Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 167: Pengusiran.



Seperti biasa, aku bangun sangat pagi dan pergi untuk melatih tubuhku. Meskipun ini musim dingin, tapi tidak ada banyak dampak untukku. Aku akan melatih tubuhku secara perlahan dan siap untuk menerobos ke tier empat.


Filia:"Ilma, aku akan pergi ke kelas hari ini. Bisakah kamu mencari tahu, kelas apa di pagi hari?."


Selama musim dingin tidak akan ada kelas wajib. Hanya beberapa kelas yang dibuka untuk memberikan pelajaran bagi siswa yang tetap ingin tinggal di akademi saat musim dingin. Lagi pula siswa yang tetap tinggal di akademi tinggal untuk melakukan penelitian atau karena tempat tinggal mereka jauh, jadi memberikan pelajaran tambahan akan bermanfaat bagi mereka.


Ilma:"Apakah tubuh anda sudah sehat, Putri?."


Filia:"Yah, aku baik-baik saja."


Ilma:"Jika demikian, pada pagi hari akan dibuka dua kelas, yakni kelas Alchemis dan kelas Magic, Putri."


Filia:"Aku akan pergi ke kelas Alchemis."


Ilma: Baik. Adakah yang bisa saya bantu, Putri?."


Filia:"Tidak, tidak ada."


Aku segera menghabiskan sarapan dan berganti pakaian. Pakaian yang aku pakai adalah pakaian dari komite siswa yang sudah dibuat. Aku memakai kemeja hitam dan dasi berwarna biru muda. dilengkapi dengan blazer berwarna putih bersih beraksen biru dan hitam. Untuk bawahan, seragam ini juga dilengkapi dengan rok lipit putih dengan aksen hitam yang sesuai dengan blazer yang dikenakan.


di bagian dada, ada sebuah emblem emas bergambar Semanggi berdaun empat yang melambangkan empat divisi dari komite siswa.


Desain pakaian ini berbeda dengan yang aku usulkan di awal. Pakaian yang aku usulkan di awal juga dibuat, tapi itu untuk di kenakan oleh siswa dari berbagai kelas yang berbeda dan menjadi identitas masing-masing kelas.


Sementara seragam yang aku kenakan saat ini merupakan desain ekslusif yang di kenakan oleh anggota komite siswa.


Filia:"Ayo!."


Ilma:"Baik."


.....


Ruang perpustakaan akademi...


"Sherly, apa yang kamu lakukan disini?."


Saat aku sedang membaca buku tentang lingkaran sihir, tiba-tiba aku mendengar seorang memanggilku.


Sherly:"Zeline, ada apa?."


Zeline:"Apa kamu lupa, hari ini akan ada pertemuan komite siswa, apa kamu mau terlambat?."


Aku benar-benar lupa tentang hal itu. Sebagai orang biasa, aku sangat bersyukur karena dapat terpilih untuk menjadi salah satu anggota dari komite siswa. Komite siswa adalah sebuah organisasi dalam sekolah yang didukung langsung oleh banyak anggota bangsawan kelas atas dan telah disetujui oleh para instruktur akademi.


Setelah revisi dari dewan siswa, komite siswa menjadi lebih ramping dan strukturnya lebih disederhanakan. Dalam organisasi, ada empat divisi yang masing-masing memiliki tugas mereka tersendiri.


Dalam organisasi ini juga terdiri dari bangsawan dan orang biasa. Sepertinya organisasi ini tidak memandang latar belakang?. Aku tidak terlalu mengerti tentang politik, tapi aku tahu bahwa organisasi ini adalah tempat yang tepat untuk mencari hubungan.


Tentu saja karena ada campuran antara bangsawan dan orang biasa, akan selalu ada yang tidak puas. Banyak bangsawan yang menolak orang biasa untuk bergabung karena mereka merasa bahwa bangsawan itu tidak layak untuk bercampur dengan rakyat jelata.


Zeline:"Apa yang kamu tunggu?. Ayo cepat sebelum kita terlambat."


Sherly:"I, iya..."


Aku segera meletakkan buku yang aku baca dan pergi mengikuti Zeline. Zeline juga sama sepertiku, dia berasal dari keluarga biasa, hanya saja keluarga lebih baik daripada keluargaku karena keluarga Zeline membuka sebuah toko di ibu kota.


Kami harus pergi ke ruang pertemuan sebelum terlambat. Sebagai orang biasa, akan sangat tidak sopan jika kami membiarkan anggota yang lain menunggu, apalagi kebanyakan dari mereka adalah anak bangsawan.


Di sepanjang jalan kami menjadi pusat perhatian dari siswa yang kami lewati. Meskipun pakaian kami tidak terlalu mencolok, tapi pakaian untuk komite siswa dibuat khusus dengan desain yang berbeda dengan siswa biasa. Di akademi ini setiap siswa dibebaskan untuk memakai pakaian yang mereka inginkan, tapi karena beberapa siswa kelas kerajinan tangan mencoba membuat desain pakaian dari nona, pakaian itu menjadi Mede terbaru di akademi. Siswa yang tidak mengenakan seragam itu pasti akan sedikit tersingkir dari lingkaran siswa dan dianggap ketinggalan zaman.


Bruk...!


"Ahhh..."


Sampai di sebuah belokan lorong, tiba-tiba Zeline menabrak sesuatu dan hampiri terjatuh ke belakang. Namun sebelum Zeline terjatuh, ada tangan kecil yang merahnya dan mencegahnya jatuh ke lantai.


"Apa kamu baik-baik saja?."


Sebuah suara yang lembut bertanya kepada kami. Saat aku melihat asal suara itu, aku melihat seorang gadis yang seusia denganku yang sedikit lebih tinggi dariku berdiri dengan seorang maid di sebelahnya. Wajah yang manis dan lembut, warna rambut dan mata yang unik, tempramen yang tenang dan elegan, tidak ada yang tidak mengenal sosok ini.


Siswa baru dengan nilai terbaik di seluruh akademi dan diakui bahwa kemampuannya bisa mengalahkan siswa tahun terakhir. Satu-satunya Putri dari House of Rosenfield, Filia Rosenfield.


Zeline:"I,iya. Saya baik-baik saja. Terima kasih, Putri Filia."


Filia:"Ya."


Sherly:"M, maafkan kami karena tidak berhati-hati dan menabrak anda!."


Filia:"Tidak apa-apa."


Putri Filia tersenyum sangat manis sambil menjawab pertanyaan. Ini memang kesalahan kami, kami terlalu terburu-buru dan tanpa sengaja menabrak Putri Filia. Jika itu adalah bangsawan lain, mungkin kami akan dihukum, tapi Putri Filia bahkan terlihat tidak terlalu perduli dengan hal itu.


Filia:"Kalian sepertinya terburu-buru, apakah ada sesuatu?."


Zeline:"Kami harus menghadiri pertemuan Komite siswa yang di adakan hari ini..."


Zeline memberitahukan alasan kenapa kami terburu-buru. Mendengar penjelasan kami, Putri Filia nampak agak tidak terduga. Ternyata Putri Filia tidak mengetahui adanya pertemuan itu. Tentu saja aku pernah mendengar bahwa selama beberapa waktu ini, Putri Filia sedang sakit dan tidak banyak mengikuti kegiatan dengan siswa lain.


Akhirnya, Putri Filia memutuskan untuk mengikuti kami pergi ke tempat pertemuan. Tempat pertemuan telah diputuskan di sebuah ruangan yang luas. Saat beberapa siswa yang ditugaskan menjaga pintu melihat kami, atau lebih tepatnya Putri Filia, mereka segera memberi hormat dan membuka pintu.


didalam ruangan terdengar suara banyak orang yang berbicara satu sama lain. Saat kami masuk, aku melihat ruangan yang sangat luas. Ada sebuah meja bundar besar ditengah ruangan. di sekeliling meja ada setidaknya dua puluh lima kursi. Begitu kami datang, Putri Filia segera menjadi pusat perhatian.


Arsh:"Filia, apa kamu sudah sembuh?."


Filia:"Iya kepala sekolah. Akhir-akhir ini saya merasa lebih baik."


Sophia:"Nona Filia, bagaimana kondisimu?."


Elion:"Nona Filia, bagaimana kondisi anda?."


"Nona Filia..."


"Nona Filia..."


Filia:"Saya sangat berterima kasih atas perhatian semua orang. Saya merasa baik-baik saja."


Banyak orang yang menanyakan tentang kondisi Putri Filia. Tentu saja ada yang benar-benar peduli dan ada yang hanya ingin terlihat baik. Seperti seorang anak bangsawan yang berdiri disudut ruangan. Begitu Putri Filia tiba, anak itu memiliki wajah gelap dan terlihat sangat tidak menyukai Putri Filia.


Filia:"Semuanya tidak terganggu, mari lanjutkan agenda hari ini."


Elion:"Karena Nona Filia bisa hadir hari ini, maka Nona Filia yang akan memimpin pertemuan."


"Ya.."


"Itu benar, anda harus memimpin..."


Dengan dorongan dari banyak orang, Putri Filia hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Dengan terpaksa, Putri Filia duduk di kursi utama dan menjadi pemimpin pertemuan hari ini.


Setelah semua anggota tiba di kursi masing, pertemuan segera dimulai. Pertemuan hari ini akan membahas tentang kurangnya tenaga kerja yang dimiliki oleh komite saat ini. Apakah komite akan merekrut orang lain, dan apa syaratnya, perlu untuk didiskusikan bersama.


Tiba-tiba seorang putra bangsawan mengutarakan pendapatnya dengan sangat lantang. Setelah pendapat itu keluar, seluruh ruang pertemuan menjadi diam. Semua mata memperhatikan anak itu dengan tatapan melihat orang bodoh.


Berbeda dengan anak bangsawan yang bisa dengan berani menatap anak itu. Bagi anak orang biasa sepertiku, kami hanya bisa memendam ketidakpuasan dan menunduk tidak berani menatapnya. Rendah diri?. Memangnya apa yang bisa kami lakukan terhadap anak bangsawan?!.


"Lihat, apakah pantas bagi rakyat jelata seperti mereka duduk bersama dengan kita para bangsawan yang mulia?. Apa yang bisa mereka lakukan, apakah mereka bisa dibandingkan dengan kita para bangsawan?."


Anak itu terus berbicara dan merendahkan orang lain, seakan bangsawan adalah Manusia yang paling mulia.


"Rakyat jelata yang duduk bersama kita, benar-benar membuatku jijik. Mereka_"


Trang...


"Apakah sudah cukup...!"


Saat anak itu ingin terus berbicara, tiba-tiba sebuah suara berdenting yang disebabkan oleh benturan antara cangkir teh dan tatakan terdengar, diikuti oleh suara perempuan yang sangat lembut tanpa fluktuasi emosi. Suara itu benar-benar tenang, seakan danau yang dalam tanpa riak dengan air yang dingin.


Meskipun suara itu lembut, seluruh ruang pertemuan tiba-tiba menjadi hening. Bahkan anak bangsawan yang sangat sombong juga tidak berani membuat suara pada saat ini.


Filia:"Apakah kamu sudah cukup omong kosong?!."


"A, apa?."


Filia:"Jika kamu sudah cukup berbicara, kamu bisa pergi dari ruangan ini "


"A, apa... A, aku, aku adalah putra dari Viscount Bertras. A, apa_"


Filia:"Aku tidak peduli. Kamu bisa pergi."


"Siapa kamu bisa memerintahku!!. Kamu hanya ketua omong kosong. Organisasi apa, ini hanya omong kosong!. Apa gunanya organisasi seperti ini, ini hanya kamu yang ingin mencari perhatian!!."


Anak bangsawan itu memiliki mata merah dan terlihat agak tidak wajar. Dia terus menunjuk Putri Filia dan memaki tanpa berfikir.


Filia:"NPC banyak bicara!."


"Eh?."


Putri Filia berdiri dan menatap anak itu seperti menatap benda yang tidak berguna. Ruangan saat ini menjadi sunyi, semua mata menatap Putri Filia yang berdiri dari kursi utama.


Filia:"Tujuan dari komite siswa adalah untuk menjaga lingkungan akademi menjadi lingkungan pendidikan dan sarana bersosialisasi yang dapat dinikmati semua orang. Aku tahu banyak dari kalian yang tidak setuju untuk satu kelompok dengan rakyat biasa, tapi apakah kalian sadar bahwa rakyat biasa juga memiliki bakat tertentu dan mungkin bisa berguna bagi kita. Aku rasa, tidak ada ruginya untuk menjalin hubungan dengan orang biasa. Anggap saja ini sebagai teman kerja."


"Omong kosong. Tanpa adanya organisasi omong kosong ini, bukankah selama ini akademi baik-baik saja?!."


Anak itu masih tidak terima dan terus mencari alibi untuk membenarkan dirinya sendiri.


Filia:"Huh.... Satu tahun lalu, seorang siswa tahun menengah menghancurkan seluruh laboratorium, tiga orang terluka termasuk instruktur, dan satu siswa perempuan meninggal karena sebuah kecelakaan. Kecelakaan itu disebabkan oleh siswa yang menyeludupkan sebuah permata api tercemar untuk melakukan sebuah percobaan pemurnian dan akhirnya meledak. Dalam aturan sekolah sudah jelas, bahwa barang-barang dan percobaan berbahaya harus dalam pengawasan instruktur dan mendapatkan izin dari akademi. Lalu, kenapa itu bisa terjadi?. Itu karena tidak ada yang mengawasi siswa dengan ketat sehingga mereka bisa menyeludupkan hal seperti itu."


"Dua hari lalu, seorang siswa tertangkap sedang menyeludupkan bubuk api hitam di dalam pakaiannya yang hanya disimpan di dalam botol kaca biasa. Jika tidak ditemukan oleh komite kedisiplinan, kita tidak akan tahu kecelakaan macam apa yang dapat ditimbulkan. Dari kedua peristiwa ini, aku yakin orang-orang di ruangan ini cukup berpengetahuan untuk melihat perbedaannya."


Itu benar. dua hari yang lalu aku juga ada di tempat kejadian karena aku merupakan salah satu anggota komite kedisiplinan yang berhasil menangkap siswa itu saat pemeriksaan pagi.


Tidak ada yang tidak mengetahui bahaya dari bubuk api hitam. Bubuk api hitam hanya terlihat persis sama dengan bubuk hitam biasa dan mengeluarkan aroma pedas seperti bubuk cabai kering. Saat mengenai kulit, bubuk api hitam dapat menyebabkan kulit terkelupas dan mengalami luka bakar yang parah disertai dengan rasa sakit yang luar biasa.


Yang paling mengerikan dari bubuk api hitam, apabila bubuk api hitam terbakar atau terpapar ke udara dalam waktu yang lama, maka bubuk api hitam dapat menguap dengan sendirinya. Saat menguap itulah, bubuk api hitam akan menyebarkan semacam gas aneh yang tidak berbau dan tidak berwarna. Gas itu dapat membakar kerongkongan dan merusak paru-paru, serta organ dalam saat tanpa sengaja terhirup kedalam tubuh.


Itulah kenapa serbuk api hitam sangat dilarang di seluruh akademi. Baik itu untuk percobaan, atau untuk penelitian, akademi dan para bangsawan tingkat atas, termasuk keluarga kerajaan melarang penggunaan bubuk api hitam. Bubuk api hitam hanya boleh ditangani di laboratorium khusus yang jauh dari pemukiman berpenduduk.Tidak ada yang tahu darimana anak itu mendapatkan bubuk api hitam, tapi yang jelas, anak itu sudah melanggar peraturan akademi.


Jika tidak ada Komite kedisiplinan, entah hal buruk apa yang akan terjadi. Seluruh akademi ini memiliki banyak anak bangsawan dan bahkan keluarga istana, siapa yang tahu bahwa tujuan sebenarnya dari anak itu adalah untuk menyingkirkan salah satu dari mereka. Apalagi hubungan antara bangsawan selalu lebih rumit daripada lubang semut.


Filia:"Satu kejadian itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa adanya komite siswa ini memiliki efek positif bagi akademi."


Kepala sekolah dan para guru juga mengangguk setelah mendengar pernyataan dari Putri Filia. Prestasi pertama itu juga menunjukkan seberapa pentingnya untuk diadakan komite siswa ini.


Filia:"Komite siswa akan mendorong para siswa untuk ikut andil dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan di akademi. Aku ingin terus menjelaskan, tapi ini akan terlalu panjang. Jadi, besok, aku akan memasang sebuah papan yang berisi semua informasi tentang Komite siswa."


Eden:"Apa yang di katakan oleh Nona Filia itu benar. Dan lagi, komite siswa bisa menjadi tempat bagi kita untuk saling bersosialisasi dan melatih kedisiplinan. Saya rasa komite siswa ini sangat bermanfaat bagi semua pihak."


"Ya, apa yang dikatakan pangeran dan Nona Filia memang benar."


"Saya juga setuju dengan itu."


"Saya juga..."


Putri Filia tersenyum mendengar pendapat dari pangeran dan orang yang lain, termasuk para instruktur. Putri Filia berganti untuk menatap anak itu dengan sinis dan merendahkan.


Filia:"Dan untuk anggota tambahan, aku punya ide. Komite siswa merupakan organisasi elit dalam akademi yang harus berisi anak-anak dengan kemampuan yang mumpuni. Aku berharap, komite siswa ini akan menjadi contoh bagi siswa lain untuk terus bergerak maju. Karena itu, pemilihan anggota baru harus melalui seleksi yang ketat."


Ruangan itu hening, tapi mata semua orang menjadi cerah. Termasuk para instruktur dan kepala sekolah, mereka mengangguk dan tersenyum sambil memikirkan sesuatu.


"Lalu, apakah kita akan mengadakan sebuah pertandingan?."


Seorang instruktur mengangkat tangan dan memberikan sebuah usulan. Usulan itu sangat baik, tapi kepala sekolah menggelengkan kepalanya.


Arsh:"Itu memang hal yang baik, tapi pertandingan macam apa yang akan dilakukan?."


Itu benar. Menurut apa yang dikatakan Putri Filia, komite siswa dapat merekrut anggota yang memiliki bakat di bidang tertentu, bukan hanya di bidang beladiri atau akademis. Dengan begitu, jika kita memilih untuk melakukan pertandingan bertarung di arena, itu tentu tidak adil bagi yang berbakat di akademis atau sastra. Kecuali...


Aku tanpa sadar mengangkat tangan. Setelah aku tahu bahwa tanganku terangkat dan melihat bahwa semua mata tertuju padaku, tiba-tiba pikiranku menjadi kosong dan jantungku berdetak sangat cepat.


Filia:'Tidak apa, jangan gugup. Bicara saja apa yang ingin kamu katakan."


Melihat senyum tulus Putri Filia, aku menjadi sedikit lebih tenang dan kepercayaan diriku menjadi sedikit lebih kuat.


Sherly:"Menurut saya, kita bisa menyediakan tes bagi para siswa menurut bidang mereka masing-masing, seperti ujian masuk ke akademi, tapi dalam tes ini siswa dapat memilih tes mana yang ingin mereka ikuti. Kita bisa menentukan nilai kelulusan supaya dapat diterima menjadi anggota komite..."


Setelah mengatakan itu, keberanian ku tiba-tiba surut seperti air pasang. Aku hanya bisa menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahku yang panas seperti pantat panci di atas api.


Filia:"Ide yang bagus."


Suara lembut itu membuatku berani untuk mendongak dan melihatnya. Senyum lembut itu seakan dapat mencairkan es dan salju, memberikan ketenangan bagi orang-orang.


Filia:"Karena cara merekrut anggota baru sudah diputuskan, maka pertemuan pagi ini dapat diakhiri. Aku akan menyusun beberapa rencana untuk komite siswa dan membahasnya di pertemuan berikutnya. Aku harap, semua orang juga dapat menemukan ide untuk membuat komite siswa menjadi lebih baik."


Putri Filia tersenyum kepada semua orang. Tapi tiba-tiba, senyumnya padam dan menjadi wajah yang sangat dingin. Putri Filia mengalihkan perhatiannya kepada anak bangsawan sombong itu dan menatapnya dalam diam.


Filia:"Dan untukmu, kamu tidak perlu lagi ikut dalam pertemuan selanjutnya."


"A, apa a, aku..."


Filia:"Ya, kamu tidak dibutuhkan dalam komite siswa ini. Sikap dan perilaku mu, tidak cocok untuk menjadi anggota komite. Hari ini, kamu secara resmi dikeluarkan dari komite."


Setelah mengatakan itu, Putri Filia mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua orang dalam pertemuan hari ini, dan secara resmi mengakhiri pertemuan komite siswa...


(Akhir dari chapter ini).


Semoga chapter hari ini tidak membosankan. Dan jika kalian memiliki saran supaya ceritanya lebih menarik di masa depan, aku tidak keberatan untuk mengadopsi ide kalian...


Sampai jumpa lagi di next update....