
anak itu melihat sekeliling lalu matanya tertuju ke mayat wanita yang terbaring di tanah. dia langsung berlutut tanpa berkata-kata. perlahan, air mata menetes dan dia mulai menangis dengan keras sambil memeluk mayat wanita itu.
"mama... mama.. !!"
sial. aku tahu kalau tidak ada gunanya bersimpati, tapi melihat keadaan yang memilukan seperti ini, aku tetap tidak bisa hanya diam. aku menghampiri gadis itu lalu menepuk kepalanya.
Filia:"jangan menangis..."
aku ingin menghibur gadis itu, tapi begitu aku mencoba, aku tidak tahu kata-kata apa yang tepat untuk aku gunakan saat ini. aku hanya bisa menghela nafas dan menatap jauh ke angkasa. hah.... aku benar-benar tidak pandai dalam kondisi seperti ini. aku takut jika aku asal bicara, aku justru hanya akan menyakiti perasaan gadis kecil ini.
aku menyebarkan kekuatan mental ke sekitar dan merasakan kehadiran banyak sosok dari kejauhan yang berlari dengan sangat cepat. di dalam pikiranku, terdapat bintik-bintik merah padat yang dengan cepat bergerak ke arah kami. tanpa pikir panjang, aku langsung membawa gadis itu ke dalam pelukanku dan siap membawanya melarikan diri.
Filia:"kita harus segera pergi...."
"tidak, tidak mau. mama... hiks..."
aku melihat mayat wanita itu yang jauh lebih besar daripada tubuhku sendiri. ugh... sepertinya aku memang hanya bisa membawanya. dengan kekuatan mental, aku membuat mayat itu melayang dan pergi mengikuti di belakangku. aku berlari dengan cepat di antara dahan-dahan kayu yang tinggi. aku takut jika aku berlari di tanah, aku akan menginjak binatang beracun atau sesuatu, jadi aku hanya bisa melompat di antara pepohonan seperti monyet.
setelah jarak yang cukup jauh, aku membawa gadis kecil itu ke sebuah gua yang ada di sebuah tebing yang curam. gua itu terletak sekitar 4-5 meter dari tanah. mungkin ini adalah gua yang di tinggalkan oleh monster tertentu. untuk saat ini, tempat ini dapat aku gunakan untuk berlindung.
aku meletakkan gadis kecil itu dan mayat ibunya. gadis kecil itu sudah berhenti menangis, tapi dia masih sedikit terisak. dia menghampiri mayat itu dan memeluknya.
Filia:"kamu tunggu disini, aku akan pergi melihat tempat itu. jangan keluar dari gua dan melewati penghalang yang telah aku buat!"
setelah mengatakan itu, aku langsung keluar dari gua dan membuat penghalang yang dapat membuat ilusi seakan tidak ada gua di sana. selain itu, penghalang yang aku buat juga dapat menyembunyikan aura keberadaan seseorang, jadi gadis itu akan cukup aman berada di dalam sana selama dia tidak melewati penghalang yang aku buat.
aku pergi bukan hanya untuk melihat keadaan tempat itu, sebenarnya aku hanya tidak tahu kenapa aku pergi ke tempat itu lagi. yah, ini mungkin hanya tindakan tanpa sadar untuk menghindari anak itu. aku hanya tidak bisa melihat kesedihan seperti itu, jadi mungkin saja aku melarikan diri. hahaha... sungguh memalukan.
dengan pikiranku yang beterbangan entah kemana, tanpa sadar aku sudah tiba di dekat tempat kejadian. aku segera menyembunyikan keberadaan ku dan menutup energi mental supaya tidak dapat di rasakan oleh monster.
di tempat kejadian itu sudah di penuhi oleh monster mirip serigala dengan bulu coklat gelap. serigala-serigala itu setidaknya berukuran 2 kali lebih besar daripada serigala normal. kawanan serigala ini mungkin tertarik dengan aroma darah dan pergi ke tempat ini. meskipun kawanan serigala ini hanya berlevel rendah, bahkan hanya beberapa yang mencapai Tier satu, tapi jumlah mereka terdapat ratusan. bukan hanya itu, di tempat yang agak jauh, aku melihat sekitar 20 serigala Tier dua yang seperti mengawasi lingkungan sekitar.
kekuatan seperti ini dapat di pastikan bahwa memiliki seekor serigala alpha dengan Tier tiga atau bahkan di atasnya. aku hanya mengawasi dari kejauhan, melihat mayat-mayat itu di robek menggunakan gigi-gigi tajam oleh serigala. berbagai potongan organ dan darah terciprat dan menjadi makanan dari kawanan itu. mereka juga membawa beberapa untuk di berikan kepada serigala Tier dua yang sejak tadi seperti mengawasi bawahannya.
monster tipe serigala termasuk monster yang memiliki IQ tinggi, terutama setelah mereka mencapai Tier dua ke atas. saat di Alterion, bahkan mereka mampu menyaingi kecerdasan manusia. mereka akan menyerang menggunakan taktik dan pengepungan. jika mereka merasa tidak mampu mengalahkan musuh, mereka akan mundur secara teratur, mirip seperti pasukan manusia.
saat di Alterion, banyak pasukan dari berbagai guild yang di rugikan saat mereka mencoba membuka map baru yang di dalamnya terdapat kawanan serigala. kawanan terkecil berjumlah puluhan, sementara kawanan besar, bisa mencapai ribuan ekor. bahkan terdapat serigala Tier empat yang memimpin.
aku tidak berani bertindak ceroboh, aku langsung berbalik dan pergi dari tempat itu tanpa berani menunda sedikitpun. aku tidak mau memprovokasi kawanan serigala tanpa sebab. selain itu hanya akan menghabiskan energi mentalku, memprovokasi mereka tidak akan memberikan keuntungan untukku.
Auuuu....!!
setelah aku pergi cukup jauh, aku mendengar suara lolongan keras dari tempat serigala itu. gelombang intimidasi. hahaha.... sudah aku duga, gerombolan serigala itu di pimpin oleh serigala Tier tiga. aku melihat dari puncak pohon ke arah kawanan serigala tadi. di atas sebuah batu yang menjulang tinggi, terdapat sebuah siluet serigala setinggi empat meter dengan mata merah. latar belakang yang berupa bulan merah darah, dan sosok yang gagah itu nampak seperti seni yang mengagumkan bagiku, tapi juga menakutkan.
selesai mengagumi pemandangan itu, aku kembali ke gua dengan cepat. aku melihat gadis itu nampak kosong dan duduk di sudut gua. aku berjalan mendekat dan menghampiri gadis itu.
Filia:"jangan sedih lagi"
gadis itu melihatku dengan mata kosong tak bernyawa. aku bisa dengan jelas melihat keputusasaan di matanya. dia hanya seperti kehidupan yang tanpa harapan. ekspresinya seakan mengatakan 'untuk apa hidup'.
Filia:"tidak ada gunanya kamu sedih akan hal itu. ibumu meninggal karena dia berusaha melindungimu, jadi sekarang kamu harus mewujudkan keinginan terakhir ibumu yang ingin kamu tetap hidup"
gadis itu membuang muka dan melihat jauh ke luar gua.
"tapi aku sudah tidak memiliki siapapun. satu-satunya keluargaku telah mati, ini karena aku terlalu lemah"
kata-kata ironi seperti itu keluar dari mulut seorang gadis kecil. sekarang dapat di bayangkan betapa putus asa gadis itu. satu-satunya anggota keluarga yang dia miliki telah mati di hadapannya secara tragis. trauma, ketakutan, kesedihan, ketidak berdayaan, serta keputus asaan menyelimuti ekspresinya. aku bisa memahami kekacauan yang ada di hatinya.
Filia:"jika kamu tidak memiliki anggota keluarga, kamu bisa ikut denganku, aku akan melindungimu. jika kamu terlalu lemah, maka jadilah kuat, supaya suatu saat kamu dapat melindungi orang-orang yang kamu sayangi"
aku memeluk gadis kecil itu. saat aku melihat matanya yang kembali memiliki kilau dan harapan, aku sangat bersyukur. entah kenapa gadis ini mengingatkanku, bahwa aku dulu juga gadis yang tidak berdaya.
gadis itu menenggelamkan wajahnya ke pelukanku dan menangis. aku mengusap punggungnya dengan lembut, berusaha untuk menenangkannya. setelah menangis cukup lama, gadis itu mengangkat kepalanya dan menatapku. aku tersenyum dan menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.
Filia:"siapa namamu?"
Filia:"sekarang Arkne, apa kamu mau mengikutiku?"
Arkne:"iya"
tiba-tiba aku merasakan sensasi terbakar di tanganku. salain aku, sepertinya gadis itu juga merasakannya. aku melihat di telapak tanganku muncul sebuah lambang bulan sabit merah dengan mahkota emas di tengah lengkungannya. simbol itu semakin jelas terlihat dan membuatku tidak bisa berkata-kata. aku juga melihat Arkne yang perlahan memunculkan lambang yang sama di bagian tengkuknya.
kontrak?..
ini adalah lambang kontrak milikku. setiap pemain akan memiliki lambang kontrak sendiri. biasanya mereka menggunakan lambang persekutuan atau lambang yang mereka sukai sebagai lambang kontrak. lambang kontrak hanya bisa di pilih satu kali dan tidak dapat di ganti. itu karena lambang kontrak adalah simbol terhubungnya jiwa antara pemain dan summon beast.
aku tidak menduga bahwa seorang «Animanids» dapat di kontrak. biasanya Animanids adalah NPC seperti penduduk lokal. mereka tidak mungkin di kontrak oleh pemain, tapi ini....
aku benar-benar bingung. aku tidak tahu apa yang terjadi. selain fakta bahwa Arkne adalah Animanids, aku juga mendapatkan kontrak sebelum mengalahkannya. normalnya sewaktu di Alterion, pemain perlu mengalah kan summon beast terlebih dahulu sebelum dapat melakukan kontrak.
Arkne:"i, ini... apa yang sedang terjadi?"
Filia:"sepertinya kita sudah membentuk sebuah kontrak. huh... sekarang kamu bisa memanggilku kakak"
aku tidak mau gadis Arkne memanggilku tuan atau majikan. jika dia memanggilku seperti itu, aku merasa seperti memperbudak anak-anak.
Arkne:"k, kakak?!"
Filia:"itu benar, sekarang kita adalah keluarga"
aku tersenyum dan mengusap pipi gadis kecil yang lembut itu. Arkne tersenyum Dangan sedikit air mata yang menetes di pipinya. aku segera menghapus air mata itu dan mengalihkan perhatianku ke arah mayat ibunya Arkne.
Filia:"sekarang, mungkin sebaiknya kita menguburkan mayatnya dengan layak"
mendengar perkataanku, Arkne berbalik dan melihat mayat ibunya. wajahnya agak murung, tapi dia seperti menahan perasaan sedihnya. dia menghapus air mata yang hampir menetes lagi. dia sepertinya ingin menerima keadaan ini.
....
kami selesai mengubur mayat itu di dalam gua dan membuat nisan dengan batu besar yang terukir nama Arksia di atasnya. Arkne berlutut di samping makam dan mengatakan sesuatu. aku keluar dari gua untuk memberinya waktu supaya bisa menenangkan dirinya sendiri.
aku duduk di ujung gua dan menghadap langsung ke hutan. tak lama kemudian, Arkne keluar dari gua dan berdiri di belakangku dengan gugup.
Filia:"apa yang kamu lakukan disitu?, kemari dan duduk bersama ku"
setelah duduk di sebelahku, dia melihat pemandangan hutan dengan agak linglung, entah apa yang sedang ia pikirkan. aku mengalihkan perhatian dan menanyakan sesuatu yang membuatku penasaran.
Filia:"Arkne, sebenarnya apa yang kalian lakukan di tengah hutan seperti ini?"
Arkne nampak tersadar dari linglungnya dan menunduk untuk mengingat sesuatu.
Arkne:"kami ingin pindah dari kota Hel dan mencari tempat tinggal baru"
seperti yang aku duga. pasti ada pemukiman penduduk di tempat ini. meskipun tempat ini bukan lagi Alterion, tapi tempat ini masih memiliki banyak kesamaan.
Filia:"berapa jauh kota yang ingin kalian tuju?"
Arkne:"saya tidak tahu, tapi menurut ibu, kami bisa tiba setelah tiga ufuk kuning"
ufuk kuning adalah cahaya kuning keemasan seperti matahari terbit yang akan muncul sekitar dua puluh hari sekali saat di Alterion. saat itu adalah masa di mana dunia ini memiliki cahaya lain selain merah. jika perkiraan waktunya mirip seperti di Alterion, maka rombongan itu masih perlu berjalan selama 60 hari. itu terlalu jauh.
Filia:"lalu, kenapa kalian ingin pergi dari kota kalian yang dulu?"
Arkne:"kota kami yang dulu di kuasai oleh Soul Eater, jadi kami harus pindah"
Filia:"Apa, Soul Eater..!!"
(akhir dari chapter ini)
selamat menikmati.