Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 212: Siswa Baru.



Aku hanya berkeliling akademi dan melihat-lihat dengan santai. Meskipun begitu, karena akademi ini sangat luas, perlu waktu hampir satu hari penuh bagiku untuk berkeliling. Setelah memastikan bahwa tindakan akademi berjalan di jalur yang seharusnya, aku puas dan pergi meninggalkan akademi untuk kembali ke Istana.


Saat aku tiba di istana, seorang wanita berambut sutra hijau berlutut di hadapanku. Wajahnya menunduk dengan hormat tanpa berani menatapku.


Filia:"Angkat kepalamu."


Saat dia mengangkat kepalanya, wajahnya yang cantik dan lembut memberinya kesan bahwa dia adalah kakak perempuan lembut yang baik hati. Matanya yang berwarna hijau zamrud menatapku dengan penuh hormat dan pemujaan.


Filia:"Tubuhmu baru saja di bangun kembali. Kamu harus memulai segalanya dari awal lagi."


Nara:"Iya, Yang Mulia. Saya sudah sangat bersyukur dapat kembali dari jurang kegelapan tak berujung itu. Saya bersumpah akan selalu melayani anda, Yang Mulia."


Filia:"Aku menerima sumpahmu. Saat ini, Arkne akan membantumu naik level dan mengembalikan kekuatanmu."


Filia:"Terima kasih, Yang Mulia."


Aku menyuruhnya pergi ke gudang guild untuk mengambil peralatan yang cocok untuknya. Dengan peralatan yang baik, dia akan bisa naik level dengan lebih cepat.


Filia:"Arkne, aku serahkan dia padamu."


Arkne:"Saya mengerti."


Selanjutnya, aku perlu memikirkan cara untuk menemukan lebih banyak dunia dan memperbaiki peta bintang yang telah terlambat selama dua belas miliar tahun. Sebenarnya Moon Palace berhasil menemukan sembilan semesta lain dalam waktu yang begitu singkat sudah sangat luar biasa.


Itu semua karena kami mencari letak semesta melalui perkiraan dari peta yang kami miliki. Dengan beberapa perhitungan sederhana, kami berhasil menemukan sembilan dunia yang terpisah dari daratan utama. Aku yakin, selama sumberdaya mencukupi, Moon Palace akan bisa memperbaiki kembali peta bintang.


Selain peta yang menunjukkan letak semesta, kami juga harus menjelajahi setiap semesta untuk menentukan letak benda-benda langit di dalamnya, termasuk planet dan bintang.


Filia:"Arkne, katakan pada Mala untuk segera menemuiku!."


Arkne:"Sesuai perintah anda, Yang Mulia."


Arkne segara pergi. Hanya dalam waktu beberapa menit, Arkne kembali bersama Mala.


Mala:"Apa instruksi anda, Yang Mulia?!."


Dia langsung berlutut dengan kepala tertunduk. Suaranya tegas dan nyaring selayaknya anggota militer.


Fili:"Aku ingin kamu membuat pangkalan luar angkasa di setiap semesta yang kita kunjungi dan melakukan pemetaan secara menyeluruh di semesta itu dan juga untuk menambang sumber daya yang ada di luar angkasa. Selain itu, kamu juga harus membuat pabrik perakitan kapal luar angkasa untuk mencari jalan ke kuadran lain."


Malahayati:"Saya akan segera memimpin armada untuk menjalankan tugas anda, Yang Mulia."


Filia:"Bagus, pergilah!"


Malahayati:"Saya permisi!."


Mala segera pergi untuk menjalankan tugasnya. Aku merasa sangat senang karena memiliki bawahan yang dapat di andalkan seperti mereka.


Filia:"Arkne, kamu mengatur semuanya. Aku ingin beristirahat."


Aku langsung menggunakan teleportasi dan segera sampai di kamarku. Aku tidak segera tidur, tapi memikirkan cara untuk mempercepat eksplorasi dari Moon Palace. Namun sebelum itu, mungkin tidak ada salahnya untuk menjelajahi semesta yang telah di temukan oleh Moon Palace terlebih dahulu.


Aku ingin mencari planet kehidupan yang ada di setiap semesta itu. Perlu di ketahui, dalam Alterion hanya 1/ 3 triliun planet saja yang dapat di huni di setiap semesta, sisanya adalah planet gas, bola es ataupun bola api. Jumlah yang sangat kecil seperti itu akan sangat sulit di temukan di alam semesta yang luas.


Namun aku juga tidak perlu khawatir. Bukan hanya planet kehidupan saja yang memiliki sumber daya, tapi planet yang tidak layak huni juga memiliki banyak sumber daya termasuk berbagai jenis logam dan mineral berharga.


Bahkan di kekosongan juga mungkin untuk memburu makhluk luar angkasa dan membuatnya menjadi sumber daya. Tapi yang tidak kalah penting adalah, luar angkasa sendiri merupakan sumber energi yang hampir tak terbatas. Mulai dari bintang-bintang, energi gelap, materi bermasa negatif, dan lain sebagainya yang semuanya sangat bermanfaat untuk Moon Palace.


Materi bermasa negatif sangat penting bagi Moon Palace. Selain sebagai sumber energi utama, materi negatif juga berperan dalam perjalanan lintas cahaya serta pembentukan stargate yang membantu mobilitas pasukan Moon Palace.


Dengan materi negatif juga, Moon Palace dapat menciptakan worm hole yang dapat menghubungkan antara dua kuadran.


Dengan pemikiran seperti itu, sepertinya layak untuk memberi perintah supaya Moon Palace mengumpulkan lebih banyak sumber daya di angkasa lepas.


Tiba-tiba aku terduduk dan mengingat sesuatu.Saat masih di Alterion, banyak desain cetak biru dari berbagai jenis senjata dan peralatan yang tidak bisa kami buat karena keterbatasan sumber daya. Sekarang Moon Palace memiliki banyak sumber daya, bukankah aku bisa membuat benda-benda itu?!.


Pemikiran itu langsung membanjiri kepalaku. Aku bangun dan menghubungi bengkel untuk menyerahkan cetak biru kepada mereka dan memberi tahu Arkne untuk mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan.


Sepertinya aku akan menjadi sedikit sibuk...


.....


Satu Minggu telah berlalu dengan cepat tanpa aku sadari.


Saat aku sedang bekerja di bengkel perakitan, Arkne datang dan memberi tahuku bahwa acara penyambutan siswa baru akan di adakan hari ini.


Karena aku tidak terlalu sibuk, jadi aku ingin pergi. Aku bisa menyerahkan sisa pekerjaanku pada para kurcaci pekerja.


Aku membersihkan diri terlebih dahulu dan berganti pakaian biru. Saat aku selesai berganti pakaian dan siap untuk berangkat, aku melihat Arene sudah menungguku dengan tidak sabar.


Arene memakai seragam akademi yang berwarna putih bulan dengan ban emas di lengan kanannya. Ada dua jenis ban lengan di Moonlight Academy, Yakni: Ban emas dengan lambang bulan sabit yang menandakan bahwa dia adalah seorang Banners Holder yang berarti bahwa siswa itu adalah siswa terbaik di akademi. Jika ada siswa lain yang menginginkan ban lengan itu, maka dia harus menantang Banners Holder sebelumnya di atas ring dan memenangkannya. Dengan demikian, dia dapat merebut gelar Banners Holder itu.


Ban lengan yang kedua adalah ban lengan berwarna biru dengan lambang yang berbeda tergantung dari pencapaian siswa. Siswa yang memiliki ban lengan itu di sebut sebagai Title Holder. Para Title Holder adalah siswa yang memiliki pencapaian tertentu dan kemampuannya telah di akui oleh semua orang termasuk instruktur pengajar. Saat ini di Moonlight Academy ada lima siswa yang memiliki ban lengan tersebut. Salah satunya adalah Lusian, orang dari bangsa Celt. Kemampuannya berada di atas rata-rata dan bahkan melampaui ekspektasi ku. Dia bisa menjadi cukup kuat dalam kurun waktu yang singkat.


Saat ini dia berada di Tier satu puncak dan di sebut sebagai Son of Sword. Dia di beri julukan itu karena kemampuan berpedangnya sangat kuat, terutama saat perang ke dua di Helheim.


Arene:"Kakak, apa kita akan segera pergi?"


Filia:"Ya, ayo!."


Kali ini aku tidak menggunakan teleportasi untuk pergi ke akademi, tapi kami pergi menggunakan kapal. Jarak antara akademi dengan istana memang agak jauh, tapi dengan kapal terbang, hanya perlu dua menit bagi ku untuk tiba di tempat itu.


.....


Akademi...


(Listiana)...


Hari ini adalah hari yang paling aku tunggu. Aku adalah seorang tuan putri yang berasal dari Petram Empire di sisi lain dari daratan monster. Suatu hari, tiba-tiba negara kami di serang oleh orang asing. Di benua kemuliaan, negaraku adalah negara yang sangat kuat, tapi saat menghadapi orang itu, kekaisaran sama sekali tidak bisa berkutik. Saat itulah aku tahu bahwa ada kekuatan yang sangat mengerikan di dunia ini.


Tidak peduli seberapa banyak God of War yang menyerang orang itu, mereka bisa di hempaskan dengan sangat mudah. Tidak ada cara lain bagi kami untuk bertahan hidup selain dengan menyerah. Aku mengira saat kekaisaran menyerah, orang itu akan menjarah semua kekayaan negara kami, tapi ternyata tidak. Mereka membangun sebuah gerbang aneh yang menghubungkan benua kemuliaan dan benua monster.


Seluruh negara kuat dan akademi kuat di daratan monster telah di taklukan oleh kekuatan itu. Awalnya aku penasaran Kenapa mereka masih memiliki wajah yang bahagia setelah negara mereka di kalahkan, tapi akhirnya aku mengetahuinya.


Negara yang telah kalah dan menyerah tidak akan pernah di sentuh oleh kekuatan yang di sebut Moon Palace itu, tapi kerajaan yang telah menyerah harus menjadi bawahan mereka dan mengikuti perintah Moon Palace.


Selain itu, Moon Palace akan memilih orang yang memiliki bakat untuk di bawa ke Moonlight Academy yang berada di bawah kekuasaan Moon Palace. Mereka mengatakan bahwa orang yang memasuki Moonlight Academy akan mempelajari banyak pengetahuan baru dan tidak akan di kekang.


Mana mungkin hal seperti itu bisa terjadi?. Bagaimana bisa mereka memberikan pengetahuan berharga secara gratis dan tidak mengekang?. Aku tidak akan percaya hal seperti itu, tapi ternyata itu adalah hal yang nyata. Selain aku harus patuh pada aturan Moon Palace, aku bisa melakukan hal-hal milikku sendiri dengan bebas, termasuk membawa pengetahuan yang aku dapat kembali ke kekaisaran.


Setelah tiga tahun belajar di Moonlight Academy, aku mengetahui sedikit dari kekuatan yang di sebut sebagai Moon Palace itu. Pantas saja mereka tidak mengekang orang yang mendapat pengetahuan dari mereka, karena itu tidak perlu. Dengan kekuatan yang di miliki Moon Palace, mustahil untuk orang seperti kami bisa melawan. Bisa di katakan bahwa Moon Palace tidak mempercayai kami, tapi mereka sangat percaya pada kekuatan mereka sendiri.


Dalam waktu itu, aku belajar lebih keras dan akhirnya aku terpilih menjadi salah satu siswa yang beruntung untuk belajar langsung di Moon Palace.


Mengetahui itu aku sangat bahagia. Aku tidak tahu apakah ini adalah kemalangan atau keuntungan, tapi semenjak negaraku menjadi negara bawahan Moon Palace, negaraku menjadi jauh lebih maju dan lebih kuat dari sebelumnya. Rakyatnya juga menjadi lebih makmur setelah aku mentransfer apa yang aku pelajari dari Moonlight Academy ke kekaisaran.


Atas berkah ini, aku berjanji untuk bekerja lebih keras untuk berterima kasih kepada Moon Palace.


Ada seratus siswa lain yang terpilih selain aku. Mereka berasal dari sepuluh akademi di benua monster dan benua kemuliaan. Kami di jemput menggunakan kapal luar angkasa yang sangat besar berwarna hitam pekat dengan lambang Moon Palace di lambung kapalnya.


Meskipun ini bukan pertama kali aku melihat benda itu, tapi ini adalah pertama kalinya aku menaiki kapal luar angkasa. Bagian dalamnya sangat luas dengan berbagai fasilitas yang sangat lengkap. Panjang dari kapal luar angkasa yang menjemputku sekitar empat ratus meter, tapi menurut apa yang di katakan oleh orang-orang Moon Palace, kapal ini termasuk kapal ukuran kecil yang hanya berfungsinya sebagai kapal angkut.


Jelas, mengetahui hal ini membuat kami semua terkejut. Ini sangat luar biasa.


Listiana:"Aku menjadi sedikit tidak sabar untuk melihat seperti apa itu Moon Palace."


"Benarkah, aku juga."


"Ya, aku juga."


Aku tersenyum dan melihat ke arah kedua gadis yang duduk di samping kananku. Kami berkenalan dan menjadi teman dengan sangat cepat. Aku menyukai kepribadian mereka yang sederhana dan ceria, mereka bernama Adeline dan Roselle


Adeline berasal dari sebuah desa kecil di benua kemuliaan yang awalnya belajar di Dominate misty valley sementara Roselle merupakan anak seorang penatua dari Medicine Forest Domination. Mereka berhasil meraih salah satu dari sepuluh tempat teratas di akademi mereka, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk pergi ke Moon Palace.


Roselle:"Aku ingin tahu tempat seperti apa itu."


Adeline:"Yang jelas pasti ada banyak bakat dan orang kuat di sana."


Mendengar percakapan mereka berdua, aku harus mengangguk setuju. Lagi pula itu adalah pusat dari kekuatan Moon Palace. Mustahil jika tidak banyak orang kuat di sana, kan?!.


Hanya beberapa saat, kami tiba di sebuah dunia dengan langit yang berwarna merah terang. Aku melihat pemandangan itu melalui jendela dengan takjub. Aku belum pernah melihat pemandangan seperti ini.


"Ini sangat aneh dan luar biasa."


"Aku tidak tahu bahwa masih ada dunia dengan langit seperti ini."


"..."


Anak-anak yang lain sudah mulai berisik membahas tentang keanehan dunia ini. Di angkasa, aku bisa melihat bulan raksasa berwarna merah yang indah dengan sedikit nuansa menyeramkan.


Listiana:"Instruktur, dimana kita berada?."


Aku bertanya kepada salah satu instruktur dari Moonlight Academy bernama Firias. Aku tahu bahwa instruktur Firias berasal dari Moon Palace yang legendaris.


Firias:"Saat ini kita telah tiba di Helheim, dimana Moon Palace saat ini berada."


Adeline:"Saat ini?."


Firias:"Itu benar. Moon Palace bisa di pindahkan kemanapun sesuai keinginan Yang Mulia. Namun saat ini, Moon Palace menjadikan Helheim sebagai tempat singgah sementara."


Sambil mendengarkan penjelasan dari Instruktur, kapal terus terbang melintasi langit. Kapal terbang semakin tinggi hingga akhirnya aku bisa melihat permukaan dunia yang melengkung yang mengingatkanku bahwa bentuk dunia adalah bulat seperti bola yang tidak rata.


Kapal berhenti di ketinggian, seakan menunggu sesuatu. Selain kapal kami, ada tiga kapal lain yang juga ikut melayang di udara. Aku tidak tahu orang seperti apa yang berada di dalam kapal-kapal itu karena aku tidak bisa melihat mereka.


Beberapa saat menunggu, kapal kembali bergerak. Aku melihat kapal lain yang maju terlebih dahulu. Ujung kapal mereka menghilang secara perlahan seakan langit menelan badan kapal itu. Aku merasa seakan tubuhku menembus sebuah lapisan tipis yang hampir tidak dapat di rasakan.


Listiana:"Apa yang terjadi?!"


Aku melihat tubuhku dengan penasaran. Perasaan menembus sesuatu yang misterius seperti itu, membuatku ragu apakah ada yang salah dengan tubuhku.


Firias:"Jangan khawatir. Kapal baru saja menembus lapisan pelindung Moon Palace."


Mendengar hal itu, aku menjadi lebih lega dan tidak memikirkannya lagi. Saat aku melihat kembali ke luar jendela, aku terkejut. Langit yang semula berwarna merah, kini berubah menjadi langit berwarna biru dengan awan putih yang melayang, seakan aku baru saja menyeberangi dunia lain.


Graooo...!!


Ahhh....!!


Semua orang yang melihat ke luar jendela terkejut dan berteriak. Di luar jendela terlihat sebuah bola mata emas raksasa yang sangat menakutkan. Bola mata itu menatap kami dengan dingin dan terlihat menakutkan.


Setelah mengawasi kami selama beberapa saat, bola mata itu berkedip dan menjauh. Kami segera berlari ke sisi jendela untuk melihat makhluk apa yang memiliki bola mata sebesar itu. Kami melihat ribuan naga raksasa dengan sisik perak yang terbang bersama kapal luar angkasa kami. Pemandangan seperti itu membuat semua orang berseru dengan takjub.


Di antara naga-naga raksasa itu, ada sekitar selusin naga kecil Sepajang beberapa meter yang terbang dengan cepat. Mereka membuat banyak manuver yang indah di antara naga-naga besar sambil mengaum dengan suara yang lucu, menandakan bahwa mereka adalah naga muda.


Namun yang paling menakjubkan adalah bahwa ada orang yang menaiki naga-naga kecil itu. Orang-orang itu memakai pelindung kepala khusus yang menutupi wajah mereka.


Namun dari kaca transparan di wajah mereka, aku bisa melihat wajah bahagia dari para penunggang naga itu. Mereka terlihat seumuran dengan kami yang terdiri dari pria dan wanita. Mereka mengenakan pakaian berwarna putih bulan yang berkibar tertiup angin.


Seakan melihat kami yang memperhatikan mereka, mereka melambaikan tangan ke arah kapal kami. Semua yang ada di dalam kapal bersorak dengan kagum dan bahagia, terutama anak laki-laki.


Penunggang naga. Sosok misterius yang di kagumi oleh semua orang dalam buku cerita dan dongeng kuno. Aku memahami keinginan anak laki-laki itu yang terutama mengharapkan petualangan.


Firias:"Mereka adalah senior kalian. Sepertinya mereka ingin pamer kepada kalian."


Instruktur memberi tahu kami sambil tersenyum melihat para penunggang naga.


"Instruktur, mereka sangat luar biasa. Bisakah kami juga menaiki naga seperti itu suatu hari nanti?."


Sorang anak laki-laki bertanya dengan wajah bersemangat kepada instruktur.


Firias:"Saat sampai di Moon Palace, kalian bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di akademi termasuk ekstrakurikuler kesatria naga. Akan ada instruktur khusus yang akan mengajari kalian."


"Benarkah?. Ini sangat luar biasa. Moon Palace luar biasa!"


"Itu benar. Aku sudah tidak sabar."


Para penunggang naga itu melintasi langit dengan sangat cepat dan menghilang di antara naga-naga raksasa.


Aku masih melihat naga-naga yang mengagumkan itu, namun tiba-tiba ada sebuah bayangan besar yang menutupi tubuh mereka. Saat aku melihat ke depan, aku hanya bisa membuka mulut tanpa mengatakan sepatah katapun.


(Akhir dari chapter ini.)


Jika aku ada waktu, mungkin aku akan update besok pagi atau siang. Jadi selamat menunggu...


Aku juga harus minta maaf untuk keterlambatan beberapa hari ini.