
Kematian jenderal Liang bukan hanya sebagai penanda di mulainya perang, tapi juga kejatuhan Jenderal Liang menjadi pukulan bagi mental prajurit. Jika aku tidak bisa segera menyetabilkan mental mereka, maka itu bisa mejadi masalah besar dalam perang, terutama saat perang belum di mulai.
Zhao Yun:"Apa yang kalian bengongkan, maju... Bunuh musuh di depan kalian. Infanteri maju dan bereskan musuh."
Huaaaa....!!!
Serang!... Bunuh musuh....!
Pemimpin setiap pasukan mulai berteriak dan memimpin pasukan mereka menuju ke Medan perang.
Bukan gentar karena menghadapi Jutaan prajurit, gadis itu melemparkan kepala Jenderal Liang ke arah prajurit. Lemparan itu sangat cepat dan mengenai seorang komandan berkuda hingga dia terlempar dan di injak-injak oleh prajurit yang berlari di belakangnya hingga menjadi genangan darah yang bercampur dengan lumpur.
Setelah melempar kepala Jenderal Liang, gadis itu berlari seperti sebelumnya untuk menemui prajurit yang datang seperti gelombang hitam dengan tombak di barisan paling depan.
Kedua belah pihak bertemu dengan sangat cepat. Dengan jarak sekitar 10m, gadis itu melompat ke udara dan langsung terjun ke barisan prajurit yang sedang berlari ke arahnya. Dilihat dari kapal udara, sebuah titik emas berlari dan berbenturan dengan gelombang ombak yang ganas, sama sekali bukan sebuah pertandingan.
Namun, sesuatu yang sangat mustahil terjadi. Para prajurit barisan terdepan yang melihat bahwa gadis itu melompat dan menerjang ke arah pasukan, mereka mengangkat tombak mereka untuk menusuknya. Tapi, jangankan menusuk, sebelum tombak itu bisa menyentuh tubuhnya, gadis itu mengayunkan cakarnya dan memotong semua tombak yang menghalanginya.
Sebelum mendarat di barisan pasukan, gadis itu langsung menusukkan cakarnya ke helm baja seorang prajurit dan mengoyak kepalanya.
Gadis itu mendarat dan mulai melakukan pembunuhan yang sangat brutal. Dia berputar, dan kelima jarinya masuk ke perut salah satu prajurit, dengan kibasan tangannya, perut dan jeroan prajurit itu berceceran ke segala arah.
Tidak peduli apakah itu pedang atau tombak, gadis itu bisa menghindarinya dan membunuh orang dengan sangat lancar. Dia memegang tengkuk salam satu prajurit dan mematahkan lehernya.
Meskipun ada lebih dari satu juta prajurit yang mengepung gadis itu tapi kekuatan prajurit itu sama sekali tidak bisa di maksimalkan. Bayangkan saja, jutaan prajurit harus menghadapi satu orang di tengah formasi, jika mereka terlalu jauh, maka gadis itu tidak bisa di jangkau oleh senjata mereka, dan jika terlalu dekat, maka prajurit akan berkerumun dan mungkin melukai bahkan tanpa sengaja membunuh rekannya sendiri.
Aku tahu bahwa inilah yang di manfaatkan gadis itu. Dia langsung mengacaukan formasi dan barisan yang di bentuk oleh para prajurit, membunuh komandan kompi mereka dan menciptakan suasana kebingungan dari para prajurit.
Tidak, ini tidak bisa terus seperti ini. Jika terus seperti ini, mungkin gadis itu akan membantai sebagian dari prajurit ku.
Zhao Yun:"Barisan ke tiga dan di belakangnya, jaga jarak 100m dari pasukan pertama dan kedua. Pasukan pertama dan kedua, tetap tahan gadis itu."
Setelah perintahku, batas seratus meter terlihat jelas. Di dalam wilayah seratus meter itu kosong dan tanpa prajurit sehingga terlihat seperti parit jika di lihat dari atas.
Zhao Yun:"Pasukan pertama dan kedua, segera angkat perisai kalian, gunakan formasi kura-kura besi."
Bagian depan, belakang, samping, dan atas prajurit langsung di kelilingi oleh perisai menara persegi yang tinggi, mengisolasi beberapa prajurit yang masih menahan gadis itu. Meskipun gadis itu melakukan pembantaian dengan cepat, tapi formasi itu juga di bentuk dengan sangat cepat. Setelah aku yakin bahwa formasi kura-kura besi terbentuk, aku segera memberikan perintah selanjutnya.
Zhao Yun:"Pasukan pemanah, segera arahkan panah kalian ke arah gadis itu!."
Sejak awal, pasukan pemanah berada di bagian belakang dan menunggu perintah. Sekarang, setelah aku memberikan perintah, Ratusan ribu anak panah segera naik ke langit dan jatuh ke arah gadis itu dengan formasi yang sangat padat seperti air hujan.
Ya, inilah tujuanku. Aku memerintahkan prajurit ku membentuk formasi kura-kura besi bukan untuk menahan gadis itu, tapi untuk menahan anak panah yang akan datang dari bagian belakang.
Tapi sesuatu yang tidak aku harapkan terjadi. Gadis itu sama sekali tidak memasang pertahanan dan langsung bergegas ke arah formasi kura-kura besi. Panah menghujam langsung ke bawah dan menabrak armor gadis itu dengan sangat kejam. Percikan api terjadi saat armor dan ujung anak panah bertabrakan. Suara benturan logam yang keras dan renyah bergema di seluruh Medan perang. Tapi tidak peduli seberapa keras anak panah itu menghantam, anak panah itu sama sekali tidak bisa menimbulkan goresan sedikitpun pada permukaan armornya.
Aku harus mengakui bahwa armor itu sangat mengagumkan. Segera sebelum seluruh anak panah jatuh ke bawah, gadis itu sudah menghampiri prajurit yang bersembunyi di balik formasi kura-kura besi. Tangan kanannya di penuhi oleh asap putih dan lapisan es terbentuk di permukaan tangannya, membetuk sebuah lapisan yang tebal.
Bang...!!
Gadis itu langsung menghantam salah satu perisai prajurit dengan tangannya yang di lapisi es hingga menimbulkan suara yang sangat keras. Bukan hanya itu, perisai besi itu hancur berkeping-keping dan prajurit di belakang perisai itu terlempar dan menjatuhkan banyak prajurit yang ada di belakangnya. Tidak berhenti di situ, lapisan es biru yang bercahaya menyelimuti tubuh prajurit itu dan menyebar ke seluruh prajurit yang berjarak sekitar 4m dari titik tabrakan.
Setelah berhasil menembus cangkang kura-kura besi, cakar tajam gadis itu langsung memanen kehidupan para prajurit di sekitarnya tanpa ampun. Tidak peduli apakah itu perisai atau baju besi tebal, cakar itu bisa memotong dan menembusnya semudah menembus kertas.
Darah dan potongan tubuh mulai tersebar di barisan terdepan, membuat tanah berpasir kuning menjadi lumpur merah kehitaman yang sangat lengket.
Monster... Gadis itu benar-benar monster...!
Zhao Yun:"Para penyihir, gunakan sihir untuk menyerang monster itu."
Tian Che:"Zhao Yun, tenang!. Jika kita menggunakan sihir saat gadis itu berada dalam formasi, maka kita akan membunuh teman-teman kita."
Zhao Yun:"Lalu apa bedanya, bukankah prajurit kita juga terbantai saat ini?!."
Apa salahnya dengan mengorbankan beberapa prajurit demi menghentikan pembantaian Monster itu. Dengan membunuh Monster itu, setidaknya kita dapat mengurangi jumlah korban, dan jika monster itu di biarkan, dia akan terus membantai prajuritku.
Tapi itu benar. Jika aku memberikan perintah itu, maka kepercayaan prajurit padaku akan berkurang banyak. Itu akan menjadi masalah besar jika prajurit mulai kehilangan kepercayaan mereka pada komandan, apalagi dalam kondisi seperti ini, saat mental mereka dapat goyah kapan saja.
Zhao Yun:"Huh... Kamu benar. Ubah perintah, pisahkan prajurit dan keliling gadis itu. Prajurit yang terpisah segera mundur dan berkumpul dengan pasukan ke tiga."
Segera, beberapa ratus prajurit yang dekat dengan Monster itu merapat dan menghalangi rekan lainnya untuk mundur. Setidaknya, hanya dengan melawan monster itu, aku sudah kehilangan lebih dari seribu prajurit.
Meskipun itu hanya setetes air dalam lautan, tapi lawan hanyalah satu orang. Dalam benturan pertama ini, kami sama sekali tidak di untungkan.
Eksekusi perintah segera di jalankan. Para penyihir mulai melakukan casting mantra dan melemparkan sihir mereka. Tiba-tiba langit menyala diterangi oleh berbagai macam sihir. Peluru tabah, Tanah pengikat, tombak beku, bola api, panah api, dan berbagai macam jenis sihir penyerangan lainnya dari berbagai tingkat di arahkan ke monster itu dalam skala besar.
Bang... Bang... Bang...!!
Suara ledakan yang terus berulang segera menggema di Medan perang. Asap debu dan asap kebakaran langsung membumbung tinggi ke langit. Tapi, sebelum aku bisa menarik nafas lega, tiba-tiba aku melihat ada sesuatu yang keluar dari asap itu dengan kecepatan tinggi.
Itu adalah gadis itu. Monster macam apa dia. Tidak peduli serangan macam apapun, sama sekali tidak bisa melukainya. Saat monster itu keluar dari asap, aku bisa melihat bahwa armor yang di kenakannya, bahkan rambutnya sama sekali tidak memiliki bekas.
"Sangat menarik. Serdadu dengan kepemimpinan yang baik, benar-benar masalah yang merepotkan. Tapi, kalian adalah exp ku."
«Winter Higanbana Blooms»
Jarak monster itu sangat jauh dari ku, tapi suaranya yang lembut dapat terdengar di seluruh Medan perang, seakan suara itu datang dari dalam kepalaku.
Salju-Salju yang turun dari langit secara perlahan, bagai peri putih suci yang melayang dan mendarat di tanah. Tapi, pemandangan itu hanya berlangsung sesaat. Salju yang awalnya turun perlahan, tiba-tiba menjadi semakin cepat dan sangat cepat.
Pemandangan indah yang aku lihat di awal, benar-benar langsung berubah dari surga menjadi neraka. Salju itu jatuh dengan cepat dan menghujam para prajurit. Semua serdadu yang terkena hujan salju itu, tubuh mereka seperti danau yang di lempar menggunakan batu dengan air yang akan terciprat udara. Tapi, prajurit itu tidak memunculkan cipratan air, melainkan cipratan darah.
Darah yang terciprat dari tubuh prajurit itu langsung membeku sebelum jatuh kembali, seakan sebuah bunga merah mekar di tubuh para serdadu itu.
Zhao Yun:"Angkat perisai kalian...!"
Para prajurit itu segera mengangkat perisai mereka dan menahan salju yang jatuh dari atas.
Bang... Bang...!
Saat salju itu menyentuh perisai, suara benturan benda keras langsung terdengar dan menimbulkan dampak kekerasan yang sangat kuat. Aku bisa melihat bahwa prajurit yang menahan salju dengan perisai langsung goyah karena benturan itu. Dari hal ini aku bisa menyimpulkan bahwa salju itu pasti sangat berat.
Perlu di ketahui, salju terbesar yang turun hanya seukuran biji kedelai, tapi dapat memiliki berat yang sebesar itu, itu sama sekali tidak dapat terpikirkan.
Meskipun para prajurit mulai goyah karena menerima dampak benturan dari salju itu, tapi dengan tekat yang kuat, mereka tetap mengangkat perisai untuk menghalangi salju yang jatuh, karena tekat mereka untuk bertahan hidup, kami hanya kehilangan beberapa ribu prajurit, yang sangat mengurangi kerugian.
Bang...!
Sebelum salju itu berhenti, suara benturan keras itu segera menarik perhatianku. Gadis itu yang awalnya berhenti menyerang, kini dia langsung menghantam para prajurit dari samping dan merusak formasi. Karena prajurit yang tidak siap, formasi mereka bisa di tembus dengan sangat mudah. Kami terlalu fokus untuk menahan salju yang turun dari atas sehingga tanpa sengaja mengabaikan kemungkinan serangan bagian samping formasi dari gadis itu.
Tidak ada cara lain lagi, kami segera memisahkan prajurit seperti sebelumnya. Tidak, tidak bisa terus seperti ini. Aku harus segera mencari jalan keluar untuk membunuh Monster itu. Benar, ada cara itu...
Zhao Yun:"Gunakan formasi kurungan, lalu tembakkan meriam pemusnah...!"
Para penyihir segera melakukan pengecoran mantra dan membentuk lingkaran sihir berdiameter 10m yang mengelilingi gadis itu serta ratusan prajurit yang mengelilinginya. Sebuah kubah cahaya langsung terbentuk dan mengurung prajurit serta gadis itu di dalamnya.
Ini adalah sihir segel gabungan. Bahkan monster kelas bencana tidak akan bisa keluar setelah dia terkurung di dalamnya.
Saat perhatian semua orang teralihkan oleh sihir itu, aku melihat ke benteng di bawah kapalku dari jendela. Aku bisa melihat sebuah meriam berbentuk silinder sepanjang 100m mulai bergerak dan mengarahkan moncongnya pada gadis yang terkurung itu.
Ada sekitar 1000 penyihir yang berada di belakang meriam itu untuk mengisikan mana ke dalamnya. Moncong hitam senjata itu mulai menyalakan cahaya biru yang semakin lama semakin cerah. Dengan seribu penyihir yang mengisi mana pada meriam itu, meriam itu segera terisi dan menembakkan cahaya biru keunguan ke sasaran.
Gadis monster yang terkurung dalam formasi itu menyadari apa yang akan dia hadapi. Dia segera melambaikan tangannya, dan cahayanya emas terlempar seperti bilah pedang, langsung memotong ratusan prajurit itu menjadi dua.
Gadis itu berlari dengan cepat seperti peluru dan memukul perisai itu. Retakan segera terbentuk di permukaan segel itu dan hancur seperti kaca. Aku benar-benar tidak mengharapkannya, perisai segel yang bahkan bisa mengurung monster kelas bencana, hanya seperti kaca rapuh di hadapan gadis itu.
Tapi, apa gunanya itu. Sinar cahaya panjang segera membelah Medan perang, menciptakan parit panjang panas menyala dan langsung menghantam gadis itu. Meskipun perisai segel hancur, tapi tidak ada kesempatan untuk lari yang membuat gadis itu langsung di hantam oleh meriam cahaya.
Namun refleks dari gadis itu benar-benar di luar dugaan ku. Sinar cahaya yang sangat cepat itu masih bisa dia lihat. Gadis itu membentuk perisai di sekitarnya untuk melindungi tubuhnya. Dengan perisai yang di bentuk di sekitar gadis itu, gadis itu berhasil menahan meriam cahaya untuk sementara, sehingga gadis itu terdorong sejauh ratusan meter karena dampak benturan yang sangat keras sebelum perisai di depannya hancur. Perisai di depannya hancur dan sinar meriam cahaya langsung menghantam tubuhnya
Bang...!!
Ledakan keras membuat tanah bergetar dan gelombang kejut yang di hasilkan mengguncang udara. Panas dan asap debu segera menyebar, naik ke angkasa dan membentuk asap hitam yang menakutkan.
Beberapa saat kemudian, setelah asap dan debu mengendap, aku bisa melihat kondisi gadis itu. Gadis itu masih berdiri di dalam kawah bekas ledakan. Meskipun dia masih berdiri, tapi keadaannya sudah sangat kacau.
Armor emas yang tidak tertembus itu muncul retakan dan mengekspos beberapa bagian tubuh gadis itu serta wajahnya. Ada luka berdarah di beberapa tempat di tubuh gadis itu, termasuk kedua tangannya yang meneteskan darah.
Gadis itu menatap mata pengawas dengan pandangan yang sangat suram, tiba-tiba darah dimuntahkan dari mulutnya. Dengan kondisinya, meskipun luka di permukaan tubuhnya tidak sangat mengerikan, tapi serangan itu sepertinya melukai organ dalamnya.
Tiba-tiba api putih seperti cahaya bintang menyala dan membakar seluruh luka di tubuh gadis itu. Yang mengejutkan, setelah api yang membakar lukanya menghilang, aku sama sekali tidak melihat bekas hangus, melainkan kulit putih yang mulus seperti porselen. Tidak ada bekas luka sedikitpun di tubuhnya.
Dari mata pengawas, aku bisa melihat gadis itu tersenyum mengerikan ke arah ku.
"Serangan yang setara dengan kekuatan penuh Tier 3, sungguh mengejutkan. Demi menahan serangan itu, aku bahkan harus menggunakan kekuatan jiwa. Tapi, karena kalian telah melukaiku, aku akan pastikan bahwa kalian akan merasakan rasa sakit seribu kali lebih menyakitkan dari pada lukaku..."
Suara gadis itu kembali terdengar di telingaku. Sayap perak putih yang di lapisi oleh api serta kilat muncul di belakang gadis itu, membuat udara di sekitarnya terdistorsi karena suhu tinggi. Gadis itu melayang dan terbang ke angkasa dengan armor yang penuh lubang dan retakan.
«Phoenix Curse»
Setelah sampai di ketinggian beberapa ratus meter, sayap di belakang gadis itu menyala dan mengepak sangat keras. Gelombang udara panas langsung menghantam prajurit di Medan perang. Angin panas itu hanya angin yang lembut, tidak meninggalkan luka apapun di tubuh para serdadu yang terkena serangan.
Aku sangat bingung, apa artinya serangan itu yang bahkan tidak menimbulkan luka sedikitpun. Namun, kenyataan yang aku dapatkan setelahnya benar-benar di luar jangkauan pemikiran ku. Semua prajurit yang terkena angin panas itu, tiba-tiba menjerit dan tubuh mereka terbakar dari dalam. Dari rongga mulut dan mata mereka mengeluarkan api perak putih, membakar tubuh mereka dari dalam ke luar.
Saat ada yang tersentuh oleh api itu, api itu akan langsung merambat dan membakarnya. Tidak peduli sihir macam apa yang di gunakan oleh para penyihir, api itu sama sekali tidak bisa di padamkan. Teriakan dan jeritan rasa sakit yang memilukan bergema di seluruh Medan perang seperti nyanyian Kematian yang menghantam jiwa siapapun yang mendengarkan. Puluhan ribu prajurit langsung di hanguskan menjadi abu yang tercampur dengan genangan lumpur darah di bawahnya.
Setelah semua prajurit yang terkena dampak serangan itu menjadi abu, fenomena prajurit yang terbakar dari dalam tubuh itu berhenti. Ini... Apa lagi ini. Berbagai macam serangan aneh terus menerus di pentaskan, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.
"Aku sangat berterima kasih atas kesabaran kalian menemaniku berlatih. Sekarang, exp dan level komprehensif ku telah terpenuhi. Selanjutnya, perang yang sesungguhnya akan di mulai...!"
(Akhir dari chapter ini)
Artikel singkat dari author:
Higanbana: Lycoris radiata, Merupakan Bungan merah asal daratan China yang tersebar di berbagai belahan dunia, seperti: Jepang, Nepal, dan Korea. Bunga ini memiliki warna merah cerah dan bentuk yang sangat indah namun terlepas dari keindahannya, bunga ini memiliki makna yang sangat suram.
Di Korea, bunga ini melambangkan perpisahan karena bunga dan daunnya tidak pernah muncul di saat yang bersamaan sehingga tidak pernah bertemu, sementara di Jepang, bunga ini memiliki makna kematian dan biasanya di letakkan di makan orang yang sudah meninggal.
Itu saja untuk chapter ini, jika mau mengetahui lebih banyak, kalian bisa searching di internet. :)