil menikmati suasana akademi, langkah kakiku terasa ringan dan menyenangkan. hingga jarak beberapa puluh meter sebelum sampai di depan pintu asramaku, aku melihat pangeran dan rombongannya, termasuk Aria dan putri Sophia yang sedang berdiri dan membahas sesuatu di depan pintu asramaku.
apa yang terlihat begitu menyenangkan untuk di bahas di tempat seperti ini?!.
(akhir dari chapter ini)
seperti biasa, jika menemukan kesalahan atau ketidaksesuaian bisa langsung di catat di kolom komentar.