
satu lagi bakat. sangat beruntung untuk mendapatkan pengikut yang memiliki Sword Intent. dengan pelatihan dan sumber daya yang mencukupi, aku bisa menambahkan satu lagi pembangkit tenaga listrik yang kuat. apalagi pelatihan yang ada di Moon Palace tidak ada bandingnya di dunia ini.
Filia:"kita akan akhiri pertandingan ini. kamu harus beristirahat"
aku langsung berbalik dan pergi dari arena pertempuran. sebenarnya aku masih ingin mencoba sampai sejauh mana kemampuannya setelah menggunakan sword intent, tapi dengan penggunaannya yang masih sangat kasar itu bisa tanpa sengaja merusak Mana Vessel nya. jika hal itu terjadi, aku akan mengalami kerugian besar.
Filia:"semuanya, saya harus permisi sebentar. kondisi saya kurang baik"
aku sengaja menggunakan alasan itu untuk meninggalkan tempat ini. yah, setidaknya aku harus meninggalkan jejak kesopanan yang benar sebagai putri seorang bangsawan.
sampai di lorong, aku langsung merubah kembali penampilanku dan memasukkan pedang itu kembali ke storage. untuk pedang yang aku pinjamkan kepada Stern, aku tidak berniat untuk mengambil benda itu kembali. meskipun bahan yang aku gunakan untuk membuatnya agak langka di kelasnya, tapi kualitas pedang itu sendiri berada di bawah standar ku, jadi biarkan saja dia menggunakannya. lagi pula kemampuan khusus pedang itu lebih cocok untuknya.
keluar dari arena, sebenarnya udaranya agak lebih hangat. itu karena di sekitar akademi ini dilapisi oleh sihir pelindung khusus yang dapat mengatur suhu. ini seperti rumah kaca yang bisa menyesuaikan suhu, jadi meskipun udara di dunia luar itu mulai dingin karena musim gugur, tapi di dalam akademi udaranya terasa normal. meskipun saat ini suhunya bisa di atur dalam kondisi normal, tapi tidak akan bisa melindungi dingin yang sesungguhnya saat musim dingin benar-benar tiba.
pelindung ini hanya akan menahan serangan sihir ataupun penyusup, sementara salju bukan merupakan ancaman. jadi salju dapat menerobos masuk ke daerah akademi dengan mudah. jika saat salju menerobos dan udara di dalam di sesuaikan menjadi lebih hangat, itu justru akan menjadi banjir karena salju yang mencair.
biasanya pelajaran di akademi akan di liburkan, tapi banyak siswa yang tinggal di asrama yang tetap menjalankan aktifitas di akademi, jadi itu demi menjaga kenyamanan siswa.
akhirnya, setelah aku berjalan beberapa saat, aku sampai di depan sebuah pintu kayu yang di pernis coklat dengan ukuran yang besar, lebarnya lebih dari empat meter yang di bagi menjadi dua daun pintu. tingginya sendiri lebih dari lima meter yang menjadi ciri khas pintu orang kaya di dunia ini. di depan pintu terdapat dua orang kesatria berarmor perak dengan tombak panjang di tangan mereka.
aku melangkahkan ke arah mereka dan mengambil token keluarga Rosefield yang pernah di serahkan oleh ibu. oh, aku pernah menggunakan benda ini saat di guild perdagangan.
melihat token yang aku keluarkan, kedua kesatria itu sedikit membungkuk dan membukakan pintu tebal itu. saat aku masuk, aku melihat ibu ke dua sedang membaca beberapa dokumen tebal. di samping ibu berdiri seorang wanita cantik dengan pakaian ketat yang menggunakan kacamata berbingkai hitam.
meskipun berkacamata, tapi dia tidak terlihat seperti kutu buku. sebaliknya, dia terlihat serius dan intelektual. temperamennya juga menunjukkan sosok wanita karir. aku berjalan masuk dan memberikan hormat kepada ibu ke dua yang sedang sibuk.
Arsh:"oh, sayang. kamu sudah datang".
ibu meninggalkan pekerjaannya dan membawaku duduk di kursi tamu yang lembut yang berada di tengah ruangan. ibu menyuruh wanita yang tadi berdiri di sampingnya untuk manggil pelayang dan membuatkan teh. yah, teh hangat kurasa akan baik-baik saja dalam cuaca yang agak dingin ini.
Arsh:"bagaimana harimu?"
Filia:"sangat menyenangkan. saya bisa bertemu dengan banyak teman baru"
Arsh:"itu bagus. kamu tidak melakukan hal yang berat, kan?"
ingat berbohong itu adalah salah. apalagi berbohong kepada orang tua, tapi sesuatu yang lebih berdosa daripada berbohong adalah membahayakan diri sendiri. jadi...
Filia:"tidak ibu. saya tidak melakukan apapun selain mengikuti beberapa materi dan melihat latihan di arena"
wanita tadi sepertinya adalah sekretaris kepala sekolah yang membantu ibu mengurus beberapa pekerjaan. sekarang dia berdiri di samping ibu yang duduk di seberang ku. dia nampak memperhatikanku dan terlihat sangat ingin tahu. melihat tatapannya entah kenapa aku merasa seperti makhluk langka yang akan di teliti oleh profesor gila. baiklah, mungkin ini hanya perasaanku saja.
akhirnya pelayan datang membawakan poci teh dan camilan kue kering. aku pernah merasakan kue kering di dunia ini dan rasanya sangat tidak sesuai dengan lidahku. terlalu kasar dan hambar.
benar saja, saat aku mencoba menggigit kue kering itu aku merasa seperti makan pasir. karena tidak sopan meletakkan kembali kue yang telah di gigit, aku dengan terpaksa menghabiskan dan menelan pasi_... ehem, maksudku kue kering ke dalam perutku.
Arsh:"jika tidak suka tidak perlu memaksa"
ibu ke dua menatapku dengan senyum dan nampak mengerti kesulitan ku. setelah aku menelan kue itu, aku segera meminum teh yang telah di tuangkan oleh pelayan untukku sebelumnya.
aku segera mengeluarkan sebuah piring putih dengan ornamen bunga biru dan emas yang indah di permukaannya. setelah mengeluarkan piring, aku juga mengeluarkan kue yang telah aku buat sendiri. tidak perlu dimakan. dampak visualnya saja sudah memperlihatkan bahwa kue kering yang aku keluarkan jauh lebih baik dari kue tadi. meskipun kue kering yang aku keluarkan hanya berwarna putih kecoklatan dan coklat, tapi itu memiliki berbagai macam bentuk dan memberikan kesan mewah dan indah.
entah karena tertarik dengan kue yang aku keluarkan atau apa, tapi ibu segera mengambil dan mengigit sepotong kue kering itu. matanya langsung menyala setelah mengigit kue itu.
Arsh:"ini enak... sayang, apakah ini kemampuan koki di rumah Rosefield?"
Filia:"tidak. kue ini saya buat sendiri, tapi saya juga sudah mengajarkan resepnya ke koki yang ada di rumah. jadi jika ibu suka, ibu bisa minta ke Jors".
Arsh:"itu sangat luar biasa, sayang"
kami cukup bahagia mengobrol dan memakan kue bersama. meskipun aku juga merindukan ayah dan ibu, tapi sekarang karena ibu ke dua bersamaku, jadi aku tidak merasa terlalu kesepian. lagi pula ibu ke dua juga sangat baik kepadaku.
Arsh:"oh, benar. sepertinya aku tadi menerima sesuatu dari Sebas dan menyuruhku memberikannya padamu"
tiba-tiba seperti mengingat sesuatu, ibu menepuk tangan. ibu segera melambaikan tangan ke arah sekretaris nya untuk memberikan isyarat. sekretaris itu membungkuk tanpa sepatah katapun dan pergi ke tumpukan dokumen yang menumpuk seperti gunung di meja ibu.
Filia:"apa yang sedang ibu kerjakan dengan dokumen sebanyak itu?"
aku memang penasaran. meskipun aku belum pernah pergi ke akademi atau sekolah, tapi aku yakin bahwa pekerjaan sebagai kepala sekolah tidak akan sebanyak ini.
Arsh:"berkas-berkas itu adalah proposal untuk acara 'pesta siswa baru' yang akan di selenggarakan seusai musim dingin. meskipun terdengar lama, tapi sebenarnya sudah tidak ada waktu lagi untuk persiapan karena musim dingin telah tiba. jadi ibu harus segera mensortir proposal-proposal itu dan menyetujui yang layak. huh... sangat melelahkan"
aku bisa dengan jelas melihat ketidak berdayaan dan kelelahan di wajah ibu ke dua. apakah ada yang bisa aku lakukan untuk meringankan pekerjaan itu!?.
Filia:"apakah berkas-berkas itu belum di sortir sebelumnya?"
Arsh:"kami tidak memiliki tenaga kerja lain untuk melakukan itu. semua guru-guru yang lain sibuk untuk mempersiapkan pelatihan musim dingin bagi Siwa tahun ke tiga"
Filia:"lalu, kenapa kita tidak menggunakan siswa?"
Arsh:"bisakah kamu menjelaskannya?"
"ini berkas yang anda minta"
sekretaris itu membawakan sebuah berkas yang mungkin berjumlah sekitar sepuluh atau lebih halaman dengan kertas ukuran A4 dalam duniaku yang dulu.
Filia:"karena proposal-proposal itu di ajukan oleh siswa jadi kita bisa memanfaatkan siswa itu sendiri. maksud saya, kita bisa membentuk sebuah kelompok siswa yang dapat membantu untuk mengurus dan mengontrol kegiatan siswa di akademi. kelompok ini juga akan memiliki banyak manfaat bagi siswa"
mendengar pendapatku, ibu nampak merenung. tapi, bisakah ibu berhenti mengemil kue dengan wajah berfikir itu. bahkan aku ragu apakah ibu sadar kalau tangannya terus mengambil kue dan memasukkannya ke mulut. beruntung tidak ada bangsawan lainnya disini. kalau tidak...
Arsh:"itu rencana yang bagus. Sae, bagaiman menurutmu?"
Sae:"saya rasa ini bisa dilakukan dan bahkan mungkin akan memilki hasil yang baik"
ternyata sekretaris itu di panggil Sae. dia mengangguk dengan senyum dan serius mencatat sesuatu di kertas yang beralaskan papan kayu di tangannya.
Arsh:"kalau begitu Sae, kamu buat beberapa catatan terperinci tentang ini dan serahkan kepadaku"
Sae:"baik, saya mengerti"
Sae segera pergi dengan senyum di wajahnya. dia meninggalkan ruangan dan entah kemana. tentu saja aku tidak tahu kemana dia, aku belum mengetahui seluk beluk akademi ini. aku bisa mengetahuinya dengan menyebarkan kekuatan mental, tapi aku tidak mau menggunakannya hanya dengan hal-hal kecil seperti ini. aku hanya melihat peta sistem dan menampilkan beberapa peta gelap di area akademi. di dalam peta sistem hanya akan ada gambaran kasar tentang kondisi tempat yang pernah aku lalui dengan radius 1,5km denganku sebagai pusatnya. map sistem ini seperti membuka area baru dalam permainan.
aku berhenti memperhatikan sekertaris itu lagi dan kemudian mengambil berkas di atas meja. saat aku memeriksanya, ternyata ini adalah laporan yang di berikan Sebas tentang pembangunan. pembangunan dan penyiapan interior dan eksterior telah selesai sepenuhnya hanya perlu pemeriksaan dariku. yah, aku rasa setelah dari akademi, aku akan mampir dan melihat situasinya.
jika memang sudah selesai, maka anak-anak itu dapat tinggal di sana dan menjalankan bisnis.
Arsh:"ada apa sayang?. kamu terlihat sangat senang"
Filia:"bukan apa-apa. ibu, bisakah setelah dari sini kita pergi ke suatu tempat?"
Arsh:"tentu"
....
(kediaman Rosefield)
(sudut pandang ke tiga)
di sebuah ruangan yang cerah karena cahaya matahari yang datang menembus kaca jendela, disana berdiri seorang perempuan dengan rambut hijau yang indah. matanya menatap taman dengan senyum tipis di sudut mulutnya. dia sedang memperhatikan seorang anak dengan pelayan kecilnya yang memetik beberapa tangkai bunga disana.
Trainee:"bagiamana?"
dengan pertanyaan lembut itu, tiba-tiba sesosok bayangan keluar dari sudut ruangan yang tidak terjangkau oleh cahaya matahari.
sosok yang keluar itu cukup tinggi sekitar 1,9m dengan sosok tegap. karena ada bayangan, wajah sosok itu tidak terlihat dengan jelas.
sosok itu segera berlutut dan memberikan jawaban atas jawaban Trainee.
"hormat saya Yang Mulia, semua hasil penyelidikan mengarah kepada mereka. seperti yang di duga oleh Yang Mulia"
suara seorang laki-laki datang dari sosok itu. suaranya terdengar tegas tapi di penuhi rasa hormat kepada Trainee.
"selain itu, kami sudah merangkum semuanya dalam berkas laporan"
sosok itu berjalan maju dan menyerahkan berkas yang terdiri dari beberapa halaman yang cukup tebal. setelah Trainee melihat dan membaca beberapa saat. dia mengepalkan tangan dan membuat berkas yang ada di tangannya menjadi kusut.
tiba-tiba api berwarna hijau muncul dari tangannya dan membuat berkas itu terbakar menjadi abu dalam sekejap mata.
Trainee:"hehehe..."
Trainee tersenyum kecil, tapi senyum mengandung niat membunuh yang gelap di dalamnya. bahkan lengkungan di sudut mulutnya yang awalnya lembut berubah menjadi dingin dan menakutkan. matanya memancarkan kilatan tajam seperti pisau.
Trainee:"kamu bisa pergi dan terus melakukan penyelidikan"
"baik"
tanpa suara dan tanpa jejak, sosok itu pergi ke sudut ruangan yang terhalang oleh bayangan dan tidak pernah muncul lagi.
(akhir dari chapter ini)
aku akan jarang update untuk saat ini. aku harus sedikit berkonsentrasi untuk mengahadapi beberapa Ujian sekolah. maafkan aku.
see you next time;)