Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 217: Mecha Vs Origami Warrior.



Seluruh arena diam. Tiba-tiba semua orang berdiri dari kursinya dan berlutut di lantai.


"Hormat kami kepada Moon Palace Supreme Lord."


Aku hanya mengangguk untuk menanggapi mereka. Para siswa yang melakukan presentasi di arena masih diam membeku tanpa bergerak dan tanpa sepatah katapun.


"H, hormat kami, Yang Mulia. Mohon maaf atas kelancangan saya barusan."


Tiba-tiba mereka tersadar dari linglung dan langsung berlutut. Bagian dada dari Mecha itu terbuka dan seorang siswa perempuan dengan pakaian khusus yang ketat melekat pada tubuhnya, keluar dari kokpit Mecha untuk ikut berlutut bersama dengan yang lainnya.


Filia:"Jangan khawatir. Aku datang hari ini sebagai pengunjung biasa, jadi kalian tidak perlu memperlakukanku dengan istimewa. Bagaimana, apakah aku bisa berinvestasi pada rencana kalian?."


"T, tentu saja bisa, Yang Mulia."


Mereka menjawabku dengan wajah yang bersemangat. Satu milyar poin bukanlah poin yang sedikit. Jika ditukar dengan Mecha Moon Palace, maka setidaknya mereka bisa mendapatkan Mecha Tier dua awal, atau sepuluh Mecha Tier satu. Dengan Biaya seperti itu dan menilai dari Mecha yang mereka buat, sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk melakukan riset dan produksi awal.


Filia:"Sangat bagus. Tapi, aku hanya akan memberikan dukungan awal dan tidak akan memberikan dukungan teknologi. Aku ingin melihat kalian berkembang dan menemukan jalan kalian sendiri. Jika kalian memiliki cukup banyak poin, aku akan memberi kalian izin untuk membeli bangunan yang ada di Moon Palace yang bisa kalian gunakan sebagai pusat penelitian dan produksi kalian."


Aku sudah melihat bahwa orang-orang Moon Palace bisa melangsungkan pernikahan dengan orang pribumi dan bisa menghasilkan keturunan. Aku berniat untuk menjadikan labirin Moon Palace sebagai kota yang berpenduduk sehingga Moon Palace memiliki perkembangan yang berkelanjutan. Meskipun aku mengatakan bahwa bangunan di kota dapat mereka beli, tapi semuanya akan tetap dalam kendali dan pengawasanku.


Tentu saja hanya siswa atau orang yang menikah dengan penghuni Moon Palace yang dapat tinggal. Untuk orang luar, aku tidak akan pernah menerima mereka. Bahkan saat memikirkan hal ini aku sedikit ragu dan takut apakah orang-orang yang tinggal di Moon Palace akan membuat kerusakan pada Moon Palace atau tidak. Kerusakan bukan hanya kerusakan infrastruktur, tapi juga tatanan sosial. Bagaimanapun, keserakahan manusia adalah hal yang tidak bisa di padamkan.


"T, terima kasih atas kebaikan anda, Yang Mulia."


Aku mengangguk kepada mereka sambil tersenyum. Di sebelah barat Arena, tiba-tiba kursi penonton terbelah hingga membentuk celah yang besar. Dari dalam celah itu, sebuah platform dengan sebuah kursi panjang di atasnya, muncul. Aku dan Arene pindah ke tempat itu dan duduk berdampingan.


Karena identitasku sudah di ketahui, akan sulit bagiku untuk berbaur dengan anak-anak yang lain, jadi aku dan Arene duduk di tempat khusus yang telah di sediakan.


Filia:"Mulai sekarang, aku akan jadi penonton. Kalian bisa mengabaikan ku dan melanjutkan acara kalian dengan tenang."


"B, baik..!"


Semua orang menjawab, tapi suaranya tidak terlalu bersemangat dan terdengar gugup. Jika terus seperti ini, aku rasa suasana yang tegang sreprrti ini tidak akan menyenangkan dalam acara yang seharusnya meriah di


Filia:"Jangan gugup. Jika apa yang kalian tunjukkan hari ini menarik perhatianku, aku akan memberikan hadiah kepada kalian."


"Iya, Yang Mulia!!!!."


Kali ini semua orang menjawab dengan serentak dan penuh semangat. Apa yang bisa membangkitkan semangat seseorang kecuali sebuah hadiah untuk usaha mereka!?.


"Ehemm.... Terima kasih sekali lagi atas dukungan dari Yang Mulia. Karena Yang Mulia juga ikut menyaksikan acara kita pada hari ini, maka kita tidak bisa membiarkan Yang Mulia menunggu. Jadi, mari kita lanjutkan acaranya."


Aku harus mengakui bahwa anak itu cukup pandai berbicara. Mungkin tidak buruk jika aku menggunakannya sebagai penghubung antara Moon Palace dan dunia luar.


"Karena Mecha yang kami buat untuk tujuan militer, maka tidak akan lengkap jika kami tidak menunjukkan kemampuan bertarungnya kepada semua orang yang hadir. Meskipun Mecha yang kami bangun cukup kuat, tapi tetap sulit jika di bandingkan dengan Mecha Moon Palace. Maka dari itu, kami sudah memilihkan lawan yang sesuai untuk Mecha kami. Silahkan masuk, Ling Tian, Title Holder:Paper Master."


Oh, aku pernah membaca tentang bio data anak itu. Aku awalnya tidak menduga bahwa akan ada seorang anak yang akan memiliki bakat sebagai Origami Warrior. Para Origami Warrior bisa merubah origami menjadi hal yang nyata. Sebagai contoh, seorang Origami Warrior melipat bentuk burung elang, maka lipatan kertas itu juga akan menjadi monster elang yang siap bertarung untuk pemiliknya.


Hasil lipatan kertas itu tidak merasakan sakit dan lelah, namun saat terluka, mereka membutuhkan tambahan mana dari si Caster untuk memperbaiki diri. Jika tidak, maka kerusakan pada origami akan menumpuk dan pada akhirnya origami itu akan hancur dan menghilang. Jadi, seberapa kuat hasil origami, itu dipengaruhi oleh sang Caster. Begitu juga dengan daya tahannya dalam sebuah pertempuran.


Biasanya para Origami Warrior akan melipat benda mati yang sederhana, seperti senjata atau baju besi, tapi mereka juga bisa melipat makhluk hidup. Hanya saja, mana yang di butuhkan untuk merealisasikan makhluk hidup atau benda yang rumit memerlukan konsumsi mana yang besar setiap detiknya. Dan juga, kemampuan melipat makhluk hidup adalah hal yang sangat langka.


Origami Warrior adalah job yang sedikit sulit. Meskipun aku bisa meniru job itu, tapi aku juga perlu mempelajari bagaimana cara melipat kertas. Kemampuan meniru job milikku tidak serba bisa. Kadang beberapa job hanya membuatku memahami bagaimana caranya, tapi aku perlu mempelajari prosesnya, seperti: Origami Warrior, Blacksmith, Alchemist, dan lain sebagainya.


Jika aku meniru job itu, maka aku juga perlu mempelajari cara penggunaannya. Sama seperti seseorang yang pandai memasak, tapi jika mereka tidak memiliki resep dari suatu masakan, mereka juga akan kesulitan memasak masakan itu. Begitupun dengan Origami Warrior. Jika aku tidak bisa melipat kertas, maka aku hanya tahu cara kerja job itu, tapi tidak bisa menggunakannya untuk pertarungan.


Pemilihan lawan dari siswa itu memang tepat. Jika mereka memilih untuk melawan sesama Mecha dari Moon Palace, maka kemampuan Mecha yang mereka buat tidak akan bisa di tampilkan karena bisa langsung di kalahkan.


Perlu di ketahui, Mecha yang dibuat oleh para siswa itu dibuat dengan menyatukan banyak bagian seperti cara membuat Mecha kuno, yang bahkan lebih rapuh dari makhluk hidup nyata di tingkat yang sama. Sementara Moon Palace, Mecha dibuat dengan menirukan struktur makhluk hidup. Bukan dengan menyatukan setiap bagian dengan cara kuno, tapi menyatukan setiap bagian menggunakan jaringan yang terbuat dari logam.


Dalam pembuatan Mecha Moon Palace, pertama kami harus membuat kerangka dari material tertentu yang menirukan struktur makhluk hidup nyata. Setelah kerangka selesai dibuat dan di satukan, kami hanya perlu memasang mesin dan berbagai sparepart yang di butuhkan dan menyatukan semuanya secara langsung, seperti organ pada makhluk hidup yang di satukan oleh berbagai jenis jaringan hidup. Setelah semua terpasang, maka langkah selanjutnya adalah melapisi semuanya dengan otot logam buatan yang biasa di sebut sebagai «Metal Muscle Tissue» yang dibuat memanjang seperti tali yang di pilih dan di susun menyerupai otot pada makhluk hidup. Setiap helai MMT berukuran kecil, jadi perlu banyak MMT yang di pasang dalam rangkaian tertentu supaya menjadi satu-kesatuan dan dapat menggerakkan suatu bagian Mecha secara sempurna.


Selain sebagai armor pelindung untuk melindungi bagian rapuh dari Mecha, MMT juga berfungsi sebagai sistem penggerak pada Mecha, seperti otot makhluk hidup pada umumnya. Dengan begitu, bentuk Mecha Moon Palace benar-benar menyerupai makhluk hidup sungguhan dengan mobilitas yang baik sekalipun pergerakan yang lincah dan fleksibel. Berbeda dengan Mecha yang dibuat oleh para siswa yang pergerakannya masih canggung dan terbatas.


Tentu saja pembuatan Mecha Moon Palace belum berakhir. Jika membuat Mecha humanoid, maka dalam proses ini, Mecha terlihat seperti sosok humanoid yang polos dan telanjang yang benar-benar kurang estetik. Maka dari itu, langkah terakhir adalah pemasangan armor bagian luar yang selain berfungsi sebagai pelindung, armor bagian luar juga berfungsi sebagai penyempurna tampilan Mecha.


Aku hanya menjelaskan proses pembuatan Mecha secara kasar, jika aku menjelaskan semuanya, itu akan terlalu panjang dan sangat rumit, termasuk algoritma yang perlu diinstall di setiap jaringan otot. Perlu di ketahui, bahwa satu lengan saja, ada sekitar dua milyar MMT yang terpasang untuk hasil maksimal. Dan setiap helai dari MMT perlu algoritma khusus supaya pergerakannya tidak saling mengganggu, tapi saling mendukung.


Kerumitan proses pembuatan itulah yang membuatku enggan menyerahkan teknologi seperti itu ke para siswa. Jika Mereka mempelajarinya saat ini, itu hanya akan menghambat pekerjaan mereka dan mencegah mereka berkembang lebih jauh karena mereka tidak memiliki dasar yang cukup kuat. Yah, sama dengan siswa sekolah dasar yang tidak perlu mempelajari pelajaran universitas. Mereka perlu mempelajari semuanya dari dasar.


Seorang anak laki-laki dengan mata dan rambut gelap muncul secara perlahan dari salah satu pintu arena. Dia memakai seragam siswa Moonlight Academy. Di tangan kanannya terdapat sebuah ban lengan berwarna biru dengan gambar pesawat kertas.


Ling Tian:"Ling Tian bertemu dengan, Yang Mulia."


Anak itu membungkuk ke arahku. Aku memberinya anggukan ringan. Setelah memberikan penghormatan padaku, dia naik ke atas arena pertempuran. Anak-anak lain yang tidak ada hubungannya dengan pertarungan, mereka segera keluar dari arena pertempuran dan mencari tempat duduk di antara penonton.


[Pertempuran: Ling Tian VS Aili Altair.]


[Pelindung di naikkan.]


Suara elektronik terdengar mengumumkan pertandingan. Sebuah kubah energi transparan di naikkan dan menyelubungi seluruh arena pertempuran, membatasi antara arena pertempuran dan area penonton. Mencegah penonton untuk terkena serangan nyasar.


[Pilih area pertarungan _]


"Area kering acak!." 2x


Mereka berdua berkata secara bersamaan. Mereka memilih area kering acak karena takut memasuki area basah. Yang menjadi masalah, lautan juga masuk dalam area basah, sehingga akan sangat merugikan mereka berdua.


Kenapa mereka memilih acak dan tidak menentukan area pertarungan secara langsung, seperti Padang rumput atau yang lainnya?. Itu karena mereka ingin menunjukkan bahwa Mecha itu bisa efektif di segala Medan selain Medan air.


[Area acak_]


[Di tentukan, Area: Padang Pasir.]


[Mode: Pelatihan.]


[Aktifasi]


Seluruh area pertarungan tiba-tiba bergoyang dan muncul cahaya putih. Setelah cahaya putih menghilang, arena telah berubah menjadi Padang pasir yang sangat luas. Sejauh mata memandang, hanya ada pasir dan gundukan pasir. Saking besarnya area pasir, bahkan para petarung hampir tidak terlihat.


(Jika ada yang pernah melihat serial Anime Daigunder, maka mereka akan tahu seperti apa arena yang aku maksud di sini.)


[3]


[2]


[1]


[Mulai_]


Begitu hitungan mundur selesai, mereka berdua segera bergerak. Cakar perak dari Mecha itu di tembakan ke arah Ling Tian dengan sangat cepat seperti peluru. Di belakang cakar itu di kaitkan menggunakan tali baja sehingga dapat di ambil kembali setelah di tembakkan.


Ling Tian mengambil langkah mundur dengan cepat dan segera mengeluarkan origami berbentuk perisai. Origami itu dengan cepat menjadi cahaya dan berubah menjadi sebuah perisai putih yang indah.


Dang...!


Crak..!


Saat cakar baja itu menghantam perisai, suara berdentang yang keras terdengar di sertai dengan percikan api. Meskipun perisai itu retak, tapi perisai itu juga berhasil menahan serangan pembuka dari Mecha yang dikendarai siswa bernama Aili itu.


Namun itu belum berakhir. Mecha itu meluncur dengan cepat ke arah Ling Tian dengan bantuan jet pendorong yang terpasang di punggungnya. Sebelum cakar tangan kiri di tarik sepenuhnya, tangan kanan Mecha yang besar terkepal dan dilapisi oleh energi biru transparan. Tangan kanan besar itu langsung meninju ke arah Ling Tian yang masih bergerak mundur sambil memegang perisai retak di tangannya.


Ling Tian melepaskan perisai itu dan melompat mundur lebih jauh sambil mengeluarkan origami dari sakunya.


Boomm...!


Perisai yang sudah retak itu hancur berkeping-keping dan berubah menjadi potongan kertas. Tapi karena pukulan itu di hambat oleh perisai meskipun hanya sesaat, itu sudah cukup bagi Ling Tian untuk menghindari serangan dari Mecha. Origami yang di keluarkan oleh Ling Tian berubah menjadi pedang baja besar berwarna biru.


Dengan pedang di tangannya, Ling Tian memutar tubuhnya dan menebas ke arah Mecha itu.


Dentang....!


Ledakan...!


Serangan yang mengincar bagian tubuh Mecha itu dihalangi oleh tangan kiri Mecha, sehingga menghasilkan suara berdentang yang memekakkan telinga. Benturan mereka berdua sangat kuat hingga membuat pasir di sekitar mereka meledak dan menciptakan sebuah lubang besar.


Kedua sosok itu terbang menjauh satu sama lain dan mengambil jarak beberapa meter.


Alasan kenapa tangan Mecha itu dibuat lebih besar karena tangan itu merupakan senjata serangnya sekaligus perisai. Kedua lengan itu memiliki ukuran besar bukan karena banyak gadget yang terpasang, tapi juga karena armor tangannya dibuat tebal untuk dapat menahan serangan. Itu desain yang menarik, tapi kecepatan tangannya akan menurun. Meskipun begitu, serangan yang di berikan bisa menjadi lebih kuat dengan bantuan masa yang besar.


Aku juga mengagumi gadis bernama Aili ini. Dia mampu mengendalikan sebuah Mecha yang bisa aku katakan sangat mentah di area berpasir dengan sangat baik. Karena area berpasir adalah area yang tidak stabil, seharusnya sangat sulit untuk menjaga keseimbangan dari Mecha. Namun, gadis Aili ini melakukannya. Ini bisa aku katakan sebagai bakat.


Dan untuk Ling Tian. Dia memiliki insting dan pengalaman bertarung yang tinggi. Dia dengan sengaja melepas perisainya yang sudah retak dan tidak memperbaikinya dengan mana, karena dia tahu bahwa perisai itu tidak akan mampu sepenuhnya menahan serangan dari pukulan Mecha itu. Tentu saja dia bisa mengurangi damage serangan dengan memperbaiki perisai dengan mana, tapi itu adalah tindakan yang boros.


Melawan mesin yang tidak memiliki rasa lelah, adalah sebuah kerugian jika kita membuang-buang mana. Jadi dia lepas perisai sebagai korban dan lebih memilih mengeluarkan origami pedang untuk merubah tempo pertarungan yang awalnya bertahan menjadi menyerang supaya dia tidak dalam kondisi pasif.


Melihat mereka berdua, aku harus mengangguk dan mengagumi pertempuran mereka. Ini adalah bakat.


Dari layar besar yang mengelilingi kubah pelindung, semua gerakan mereka berdua terlihat jelas.


Mereka berdua mengamati satu sama lain dan kembali melanjutkan serangan mereka. Suara dentang dari besi yang berbenturan bergema di Padang pasir yang luas.


Area penonton menjadi sangat hidup dengan berbagai sorakan dari para siswa. Siswa lama sangat bersemangat dan bersorak mendukung salah satu pihak. Sementara siswa baru, mereka lebih bersemangat dan berteriak-teriak ke arah arena. Mata mereka penuh kekaguman dan pemujaan pada para senior yang luar biasa itu.


Pertandingan mereka berdua berlangsung selama dua jam dengan hasil yang seimbang. Mecha itu mengalami banyak kerusakan dan beberapa bagian terpotong oleh senjata origami dari Ling Tian. Selain itu, setelah pertarungan yang panjang dan berintensitas tinggi, mesin pada Mecha mulai memanas. Untuk Mecha yang mentah seperti itu, itu sudah hasil yang sangat baik.


Dan untuk Ling Tian, dia kehilangan banyak origami. Pakaiannya menjadi berantakan dengan beberapa luka berdarah dan lebam di sekujur tubuhnya. Dia juga sudah kehabisan mana serta tenaga, membuat nafasnya menjadi sangat berat.


Mereka berdua akhirnya mencapai sebuah konsensus bersama dan memutuskan untuk mengakhiri pertarungan dengan hasil imbang.


Meskipun tidak ada yang menang, tapi tidak ada satupun penonton yang kecewa. Mereka sudah menikmati pertunjukan yang luar biasa, apa lagi yang mereka keluhkan?!.


Setelah pertarungan selesai, kubah pelindung kembali di turunkan dan arena kembali ke keadaan semula. Bagian kokpit terbuka dan gadis Aili keluar dengan keringat di seluruh tubuhnya. Mengendalikan Mecha bukan hanya kelelahan secara fisik, tapi juga konsumsi konsentrasi yang tinggi. Meskipun konsumsinya jauh lebih sedikit dari Ling Tian, tapi itu juga tidak kecil.


Mereka berdua berjalan berdampingan dan berlutut ke arahku. Melihat penampilan mereka berdua, aku sangat puas dan mengangguk sambil tersenyum.


Filia:"Kalian sangat baik. Meskipun masih ada bagian yang perlu di perbaiki, tapi keterampilan kalian berdua bisa membuatku puas."


"Terima kasih atas pujian anda yang tak berkesudahan, Yang Mulia." 2x


Filia:"Ya. Atas keterampilan kalian yang baik, aku memberikan hadiah bagi kalian."


Aku melambaikan tanganku dan dua item muncul, mengambang di hadapanku. Salah satu item adalah sebuah Mecha berwarna dominan hitam dengan perpaduan merah yang tersimpan dalam sebuah kartu 9x6cm. Dan satu item lainnya adalah sebuah buku tebal dengan kulit coklat tanpa judul.


Buku ini adalah paduan dari Live origami yang di dalamnya terdapat metode pembuatan kertas origami khusus dan cara pembuatan origami hidup. Buku keterampilan ini memiliki dua jilid. Jilid pertama adalah yang saat ini melayang di depanku, sementara jilid kedua ada di tanganku. Jika masih di Alterion, para Origami Warrior yang melihat buku ini akan gila.


Aku melambaikan tanganku dengan ringan dan membuat kedua item yang ada di depanku melayang ke arah Ling Tian dan Aili.


Filia:"Dalam kartu itu tersimpan Mecha pertumbuhan yang akan menyesuaikan kekuatanmu dari Tier zero hingga kamu berada di Tier tiga. Sementara buku itu, itu adalah paduan dari Origami Warrior dari zero ke Tier tiga. Kalian dapat memilikinya, dan aku harap, kalian akan berkembang lebih jauh dan menjadi dukungan kuat bagi Moon Palace di masa depan."


Mecha pertumbuhan bukanlah Mecha biasa. Itu adalah Mecha dengan teknologi tingkat atas yang dapat menyesuaikan dengan kekuatan pilotnya. Perlu di pahami, semakin kuat Mecha yang di kendalikan, maka syarat kekuatan pilot juga semakin besar. Jika aku memberikan Mecha Tier tiga secara langsung kepada Aili, dengan kekuatannya yang sekarang, dia tidak akan bisa mengendalikannya. Hal itu juga sama untuk kertas origami. Semakin kuat origami, maka syarat bagi Caster juga semakin tinggi.


Menerima kedua hadiah itu, wajah mereka berdua terlihat merah dan bersemangat, tapi mereka belum bereaksi karena terkejut. Sebagai siswa Moonlight Academy di Moon Palace, tentunya mereka memiliki pemahaman umum tentang kedua benda itu, jadi aku rasa otak Mereka masih dalam proses.


Ling Tian:"Y, Yang Mulia. Ini... Ini terlalu luar biasa."


Filia:"Kalian berdua berhak menerima hal itu."


"Kami berdua akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan pernah mengecewakan anda, Yang Mulia." 2x.


Mereka berdua segera berlutut dan berteriak dengan tulus. Ya, aku sangat puas dengan sikap mereka berdua...


Ini sangat bagus...


(Akhir dari chapter ini.)


Aku update terlalu malam karena di siang hari aku harus pergi ke rumah kerabat yang lumayan jauh...