Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 83: Aracnoid



Cerberus melewati area kematian dengan sangat cepat. kurang dari satu menit kami bisa keluar dengan sangat cepat dan melihat kapal udara yang melayang beberapa ratus meter di atas kami. meskipun mana di area luar tipis, tapi tidak mustahil untuk dapat menggunakan sihir terbang.


tanpa kami harus turun, Cerberus telah mengembunkan sayap raksasa yang menyala-nyala dan terbang ke udara menuju kapal udara. sebelum Cerberus mendarat, aku langsung melompat dan membawa Yang Mulia ke ruang takhta.


Upirina:"segera letakkan Yang Mulia di «Holy God Throne» untuk pemulihan. Cepat...!!"


Arkne:"aku mengerti"


aku segera pergi dan meletakkan Yang Mulia dalam takhta dengan posisi duduk. segera setelah itu, cahaya emas yang kuat dan menyilaukan mulai terpancar dari takhta. seperti cahaya matahari, cahaya itu memberikan kesan yang hangat dan nyaman.


saat cahaya melemah, aku melihat Yang Mulia yang sedang tidak sadarkan diri di kelilingi oleh partikel-partikel cahaya emas seperti komet kecil seukuran kunang-kunang dengan ekor yang terus berputar secara acak di sekitar tubuh Yang Mulia yang terlihat lemah dan ilusif.


Upirina:"dengan kondisi Yang Mulia saat ini akan memerlukan waktu sekitar dua hari untuk pulih sepenuhnya. sebaiknya kita biarkan Yang Mulia beristirahat hingga kondisinya pulih".


Arkne:"aku mengerti. kamu terus mengawasi keadaan Yang Mulia, aku akan memberikan instruksi pada yang lain"


aku segera pergi dari ruangan untuk memberikan pengaturan pada kesatria yang lain di luar. dengan keadaan Yang Mulia saat ini akan lebih baik jika Upirina yang mengawasinya. selain sebagai petarung, sebenarnya Upirina adalah seorang dokter yang baik, jadi memilih Upirina untuk mengawasi kondisi Yang Mulia adalah pilihan yang tepat.


sambil berjalan, aku mengeluarkan pemberitahuan bagi semua penghuni kapal udara yang lain untuk segera berkumpul di dek kapal tanpa terkecuali. bahkan makhluk rendahan yang dianggap tamu yang mulia, mereka harus berkumpul.


sebelum aku sampai di dek kapal, aku mengeluarkan sebuah kain hitam pekat dengan rune merah menyala di atasnya. aku akan menggunakan kain itu untuk menutupi mataku. sesampainya di dek kapal, disana sudah berbaris rapi ratusan sosok kesatria dan maid serta makanan... ehem, maksudku makhluk yang di anggap sebagai tamu Yang Mulia.


aku berdiri dan memandangi mereka semua yang bermandikan cahaya merah dari bulan darah yang menggantung di langit tinggi seperti mata setan yang terus mengawasi. meskipun mataku tertutup, tapi dengan energi mental, aku mampu melihat mereka semua tanpa halangan apapun.


Arkne:"saat ini Yang Mulia sedang dalam masa pemulihan setelah pertempuran. karena akan memakan beberapa waktu hingga Yang Mulia pulih, maka aku yang akan mengambil alih kepemimpinan hingga kondisi Yang Mulia pulih sepenuhnya"


"Baik...!!"


Yang Mulia telah mempercayakan ku dengan posisi ini, maka aku tidak bisa mengecewakannya. aku mengangkat tangan kananku ke udara kosong di atas kapal udara.


Arkne:"«Abyss Gate»"


retakan hitam terbelah dari kekosongan dengan kabut ungu yang keluar dari dalamnya.


kratak... kratak....


sis... berdengung...


berbagai suara gemericik dan banyak suara langkah-langkah yang padat seperti tabrakan benda keras yang berderak keluar dari dalam celah itu.


Arkne:"nah... anak-anakku yang manis, ini saatnya kalian berguna bagi Yang Mulia. hahaha....!!"


banyak cahaya merah yang bersinar dari balik kabut yang terlihat mengerikan. suara logam yang berbenturan dan benda keras yang saling bergesekan terus di keluarkan dari dalam celah ruang.


Sraa....!!


Brak...!!


suara desisan tajam keluar bersama dengan banyak sosok yang merangkak keluar dari dalam celah. sosok-sosok itu keluar dan melompat ke dek kapal dengan kaki-kaki mereka yang tertutupi oleh cangkang-cangkang eksoskeleton hitam pekat yang keras.


bukan hanya melompat ke dek, ada banyak juga yang terbang dan memenuhi udara dengan suara dengung sayap yang keras seperti ribuan lebah raksasa.


yang keluar bukanlah makhluk humanoid, melainkan anak-anak yang manis dengan wujud laba-laba setinggi manusia dewasa. tubuh mereka dilapisi oleh eksoskeleton keras, delapan mata merah di kepalanya, dan taring-taring besar yang tajam dimulutnya yang akan mengeluarkan bunyi dentang seperti logam saat saling berbenturan. yang mendarat di dek memiliki sepasang sabit besar dan ekor seperti kalajengking di bagian belakangnya, sementara yang terbang memiliki sayap seperti kumbang dengan ujung kaki-kaki mereka yang mirip tombak panjang dan ekor dengan panjang dengan sabit yang memiliki kilau perak metalik. mereka semua keluar dengan jumlah yang sulit untuk dihitung, bahkan masih lebih banyak lagi yang ada di dalam celah ruang itu.


wujud yang mengerikan dengan rasa haus darah yang tajam dan kejam, inilah pasukan absolut yang menggambarkan teror dan mimpi buruk setiap ras yang pernah hidup di daratan utama. anak-anak ku yang manis dan setia, prajurit yang aku banggakan, «Aracnoid».


"gyaa...!!"


"monster..!!"


.....


berbagai teriakan terdengar dari makhluk rendahan itu. aku melihat wajah mereka yang pucat dan penuh kepanikan, tapi meskipun begitu, mereka masih melindungi kesatria wanita itu dan siap menghunuskan pedang mereka kapan saja. ahhh... aku tidak ada waktu untuk mengurusi para serangga itu. akan lebih baik jika aku melempar mereka keluar dari kapal dan mendengar jeritan ketakutan mereka, hah... sayang sekali aku tidak diizinkan untuk bermain dengan mereka.


Arkne:"pasukan kesatria akan dibagi menjadi dua. sebagian pergi bersama dengan para Pedites Aranea dan pergi untuk mengumpulkan semua item drop yang tersebar di seluruh tempat dan juga menemukan tubuh monster yang melukai Yang Mulia, sementara sisanya akan memperkuat pertahanan kapal udara bersama dengan Volantem Aranea".


"BAIK...!!!"


Arkne:"bergerak sekarang...!"


tanpa menunggu lebih lama lagi, semua segera bergerak secara terorganisir seperti yang aku perintahkan. aku hanya memanggil sekitar seribu Aracnoid dan gerbang Abyss segera tertutup kembali.


Arkne:"kalian para serangga... maksudku tamu Yang Mulia, kalian bisa beristirahat. semua kebutuhan kalian akan disediakan oleh para maid"


kesatria wanita yang terlihat seperti pemimpin itu menjawab dengan suara sedikit bergetar. hehehe.... makhluk rendahan seperti mereka memang seharusnya bergetar dan ketakutan saat melihat penghuni dari Moon Palace yang suci. jika Yang Mulia tidak memberiku perintah untuk tidak menyentuh mereka, maka....


lupakan saja. akan ada kesempatan lain untuk bersenang-senang dimasa depan. selesai memberikan instruksi yang sesuai untuk merek, aku juga memberikan instruksi untuk maid supaya melayani para serangga itu. aku tahu bahwa mereka juga merasa tidak nyaman, tapi ini adalah tugas yang di berikan oleh Yang Mulia. aku yakin bahwa Yang Mulia sedang merencanakan sesuatu untuk mereka. mungkin waktu bersenang-senang yang aku harapkan akan datang lebih cepat daripada yang aku bayangkan. ahh... aku sudah tidak sabar untuk itu.


tapi sebelum itu, aku harus menjaga dan menjalankan semua perintah Yang Mulia sekaligus melindungi Yang Mulia saat dalam kondisi seperti ini. aku tidak boleh mengendurkan kewaspadaan ku.


karena semuanya sudah mendapatkan tugas mereka masing-masing, aku meninggalkan tempat itu dan pergi kembali ke ruang takhta untuk memberikan kendali yang lebih baik kepada tindakan setiap kesatria dan yang lainnya untuk membuat setiap pekerjaan lebih lancar.


sesampainya di ruang takhta, aku melihat Upirina sedang mengawasi yang mulia sambil mencatat sesuatu di buku menggunakan pena bulu berwarna biru seperti kristal. aku mendekat dan bertanya kepadanya mengenai kondisi Yang Mulia saat ini.


Arkne:"bagaimana?"


mendengar pertanyaanku, Upirina mengalihkan perhatiannya dari catatan itu dan melihat ke arahku. wajahnya terlihat sulit.


Upirina:"semua lukanya dapat disembuhkan meskipun lukannya lebih parah dari yang aku duga sebelumnya, tapi..."


Arkne:"lalu apa masalahnya?"


melihat ekspresi dan perkataannya yang terlihat sulit untuk di ucapkan membuatku mengerti bahwa pasti ada masalah.


Upirina:"semua luka bisa disembuhkan, kecuali lengannya. Yang Mulia tidak akan bisa menyembuhkan lengannya tanpa metode khusus. jika Yang Mulia bisa memanfaatkan Soul Orb dan melakukan trobosan, maka lukanya dapat sembuh dengan sendirinya. selain dari cara itu maka tidak ada cara lain"


Arkne:"ya, monster itu pasti sudah mati, secara alami Yang Mulia akan melakukannya"


Upirina:"Masalahnya adalah kondisi Yang Mulia saat ini tidak memungkinkan untuk menyerap Soul Orb dengan level itu. jika Yang Mulia gagal menyerap Soul Orb itu, maka jiwanya akan tersebar dan Yang Mulia akan menghilang selamanya"


Arkne:"lalu apa yang bisa kita lakukan!?"


Upirina:"tidak ada. kita hanya bisa menunggu Yang Mulia sadar dan mengambil keputusan secara pribadi. hal ini berada diluar wewenang kita"


Arkne:"sialan...!"


ini benar-benar bukan sesuatu masalah yang bisa di anggap kecil. aku pernah diselamatkan oleh yang mulia saat dalam keadaan terburuk, bahkan yang mulia rela terjun kedalam Abyss untuk menolongku. sekarang saat Yang Mulia dalam masalah aku tidak bisa melakukan apapun...


tok... tok... tok...


"p, permisi. b, bolehkah saya masuk?"


suara ketukan pintu diikuti oleh suara gugup gadis kecil terdengar dari luar ruangan. aku mengenali suara itu. suara itu adalah milik seorang anak yang memiliki darah yang sama denganku dan di akui oleh Yang Mulia untuk menjadi bagian dari kami.


Arkne:"masuklah"


gadis kecil itu masuk dengan wajahnya yang tertunduk dan sedikit ketakutan. meskipun sekarang di lemah, tapi dia akan menjadi kuat sebagai pelindung Yang Mulia, jadi aku tidak memiliki rasa jijik terhadapnya seperti pada serangga yang lain.


Arkne:"ada apa Arene?"


sangat tidak nyaman untuk memanggilnya bedengan nama yang sama denganku, jadi aku meminta Yang Mulia untuk memberinya nama panggilan yang berbeda denganku. setelah Yang Mulia memanggilnya dengan Arkne kecil, akhirnya dia menggantikan nama itu dengan Arene.


Arene:"a, apakah keadaan kakak baik-baik saja?"


sebenarnya tidak ada yang layak untuk memanggil Yang Mulia sebagai kakak, tapi karena itu adalah perintah Yang Mulia maka tidak ada yang bis aku lakukan dengan hal itu.


Arkne:"ya, Yang Mulia baik-baik saja. jika ingin lebih jelas, kamu bisa bertanya pada Upirina"


karena aku harus mengawasi tindakan para kesatria, jadi aku tidak bisa membuang banyak waktu untuk berbicara dengan gadis itu. aku menyerahkan gadis itu pada Upirina dan duduk di salah satu anak tangga yang menuju ke takhta Yang Mulia. di depanku muncul banyak layar monitor yang memantau semua pekerjaan para kesatria dan orang-orang yang ada di kapal.


saat itulah aku melihat sesuatu yang menarik. aku melihat para serangga itu berkumpul di salah satu kamar yang disediakan untuk mereka.


"kita tidak akan membiarkan orang luar memasuki reruntuhan. kita akan mengirim pasukan untuk menyingkirkan mereka"


hahaha.... apakah kalian ingin mengkhianati Yang Mulia!?. menarik... siapapun yang berani mengkhianati Yang Mulia, maka pengampunan yang terbaik adalah... KEMATIAN...


(akhir dari chapter ini)


benar-benar keluar dari harapan. sepertinya arc Helheim akan sedikit diperpanjang... ah, atau mungkin aku bisa memotongnya saja.


aku mendapatkan saran untuk tidak menambahkan alur cinta terlebih dahulu. dan aku memang belum berencana untuk menambahkannya. oke aku akan jujur, sebenarnya aku tidak bisa membuat plot tentang cinta, tapi bukan berarti bahwa tidak akan ada, jadi suatu saat aku rasa aku akan meminta saran kalian tentang hal itu.


terima kasih saran dan dukungannya, see you next time :)