Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 223: Ramalan.



Tangan pucat itu meraih sisi peti mati dengan kuat. Kuku hitam berkilau seperti paku baja berkilau menghiasi setiap jaringan. Saat sosok dalam peti mati itu duduk di peti mati, akhirnya aku bisa melihat dengan jelas sosoknya.


Sosoknya adalah seorang pria berwajah pucat seperti mayat. Rambutnya berwarna hitam panjang seperti rambut yang sudah lama tidak dipotong. Bibirnya tipis berwarna ungu, dan hidung mancung kecil, membuat wajahnya terlihat cantik seperti seorang perempuan. Tangan kirinya meraih dahinya dan menyisihkan rambut hitam panjang yang melambai di wajahnya.


Mata pria itu langsung tertuju ke arahku. Di matanya sama sekali tidak ada sklera putih, semuanya hanya bola mata hitam pekat seperti jurang. Saat dia melihatku, bibir ungu tipisnya sedikit tersungging, menunjukkan senyum kejam dan tak dapat di jelaskan.


Tubuhnya perlahan melayang di atas peti mati. Saat aura ungu hitam menyebar dari tubuhnya, aura yang kuat langsung menekan semua orang yang ada di bawah.


Filia:"Tier empat?!."


Dari aura yang dia pancarkan, aku yakin bahwa sosok itu memiliki kemampuan Tier empat yang bonafid. Hal ini sedikit mengejutkanku. Dark creature Tier empat membuktikan bahwa Dark creature itu tidak pernah berganti tubuh karena keserakahan akan kekuatan sesaat, tapi dia adalah Dark creature yang sabar dan sudah melalui kerja keras sejak awal hingga bisa menembus batasan Dark creature.


Namun, aku merasakan bahwa tubuhnya memancarkan suasana kelemahan yang mungkin merupakan efek dari dia yang tersegel dalam waktu yang lama di dalam peti mati itu. Hal seperti itu sangat wajar dan perlu waktu beberapa saat untuk memulihkannya, setidaknya untuk mengembalikan efektivitas tempurnya kembali ke puncak.


Meskipun efektivitas tempurnya menurun, tapi aku tidak bisa ceroboh dan mulai bersiap untuk bertarung dengannya menggunakan seluruh kemampuanku...


.....


(Euriga Theocracy, ibu kota Grandnight)....


5 bulan lalu...


House of starlight adalah komplek pusat agama sekaligus pemerintah di dalam struktur negara Euriga Theocracy yang terdiri dari banyak bangunan arsitektur Yunani. Salah satu bangunan utama terbesar dan luas didominasi oleh warna putih serta biru emas terlihat mewah dan agung.


Bangunan itu terlihat seperti kuil pemujaan Athena di Yunani kuno dengan banyak anak tangga dan pilar-pilar penyangga yang besar dan menjulang, hanya saja bangunan House of Starlight terlihat jauh lebih luas dan lebih besar daripada bangunan Yunani di bumi.


Masuk ke bangunan utama adalah sebuah kapel besar yang sangat luas yang mampu menampung beberapa ribu orang. Di kapel ini tidak ada kursi, hanya sebuah ruangan luas yang kosong. Di ujung ruangan terdapat platform luas dengan kolam kecil dan sebuah patung seorang wanita dengan tujuh bola perak yang melayang di sekitarnya.


Ruangan kapel ini sangat istimewa karena begitu masuk, kamu akan merasa seperti memasuki langit berbintang dengan banyak bintang dan galaksi yang berkedip. Ruangan sangat redup dengan cahaya lembut dari tujuh bola perak dan cahaya bintang-bintang kecil yang berkedip di seluruh ruangan.


Ribuan orang yang dibagi menjadi tiga baris berlutut dengan khidmat sambil menyenandungkan lagu-lagu bagi Dewi cahaya bintang. Barisan pertama yang paling dekat dengan patung terdiri dari ratusan pria dan wanita yang mengenakan jubah putih dengan sulaman emas. Di belakang mereka adalah orang-orang berjubah biru bersulam putih yang jumlahnya lebih dari tiga kali lipat dari jubah putih, dan barisan terakhir adalah orang-orang berjubah kuning yang berjumlah ribuan orang hingga berlutut di luar kapel.


Dari pagi hingga malam tiba, orang-orang itu terus berlutut dan bernyanyi dengan di iringi oleh alunan musik yang lembut dan merdu tanpa lelah. Begitu tiba waktu tengah malam, tiba-tiba suara lonceng terdengar keras bergema di seluruh ibu kota Grandnight. Begitu lonceng dibunyikan, suara nyanyian dan musik berhenti seketika, di gantikan oleh suasana yang tenang dan khidmat.


Dipimpin oleh orang-orang berjubah putih, semua orang berdiri seperti menunggu sesuatu. Dari pintu samping, seorang wanita berjubah putih emas yang sangat mewah muncul dengan membawa tongkat emas yang dihiasi kristal merah. Bagian atas kepala wanita itu tertutup oleh kerudung panjang hingga ujungnya terseret di lantai.


Wanita itu memiliki tubuh yang tinggi sekitar 1,7m dengan kulit putih halus. Rambutnya emas gelap lurus dan panjang mencapai pinggang. Wajahnya sangat cantik dan halus dengan senyum lembut di wajahnya. Seluruh tubuh memancarkan aura mulia yang anggun dan sulit di tolak. Pupil matanya sangat unik dengan mata kanan berwarna emas dan mata kiri berwarna perak, membuatnya terlihat lebih mulia. Lekuk tubuhnya tidak bisa dilihat dengan jelas karena tertutup oleh jubah panjang yang berlapis-lapis, namun tidak peduli seberapa banyak penutupnya, dadanya yang bangga tidak dapat disembunyikan di bawah lapisan kain.


Agnes Adelaide mewarisi posisi saint dari ibunya yang merupakan saint terdahulu. Keluarga Adelaide adalah keluarga bangsawan berdarah murni yang di akui sebagai darah paling murni dari sang Saint di masa lalu yang telah membebaskan seluruh daratan dari cengkraman kegelapan. Hingga saat ini, keluarga Adelaide di anggap sebagai keluarga suci yang menjadi pendiri sekaligus pemimpin Euriga Theocracy.


Di belakangnya, tujuh orang: tiga wanita dan empat pria berpakaian mantel parit abu-abu emas berjalan dengan tubuh tegak sambil membawa pedang di pinggang mereka.


Begitu kelompok itu muncul, semua yang ada di dalam kapel langsung menunduk dengan hormat dan berteriak serentak:


"Kami menyambut sang Saint dan Tujuh paladin starlight."


Sang Saint tersenyum dan mengangguk menghadap para petinggi agama itu. Tujuh kesatria paladin dengan setia berdiri di belakang saint dengan postur tegak dan tatapan tegas mereka.


Agnes:"Bangunlah para pemuja Dewi bintang fajar yang setia. Untuk menyambut hari langit berbintang seperti biasanya, kita akan melakukan ritual pemberkatan bagi anak-anak yang sampai pada usia dewasa dan siap mengabdi pada seluruh Theocracy."


Hari langit berbintang hanya berlangsung sekali dalam tiga tahun. Di sebut sebagai hari langit berbintang Karen sepanjang siang dan malam langit akan terlihat cerah tanpa awan. Selain itu, cahaya matahari akan menjadi lebih redup dari biasanya dan membuat bintang-bintang dapat dilihat di langit siang.


Saat bintang-bintang bersinar sepanjang hari, mereka menganggap bahwa hari itu adalah hari dimana berkah bintang-bintang dapat di berikan kepada manusia.


Pada hari ini, semua anak yang mencapai usia kedewasaan 9-12 tahun akan datang ke House of Starlight untuk menerima pemberkatan itu.


Bersama dengan suara lonceng yang berdering, sekelompok anak-anak datang dengan dikawal oleh beberapa orang berjubah kuning pudar. Anak-anak itu hanya mengenakan kain kasa putih sederhana yang menutupi tubuh mereka.


Begitu sampai di kapel, anak-anak itu pergi ke platform dan berlutut dengan saleh di depan patung Dewi bintang fajar. Mereka menyanyikan doa-doa yang merdu diikuti oleh para pemimpin agama dan berbagai macam instrumen.


Agnes yang juga ikut bernyanyi mengangkat tinggi tongkat emas yang ada di tangannya, lalu menghentakkan tongkat itu ke lantai yang menyerupai langit berbintang.


Dentang...!


Saat ujung tongkat memukul lantai, suara logam langsung bergema di seluruh ruangan. Ujung tongkat membentur lantai yang padat dan membuat riak yang menyebar ke seluruh ruangan seperti permukaan air.


Bintang-bintang yang tercermin di seluruh ruangan bersinar lebih cerah dengan cahaya berbagai warna. Cahaya-cahaya itu berkumpul menjadi ratusan kelompok cahaya yang lebih besar. Kelompok cahaya itu melayang dan jatuh ke dahi ratusan anak anak yang mengalami pembaptisan cahaya bintang.


Cahaya yang indah mekar di tubuh anak-anak itu. Tak selang berapa lama, cahaya itu mulai memudar dan meninggalkan jejak bintik perak di dahi anak-anak itu.


Agnes:"Tanda bintang telah tercetak di dahi kalian. Tanda itu akan terus berevolusi sesuai dengan kemampuan dan bakat kalian. Dengan memperoleh tanda bintang, itu juga menandakan bahwa mulai dari sekarang kalian akan bertanggung jawab atas tindakan kalian sendiri."


Di Euriga Theocracy terdapat sebuah aturan yang mengatakan bahwa anak-anak yang belum memperoleh «Star Sign» tidak dapat dinyatakan bersalah atas segala tindakan mereka. Semua kesalahan akan di tanggung oleh orang tua, termasuk segala jenis hukuman. Namun, setelah anak-anak itu memperoleh Star sign, kesalahan dan hukuman akan ditanggung oleh mereka sendiri.


Dengan aturan ini, orang tua akan mengajari hal-hal yang baik terhadap anak mereka sejak kecil untuk menghindari anak mereka membuat masalah dan mengharuskan orang tuanya menanggung segala konsekuensi dari tindakan mereka. Setelah anak berusia sembilan tahu dan di nyatakan dewasa, mereka sudah akan terbiasa oleh pendidikan orang tuanya, jadi aturan ini memberikan efek yang cukup baik, meskipun tidak jarang akan ada efek buruk.


Anak-anak itu dan semua orang di ruangan berseru secara serentak.


Agnes:"Dengan demik_"


Suara Agnes tiba-tiba terhenti. Semua bintang-bintang bersinar dengan cahaya emas, membuat semua orang kecuali beberapa orang berpangkat tinggi menjadi bingung dengan kejadian aneh ini.


Mata emas dan perak Agnes bersinar terang bersama bintang-bintang dan seluruh ekspresi di wajahnya menghilang seakan Agnes berubah menjadi payung tanpa ekspresi dengan dua mata yang bersinar.


Sekitar satu menit berlalu, semua cahaya kembali redup dan kembali ke keadaan semula. Cahaya di mata Agnes memudar secara perlahan. Begitu cahaya menghilang, tubuh Agnes terhuyung dan akan jatuh ke lantai.


Tiga kesatria paladin di belakangnya segera pergi ke tubuh Agnes dan mencegahnya jatuh. Melihat pemandangan seperti itu, semua orang menjadi panik dan seluruh kapel menjadi sedikit berantakan.


"Yang Mulia Saint...!"


"Saint...!"


"..."


Agnes:"Saat langit gelap dan wajah badut putih tertawa di langit... Awal kekacauan... Kekacauan seluruh benua akan dimulai... Cahaya perak... Barat..."


Dalam pelukan paladin wanita, Agnes berbicara dengan suara yang sangat lemah dengan mata yang masih tertutup. Suaranya terputus bersama dengan kesadarannya yang memudar. Agnes pingsan dan seluruh kota menjadi panik hingga para petinggi menenangkan semua orang dan Agnes dibawa ke kediamannya.


.....


(Filia)


Regalia...


"Berapa lama ini. Sepertinya penurunan dan degradasi benar-benar menjadi sangat parah. Semua menjadi jauh lebih lemah daripada masa itu."


Suara orang itu terdengar pelan dan malas. Matanya mengembara ke sekitar dengan penasaran. Dia mengarahkan tangannya ke tempat beberapa orang berkumpul. Salah satu dari orang-orang itu tiba-tiba menjerit dan sebuah asap putih melayang dari kepalanya ke tangan sosok itu. Orang yang mengeluarkan asap putih langsung mengering seperti kayu tua dan mati.


"Hahahaha.... Gavin sialan, ternyata kamu sudah mati.... Hahahaha...."


Itu adalah cara membaca ingatan yang sangat kejam dan tidak efektif. Cara yang sangat terbelakang. Aku hanya melihat penampilan pria itu yang sedang tertawa dengan gila.


Gavin St. Glorius adalah raja pertama Kerajaan St. Glory atau sering disebut sebagai kerajaan cahaya kuno dan raja yang sangat di hormati setelah menyingkirkan kegelapan di seluruh benua Erasion. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi dari apa yang di katakan sosok itu, mungkin dia ada hubungannya dengan kerajaan cahaya kuno yang pernah menguasai seluruh daratan.


"Dengan kekuatanku saat ini, tidak akan ada.lagi yang akan menjadi tandinganku... Hahaha..."


Orang itu tertawa cukup lama dan terlihat seperti orang gila. Setelah lelah tertawa, akhirnya pandangannya kembali tertuju padaku. Jika aku tidak ingin mencari sensasi pertempuran, aku sudah lama membunuh orang bodoh itu yang mengabaikan musuh di sekitarnya.


"Hmph...!"


Dia mendengus dan melambaikan tangannya ke arahku. Asap hitam tebal keluar dari tangannya ke arahku seperti gelombang tsunami di langit.


Serangan seperti itu ke arahku?!. Sombong...!


Dentang....!


Aku menghentakkan tongkat di tanganku dan menimbulkan suara benturan di langit, seakan ujung tongkat membentur permukaan yang keras. Riak emas muncul di kekosongan dan nampak sangat menarik perhatian di langit yang suram ini.


Saat asap hitam mendekat ke arahku, riak emas bertemu dengan asap hitam itu dan menghilangkannya tanpa perlawanan. Riak emas masih berlari dengan cepat di udara menuju ke arah sosok itu.


Bang...!!


Sosok itu mengembunkan perisai hitam transparan di depannya untuk menyambut seranganku. Perisai itu langsung retak dan dia mundur beberapa langkah. Serangan yang dia luncurkan setara Tier dua, sementara seranganku setara dengan puncak Tier dua yang dua kali lebih kuat sehingga dia yang tidak siap harus mundur beberapa langkah.


Tanpa menunggunya, aku mengeluarkan seluruh auraku tanpa menahan diri. Sejak awal dia tidak terlalu memperhatikanku karena aku menyembunyikan aura Tier empat milikku.


Begitu auraku terbuka sepenuhnya, angin langsing berhembus dan semua orang di bawah Tier empat langsung berlutut di tanah. Tekanan aura aku tujukan langsung kepada sosok itu, jadi dia adalah orang yang terkena dampak paling besar.


"Bagaimana mungkin.... Aura ini, ini lebih mengerikan daripada Gavin...!!"


Jika aku memperkirakan dengan tepat, Gavin itu harus berada di Tier empat awal sementara sosok itu berada di Tier empat yang hampir mencapai Tier empat menengah. Sementara aku, meskipun aku berada di Tier empat awal, tapi aku memiliki domain dan dengan jiwa Tier lima, auraku setara dengan puncak Tier empat yang hampir empat kali lebih mengerikan daripada sosok itu.


Filia:"Aku sangat menantikan pertarungan ini, jadi bertarung lah dengan serius..."


(Akhir dari chapter ini.)


Nenek buyutku mengalami sakit dan meninggal tiga hari lalu diusianya yang ke 116.