Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 179: Star Eater.



Pertahanan mereka sangat kuat dan memiliki kerja sama yang sangat baik antara satu dan yang lain. Ini sangat merepotkan. Terutama, mereka memiliki radiasi di sekitar mereka yang sangat mempengaruhi pertempuran.


Karena inilah Zerg sangat di takuti. Mungkin jika cuma beberapa, pemain biasa bisa mengalahkan mereka, tapi jika Zerg menyerang dalam jumlah besar, bahkan pemain Tier tinggi pun juga akan lebih memilih untuk lari.


Sangat beruntung bahwa mereka sudah tidak memiliki ratu lagi. Jika tidak, maka Zerg hanya menjadi sebuah bencana. Dengan ratu yang memimpin mereka, seluruh Zerg yang jumlahnya sangat besar bisa melakukan serangan secara bersamaan. Bisa di bayangkan betapa mengerikannya hal itu. Aku bahkan harus kagum, bagaimana bisa dewa kuno mengalahkan pasukan Zerg yang jumlahnya tak berujung itu di tambah sang ratu?.


Memikirkan itu, aku hanya bisa menarik nafas panjang dan mengagumi dewa kuno.


Baiklah, cukup untuk memikirkan sesuatu, waktunya kita bertarung dengan sungguh-sungguh.


Filia:"Mungkin pertahanan kalian sangat kuat, tapi apakah pertahanan itu bisa menghentikan pedang yang bisa menebas segalanya?!."


"Malam yang dingin, dunia yang penuh debu. Cahaya itu terlalu menyilaukan untuk ku, membuatku melihat keburukan dari dunia yang telah membusuk ini. Datangkanlah gerhana dari bayanganmu dan tutupi cahaya itu dengan niat pedang yang sesungguhnya, jawablah panggilanku, Juuchi Yosamu."


Sebuah kartu hitam dengan banyak rune merah berdarah melayang dari tanganku. Lingkungan yang tenang berubah dengan cepat saat suara angin kencang tiba-tiba menderu dan mengamuk hingga mampu menggores kulit seperti bilah pisau. Awan hitam di langit berputar menjadi pusaran yang mengerikan, seperti mulut iblis yang siap menelan segalanya. Petir merah berdarah mengaum dan menggema di seluruh langit, seakan-akan menjadi perwujudan dari dunia yang marah atas kedatangan dari kartu itu.


Saat kartu itu bersinar dengan cahaya merah, aroma berdarah yang sangat pekat dapat tercium bersama angin yang bergejolak. Aura haus darah dan kebengisan mengisi seluruh area, membuat orang yang terpapar menjadi gila dengan pembunuhan.


Gemerincing.... Gemerincing...!!


Sebuah katana hitam pekat muncul perlahan dari dalam kartu. Lima buah rantai hitam yang mengikat pedang itu membuat suara gemerincing yang tajam dan menggaruk telinga.


Trang... Trang... Trang... Trang... Trang...!


Saat tanganku menyentuh gagang dari katana itu, kelima rantai hitam pekat itu terputus satu persatu. Seperti binatang buas yang lepas dari kekangan, aura haus darah dari pedang itu membentuk pusaran merah yang mengerikan yang membuat hati menjadi merinding tanpa bisa di jelaskan. Di antara pusaran itu, wajah iblis yang sangat kejam akan berkelebat dari waktu ke waktu, menatap dunia dengan sangat merendahkan.


Aku harus mengakui bahwa saat katana ini di bawa ke kenyataan, auranya benar-benar mengerikan. Bahkan di Alterion, aku jarang menggunakan senjata ini sendiri.


Filia:"Ayo, minum darahku dan bangkitlah....!"


Seketika, aku merasa bahwa darahku di serap ke dalam katana dengan sangat cepat. Bilah Katana yang berwarna hitam pekat itu mulai terbelah di tengah dan terbentuk bilah baru berwarna merah darah sepanjang satu meter.


Ini bukan film dimana musuh akan menunggu supaya aku siap bertarung. Keempat kepiting yang tersisa itu menembakkan cairan asam kuat secara bersamaan ke arahku sambil terus bergegas maju, membuat suara berdentang dari capit yang di buka-tutup secara berulang-ulang.


Bang....!


Suara gelombang sonik bergema di belakangku akibat dari penerbangan ku yang di percepat secara tiba-tiba hingga melebihi kecepatan suara.


Dalam waktu yang sangat singkat, aku tiba di depan salah satu kepiting itu. Sambil menghindari tembakan asam, aku mengayunkan pedang itu ke arah kepiting.


«Juuchi Yosamu: Bloody Moonlight»


Pedang itu terayun sangat cepat dan membuat suara terbelah di udara. Cahaya merah berdarah menyelimutinya, menambahkan ketajamannya menjadi lebih dari dua kali lipat.


Splash...!


Aku menebas tepat di antara persendian kepiting yang memiliki perlindungan paling rapuh. Bersama dengan cahaya merah yang tajam, salah satu capit kepiting itu terlempar ke udara. Selesai menebas, aku terbang dan menyelinap di antara kaki kepiting itu.


Sambil terbang dengan kecepatan tinggi, aku mengangkat bilah pedang merah darah itu ke arah perut kepiting yang di lindungi oleh cangkang. Cahaya merah berdarah menyelimuti bilah pedang dan langsung menusuk ke dalam cangkang di bagian perut kepiting. Pedang itu menarik sebuah luka panjang yang dalam.


Darah merah ungu gelap langsung di muntahkan dari luka panjang itu. Darah ini juga mengandung radiasi yang sangat buruk, jadi aku tidak ingin menyentuh darah itu secara langsung.


Kepiting itu kesakitan dan mengeluarkan suara berdecit keras seperti gelombang Sonic dari mulutnya. Aku langsung naik ke punggung kepiting dan ingin menebas perisai cahaya yang terbentuk di punggungnya.


Trang...!


Aura pelindung itu benar-benar sangat kuat. Aku harus mendorong ekstra supaya pedang itu memotong aura pelindung. Namun sebelum bilah pedang menembus cangkang kepiting, satu ayunan capit hampir mengenaiku.


Aku harus terpaksa melepaskannya untuk sementara dan menghindari serangan dari capit itu. Aku bukan hanya menghindar, tapi juga menebas ke celah capit kepiting itu dan memotongnya.


Sambil berputar di udara, aku menukik ke bawah dan melubangi cangkang kepiting yang menyerangku.


«Juuchi Yosamu:Swallow»


Bilah pedang menjadi semakin panjang karena menyerap darah kepiting yang tertusuk itu. Karena kehilangan terlalu banyak darah, kepiting itu terhuyung dan hampir terjatuh. Aku langsung mencabut dan mengayunkan pedang itu ke arah punggungnya yang terluka, membelah kepiting itu menjadi dua bagian.


Aku tidak memperhatikan kepiting yang terbelah itu lebih lanjut dan segera terbang menjauh dari lokasi. Segera setelah aku pergi, tiga semprotan asam mengenai mayat kepiting itu dan segera melelehkan daging di balik cangkang menjadi cairan menjijikkan dan hanya menyisakan cangkang kosong yang telah terbelah menjadi dua.


«Domain»


Sebuah area berbentuk lingkaran berdiameter dua kilometer terbentuk di sekitarku. Aku bisa melihat dan merasakan semua yang ada di sekitarku tanpa melewatkan sesuatu apapun.


Setiap gerakan, setiap langkah yang di ambil oleh kepiting itu, semuanya masuk ke dalam mataku tanpa terkecuali.


Filia:"Tadi aku melepaskan mu, sekarang kamu harus mati di tanganku."


«Juuchi Yosamu: Bloody Crescent Slash»


Aku menebaskan pedang itu secara horizontal. Cahaya merah berbentuk bulan sabit segera melesat ke arah monster yang sebelumnya ingin aku tebas.


Slash...!!.


Plat pelindung di punggungnya segera terbelah dan terlepas. Organ dalam dapat di lihat dari punggung yang telah terbuka itu. Cairan ungu merah mengalir ke seluruh organ dalam kepiting dan menodainya, terlihat sangat tragis.


«Juuchi Yosamu:Blood Sword»


Meskipun tertusuk, kepiting itu masih meronta-ronta dengan kuat. Bagaimanapun, mereka tidak akan mati semudah itu hanya dengan tusukan. Meski begitu, gerakan kepiting itu semakin lama semakin melemah, cairan merah meluncur ke tanah di antara luka tusukan itu, membuat suara mendesis tajam.


Tusukan itu bukan hanya melukai organ internalnya, tapi juga menembus kantong asam di bagian tengah tubuhnya, sehingga cairan asam itu melelehkan organ dalamnya.


Cairan asam yang sangat kuat itu terbentuk dari campuran beberapa bahan kimia. Saat tersimpan di dalam tubuh kepiting, bahan kimia yang membentuk asam itu akan di pisahkan menjadi beberapa kantong supaya tidak menimbulkan reaksi dan melukai diri sendiri. Jadi, saat kantong-kantong itu tertembus bayangan pedang, cairan kimia yang tersimpan di dalamnya tumpah dan tercampur menjadi satu hingga akhirnya terjadi sebuah reaksi kimia yang membentuk cairan asam dan melelehkan tubuhnya sendiri.


Satu lagi selesai...


Meskipun aku berhasil membunuh satu lagi, tapi aku tidak bisa menganggap ringan musuh yang tersisa. Aku segera kembali berjuang keras melawan kepiting yang tersisa.


Pertarungan ini mungkin tidak berlangsung terlalu lama, tapi konsumsi yang di butuhkan sangat besar. Mungkin hanya kami para Broken Player yang mampu melawan banyak musuh dari Tier yang sama.


Broken Player adalah player yang memiliki stat jauh lebih tinggi daripada stat dari player lain yang setingkat. Selain stat yang lebih tinggi, mereka juga memiliki kemampuan bertarung yang sangat kuat dengan berbagai skill dan juga item.


Mereka mendapatkan nama Broken Player karena keberadaan mereka di anggap sebagai perusak keseimbangan sebuah game. Dalam satu squad, jika menambahkan seorang broken player, maka tingkat kemenangan dalam melawan bos atau pemain lain bisa meningkat sebesar lebih dari dua puluh persen.


Antah seberapa lama, akhirnya tubuh kepiting terakhir jatuh ke tahan. Banyak potongan tubuh kepiting yang tersebar di seluruh Medan pertempuran. Hemolymph dari kepiting itu sudah mengering dan meninggalkan jejak merah ungu di tanah tandus ini.


Lelah, sangat lelah....


Armor emas di tubuhku sudah memiliki banyak retakan dan lubang yang mengerikan. Selain itu, rambut serta pakaianku sudah acak-acakan tak beraturan. Ini benar-benar salah satu pertarungan yang sangat sulit.


Aku kehabisan nafas dan kepalaku sedikit pusing karena kurangnya asupan oksigen ke otak. Ini bukanlah pertarungan yang mudah. Mungkin akan lebih mudah jika aku menggunakan kekuatan mental yang saat ini mencapai kekuatan mental Tier lima.


Selain staminaku yang telah habis, katana ini juga mengisap banyak darah dari tubuhku hingga menyebabkan rasa lelah yang sangat luar biasa. Aku hanya bisa terduduk di tanah tandus sambil memulihkan kondisiku menggunakan potion penambah darah yang aku bawa.


Untuk stamina, sangat sulit untuk menemukan item yang dapat mengembalikan stamina dengan cepat. Pemain biasanya akan beristirahat dan menunggu stamina pulih secara alami sebelum kembali melakukan raid.


Namun untukku, aku memiliki banyak item yang dapat mengembalikan stamina dengan cepat. Jadi, kehabisan stamina bukanlah masalah besar untukku.


Aku tidak mengembalikan pedang itu ke storage, tapi tetap memegangnya di tanganku karena aku merasakan bahwa pertarungan ini belum berakhir.


Bilah darah pada katana itu meredup dan menjadi semakin pendek. Cahaya merah juga semakin meredup secara perlahan, bilah Katana yang terbelah di tengah itu mulai menutup kembali bersama meredupnya cahaya berdarah ke keadaan semula sebagai katana hitam legam.


Dalam keadaan tidur, katana ini masih memiliki ketajaman dan aura haus darah yang mencekik. Sangat layak sebagai pedang yang di tempa dengan penuh ambisi dan niat membunuh.


Setelah aku merasa bahwa kondisi tubuhku membaik, aku berjalan secara perlahan ke arah danau lava. Armor Taurus yang telah menerima banyak kerusakan itu menghilang menjadi partikel cahaya emas dan kembali masuk ke dalam kartu. Armor di tubuhku berganti menjadi armor Scorpio dengan ekor tajam yang panjang di belakang.


Armor ini adalah salah satu favorit ku dalam set armor dua belas rasi bintang. Meskipun pertahanan armor ini tergolong lebih rendah dalam set armor dua belas rasi bintang, tapi armor ini memiliki bonus kecepatan dan efek penyembunyian yang sangat tinggi jika di bandingkan dengan armor yang lain.


Aku tiba di pinggir sungai lava. Suhu di sini jauh lebih tinggi daripada di tempat lain. Aku berjongkok dan mengulurkan tanganku ke arah lava di danau.


Seketika, api merah hitam naik dari permukaan lava dan berusaha membakar tanganku. Aku menangkap api merah hitam itu dan memperhatikannya.


Api ini sangat kuat, tapi aku merasakan bahwa api ini hanya aura dari api yang sesungguhnya. Sangat luar biasa. Hanya aura yang di pancarkan sudah memiliki suhu yang setinggi ini dan bahkan bisa menelan api Phoenix milikku.


Perlu di ketahui, api Phoenix milikku sudah menelan «Moonlight Golden Lightning Flame» yang merupakan salah satu kaisar api terpanas yang bisa membakar Tier empat menjadi abu dalam sekejap.


Phoenix sangat berbeda dengan Divine Beast lainnya. Mereka menentukan kekuatan bukan hanya dari Tier dan kemampuan bertarung, tapi juga dari suhu nyala yang mereka miliki.


Phoenix dalam pertarungan dengan Phoenix lain di Tier yang sama dapat membuat perbedaan besar tergantung dari suhu nyala api yang mereka miliki. Untuk meningkatkan suhu nyala api itu, mereka perlu menelan api lain yang lebih panas. Selain meningkatkan kemampuan bertarung, semakin tinggi suhu nyala api Phoenix, maka akan semakin murni pula darah mereka. Hal itu karena suhu tinggi dari api Phoenix dapat membantu mereka untuk memurnikan garis keturunannya.


Berbeda dari para naga. Mereka menentukan kekuatan dari kekuatan daging dan pemahaman dalam Wild Magic.


Karena itu, aku tahu seberapa mengerikan api merah kehitaman ini. Aku bisa merasakan kekerasan dari aura nyala ini. Aku tidak tahu seberapa kuat nyala yang sesungguhnya.


Roarr....!!


Saat aku fokus memperhatikan aura nyala di tanganku, tiba-tiba aku mendengar sebuah raungan yang sangat keras dari pusat danau lava. Ombak besar yang terbentuk dari batuan cair Segera menerjang ke arah pantai seperti tsunami. Aku segera terbang ke ketinggian untuk menghindari gelombang lava itu.


Dari ketinggian, aku melihat permukaan danau yang semakin naik. Sebuah bayangan besar berdiri dari kedalaman danau lava. Sosok itu sangat besar setinggi lebih dari lima puluh meter.


Saat aliran lava yang menutupinya mengalir ke bawah, akhirnya aku bisa melihat sosok yang keluar dari kedalaman danau.


Sosok itu memiliki wujud yang hampir menyerupai naga barat dengan sepasang sayap besar di belakangnya. Di bagian kepalanya, ada empat tanduk melengkung yang sangat besar. Seluruh tubuhnya di pernis dengan warna hitam pekat yang berkilau seperti obsidian yang membeku.


Ada garis-garis merah menyala seperti lava pijar yang sangat rumit di tubuhnya, memberikan perasaan ancaman bagiku yang melihatnya secara langsung.


Empat pupil merah vertikal nya menatapku dengan tajam. Aura merah yang menakutkan keluar dari matanya dan menyiratkan kemarahannya.


Aku tahu bahwa Zerg parasit itu akan menempelkan telurnya di telur makhluk kosmik lain. Tapi aku benar-benar tidak menyangka, bahwa inang mereka adalah makhluk ini...


Melihat wujud lengkap dari makhluk ini, jantungku berdegup kencang dan tanganku sedikit gemetar. Aku langsung mengencangkan genggamanku pada gagang katana dan menyalurkan darah untuk membangunkan katana...


Aku benar-benar tidak menyangka. Ternyata, ternyata...


«Star Eater»


(Akhir dari chapter ini)


Aku ingin update lebih cepat, tapi ada beberapa hal yang perlu aku kerjakan.