Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 112: Kekacauan Ruang Waktu



"persyaratan terpenuhi...., penggabungan dimulai..."


setelah suara itu menggema di kepalaku, ke dua kristal itu mulai bercahaya dan bergetar. ke dua permata itu melayang di udara dan banyak rune yang berputar mengelilingi ke dua permata itu seperti ular yang melilit.


krak....!!


suara retak yang tajam terdengar di telingaku. aku melihat ke dua permata itu di tutupi oleh retakan yang padat. retakan terus bertambah hingga pada akhirnya lapisan kristal hancur sepenuhnya.


karena lapisan kristal hancur, pupil emas dan ungu itu terpampang ke udara, melayang, dan bercahaya. memberikan kesan suci yang tidak bisa di ganggu gugat. rune yang rumit terus berputar mengelilingi ke dua pupil itu, seperti pengawal yang paling setia.


tiba-tiba, dua pupil mata yang melayang dengan tenang itu bercahaya dan melesat dengan cepat ke arahku. karena terlalu cepat, aku hanya melihat kilatan cahaya di depan mataku. setelah itu, aku merasakan perasaan aneh sedikit gatal di mataku. perlahan, perasaan gatal itu berubah menjadi rasa sakit yang seperti membelah kepala.


Ahhhhh.......!!!


aku terkejut dengan rasa sakit yang tiba-tiba dan berteriak sekuat tenaga. sakit, ini benar-benar sakit sekali. apa yang harus aku lakukan, otot-otot dan otakku menegang karena rasa sakit..tenang, aku harus tenang. aku harus memikirkan cara.


aku mencoba mengalirkan mana di tubuhku ke area mata, tapi tindakan itu justru membuat rasa sakit yang aku rasakan menjadi berlipat ganda. tidak ada yang bisa aku lakukan, tubuhku terasa berat, dan aku tidak bisa bergerak. baik kekuatan mental ataupun Skill ku tidak bisa di gunakan. seluruh kekuatan mentalku seperti tertutupi oleh sesuatu.


aku menutup mataku dengan erat. mencoba untuk menahan rasa sakit. meskipun hal itu tidak berguna, tapi tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan. sangat sakit...


ini sangat menyakitkan. aku merasa bahwa kepalaku seperti akan hancur kapan saja. tiba-tiba pengelihatanku menjadi melamun dan dunia tampaknya berputar tak terkendali. pemandangan di depanku berubah-ubah dengan cepat. aku bisa melihat berbagai hal yang sangat aneh.


berbagai macam peristiwa yang belum pernah aku lihat sebelumnya, berbagai macam makhluk dan ras yang aneh. semua pemandangan yang asing bagiku. semua hal itu tumpah seperti air terjun yang langsung masuk ke dalam kepalaku secara langsung. masa lalu, masa depan, berbagai macam ruang bercampur menjadi satu dalam ingatan ini.


aku tidak tahu apa uang terjadi, tapi setelah semua itu, pengelihatanku menjadi buram dan gelap...


.....


(sudut pandang Felmina)


hari ini benar-benar melelahkan. terlalu banyak yang harus aku pelajari. terutama pelajaran mengenai bangsawan, itu benar-benar membosankan. semua itu di tambah dengan tugas yang dua kali lipat dari biasanya. kalian tanya kenapa?. itu karena aku lupa membuat sastra yang diperintahkan kepadaku kemarin, jadi aku harus menggandakan tugas hari ini sebagai hukumannya. satu-satunya pelajaran yang bisa aku nikmati adalah saat berlatih pedang. memang akhir-akhir ini agak hambar karena kakak tidak berlatih bersamaku, tapi aku tahu kalau kakak memiliki masalahnya sendiri, terutama kakak baru saja sembuh.


karena terlalu lelah, aku langsung beristirahat setelah aku menyelesaikan jadwal pendidikan hari ini. aku sangat merindukanmu ibu (Harnas). aku tidak tahu apa yang di lakukan ibu sekarang. aku hanya berharap bahwa dia baik-baik saja.


Felmina:"Rurui, ambilkan aku segelas air!"


aku memanggil Rurui yang sedang merapikan beberapa buku yang sedikit berhamburan di atas meja. buku-buku itu merupakan hal yang harus aku pelajari dan hafalkan segera. aku tidak mau harus mengerjakan tugas dua kali lipat lagi karena tidak bisa menghafalkannya besok.


Rurui:"baik putri"


Rurui membungkuk dan pergi segera setelah aku memberikan perintah. aku juga memperhatikan, bahwa setelah Rurui belajar dari kak An, dia menjadi jauh lebih baik. dia pasti sudah berusaha keras. satu hal yang aku sayangkan, karena kakak sekarang sudah mulai pergi ke akademi aku akan jarang bertemu dengannya. apalagi ibu pernah mengatakan bahwa kakak akan tinggal di asrama. saat memikirkannya, entah kenapa aku merasa sedikit kesepian.


tak lama setelah Rurui pergi, dia kembali lagi dengan membawa segelas air putih di sebuah nampan logam. setelah Rurui menutup pintu, dia menyodorkan segelas air itu kepadaku yang sedang bersandar malas di sandaran tempat tidur.


Rurui:"ini air anda putri"


aku mengambil air itu dan langsung menenggaknya.


ahh....


rasa air yang segar dan perasaan dingin langsung meluncur di sepanjang tenggorokanku, dan melegakan tenggorokan yang terasa agak kering. karena di dunia ini belum ada polusi, jadi rasa airnya pun menyegarkan, tanpa rasa logam ataupun bau aneh. aku meminum dan menghabiskan segelas air itu dengan sekali teguk dan menghela nafas dengan nikmat. inilah berkah alam.


Felmina:"terima kasih"


aku berterima kasih sambil meletakkan gelas yang sudah kosong itu kembali ke dalam nampan yang berasa di tangan Rurui.


Rurui:"suatu kebanggan bagi saya"


Rurui:"aku merasa bahwa kamu semakin mirip dengan Ilma dan kak An"


Rurui:"dua senior telah mengajari saya, putri"


Felmina:"um... kamu bisa keluar, aku mau beristirahat"


Rurui:"baik, putri"


setalah Rurui keluar, aku mulai meringkuk di bawah selimut hangat sambil memeluk boneka beruang besar yang di berikan kakak kepadaku. boneka ini sangat lembut dan nyaman untuk si peluk, tapi kakak pernah bilang kalau boneka ini merupakan senjata yang kuat. meskipun kakak juga bilang kalau aku tidak bisa menggunakannya.


sambil menikmati kelembutan yang ada di pelukanku, aku mulai mengantuk. tanpa di sadari, aku mulai kehilangan kesadaranku dan tertidur.


.....


Swoss....!!!


...???


entah berapa lama aku tertidur, tapi aku tiba-tiba di kejutkan oleh Hypnic jerk yang tiba-tiba. aku lupa mimpi apa yang aku alami, tapi yang aku ingat bahwa mimpi itu tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk. jantungku berdebar hebat dan keringat dingin mulai mengembun di dahiku.


perlahan aku mulai menenangkan diri ku dan melihat sekeliling. setelah kesadaranku pulih dari linglung, aku menyadari bahwa ada perasaan aneh dari yang aku rasakan. tubuhku terasa jauh lebih berat, dan ada perasaan yang aneh di hatiku.


karena penasaran, aku ingin keluar dari kamar dan mencari tahu apa itu. saat aku membuka pintu kamarku...


Brak...!!


ini...??


tiba-tiba tubuhku terasa sangat berat hingga aku terjatuh ke lantai. perasaan takut, hormat, dan perasaan lain yang aneh tiba-tiba membanjiri hatiku. entah kenapa aku merasa ingin berlutut...


aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku yakin bahwa perasaan ini berasal dari kamar kakak. apakah ada sesuatu yang terjadi pada kakak?.


tap... tap... tap...!!


saat aku masih terduduk linglung di lantai, tiba-tiba aku mendengar langkah kaki yang menaiki tangga dengan tergesa-gesa. aku menoleh dan melihat nenek bersama beberapa orang yang berjalan cepat menghampiriku dengan wajah yang khawatir.


nenek segera menghampiriku dan membantuku berdiri.


Felmina:"ne, nenek..."


entah karena hatiku yang panik atau apa, aku tanpa sadar langsung menenggelamkan wajahku ke dalam pelukan nenek. aku hanya merasa sedikit lebih nyaman setelah melakukan ini, dan kepanikan di dalam hatiku mulai mereda.


Trainee:"sayang, ada apa?"


sambil mengelus kepalaku dengan lembut, nenek bertanya tentang apa yang terjadi. matanya terus tertuju pada kamar kakak yang tertutup rapat.


Ilma melangkah maju ke kamar kakak dan mengetuk pintu. kekhawatiran terlukis dengan jelas di wajahnya. bahkan Ilma sedikit pucat saat ini. aku mendengar dari kakak bahwa ilma memiliki kemampuan mental yang langka, jadi ilma akan lebih peka dengan lingkungan sekitarnya.


tok... tok... tok...!!


Ilma:"Putri..., apakah anda baik-baik saja?"


Ilma terus mengetuk dan memanggil kakak dengan lembut, tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam ruangan.


Trainee:"dobrak!!"


"Baik!"


seorang kesatria ber-armor perak dengan tubuh yang tinggi, dan otot-ototnya yang kekar terlihat dari celah-celah armor nya, melangkah maju dan mendekati pintu.


Ahhhh.....!!!


tapi sebelum kesatria itu belum sempat mendobrak, tiba-tiba terdengar suara teriakan menyakitkan dari dalam ruangan. tidak perlu di ragukan lagi, itu adalah suara kakak yang sedang berteriak. aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku tahu bahwa kakak pasti sedang dalam kesulitan.


Trainee:"Apa yang kamu lakukan...!!. cepat dobrak pintunya...!!"


nenek memarahi kesatria yang berhenti setelah mendengar teriakan itu, dan membentak kesatria dengan suara yang keras. matanya memancarkan kilau kemarahan yang menakutkan, tapi ini adalah kemarahan yang lahir dari kepanikan dan kekhawatiran yang bercampur aduk di dalam hati nenek.


menanggapi nenek yang matanya seakan menyala seperti obor, kesatria itu ketakutan dan langsung mendobrak pintu dengan keras. karena pintu itu telah di Enchant dengan rune penguat, maka perlu banyak usaha dari kesatria itu.


setelah berulang kali mencoba, akhirnya pintu itu terbuka setelah percobaan ke tiga. aku melihat lengan yang di gunakan untuk mendobrak pintu memerah karena benturan keras, tapi tidak ada yang memperhatikan hal itu. bahkan kesatria itu tidak memperhatikan keadaan lengannya sendiri, dan dengan khawatir membuka pintu.


saat pintu itu rusak dan terbuka sepenuhnya, pemandangan yang mengejutkan semua orang tersaji di hadapanku. untuk beberapa saat, semua orang membeku dan terpana melihat pemandangan yang mustahil ini.


entah pemicu macam apa yang telah di tekan, tiba-tiba semua orang sadar secara bersamaan dan berlari ke ambang pintu.


yang kami lihat di balik pintu adalah sebuah pemandangan yang sangat luar biasa. pemandangan itu berupa pemandangan luar angkasa yang di penuhi bintang-bintang dengan berbagai warna. selain bintang-bintang, di kejauhan juga terlihat berbagai macam planet dengan berbagai macam warna yang indah. seluruh pemandangan terlihat seperti pemandangan luar angkasa yang sesungguhnya. melihat pemandangan ini, aku merasa bahwa aku sedang melihat jagat raya yang tidak ada ujungnya. lebih aneh adalah bahwa ada bayangan jam raksasa transparan yang nampak menyatu dengan ruang ini. jarum di jam itu menunjukkan pukul 12:59. suara detak jam yang keras dan beraturan seperti memberikan perasaan yang aneh.


Trainee:"dimana Filia??"


setelah mendengar kata-kata itu, tidak ada waktu untuk menghargai pemandangan yang aneh ini. mata semua orang mulai berkeliaran melihat seluruh ruangan dari ambang pintu untuk mencari kakak.


Ilma:"disana!!"


Ilma berteriak dan menunjuk ke lokasi tertentu. semua orang mengalihkan perhatian mereka ke arah yang di tunjuk oleh Ilma, dan melihat kakak sedang berlutut dengan wajah kesakitan. darah terus mengalir dan menetes dari ke dua matannya. di bawah kakak yang sedang berlutut terdapat gambar jam emas ilusif yang terus berdetak dan beberapa Centimeter di atas kepalanya terdapat sebuah lingkaran. lingkaran itu seperti piringan akresi sebuah lubang hitam yang berputar dengan kecepatan tinggi. tapi anehnya, piringan akresi itu berwarna ungu, dan di tengahnya terdapat lubang gelap yang tak berujung.


Ilma:"Putri...!!"


Trainee:"tunggu...!!"


Ilma mencoba untuk berlari langsung dan menghampiri kakak, tapi dia di hentikan langsung oleh nenek sebelum melangkah melewati ambang pintu.


nenek melirik seorang kesatria yang berada di belakangnya. kesatria itu mengangguk dengan hormat dan melangkah langsung ke dalam ruangan.


setelah kesatria itu memasuki ruangan, tiba-tiba dia langsung berpindah sejauh beberapa ratus meter dari ambang pintu. kesatria itu seperti berteleportasi. kesatria itu berteleportasi secara acak ke berbagai posisi. jika di lihat, setiap lompatan, penampilan kesatria itu berubah. kadang-kadang dia akan terlihat seperti orang tua, anak muda, bahkan seorang bayi. tak lama, terdapat sebuah riak ungu seperti riak dalam air dan setelah kesatria itu terkena riak ungu itu, dia langsung menghilang dari tempatnya dan terlempar ke ambang pintu. tiba-tiba aku merasa seperti ada yang menarikku.


Bang...!!


suara benturan terdengar keras segera setelah nenek menarikku menyingkir dari ambang pintu. suara benturan itu adalah kesatria yang terlempar melintasi ruang dan menghantam dinding dengan keras. kesatria itu memuntahkan darah dan kehilangan kesadarannya segera.


Trainee:"kamu baik-baik saja, sayang?"


nenek melihatku dan bertanya dengan prihatin.


Felmina:"saya baik-baik saja, nenek"


Trainee:"sebenarnya apa yang terjadi?"


nenek mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan bertanya dengan bingung. meskipun nenek sangat khawatir, dia tetap mencoba mempertahankan rasionalitasnya, dan berfikir jernih.


aku juga memperhatikan ruangan itu, dan berfikir. tiba-tiba kilasan inspirasi datang kepadaku.


Felmina:"mungkinkah ini kekacauan ruang dan waktu!?."


(akhir dari chapter ini)


maafkan aku karena lama tidak update. setelah beberapa kesibukan telah selesai hari ini, aku berjanji untuk selanjutnya akan update seperti semula. see you next time;)