
Seluruh ruangan menjadi diam dan semua orang menatapku. Tapi aku tidak terlalu peduli. Aku memiliki segunung koin emas Alterion dan hanya kehilangan sepuluh keping yang sama sekali tidak berpengaruh. Terlebih lagi hanya dengan sepuluh keping GC, aku bisa mendapatkan Blood stone yang mengandung Blood Origin Energi yang dapat membuat Moon Palace memiliki satu lagi Tier enam dewa.
Aku sudah mencari item yang dapat membantu Upirina dan yang lainnya meningkatkan Tier mereka sejak lama, tapi sangat sulit untuk menemukan item yang dapat membantu NPC maju ke Tier enam. Tapi hari ini aku sangat beruntung dengan menemukan Blood stone ini. Untuk Arkne, aku belum menemukan item yang cocok untuk membantunya naik ke Tier enam.
Sebenarnya ada, yaitu «Heart of swarm» yang di tinggalkan oleh sister Affinis. Tapi aku tidak mau menggunakan peninggalan dari sahabatku dengan mudah. Aku tahu meskipun mereka tidak ada di sini, tapi aku tetap tidak berhak mengambil milik mereka sesuka hati.
Sebenarnya untuk Arkne dan Upirina bisa meningkatkan Tier mereka tanpa item pembantu karena mereka sudah memiliki warisan dari rasial skill, tapi aku ingin mereka menjadi Tier enam yang terbaik dan bukan Tier enam biasa. Sejak awal, itulah yang membuat Moon Palace dengan lima member menjadi guild kelas atas. Yakni dengan memiliki petarung yang jauh di atas rata-rata. Dan aku tidak mau menurunkan standar itu.
Harnas:"Sayang, apakah batu itu benar-benar berguna untukmu?."
Ayah dan yang lainnya juga berdiri dari sofa dan mendatangiku ke dekat jendela. Aku menatap mama dengan serius dan mengangguk. Melihatku mengangguk, mama juga menatap batu itu dengan serius. Dengan ekspresi seperti itu, meskipun aku mungkin tidak memiliki uang, mama pasti akan membelinya untukku.
Harnas:"Jika memang batu itu berguna untukmu, maka belilah."
Filia:"Ya."
Mereka kembali ke tempat duduk mereka. Aku melihat bahwa juru lelang itu masih berdiri dengan bodoh di sana dan itu membuatku sedikit tidak sabar.
Filia:"Apa yang kamu tunggu?!."
"O, oh... Tawaran datang dari kotak VIP nomor enam. Apakah ada yang akan bersaing?. Jika tidak maka akan mulai saya hitung."
"Sepuluh koin kuno untuk pertama kalinya..."
"Sepuluh koin kuno untuk kedua kalinya..."
"Sepuluh koin kuno untuk_"
"Sepuluh koin kuno dan dua keping emas."
Bang...!!
Lantai yang terbuat dari cor padat di bawah kakiku langsung retak membentuk sarang laba-laba. Hanya satu langkah lagi untuk mendapatkan batu itu, tapi tiba-tiba ada orang yang menawar.
Aku yakin akan bisa menang dalam penawaran ini tidak peduli seberapa banyak lawan menawar, tapi saat sesuatu sudah di depan mata dan tiba-tiba ada yang menghalangi, kalian tentu tahu seberapa tidak nyamannya perasaan itu.
Aku melihat orang yang tiba-tiba menawar batu darah. Itu adalah bangsawan dari kekaisaran itu. Di menatapku dengan senyum yang sangat provokatif dan membuatku sangat jengkel.
"Meskipun benda itu tidak terlihat bagus, tapi sepertinya ada kegunaan tertentu... Yah, meskipun tidak ada, tapi tidak masalah untuk menjadi benda koleksi."
Dia tersenyum sangat provokatif ke arahku. Mungkin dia ingin menunjukkan bahwa bangsawan kekaisaran lebih baik dari bangsawan kerajaan, tapi kelakuannya benar-benar membuatku sangat marah.
Rovell:"Filia, tenang...!!"
Ayah berteriak dari belakang. Baru pada saat inilah aku menyadari bahwa separuh dari ruangan yang aku tempati telah membeku dengan lapisan es tipis yang sangat dingin.
Huh...!
Aku menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. Lapisan es tipis di ruangan ini tiba-tiba meleleh dan menguap seperti tidak pernah ada. Udara yang semula dingin telah kembali normal.
Tidak ada gunanya membuat masalah di tempat seperti ini. Aku bisa menghilangkan bangsawan kekaisaran itu dengan mudah, tapi setelah di ketahui bahwa bangsawan itu menghilang atau terbunuh di Regalia Kingdom, maka kekaisaran akan membuat masalah lagi dengan kerajaan. Jika itu terjadi, mama dan ayah akan kembali di kirim ke Medan perang.
Aku tidak mau hal itu terjadi. Jadi aku hanya bisa menenangkan diri dan memenangkan lelang dengan uang. Kali ini aku tidak langsung menaikkan harga dengan jumlah tinggi, tapi aku menambah sedikit demi sedikit.
Filia:"Sepuluh koin kuno dan lima emas."
"Sepuluh koin kuno dan satu emas benua."
Filia:"Sepuluh koin kuno dan dua belas emas."
"Sepuluh koin kuno..."
.....
"Sepuluh koin kuno dan lima emas benua."
Aku tidak tahu apakah dia memang ingin membelinya atau hanya ingin menaikkan harga, tapi ini sudah keterlaluan. Pada akhirnya aku berhenti menawar dan membiarkannya menang.
Harnas:"Sayang..."
Mama memanggilku dengan prihatin. Melihat matanya yang mengkhawatirkan ku, aku tersenyum dan menggelengkan kepala dengan lembut ke arahnya. Meskipun aku tidak ikut menawar lagi, tapi aku punya ratusan ribu cara untuk mengambil batu itu, lagi pula batu itu terlalu berharga untukku.
Rovell:"Filia, jika kamu memang membutuhkan batu itu, ayah akan membantumu menawar."
Filia:"Tidak ayah, tidak apa-apa."
Aku tersenyum dan menolak tawaran dari ayah. Jika bangsawan dari kekaisaran itu memang ingin mendapatkannya, maka biarkan dia mendapatkannya. Tapi, itu hanya sementara.
"Sepuluh koin kuno dan lima emas benua untuk pertama kali..."
"Sepuluh koin kuno dan lima emas benua untuk kedua kali..."
Semakin juru lelang menghitung, wajah dari bangsawan kekaisaran itu menjadi semakin tidak enak di pandang. Wajahnya berwarna hijau, mirip seperti orang sembelit. Melihat ekspresinya, aku tahu bahwa dia hanya ingin menaikkan harga supaya aku membayar lebih banyak. Bangsawan itu menatapku dengan mata marah dan penuh peringatan, tapi aku hanya melihatnya sambil tersenyum sinis.
Bukankah kamu sangat menyukai batu itu?. Maka biarkan kamu membayarnya...
"Sepuluh koin kuno dan lima emas benua untuk ketiga kalinya."
Tok... Tok... Tok...!!
"Selamat kepada ruang VIP nomor tiga yang telah memenangkan benda lelang nomor lima."
Akhirnya setelah tiga hitungan, suara palu di ketuk bergema di seluruh tempat lelang, mengumumkan bahwa bangsawan itu berhasil menang. Jika itu bangsawan lain, mungkin mereka akan dengan panik menawar demi wajah, tapi aku tidak. Meskipun aku mampu, tapi tindakan bodoh seperti itu mungkin akan merugikan ku di masa depan.
Pelayan kembali mendorong troli itu ke belakang dan kembali lagi dengan membawa benda lelang selanjutnya. Benda lelang selanjutnya adalah sebuah pedang panjang berwarna putih berkilau. Menurut perkenalan juru lelang, pedang itu dulunya di miliki oleh seorang kesatria ternama yang di angkat menjadi seorang Marquis dan telah menjadi pedang warisan pada masa kekaisaran kuno.
Hal itu di ketahui dari catatan yang di temukan di sebuah situs reruntuhan. Pedang yang tercatat dalam deskripsi itu adalah pedang yang sama dengan yang di lelang. Hanya saja pedang itu tidak di temukan di situs reruntuhan, melainkan di sisa Medan perang kuno bersama beberapa senjata dan armor lainnya. Namun kebanyakan senjata atau peralatan yang di temukan di sisa Medan perang itu tidak dapat lagi di gunakan karena telah rusak. Hanya sisa logamnya yang di bawa kembali ke pengecoran untuk di lebur kembali.
Namun pedang itu masih bertahan hingga saat ini setelah terkubur di dalam tanah untuk waktu yang lama. Tidak perlu bertanya, material pembuat dan kualitas pedang itu sendiri pasti sangat tinggi. Tapi setelah menggunakan Omnicient eye, data pada pedang itu sangat biasa, jadi aku tidak tertarik. Namun ibu sepertinya sangat tertarik.
Ibu sama dengan mama yang merupakan tipe tempur. Yang membedakan di antara mereka berdua adalah cara bertempurnya. Mama adalah tipe penyerang murni, sementara ibu adalah setengah tipe bertahan karena di satu tangan ibu menggunakan perisai sebagai pertahanan. Saat berlatih, kemampuan tempurnya juga tidak kalah dengan mama sebelum menjadi high elf. Apalagi ibu bisa menggunakan kemampuan magnet dengan sangat sempurna. Tapi meskipun kuat, ibu jarang pergi ke Medan perang karena dia mendapatkan tugas untuk menjadi kepala sekolah di Akademi.
Ibu menawar dan berhasil memenangkan pedang itu dengan nilai dua puluh dua puluh lima koin emas. Karena material pada pedang itu cukup bagus dan sepertinya cocok untuk ibu, aku meminta izin pada ibu untuk memodifikasi pedang itu dan membuatnya lebih sesuai dengan karakteristik pertarungan ibu.
Senjata dan armor muncul beberapa kali di pelelangan, namun mama dan ayah sama sekali tidak tertarik. Apalagi mama yang sudah memiliki pedang kelahiran, dia tidak memerlukan senjata lain selain pedang yang selalu bersamanya.
Akhirnya tanaman obat yang aku inginkan muncul dan kali ini bisa aku menangkan dengan mudah. Tapi aneh bahwa bangsawan dari kekaisaran itu tidak ikut menawar lagi. Apakah dia menghabiskan terlalu banyak uang untuk membeli batu merah itu?!.
.....
Saat malam semakin larut, akhirnya sampai pada lelang terakhir, yakni sebuah benda yang di katakan sebagai potion kuno sekelas militer. Potion sekelas militer biasanya di hargai paling murah adalah satu koin benua dan tidak dapat diperjual belikan dengan bebas. Jika di pasar gelap, menurut apa yang ayah katakan, harganya bisa berlipat ganda. Karena jika di ketahui oleh negara, orang yang menjual potion itu pasti akan di hukum berat.
Setiap negara pasti akan melarang penjualan potion kelas militer mereka karena cara pembuatan, komposisi, dan semua tentang potion itu adalah rahasia. Jika sampai jatuh ke tangan musuh, maka itu bisa menjadi kerugian besar bagi negara. Terutama setelah lab penelitian kerajaan mendapatkan sampel potion yang pernah aku berikan yang membuat potion kerajaan menjadi yang terbaik saat ini, kerajaan semakin memperketat pengawasan terhadap penyeludupan potion kelas militer.
Seorang gadis pelayan muncul dengan pakaian yang sedikit terbuka, tapi tidak terlalu fulgar. Di tangannya terdapat sebuah nampan perak dengan kotak perhiasan berbentuk persegi panjang yang terbaring dengan tenang di atasnya. Kotak perhiasan itu terbuat dari semacam batu kristal berwarna putih susu yang di ukir dengan sangat indah.
Saat kotak perhiasan di buka, di dalamnya terdapat sebuah botol kaca dengan cairan putih susu. Namun aneh bahwa cairan putih itu memiliki cahaya hijau samar di permukaannya.
Melihat hal itu, aku langsung menyadari apa itu «World Tree Dew». Pelelangan malam ini, aku benar-benar mendapatkan untung besar.
Aku langsung berbalik dan menatap ayah. Ayah mengerti apa yang aku maksud dan mengangguk dengan wajah serius.
"Dalam botol kaca ini terdapat sebuah potion kuno yang lebih kuat daripada potion kelas militer. Menilai dari efeknya yang kuat dan nilai penelitian yang terkandung di dalamnya, potion ini tentu sangat berharga. Maka dari itu, pelelangan akan di buka dengan harga lima koin emas..."
"Satu emas benua..."
"Sebelas koin emas."
Penawaran terus berjalan hingga menyentuh empat belas koin emas. Baru pada saat inilah ayah datang ke tepi jendela dan ikut menawar.
Begitu suara ayah turun, suara penawaran di lantai lelang menghilang sepenuhnya. Semua mata tertuju pada kami. Terutama bangsawan kekaisaran itu, wajahnya terlihat sangat indah dengan mata terkejut dan mulut terbuka. Apakah dia baru tahu bahwa kotak VIP ini adalah milik House of Rosefield?!.
Ayah menawar lima belas koin emas bukan tanpa alasan. Kami mengetahui bahwa hutang dari penjudi itu adalah empat belas koin emas, jadi ayah menawar lima belas koin emas dan satu koin emas untuk kompensasi dari penekanan harga. Selain itu, penjudi itu juga perlu membayar satu koin emas kepada guild perdagangan karena telah melelang barangnya.
"Lima belas emas untuk satu kali...!"
"Lima belas emas untuk dua kali...!"
"Lima belas emas untuk tiga kali... Selamat untuk Duke Rosefield yang berhasil memenangkan barang lelang nomor dua puluh."
Tok... Tok... Tok...!
Plak... Plak... Plak..!
Bersama dengan palu yang di ketuk, tepuk tangan meriah terdengar di lantai pelelangan. Ayah dengan terang-terangan mengatakan bahwa House of Rosefield menginginkan benda itu. Dengan kata lain, jika ada yang berani merebutnya, House of Rosefield tidak akan membiarkannya.
Meskipun potion itu sangat berharga, tapi itu jika kamu masih hidup. Meskipun keluarga Rosefield cukup baik, tapi bukan berarti bahwa mereka tidak akan mengotori tangan mereka demi keuntungan.
Dan lagi, tidak ada gunanya menyinggung raksasa Rosefield demi sebotol potion. Jika itu adalah orang lain, maka lab penelitian akan tetap menawar tanpa peduli, tapi begitu yang muncul adalah House of Rosefield, mereka lebih memilih menyerah. Lagi pula potion yang aku berikan belum bisa sepenuhnya mereka pelajari, jadi mereka menyerah. Dengan demikian, mungkin keuntungan mereka akan lebih besar di masa depan.
Pemikiran seperti itu, aku bisa menebaknya dengan mudah. Tapi karena tidak membahayakan atau mengancam ku dan lebih banyak membantuku, aku akan memberikan manfaat lebih kepada mereka di masa depan.
Filia:"Ayo ayah, kita harus segera mengambil barang-barang kita."
Rovell:"Hahaha... Kamu menjadi tidak sabaran. Ok, ayo."
Harnas:"Ya. Ayo cepat kita ambil."
Arsh:"Aku ingin segera melihat pedang itu."
Kami semua segera keluar dari ruangan dan pergi ke tempat pembayaran. Tempat pembayaran berada di lantai pertama yang di jaga langsung oleh beberapa kesatria kuat. Orang yang bertanggung jawab untuk tempat pembayaran adalah Nona Lidia, jadi aku cukup akrab.
Namun saat kami masuk ke ruang pembayaran, kami bertemu dengan orang yang akrab. Dia adalah bangsawan kekaisaran yang merebut batu darah milikku.
"D, Duke Rosefield, selamat malam."
Rovell:"Ya Ampun, ternyata itu adalah Marquis Hillde. Saya sangat terkejut melihat anda ada di sini."
"Ya, saya ada sedikit keperluan di ibu kota Kerajaan. Oh ya, untuk yang tadi_"
Rovell:"Maaf kami sedang terburu-buru."
Tanpa bangsawan kekaisaran itu menyelesaikan kata-katanya, ayah langsung memotong apa yang ingin dia katakan dan langsung melangkah pergi ke tempat nona Lidia.
Lidia:"Duke, ini adalah semua barang yang anda menangkan."
Rovell:"Ya."
Ayah memberikan sebuah kartu berwarna hitam dengan banyak motif emas indah di atasnya. Nona Lidia mengambil kartu itu dan menekannya ke salah satu papan batu besar di samping. Sederet data dan angka muncul di atas tablet batu itu.
Melihat angka yang tertera, nona Lidia mengangguk dan mengambil kartu biru dari sakunya dan menumpuknya bersama dengan kartu milik ayah. Ayah dan neona Lidia meletakkan telapak tangan mereka di atas tablet batu dan mengalirkan mena mereka masing-masing. Angka pada kartu ayah berkurang dan angka pada kartu biru nona Lidia bertambah sesuai dengan total pembayaran yang ahrus di bayar oleh ayah.
Hanya beberapa saat, seluruh proses pembayaran berakhir dan nona Lidia mengembalikan kartu itu kepada ayah berama dengan barang-barang yang telah kami menangkan.
Mama dan ibu dengan cepat pergi melihat perhiasan yang telah mereka menangkan. Pandang ibu beralih ke pedang perak yang mencolok. Ibu mengelus permukaan pedang itu dengan bahagia dan pergi ke tempat terbuka untuk membuat beberapa ayunan.
Arsh:"Filia sayang, aku serahkan pedang ini padamu."
Filia:"Iya ibu. Akan aku buat pedang ini menjadi partner terbaik untukmu."
Aku melihat wajah ibu yang sangat bahagia yang membuatku ikut bahagia. Aku mengalihkan perhatianku kepada nona Lidia yang juga melihatku dengan mata main-main.
Filia:"Nona Lidia, bagaimana dengan bangsawan kekaisaran itu."
Nona Lidia tidak langsung menjawab, tapi dia mengeluarkan sebuah emblem yang di atasnya terukir gambar beruang. Itu adalah emblem dari keluarga Hillde dari kekaisaran. Melihat hal itu, aku tahu apa yang di lakukan bangsawan itu.
Lidia:"Marquis Hillde membayar dua puluh lima emas benua, dan mengatakan akan mengirim sisanya satu Minggu lagi."
Filia:"Oh, sepertinya anda sangat mempercayai orang itu."
Lidia:"Sedikit. Lagi pula Marquis Hillde mendapatkan dukungan dari pangeran kekaisaran, jadi tidak akan terlalu sulit baginya untuk mendapatkan jumlah tersebut. Lagi pula, dia sudah memberikan emblem keluarga kepada saya. Jika dia tidak bisa membayar, saya akan menggunakan emblem ini."
Emblem keluarga seperti yang di pegang oleh nona Lidia bukanlah emblem biasa, tapi emblem inti yang mirip seperti yang pernah di berikan oleh ibu kepadaku. Apapun yang di lakukan oleh pemegang emblem itu, apakah dia meminjam uang, melewati perbatasan, atau menjual sesuatu dan menunjukkan emblem inti itu, maka semuanya akan atas nama keluarga pemilik emblem.
Dengan kata lain, jika bangsawan kekaisaran itu tidak mampu membayar, nona Lidia bisa menggunakan emblem itu untuk membuat pinjaman uang berapapun yang dia inginkan dan semuanya akan di tanggung oleh Marquis Hillde. Itulah kenapa emblem inti sangat penting.
Aku ingin tertawa mendengar bahwa seorang bangsawan bahkan harus menyerahkan emblemnya sebagai jaminan. Jika di ketahui oleh bangsawan lain, maka Marquis Hillde akan menjadi bahan tertawaan di kalangan bangsawan.
Setelah semua selesai, kami pergi dan bersiap untuk kembali ke mansion. Saat kami keluar dari ruangan, Marquis Hillde itu masih berada di sana dengan memegang nampan berisi batu darah. Di sampingnya ada gadis pirang itu yang ikut menatapku.
"Duke, batu ini, jika anda membutuhkannya saya..."
Ayah terlihat ragu-ragu dan menatapku. Aku hanya menggelengkan kepala dengan ringan untuk memberi isyarat kepada ayah supaya dia tidak menerimanya.
Rovell:"Maaf Marquis Hillde, saya tidak bisa menerima benda itu. Benda yang sudah anda menangkan adalah milik anda."
Dengan itu ayah memimpin kami untuk pergi. Marquis Hillde dan gadis pirang itu menatapku Karena mereka melihat aku menggelengkan kepala.
"Tunggu...!."
Saat aku akan pergi, suara gadis itu bergema di belakangku. Saat aku menoleh ke arahnya, gadis itu nampak sedikit marah.
"Apakah kamu marah karena ayah memenangkan lelang itu darimu?. Sebagai putri bangsawan yang bermartabat, tidak bisakah kamu memaafkannya?."
Tunggu!!. Gadis itu, dia memarahiku?. Yang membuatku kesal adalah dia memarahiku dengan kata-kata yang membuatnya terlihat benar dan memojokkan ku. Namun aku menanggapi gadis itu sambil tersenyum dengan tenang.
Filia:"Nona ini, apa yang anda katakan?. Saya tentu tidak marah karena Marquis memenangkan lelang. Lagi pula dalam pelelangan siapa yang menawar lebih tinggi dia yang menang."
"Lalu kenapa?."
Filia:"Saya hanya tidak ingin mengambil benda yang sudah susah payah di menangkan oleh Marquis hingga Marquis perlu menggadaikan emblem inti keluarganya untuk mendapatkan batu itu."
Semua orang di dalam tercengang termasuk gadis kecil itu. Saat ini sudah banyak orang yang mengantri untuk membayar benda lelang yang berhasil mereka menangkan. Tapi tiba-tiba mendengar hal seperti ini, bagiamana mereka tidak terkejut?!.
Semua orang tahu apa maksud dari perkataan tadi. Itu setara dengan memberi tahu semua orang bahwa Marquis Hillde menawar hanya untuk menggagalkan tawaranku dan ingin membuatku membayar lebih tinggi tapi dia sendiri tidak memiliki uang yang cukup.
Semua orang memandang Marquis Hillde dengan tatapan aneh dan beberapa jijik. Lagi pula hal seperti ini dalam lelang dapat merugikan orang lain, jadi mereka jijik dengan perbuatan yang dia lakukan.
Tapi orang-orang itu hanya bisa memberikan tatapan samar dan tidak mengatakan apapun. Bagaimanapun dia adalah seorang bangsawan.
Namun beberapa bangsawan dari kerajaan berbisik agak keras yang mungkin memang di sengaja supaya orang lain dapat mendengarnya. Mereka dengan terang-terangan menghina perbuatan Marquis Hillde dan ketidak mampuannya untuk membayar.
Lagi pula bangsawan kerajaan selalu membenci bangsawan kekaisaran karena kedua negara itu sudah berperang dalam waktu yang lama. Banyak dari bangsawan kerajaan yang kehilangan anggota keluarga mereka di tangan kekaisaran, jadi kebencian mereka merupakan kebencian lama.
Mendengar bisikan dari para bangsawan kerajaan, Marquis Hillde memiliki wajah yang buruk dan menarik gadis pirang itu pergi. Ayah juga memimpin kami kembali ke kereta.
Di depan guild perdagangan masih sangat ramai dengan orang-orang yang berkunjung atau berbelanja di lantai pertama.
"Shadow, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan."
Tiba-tiba sebuah bayangan gelap di sudut nampak bergoyang sebentar. Tapi setelah itu tidak ada yang terjadi.
Aku mengikuti ayah ke kereta kuda dan bersiap kembali ke mansion...
(Akhir dari chapter ini.)