Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 211: Totem.



Saat aku kembali melewati tempat perawatan Mecha, aku berhenti sebentar dan memandangi ke sepuluh Mecha besar itu. Ya, itu Mecha besar, bukan Mecha raksasa.


Menurut apa yang aku tahu, Mecha raksasa memiliki ukuran yang sangat besar yang merupakan gabungan dari beberapa kapal luar angkasa yang bergabung menjadi satu. Aku pernah melihat Mecha seperti itu beberapa kali saat perang melawan Extraterrestrial Being.


Pertarungan itu sangat mengagumkan. Apalagi Mecha itu setara dengan dewa Tier enam biasa, dan mungkin sedikit lebih kuat. Tapi tentu saja jika di bandingkan dengan dewa dengan domain, Mecha itu akan tetap kalah jauh, kecuali bahwa di dalam Mecha itu terdapat dewa domain yang mengendalikannya.


Meskipun demikian, Mecha bisa di kendalikan oleh pemain di bawah Tier enam untuk mendapatkan kekuatan Tier enam. Itu adalah hal yang sangat menguntungkan, terutama jika bisa di produksi dalam jumlah besar. Dalam Medan perang, Mecha dapat menjadi kekuatan tempur yang sangat kuat.


Di katakan seperti itu, tapi untuk produksi dan materialnya sendiri sangat sulit, jadi hampir mustahil untuk membuat Mecha dalam jumlah besar jika tidak memiliki sumber daya yang bisa mengimbanginya.


Dan lagi, cetak biru untuk Mecha divine Tier juga sangat sulit di temukan. Jikapun ada, itu akan menjadi harta kerajaan. Sister Argen beruntung untuk mendapatkan cetak biru itu setelah dia mendapatkan sebuah peta kuno yang menunjukkan lokasi reruntuhan kota besar sebelum perang para dewa.


Kota itu terkubur jauh di dalam tanah dan masih bisa di katakan sangat bagus untuk infrastruktur manusia. Di dalamnya hampir semua item sudah hancur karena usia, termasuk Mecha. Tapi di gudang istana reruntuhan kota itu, sister Argen menemukan sebuah kotak sihir yang berisi cetak biru Mecha. Karena biaya pembuatan dan material yang terbatas, Moon Palace hanya membuat sepuluh unit yang masing-masing dari kami mendapatkan dua unit.


Aku berhenti memperhatikan Mecha itu dan berjalan masuk ke ruangan tempat Mecha di rawat.


"Yang Mulia...!."


Begitu aku masuk, semua yang melihatku segera menyapa. Aku mengeluarkan token segi lima Moon Palace yang sudah bergabung menjadi satu. Token itu melayang di udara dengan berbagai warna.Senua data dari kesepuluh Mecha muncul di hadapanku.


Saat membaca data dari Mecha, aku harus mengagumi kemampuan dari para kurcaci untuk merawat Mecha selama bertahun-tahun.


Filia:"Kerja keras untuk kalian semua. Setelah kita mendapatkan material yang cukup, kalian bisa membuat berbagai senjata dan peralatan."


"Terima kasih atas kebaikan anda, Yang Mulia."


Hadiah terbaik bagi para kurcaci ini bukanlah liburan atau emas, tapi sebuah pekerjaan. Mereka adalah tipe makhluk gila kerja yang akan sangat tidak nyaman jika tidak bekerja. Mereka sangat suka bekerja, terutama pekerjaan yang berkaitan dengan mesin dan senjata.


Aku harus memaklumi itu, apalagi mereka berada di bawah pengasuhan dari sister Argen. Di dalam Moon Palace, kami berlima memiliki kelebihan sendiri.


Sister Argen, dia sangat pandai dalam mesin dan program. Bahkan di dunia nyata di usianya yang masih muda, dia sudah memadai salah satu insinyur Mecha dan kapal luar angkasa di perusahaan milik kakek. Dia adalah programmer dan ahli tekno terbaik di Moon Palace.


Untuk sister Hel, dia adalah seorang maniac mayat. Dia kuliah untuk menjadi dokter forensik dan berhasil lulus di usia dua puluh tahun yang masih sangat muda. Selain menjadi ahli forensik, dia juga sangat pandai dalam medis dan pembedahan. Dia bisa menghafal dan mengetahui struktur makhluk hidup dengan baik. Dia adalah dokter dan ahli strategi terbaik di Moon Palace. Dia adalah legiun satu orang yang dapat memerintah ratusan ribu mayat hidup.


Sister Zaqqum Adalah ahli dalam botani. Dia meneliti berbagai macam flora langka saat di dunia nyata. Karena penelitiannya, dia berhasil merekayasa sebuah tanaman yang dapat hidup di planet mars. Meskipun itu hanya keberhasilan di tahap awal, tapi dengan itu dia menjadi salah satu kunci dalam penelitian umat manusia untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi manusia di luar bumi. Di Moon Palace, dia adalah seorang magic caster terkuat di Moon Palace. Terutama sihir tanamannya yang sangat menakutkan.


Dan untuk sister Affinis, dia juga sangat ahli dalam teknologi dan biologi, tapi keterampilannya yang paling menonjol, adalah dia seorang ahli genetika dan serangga. Dengan kemampuannya itu, dia menjadi meneliti bioteknologi yang sepenuhnya bertentangan dengan cara kerja teknologi dari sister Argen. Itulah kenapa mereka sering berdebat. Yah, meskipun bertentangan, tapi bioteknologi juga memerlukan sistem kerja teknologi dan biologi, untuk menggabungkan makhluk hidup dengan mesin. Namun cara kerjanya sama sekali tidak manusiawi dengan menjadikan makhluk hidup sebagai senjata, atau menjadikan senjata memiliki kehidupan yang lengkap, yang sepenuhnya bertentangan dengan keyakinan sister Argen bahwa mesin adalah alat untuk membantu manusia.


Cara kerja seorang Bioteknologi adalah hal yang paling di benci di seluruh Alterion karena mereka di anggap tidak bermoral. Terutama setelah kejadian pertarungan di gurun sepi saat masih di Alterion. Saat itu, kami harus menghadapi ratusan guild kecil dan sedang di sebuah event. Sister Affinis membuat senjata biologis yang sangat menyimpang. Dia membuat Homocullus berbentuk bayi yang lucu untuk bertarung.


Bayi-bayi itu tidak kuat hanya sekuat Tier satu, tapi jumlahnya sangat banyak. Selain itu, setelah Homocullus mati, mereka akan menyebarkan wabah penyakit yang memberikan debuff kepada pemain lawan.


Tapi yang paling membuat marah pemain musuh adalah bahwa senjata biologis itu berbentuk bayi lucu. Bisa di bayangan betapa mengerikannya jika di Medan perang, lawan harus membunuh banyak senjata berbentuk bayi yang pasti akan sangat mempengaruhi mental mereka. Semua pemain di Alterion mengecam tindakan sister Affinis yang tidak bermoral itu hingga pihak pengembang game melarang sister Affinis untuk menggunakan senjata seperti itu lagi. Tapi itu hanya melarang, bukan berarti sister Affinis tidak bisa membuat senjata seperti itu. Awalnya aku juga sangat bingung kenapa pihak pengembang tidak membanned senjata itu tapi hanya memberikan larangan untuk di gunakan?!. Sekarang mungkin aku tahu bahwa pihak pengembang tidak memiliki kontrol terhadap dunia ini.


Karena senjata itu pula, kami berhasil menang dan sister Affinis mendapatkan Heart of Swarm dan menjadi ratu zerg yang sangat di takuti.


Dan untukku, aku hanya gadis lemah biasa di dunia nyata. Oh, benar. Aku adalah seorang insinyur senjata yang membantu ayahku di perusahaan senjatanya. Aku juga cukup baik untuk teknologi kapal luar angkasa dan sering membantu sister Argen bekerja di tempat kakek. Di Moon Palace, aku adalah petarung individu terbaik. Jika kalian membicarakan kemampuan bertarung individu, mungkin di seluruh Alterion kalian tidak akan menemukan yang di atasnya. Paling baik, mereka hanya bisa menyamai kemampuanku, tapi tidak akan pernah melampauinya.


Mengingat masa lalu, membuatku tersenyum tanpa sadar. Aku mengambil cetak biru pembuatan Mecha dan menyimpan kembali token Moon Palace. Aku melambaikan tanganku dan dua Mecha berwarna putih perak dan putih emas menghilang, berubah menjadi dua buah kartu kecil yang melayang ke arahku. Aku segera menyimpan kartu itu dan pergi dari sini bersama Arkne.


Aku kembali ke ruang takhta dan duduk di kursi takhta dengan santai.


Filia:"Arkne, bagaiman dengan tugas yang aku berikan kepadamu?."


Arkne:"Yang Mulia, selain sembilan dunia, kami menemukan sembilan semesta terdekat dan telah mencatat kordinatnya. Hanya saja, kami belum menjelajahi setiap semesta itu dengan teliti dan baru menentukan posisi. Kami masih ingin menemukan lebih banyak lagi alam semesta, tapi dengan kemampuan Moon Palace saat ini, mungkin dalam kurun waktu seratus tahun, kita hanya bisa menemukan kurang dari lima puluh alam semesta."


Aku mengangguk dan memikirkan kata-kata Arkne. Dalam dua belas miliar tahun ini, seluruh alam semesta telah bergeser dari kordinat semula dan titik koordinat telah hancur sejak lama. Karena itu, jika Moon Palace ingin menjelajahi banyak semesta, kami perlu menentukan posisi alam semesta itu dan memasang titik koordinat supaya kami tidak tersesat di ruang hampa.


Filia:"Untuk saat ini, gunakan sumber daya yang kita miliki untuk membentuk drone penjelajah dan menjelajahi sembilan semesta kuadran atas yang sudah kita temukan. Selain itu, tambang sebanyak mungkin sumber daya dari seluruh alam semesta untuk mencari lebih banyak semesta dan melewati kuadran."


Arkne:"Ya, Yang Mulia. Saya akan segera menyampaikan pesan anda ke bengkel produksi."


Filia:"Ya."


Dengan keadaan dunia Alterion saat ini, kecil kemungkinan akan ada dewa lain. Jikapun ada, aku yakin Moon Palace bisa melawan mereka. Dengan begitu, sumber daya dari banyak semesta akan menjadi milik Moon Palace. Apa tujuanku?. Mungkin karena jiwa petualang milikku, aku hanya ingin melihat lebih banyak dunia. Selain itu, aku khawatir dengan kekuatan luar yang mungkin menyerbu kapan saja. Dengan keadaan Alterion yang lemah saat ini, hampir tidak mungkin melawan jika musuh luar ingin menyerang.


Tapi mungkin musuh luar juga memiliki keadaan yang tidak lebih baik dari Alterion saat ini.


"Kakak..!"


Saat aku merenung, tiba-tiba aku mendengar suara gadis yang lembut dan manis dari pintu. Arene berdiri di ambang pintu sambil mengenakan piyama lucu berwarna biru muda. Di tangan kirinya, dia memeluk boneka kelinci besar dengan telinga panjang. Namun wajahnya terlihat sedih dan matanya memerah sambil meneteskan air mata di sudut matanya.


Melihat keadaannya yang menyedihkan, aku menjadi sedikit khawatir. Dia begitu sedih, apakah ada yang mengganggunya? Adakah yang berani mengganggu adikku?.


Aku segera pergi dan menghampirinya. Melihatku datang ke arahnya, Arene langsung memelukku dan menangis. Sebenarnya tinggi tubuhnya sudah hampir setinggi diriku. Setidaknya tingginya sama dengan anak usia sepuluh atau sebelas tahun, tapi usianya tidak sebesar itu. Itu hanya karena dia memiliki tubuh yang lebih tinggi dari anak seusianya.


Ku rasa, aku juga begitu. Aku masih berusia sembilan tahun tahun ini, tapi tinggi tubuhku sedikit lebih tinggi dari anak usia sebelas tahun.


Hiks... Hiks...


Arene terisak di pelukanku yang membuatku lebih khawatir.


Filia:"Arene, ada apa?, apakah ada yang berani mengganggumu?."


Arene:"Tidak, bukan itu."


Filia:"Lalu ada apa?."


Arene tidak berbicara dan hanya memelukku dengan erat. Aku melihat Arkne dan memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Arkne:"Mungkin Arene bermimpi buruk."


Mimpi buruk?. Hal yang tidak relevan seperti itu?. Perlu di ketahui bahwa Arene telah berlatih sangat keras dan sudah banyak membunuh musuh di Medan perang saat terjadi pemberontakan beberapa tahun lalu di Helheim.


Tapi jika aku memikirkannya lagi, mungkin mentalitasnya yang masih anak-anak akan menyisakan trauma, terutama saat aku mengingat masa lalunya yang tidak terlalu baik.


Arkne:"Akhir-akhir ini sepertinya warisan dari ras Aracnoid telah bangkit. Tentu anda tahu seberapa kejam warisan itu, jadi saat warisan itu muncul dalam mimpinya, dia merasa ketakutan."


Sekarang aku mengerti alasannya. Arene yang memiliki Totem Aracnoid juga akan mendapatkan warisan seperti keturunan Aracnoid. Tapi warisan seperti itu sangat berbeda dengan warisan berdarah murni seperti ku yang mewarisi warisan ras Phoenix.


Dengan warisan Aracnoid, Arene bisa menggunakan skill dan kemampuan dari ras Aracnoid, dan bahkan beberapa ingatan pendahulunya. Tapi kemampuan itu memiliki waktu aktifasi yang terbatas.


Tidak sepertiku dan Arkne yang keturunan Murni, kami bisa menggunakan semua skill warisan tanpa batas, sementara Arene, kemampuannya mirip seperti skill berserk.


Aku juga paham kenapa Arene ketakutan saat melihat warisan itu. Ras Aracnoid seperti Arkne adalah ras perang dan perusak. Mereka hidup dengan membunuh dan menghancurkan ras lain dan tidak pernah berhenti berperang. Peperangan dan pembantaian mereka sangat brutal dan mengerikan, inilah yang membuat Arene bermimpi buruk.


Filia:"Ok. Arene jangan takut, aku akan menemanimu tidur."


Arene mengangguk dan kami pergi ke kamarnya untuk tidur. Aku mengetahui dari Arkne bahwa Arene tidak bisa tidur selama setengah bulan ini, jadi aku merasa kasihan padanya.


Dia berbaring sambil memelukku. Perlahan, matanya tertutup dan tidur. Namun beberapa saat kemudian, alisnya berkerut dan dahinya mulai mengeluarkan keringat dingin.


Aku menyalurkan kekuatan mentalku untuk menenangkannya. Dalam mimpi Arene, aku melihat sebuah ladang pembantaian yang sangat luas dengan Tunggul dan mayat yang berserakan di seluruh lapangan.


Saat ini Arene sedang dalam ingatan seekor tarantula raksasa yang memimpin kawanan. Meskipun hujan panah dan sihir menghancurkan kawanan, kawanan itu terus maju dan membantai sebanyak mungkin musuh yang ada di depan mereka. Pertarungan ini sangat tragis dan mengerikan, itulah kenapa Arene bisa begitu takut.


Aku memandang jiwa Arene dan memeluknya supaya dia tidak ketakutan. Jiwa yang bergetar itu perlahan tenang dan mulai menyerap warisan.


Melihat bahwa Arene sudah tenang, aku mengambil kembali kekuatan mentalku dan mengawasi kondisinya. Tanduk pada Arene menyala dengan cahaya merah samar dan terus berkedip. Karena Arene tidak panik seperti biasanya, dia bisa memahami warisan dengan lebih baik. Karena tidak ingin menganggu, aku pergi dari kamar dan kembali ke ruang takhta.


Filia:"Bagaimana keadaan akhir-akhir ini."


Arkne:"Semuanya terkontrol dengan baik. Berbagai akademi besar dan kecil mulai berdiri di seluruh daratan. Selain itu, kami sudah memilih sepuluh ribu siswa yang akan di didik kembali di Moon Palace."


Sebenarnya aku merasa bahwa Moon Palace selama ini terlalu sepi. Di luar istana seharusnya adalah labirin, tapi kami memilih untuk membuat sebuah labirin kota yang sangat lengkap dengan biaya yang sangat besar. Tapi, kota itu terlalu sepi karena tidak memiliki banyak orang yang tinggal.


Maka dari itu, aku berencana untuk mengambil beberapa orang yang cukup baik untuk menempati kota, salah satunya adalah siswa terbaik dari Moonlight Academy akademi. Siswa-siswi itu akan di didik dengan pendidikan lebih lanjut untuk melayani Moon Palace di masa depan.


Filia:"Ya, aku akan memeriksanya sendiri. Dan, apakah portal telah terhubung ke sembilan dunia?."


Arkne:"Portal penghubung sembilan dunia masih dalam masa pembangunan, Yang Mulia. Jadi untuk saat ini, kita masih belum bisa menggunakannya "


Filia:"Ya."


Aku ingin melihat orang-orang yang berhasil lulus kualifikasi untuk belajar di Moon Palace, tapi saat ini Moon Palace sedang dalam mode malam, jadi aku perlu menunggu hingga esok hari.


Sambil menunggu, aku juga mendengar beberapa kabar baik dari Arkne. Kabar baik ini adalah kabar tentang pernikahan antara prajurit Moon Palace dan orang pribumi. Ada setidaknya dua puluh pasangan saat ini dari Helheim dan dari tempat orang-orang Chelt berada.


Saat ini mereka tinggal di Moon Palace. Menurut apa yang Arkne katakan, ada tiga keluarga yang telah memiliki anak dan Anak mereka memiliki segel Moon Palace seperti orang tuanya. Dengan begini, anak itu langsung resmi menjadi penghuni Moon Palace sepenuhnya sejak mereka lahir. Ini adalah berita yang bagus. Tidak semua orang di Moon Palace adalah pekerja berumur panjang, maka dari itu pasti akan ada kematian. Keturunan mereka bisa menjadi darah baru bagi Moon Palace untuk keberlangsungannya.


.....


Pada siang hari di Moon Palace, aku pergi bersama dengan Arkne dan Arene pergi ke akademi. Arene juga pergi ke akademi seperti siswa yang normal, tapi karena dia sudah di latih di Moon Palace sejak awal, Arene menjadi siswa terbaik di akademi.


Saat aku memasuki wilayah Akademi, aku melihat siswa yang lalu lalang. Mereka memakai pakaian siswa berwarna putih yang indah dan rapi khas pakaian bangsawan. Beberapa siswa duduk di bawah pohon besar di taman depan akademi dan membahas sesuatu. Bisa di katakan bahwa suasana akademi begitu damai. Akademi di Moon Palace sangat luas dan besar, sehingga meskipun ada sepuluh ribu siswa yang menempati, akademi masih terasa agak sepi.


Beberapa siswa yang melihatku, mereka nampak penasaran. Tapi saat mereka melihat Arkne, mereka membungkuk hormat dan terlihat cukup takut.


Filia:"Suasananya sangat damai di sini."


Aku melihat banyak anak-anak dari berbagai usia yang berjalan di area akademi dengan wajah bahagia. Beberapa siswa terlihat bingung sambil menatap buku yang ada di tangan mereka.


"Apakah itu anak baru?."


"Mungkin. Tapi dia bersama dengan sister Arene, apakah mereka saling kenal?."


"Mungkin saja. Aku ingin berbicara dengan sister Arene, tapi nona Arkne juga bersama mereka. Aku agak malu untuk maju."


"Ya, itu benar."


"Mungkin kita bisa mengajak sister Arene pergi ke event Minggu depan?."


"Ide bagus."


"Ya, aku setuju."


"..."


Aku mendengar beberapa bisikan dari anak-anak perempuan yang berdiri di dekat sebuah pohon. Aku tidak menyangka bahwa Arene akan cukup terkenal di kalangan siswa perempuan.


Usia mereka lebih besar daripada Arene, tapi di tempat ini adalah kekuatan dan prestasi yang di hitung, jadi karena pencapaian Arene lebih baik, mereka harus menghormatinya.


Filia:"Event apa Minggu depan?."


Aku sedikit penasaran. Jadi, aku mengajukan pertanyaan kepada Arkne.


Arkne:"Minggu depan adalah penyambutan siswa baru, Yang Mulia. Sambil menyambut siswa baru, siswa lama ingin mengadakan pekan raya untuk menyambut mereka dan saling bertukar sumber daya dengan siswa lain."


Ini cukup menarik. Aku jadi tertarik untuk melihat acara pekan raya itu. Bagaimanapun aku jarang melihat hal seperti itu, dan jika hal itu menarik, aku bisa juga mengadakannya di Regalia Kingdom.


Selain itu, aku ingin melihat bakat macam apa siswa baru itu.


Filia:"Ini sepertinya menarik. Aku akan datang."


Arkne:"Saya akan menyiapkan semuanya sebaik mungkin."


Filia:"Tidak perlu. Biarkan anak-anak itu yang mengatur semuanya supaya mereka belajar mengambil tanggung jawab untuk diri mereka sendiri."


Arkne:"Iya, Yang Mulia."


Arene:"Kakak, apakah kakak mau datang?."


Melihat mata Arene yang penuh harapan, aku hanya tersenyum dan mengusap kepalanya yang sedikit lebih pendek dariku.


Filia:"Ya. Kamu harus menjadi pemanduku."


Arene:"Ya!!."


Kami terus berjalan ke bagian dalam akademi. Bangunan akademi adalah bangunan modern lima lantai. Selain bangunan kelas, ada banyak bangunan lain dengan berbagai fasilitas, termasuk gedung pertarungan dan arena pertarungan Mecha.Tapi Mecha yang di gunakan adalah Mecha ukuran kecil yang hanya setinggi empat atau lima meter.


Tapi aku tidak datang ke tempat itu untuk saat ini. Aku hanya berkeliling dan melihat banyak siswa sedang membahas pelajaran mereka. Ini masih agak pagi, jadi kelas belum di mulai. Siswa hanya bisa duduk-duduk di sekitar akademi sambil berbincang dengan teman mereka.


Saat aku melewati sebuah tikungan di lorong, aku bertemu dengan sekelompok siswa. Kelompok siswa itu tidak terlalu berbeda dengan siswa lainnya, tapi salah satu dari mereka memakai eksoskeleton di tangan kanannya. Eksoskeleton itu berbentuk tangan yang dipakai di tangan dengan cakar besar dan terlihat sangat kasar. Hanya dari sekali lihat, aku tahu bahwa itu adalah yang mereka buat. Beberapa orang di sebelahnya melihat layar data sambil menghubungkan beberapa perangkat ke lengan mekanik itu.


Aku tahu bahwa mereka dari peradaban tanpa teknologi hitam seperti ini. Tapi hanya dengan belajar beberapa tahun, mereka sudah bisa menyesuaikan cara hidup mereka dengan Moon Palace. Melihat itu aku tersenyum dan berfikir bahwa Akademi ini menjadi semakin menarik...


(Akhir dari chapter ini.)


Jika menemukan kesalahan tolong segera memberitahuku di kolom komentar. Terima kasih...