Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 120: Obsidian Demon Ant



topeng dan jubah yang menutupinya terkena semburan darah merah. membuat orang berjubah itu memiliki pemandangan yang kejam dan mengerikan. tidak ada yang menyangka bahwa akan ada kejadian seperti ini secara tiba-tiba. bahkan aku yang selalu terjun ke dalam peperangan tidak bisa melihat gerakannya sedikitpun.


orang berjubah itu mencabut ke empat jarinya yang menusuk dada Armes dan membiarkan tubuh mayat yang bersimbah darah itu jatuh dengan keras ke lantai.


Darmond:"k, kamu. apa yang kamu lakukan?!!"


setelah beberapa saat hening, ayah langsung berteriak dan menunjuk orang berjubah itu dengan wajah yang tidak dapat di percaya. ada sedikit kemarahan dalam kata-katanya. aku tahu bahwa kemarahan ayah bukan karena Armes terbunuh, tapi itu lebih kepada masalah yang akan terjadi setelah Armes terbunuh.


Aneria:"ayah!. hentikan. orang yang menghina Yang Mulia memang layak untuk mati."


aku langsung menghentikan ayah dari terus berbicara. aku takut jika kedua orang berjubah itu tidak puas dan melancarkan serangan. jika sampai itu terjadi, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa.


Darmond:"apa kamu tahu masalah apa yang dapat timbul dari kejadian ini?!."


ayah dengan marah mengalihkan sasarannya kepadaku. aku hanya bisa maju dan menenangkannya untuk saat ini. aku harus menceritakan semua apa yang terjadi.


Aneria:"ayah. ayo kita duduk dan berbicara terlebih dahulu!."


Darmond:"huh.... baik. kamu harus menjelaskan semuanya!."


ayah mengambil nafas panjang dan menyetujui usulanku. meskipun masih ada amarah, bagaimanapun ayah adalah mantan raja, jadi dia pasti mengerti bahwa ada sesuatu disini.


saat ayah berjalan mendekatiku, aku dan ayah sama-sama melihat bahwa darah yang membasahi tubuh orang berjubah itu menguap menjadi uap, seakan bahwa darah itu adalah air yang di teteskan ke logam panas. meskipun menguap, aku tidak mencium aroma darah terbakar. bahkan asap itu tidak menimbulkan bau sedikitpun.


bukan hanya itu, dari balik jubah itu muncul serangga hitam yang seukuran beras merangkak di tangan pria itu. serangga itu berwarna hitam pekat dan hampir mirip seperti semut, hanya saja binatang itu memiliki bentuk mulut penggigit dan pengunyah seperti yang ada pada mulut belalang .


serangga itu tidak berjumlah satu, tapi banyak seperti semut hitam yang keluar dari sarangnya. setelah beberapa saat, serangga-serangga itu terbang ke udara dan membentuk kabut hitam yang mengelilingi pria berjubah.


jika di lihat dari kejauhan, seakan pria berjubah itu di kelilingi oleh kabut asap hitam yang aneh.


"makanlah!."


pria berjubah itu berkata dengan tenang. awalnya aku bingung apa yang dia bicarakan, tapi aku segera tahu bahwa apa yang dia katakan adalah instruksi untuk serangga-serangga hitam yang mengelilinginya seperti kabut itu.


aku mengetahuinya karena setelah kata-katanya, serangga-serangga itu langsung terbang menuju mayat Armes dan kepalanya. segera, aku melihat bahwa serangga-serangga hitam itu menggigit dan memakan darah dan daging dari mayat tersebut.


suara mengunyah dan berdengung dari ribuan serangga membuat tulang punggung siapapun menjadi dingin. terlebih saat mereka tahu bahwa yang di kunyah adalah darah dan daging mayat.


aku dan ayah serta pelayan yang ada di ruangan itu hanya berani melihat, dan tidak berani mengucapkan sepatah katapun. bahkan suara nafaspun berusaha di tekan sekecil mungkin.


lapis demi lapis, inci demi inci kulit dan daging mulai menghilang masuk ke dalam perut dari ribuan serangga yang menakutkan. hanya butuh kurang dari satu menit, seluruh tubuh hanya menyisakan tulang putih bersih di lantai. jangankan organ, bahkan setetes darah pun tidak tersisa di lantai. aku melihat dari awal hingga akhir, baik dari lapisan kulit dan daging yang menghilang, hingga organ-organ yang mulai terkikis dan mengeluarkan berbagai macam cairan. aku melihat semua itu yang membuatku melihat arti dari ketakutan.


serangga-serangga itu tidak segera pergi setelah makan, tapi terus terbang di atas tulang-tulang seperti sedang menunggu sesuatu.


krak...!!


saat aku kira semuanya sudah selesai, aku melihat bahwa tulang-tulang putih itu berderak dan mulai retak. dari celah retakan tulang itu muncul larva seperti serangga putih yang menakutkan.


larva-larva itu bermunculan satu demi satu dari dalam tulang seperti seekor anak ayam yang keluar dari cangkang telur. setelah keluar, ulat belatung itu terus merangkak dan memakan tulang-tulang putih di lantai dan menimbulkan suara yang dapat menimbulkan mimpi buruk.


aku akhirnya tahu apa yang di tunggu oleh serangga-serangga hitam itu. saat memakan darah dan daging, mereka juga menyuntikkan telur ke dalam tulang dan tengkorak dari makhluk yang mereka makan. saat telur menetas, mereka akan memakan sumsum dan otak di dalam tulang untuk membantu mereka tumbuh.


hanya dalam beberapa saat, setelah memakan sumsum dan otak korban, mereka mampu menumbuhkan karapas gigi yang keras untuk melubangi dan memakan tulang.


setelah semua tulang belulang itu dimakan bersih, ulat belatung putih itu mulai menggeliat dan menumbuhkan lapisan penutup putih seperti kepompong di tubuhnya. hanya lebih dari sepuluh detik, kepompong-kepompong kecil itu terbelah dan mengeluarkan serangga hitam yang mirip. setelah keluar dari kepompong, mereka langsung terbang dan bergabung bersama kelompok serangga hitam yang menakutkan itu.


mungkin karena yang mereka tunggu sudah tidak ada, serangga-serangga itu terbang kembali ke pria berjubah dan masuk ke balik jubah itu. entah mereka menghilang kemana.


"Obsidian Demon Ant, kerja bagus!."


pria itu kembali ke tempat bersama dengan orang berjubah lainnya dan berdiri diam disana seperti tidak ada yang terjadi. saat inilah aku mengingat kembali betapa mengerikannya Moon Palace. jika serangga-serangga itu di lepaskan tanpa terkendali, maka serangga-serangga itu akan menjadi bencana dan senjata biologis yang sangat menakutkan.


bayangkan saja jika serangga-serangga menginvasi hutan dan kota-kota. seberapa banyak yang akan menjadi korban?!. terlebih lagi dengan kemampuan berkembang biak mereka yang menakutkan. bukankah mereka dapat melahirkan jutaan serangga hanya dengan menginvasi sebuah peternakan kecil atau desa kecil?!. jika itu terjadi, tidak ada yang bisa di lakukan untuk menghentikan invasi itu. hal ini juga menyadarkan ku bahwa jika Yang Mulia Filia tidak cukup baik kepadaku, dia dapat menghapus nama kerajaan ini dari dalam catatan sejarah.


setelah kejadian ini, aku mencoba untuk menenangkan diri dan memerintahkan supaya kejadian ini tidak menyebar. aku mengambil nafas dalam dan pergi ke ruangan lain untuk berbicara dengan ayah.


aku memberitahu ayah apa yang terjadi, siapa kedua orang berjubah itu, dan apa yang telah aku alami saat pergi ke kota gerbang iblis.


Darmond:"jika mereka memiliki kekuatan seperti itu, kenapa nama kerajaan itu belum pernah terdengar?!."


ayah bergumam sambil memikirkan tentang apa yang telah dia dengar dariku.


Aneria:"itu karena kerajaan mereka berada di langit. kerajaan mereka hanya memiliki satu kota. tapi meskipun begitu, satu kota itu seluas lebih dari empat kali kerajaan kita. sebuah istana megah yang setinggi gunung di bangun di pusat kota sebagai pusat pemerintahan. pemandangan itu benar-benar menakjubkan seperti fantasi."


Darmond:"huh... mendengar apa yang kamu katakan, aku benar-benar tidak bisa membayangkan pemandangan seperti apa itu."


aku tahu apa yang ayah maksud. aku sendiri juga tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri. bahkan aku merasa bahwa pemandangan itu yang pernah aku lihat sendiri hanyalah mimpi.


Darmond:"lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?."


Aneria:"dengan keadaan saat ini, Phirios akan tiba lebih dulu daripada Yang Mulia. jadi kita bisa memberikan sambutan lain untuknya di tempat lain. ayah, bisakah ayah mengaturnya?."


Darmond:"serahkan saja padaku. aku akan berusaha sebaik mungkin."


kami membicarakan tentang rencana untuk masalah ini dengan cepat dan menentukan solusi terbaik. jika ada ayah yang membantuku, aku dapat menyelesaikan hal ini dengan lebih mudah dan lebih efisien.


Darmond:"oke, aku akan pergi untuk menyiapkan semuanya."


setelah rencananya di putuskan, ayah segera pergi dan bersiap untuk mengeksekusi semua yang telah di setujui. aku menghembuskan nafas berat dan bersandar di sandaran kursi. entah kenapa aku merasa sangat lelah dan tidak bertenaga setelah semua kejadian hari ini. aku merasa kelelahan yang aku rasakan sekarang lebih lelah daripada semua yang telah aku lalui selama ini.


"Yang Mulia... Yang Mulia...!"


karena merasa ada yang mengguncang tubuhku dan memanggilku, aku perlahan mulai membuka mata. aku melihat Lusi membungkuk di sampingku dan mengguncang tubuhku untuk membangunkan ku.


Aneria:"ada apa...?"


aku berusaha untuk membuat kelopak mataku yang sangat berat untuk terbuka.


Lusi:"Yang Mulia, beristirahat di kamar anda. jika anda tertidur disini, anda akan terjatuh dari kursi."


aku segera sadar dan melihat sekeliling. siapa yang menduga bahwa aku akan tertidur di kursi singgel ini.


Aneria:"berapa lama aku tertidur?."


Lusi:"baru saja, kurang dari waktu minum teh."


pantas saja aku merasa sangat tidak bertenaga. sangat tidak nyaman untuk di bangunkan saat kamu baru saja tertidur. aku mencoba menguatkan kakiku dan berjalan menuju kamar. masih ada waktu sebelum Yang Mulia datang, lebih baik aku istirahat yang cukup. aku tidak mau menyambut Yang Mulia dengan kondisi yang buruk.


.....


entah berapa lama tertidur, aku terbangun dengan tubuh yang ringan dan menyegarkan. tanpa banyak hal, aku langsung membersihkan diri dan berganti pakaian yang layak dan memakan makanan yang telah di sediakan oleh pelayan.


saat aku keluar kamar, aku melihat Lusi sedang menungguku di depan pintu.


Aneria:"bagaimana?".


Lusi:"semua persiapannya sudah selesai. selain itu ke dua utusan berjubah mengatakan bahwa Yang Mulia akan tiba lebih cepat dari yang di perkirakan."


Aneria:"seberapa cepat?."


Lusi:"saya tidak tahu pastinya, tapi mungkin tidak lebih dari satu jam."


konsep jam mulai di perkenalkan oleh kedua utusan berjubah itu supaya aku lebih mudah untuk mengetahui waktu. mereka memperkenalkanku dengan alat yang disebut jam tangan supaya perintah yang di berikan oleh Yang Mulia bisa di eksekusi lebih sempurna.


Aneria:"secepat itu?!. lalu, bagaimana dengan Phirios?."


Lusi:"pangeran Phirios sudah tiba beberapa saat lalu dan di sambut oleh Yang Mulia di paviliun"


aku bersyukur. meskipun ini tidak terduga, tapi beruntungnya tidak mengganggu rencana yang telah aku persiapkan bersama ayah.


setelah mendengarkan berbagai laporan dari Lusi, aku memeriksa lagi semua persiapannya untuk memastikan bahwa semuanya sudah sempurna.


saat aku. melakukan pengecekan, tiba-tiba kedua utusan itu menghampiriku dan membisikkan sesuatu.


"sudah waktunya."


akhirnya ada disini. inilah waktunya Yang Mulia datang. aku pergi keluar istana dan menunggu di depan gerbang bersama dengan kesatria kerajaan yang berbaris rapi dan siap untuk melakukan sambutan. meskipun sambutannya sangat besar, Phirios bodoh itu tidak akan menyadarinya. itu karena paviliun yang di katakan berada jauh di istana bagian belakang. apalagi ayah telah menyiapkan beberapa anggur kuat dan wanita yang menemaninya.


bukan hanya kesatria, di seluruh kota juga sudah di kabarkan bahwa akan ada tamu penting yang akan hadir, jadi banyak orang di jalan-jalan dan rumah-rumah yang bersiap untuk menyambut.


Darmond:"bagaimana?."


aku melihat ayah yang berjalan dengan terburu-buru ke arahku dan bertanya.


Aneria:'masih menunggu. bagaimana dengan Phirios itu?."


Darmond:"dia mabuk dan bermain dengan beberapa wanita rumah bunga."


Aneria:"hum"


aku mengangguk dan terus menunggu.


Lusi:"Yang Mulia"


Lusi memanggilku dengan pelan, lalu menunjuk ke langit dengan jarinya. aku mengarahkan pandangan ku ke arah yang di tunjuk olehnya. di kejauhan, di atas ibu kota, aku melihat sebuah lubang di langit dan semakin membesar.


jika ingatanku tidak salah, itu adalah portal yang sama seperti saat Moon Palace menampakkan dirinya. aku tahu bahwa itu adalah Yang Mulia yang datang.


"apa itu?!!."


seorang kesatria menunjuk ke arah portal. dengan teriakan kesatria itu, semua orang mulai melihat ke arah portal raksasa yang tiba-tiba terbuka di atas langit ibu kota.


Aneria:"semua bersiap untuk menyambut...!!"


(akhir dari chapter ini.)


salah ketik dan salah kata mohon segera di beritahu kepada author di kolom komentar.


baca juga karyaku yang lainnya di bawah ini:


1: Domineering Evil Woman Sistem


2: Princess Of The Night


mohon dukungannya. see you next time;)