Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 65: Summoning



mendengar suara itu, aku langsung menghentikan langkah kakiku. awalnya aku agak bingung, tapi setelah itu aku mengingat suara itu.


Filia:"t, tidak. bagaimana mungkin aku melupakan kalian. aku hanya tidak mengira bisa memanggil kalian di dunia ini"


oke, sebenarnya aku memang melupakan soal mereka, tapi tentu saja aku tidak mau mengakui hal seperti itu. meskipun yang aku katakan adalah sebuah alasan, tapi itu tidak sepenuhnya salah. aku hanya tidak yakin bisa memanggil mereka, aku kira fungsi itu sudah menghilang karena ini bukanlah Alterion.


"bagaimana mungkin tuan tidak bisa memanggil kami di dunia ini. bukankah kami berasal dari dunia ini"


berasal dari dunia ini?, tapi... yah, mereka berasal dari dunia ini, tapi saat itu masih berupa game. menurutku, mereka berasal dari dunia yang mirip, tapi tidak sepenuhnya sama. dan sekarang, mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari dunia ini?.


Filia:"kalian dari dunia ini, jadi apakah kalian mengingat sesuatu soal Alterion?"


"apakah itu sejenis makanan?. tuan, hari ini anda bersikap aneh, apa yang terjadi?"


Filia:"tidak, tidak ada. baiklah, sekarang aku akan memanggil kalian. bersiaplah"


mereka bahkan tidak memiliki ingatan tentang Alterion. ini membuatku menjadi lebih penasaran tentang dunia ini dan Alterion. apakah Alterion adalah dunia ini, atau dunia ini adalah Alterion?. banyak pertanyaan yang berputar di kepalaku, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan semua itu. aku yakin suatu saat aku akan mengetahuinya.


Arkne:"kakak, ada apa?. dari tadi kakak hanya berdiri mematung. apakah ada bahaya di depan?"


aku tersadar kembali setelah mendengar panggilan dari Arkne yang sedang berada di punggung ku. aku berbicara dengan mereka melalui pikiran, jadi wajar jika Arkne tidak mendengar percakapan kami.


Filia:"tidak, hanya saja aku baru mengingat sesuatu. bisakah kamu turun terlebih dahulu?"


Arkne:"iya"


Arkne segera melepaskan pelukannya dan turun dari punggungku. aku menurunkannya secara perlahan dan berjalan maju beberapa langkah.


"engkau, makhluk yang menebarkan ketakutan dan kengerian di setiap jiwa makhluk hidup. engkau yang menguasai tanah terkutuk, tanah kematian yang di tinggalkan oleh para dewa. hadirlah, wahai pelayan setiaku, tiga bersaudara. «Cerberus»"


lingkaran sihir sepuluh lapis menyebar hingga lebih dari 500 meter. selain lingkaran sihir di tanah, di ketinggian 10m dari tanah, juga muncul lingkaran sihir yang sama dan saling berhimpit. lingkaran sihir merah kehitaman itu memberikan rasa penindasan yang kuat. cahaya merah berdarah memenuhi langit, berbagai monster bertingkat rendah langsung dengan hiruk-pikuk melarikan diri. mereka yang bisa terbang, langsung memenuhi udara dan terbang ke kejauhan sambil meninggalkan suara bising di udara.


lolongan dari berbagai jenis monster mulai memenuhi hutan yang semula sepi senyap. aku bahkan sangat terkejut dengan efek yang di timbulkan dari skill pemanggilan. aku tidak menduga jika di dunia nyata efeknya akan begitu besar. di Alterion, teknik summoning memang akan menimbulkan efek yang besar, terutama makhluk sekelas cerberus yang merupakan salah satu dari «Nine Souls of the World», tapi meskipun begitu, perasaan yang di timbulkan antara di sini dan di Alterion sangat berbeda. meskipun di Alterion sangat realistis, tapi biar bagaimanapun disana tetaplah sekumpulan program. namun disini benar-benar 100% kenyataan. jadi sensasinya sangat berbeda.


aku memperhatikan, dari lingkaran sihir itu mulai mengeluarkan kabut merah kehitaman yang memberikan perasaan dingin hingga membuat bulu kuduk berdiri. ini bukanlah hawa dingin seperti es, tapi hawa dingin yang murni terlahir dari ketakutan. kabut yang berhamburan di tanah, mirip dengan asap yang di timbulkan oleh nitrogen cair.


karena lingkaran sihir yang berada di udara juga mengeluarkan kabut yang serupa, jadi kabut itu menyatu dan menciptakan tirai kabut berdarah yang tebal. dari dalam kabut, perlahan terbentuk sebuah siluet hitam besar dengan ketinggian lebih dari tujuh meter.


setelah siluet itu terbentuk sempurna, tiba-tiba aku bisa melihat tiga jenis cahaya yang berbeda. kuning dari elemen bumi, cyan dari elemen angin, dan biru ke unguan yang berasal dari api yang bermutasi.


setelah kabut itu menjadi lebih tipis, akhirnya siluet besar itu terpampang jelas di depan mataku. tubuh besar yang menjulang dan tiga kepala yang tegap dan gagah. meskipun matanya tertutup, mereka terlihat sangat cantik. tubuhnya berwarna hitam dengan garis-garis seperti api yang menyala-nyala di tubuhnya. di setiap kepala terdapat tiga permata yang berbeda. permata itu mengeluarkan tiga cahaya yang aku lihat di awal.


saat mata ke tiga kepala itu terbuka bersamaan cahaya yang sama dengan permata yang ada di kepala masing-masing memancar dari matanya. mengeluarkan aura dominasi dari makhluk yang memiliki darah divine. kuat, kuno, ganas, teror, dominasi. berbagai perasaan mengalir ke seluruh tubuhku, tapi meskipun begitu, aku merasakan keakraban dan kedekatan.


ketiga kepala itu melihat lingkungan sekitar, lalu menatapku. setelah melihatku, ketiga kepala itu menunduk ke arahku.


Cerberus:"hormat kami tuan"


Filia:"oh, ah, ya"


aku benar-benar terkejut dengan penampilan mereka. kulit yang tebal dan Taji tajam yang menonjol dari siku kaki depan mereka membuat penampilan mereka menjadi sangat mengagumkan. penampilan mereka jauh lebih baik daripada di dalam game. sungguh koleksi yang berharga.


setelah tersadar dari linglung, aku maju selangkah dan mengusap lambang kontrak yang menempel pada permata api biru keunguan di kepala besar yang berada di tengah tengah. cerberus, Tier 4.


Filia:"aku sudah lama tidak melihat kalian bertiga, Terra, Ventus, Ignis. aku merindukan kalian"


cerberus:"kami juga tuan"


tiga suara terdengar secara bersamaan. setiap kepala memiliki kesadaran mereka masing-masing, tapi mereka memiliki ikatan satu sama lain hingga mampu menyatukan kesadaran mereka menjadi kesadaran kolektif yang akan memberikan keuntungan terbesar saat dalam pertarungan. aku memberi nama pada setiap kepala. untuk yang menggunakan elemen tanah, yang berada di bagian kiri, aku memberinya nama Terra, kepala tengah adalah Ignis, sementara yang menguasai elemen angin, aku memberinya nama Ventus.


saat aku memeluk kepala besar itu, tiba-tiba aku merasa seseorang menarik pakaianku. aku mengalihkan perhatianku dan melihat Arkne yang ketakutan memegang erat pakaianku. setelah menyadari itu, aku langsung memeluknya supaya dia dapat tenang. aku bisa merasakan bahwa tubuhnya sedikit bergetar dalam pelukanku.


Filia:"tidak apa-apa. mereka tidak akan menyakitimu"


aku memeluk gadis itu dan mengusap punggungnya sang sedikit gemetar.


dia melonggarkan pelukannya dan mengangkat kepalanya untuk melihat cerberus yang ada di belakangku.


Ventus:"jangan khawatir gadis kecil, kami tidak akan menyakitimu"


aku mendengar suara Ventus dari belakangku yang mencoba untuk menyakinkan gadis kecil itu supaya tidak takut terhadap mereka.


Ignis:"itu benar gadis kecil, jadi jangan takut"


Terra:"kami tidak akan pernah berani melakukan apapun pada orang-orang tuan"


aku juga berbalik untuk melihat mereka, mereka benar-benar berusaha keras untuk menyakinkan Arkne. setelah beberapa saat, Arkne nampak yakin dan perlahan berjalan menuju cerberus meskipun masih agak takut.


dia meletakkan tangannya di kepala Terra yang besar dan perlahan tersenyum. dia berbalik ke arahku dengan mata yang berbinar.


Arkne:"kakak, mereka sangat baik"


Filia:"itu benar. mereka telah menemaniku cukup lama. kami telah bertarung untuk mengalahkan banyak High race"


untuk beberapa saat kami berhenti di tempat ini. aku ingin supaya Arkne membiasakan diri dengan Cerberus. setelah cukup lama, dan Arkne terbiasa, aku berencana untuk melanjutkan perjalanan.


Filia:"bisakah kalian mengantarkan kami sampai di tempat tujuan?"


Ignis:"serahkan saja pada kami tuan"


Terra:"itu adalah hal yang mudah selama kita tahu arah tujuannya"


Ventus:"tapi sebelum itu, kita harus membuat tubuh kita sedikit lebih kecil. akan sangat sulit untuk bergerak bebas di hutan dengan tubuh yang sebesar ini"


Filia:"ya, terima kasih untuk kalian"


aku melakukan Summoning di pinggir danau, jadi tempat ini merupakan tempat yang terbuka, tapi begitu kami masuk ke dalam hutan, kami akan mengalami kesulitan untuk bergerak karena tubuh raksasa dari cerberus. setidaknya sebelum sampai di Padang rumput, mereka harus membuat tubuh mereka menyusut supaya bisa lebih leluasa bergerak di antara pepohonan.


ketiga kepala Cerberus menutup mata mereka. aku melihat tubuh mereka menyusut dengan cepat, dari lebih tujuh meter menjadi hanya sekitar tiga meter.


Cerberus:"kami sudah siap tuan"


Filia:"kalau begitu, kita harus segera berangkat"


aku membawa Arkne dan melompat ke punggung Cerberus. aku meletakkan Arkne di depanku supaya dia tidak terjatuh, aku juga membuat pelindung mental supaya kami terlindung dari cabang pohon dan hembusan angin saat Cerberus berlari menembus hutan.


Filia:"ayo segera berangkat"


Cerberus:"baik tuan"


segera, Cerberus membuat momentum besar dan melesat dengan cepat ke arah hutan meninggalkan tanah yang berlubang karena momentum ledakan yang kuat.


Cerberus berlari dengan cepat menembus hutan. awalnya aku sedikit khawatir kalau aura yang di pancarkan Cerberus akan menarik monster yang kuat, tapi sejauh ini kami tidak bertemu dengan mereka.


meskipun tidak di arahkan kepadaku, tapi aku masih bisa merasakan aura dominasi dari Cerberus. aura dominasi adalah hal yang wajar untuk memberikan ancaman kepada makhluk lain dengan Tier yang lebih rendah.


aku juga bisa menggunakannya, tapi aku khawatir jika itu akan tanpa sengaja memprovokasi monster yang kuat yang dapat merugikan ku. jadi aku Manahan tanpa mengeluarkan aura semacam itu dari tadi. mungkin jika aku mengeluarkannya, aku bisa melewati hutan ini dengan lebih mudah.


yah, mungkin Cerberus tidak memprovokasi monster kuat karena dia juga adalah sejenis monster. pada umumnya monster dengan Tier tinggi akan memiliki kecerdasan yang tinggi pula, jadi mereka akan lebih memilih menghindari monster dengan Tier yang sama daripada bertarung dengan mereka, kecuali mereka menganggu atau mencoba merebut wilayah kekuasaannya.


untuk Cerberus, karena dia hanya lewat, jadi monster dengan Tier sama mungkin lebih memilih untuk membiarkannya lewat begitu saja.


kami terus melesat dengan cepat melewati pepohonan. pada saat ini, satu lagi kelopak bunga terjatuh. akhirnya aku bisa melihat Padang rumput di kejauhan yang membentang sangat luas hingga tak terlihat ujungnya.


(akhir dari chapter ini)


terima kasih atas dukungannya, see you next time ;)