Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 8: Melihat ibu kota



Saat aku terbangun langit sudah menunjukkan semburat merah dengan bayangan bulan besar yang samar. aku memperhatikan sekelilingku dan melihat bahwa ibu sudah pergi. aku tidak tahu kemana ibu pergi.


aku berganti pakaian dengan gaun biasa yang di letakkan di lemari pakaian. selain gaun, di dalamnya juga terdapat banyak aksesoris. sejujurnya aku tidak menyukai model pakaian di sini. baik pakaian anak-anak dan orang dewasa memiliki model yang sama. mungkin orang-orang di dunia kekurangan inspirasi, lagipula sepertinya tidak ada internet di dunia ini.


tapi karena demi tujuanku hari ini, maka aku akan menerimanya. selesai berpakaian, aku langsung pergi ke ruang makan keluarga untuk makan malam.


disana terdapat beberapa suara laki-laki yang saling bicara dan bercanda. salah satu lelaki itu berambut pirang pendek, penampilan yang elegan tapi kuat, alis yang tajam dan tegas, dan matanya berwarna biru. dia adalah ayahku Rovell Rosefield, dia sebagai seorang Duke sekaligus tangan kanan dan sepupu dari raja yang sekarang, pekerjaannya sangat sibuk.


yang lain adalah pria dengan rambut pirang panjang di kuncir kuda di belakang, mengenakan pakaian putih dengan mantel merah berornamen emas. terlihat mewah dan elegan, wajahnya keseluruhan agak mirip dengan ayah, setidaknya 30-40%. dia adalah Leonis Regulus, penguasa kerajaan ini. dia seorang raja, menurut ingatan pemilik tubuh ini, dia adalah paman yang baik dan banyak memberikan hadiah.


aku berjalan mendekat, dan karena title holy queen yang aku gunakan, sikap dan tempramen ku sudah jauh di atas bangsawan. lagi pula dikisahkan bahwa orang pertama yang memiliki title ini adalah seorang ratu agung yang memimpin umat manusia untuk memerangi bangsa iblis.


aku membungkuk dan menyapa dengan hormat.


Filia:"saya menyapa yang mulia raja dan ayah"


Leonis:"apa kesopanan ini. bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memanggilku paman!"


Rovell:"benar. dia hanya paman tua. ahahha"


ayah menambahkan dan tertawa.


sikapnya memang agak tidak sopan selayaknya bawahan. itu karena mereka adalah sahabat sejak kecil dan juga saling mempercayai, dan raja sepertinya lebih menghargai sikapnya yang terus terang dari pada sikap palsu para bangsawan itu.


Filia:"ayah. etiket itu penting, sebagai seorang bangsawan, etiket seperti wajah kita, dimana kedua hal itu harus selalu terlihat baik"


Leonis:"lihat!. bahkan Filia lebih mengerti daripada kamu"


Rovell:"baiklah aku salah"


ayah menghela nafas. menghampiriku sambil menatapku dengan wajah sedih. aku di peluk erat olehnya.


Rovell:"kamu tidak apa-apa kan?"


walaupun samar aku tahu apa yang dimaksud ayah. dia menanyakan keadaan ku. mungkin dia masih sangat cemas saat mendengar berita bahwa aku menghilang bersama kuda yang mengamuk.


Filia:"ayah. saya baik-baik saja. jangan khawatir!"


Rovell:"syukurlah"


ayah melepas pelukannya, lalu menatapku dengan tulus.


"sayang. Biarkan Filia makan dulu"


terdengar suara dari pintu. aku melihat bahwa itu adalah ibuku yang mengenakan gaun. berjalan menghampiri kami dan duduk di kursi kayu yang indah di dekat meja makan.


lima menit kemudian para pelayan menghantarkan banyak hidangan dengan berbagai bahan. sayuran dan daging yang dimasak dengan cantik. tadinya aku mengira bahwa tingkat kuliner di sini akan rendah, tapi sepertinya aku salah.


Filia:"ayah daging apa ini?"


Rovell:"ini adalah daging sapi gunung"


kecewa, meskipun penampilannya bagus, saus yang di gunakan tidak memiliki rasa yang baik. saus ini hanya memiliki rasa seperti beberapa sayur dan buah yang dihancurkan bersama, memang ada saus buah yang enak, tapi bukan seperti ini. saus ini justru merusak kualitas dan rasa Umami dari daging.


mungkin aku harus memasak sendiri lain kali. seorang bangsawan memasak?. lucu, tapi demi kepuasan dan kesehatan mental ku, aku akan melakukan hal itu. aku juga memiliki banyak bahan baku di dalam gudang penyimpanan ku.


terutama yang terbaik adalah daging naga suci. saat aku mengalahkan World Destroyer, aku tidak menyangka bahwa dia juga akan menjatuhkan drop daging. selain banyak jenis daging, aku juga memiliki banyak bumbu, bahkan memiliki resep.


aku hanya bisa terus makan dengan dahi berkerut dan kembali untuk beristirahat. raja dan ayah kembali ke istana. bukan karena ayah tidak peduli dengan ku, tapi kerajaan sedang mengalami beberapa masalah di perbatasan.


tidak. itu bukan perang dengan negara lain, tapi para pengungsi yang datang dari negara di sebelahnya yang sedang mengalami perang perebutan tahta. itu hanyalah sebuah negara kecil dan tanahnya agak gersang untuk bercocok tanam, tapi di sana adalah tempat terbaik bagi beberapa spesies monster yang bisa di makan. kebanyakan penduduknya bekerja sebagai pemburu dan pencari kayu.


negara itu tergolong ke negara kecil yang kaya, tapi di bandingkan dengan lima negara superior, itu bahkan tidak layak untuk di pandang. negara itu berada di bawah perlindungan kerajaan Regalia, tapi meski begitu, kami tidak bisa campur tangan dalam hal perebutan tahta dan politik di sana.


karena perang saudara di negeri itu, banyak warga sipil yang menderita kelaparan dan kurang gizi yang di akibatkan oleh perang. dana yang seharusnya di alokasikan untuk rakyat akhirnya di gunakan sebagai dana perang. selain itu, para lelaki dan pemuda di paksa untuk wajib militer dan memberikan dukungan kepada pangeran yang di dukung oleh penguasa daerah.


keesokan harinya, aku bangun ditemani oleh kicauan burung yang hinggap di ranting dekat jendela kamar ku. mataharinya begitu cerah dan langitnya berwarna biru jernih. aku berjalan dan membuka jendela, menghirup udara dalam-dalam, udaranya segar dan di tambah dengan aroma bunga serta aroma rerumputan di halaman yang terbawa oleh angin, benar-benar menampakkan suasana pagi yang penuh vitalitas dan keceriaan.


di duniaku yang dulu, kamu hanya bisa menikmati hal seperti ini di dalam rumah kaca raksasa, itupun udaranya tidak sesegar dan sealami ini. semuanya di sebabkan oleh pengembangan yang berlebihan, hingga tanaman dan binatang punah. untuk menghadapi hal itu, berbagai negara mulai membangun rumah kaca raksasa sebagai tempat pembudidayaan dan pengembangan varietas tanaman yang tersisa.


karena hal itu, udara yang aku rasakan di sini ribuan kali lipat lebih menyenangkan. di halaman aku melihat berbagai bunga berwarna-warni dengan kupu-kupu dan lebah yang beterbangan di atasnya. di salah satu sisi terdapat beberapa tukang kebun yang merawat tanaman.


aku membersihkan tubuhku setelah itu pergi ke bawah untuk makan. ibu sepertinya juga pergi ke istana.


aku pergi ke salah satu sudut di pagar besi. melihat pagar besi yang indah ini, tingginya sekitar 3m. aku melapisi pakaian ku dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhku.


aku terbang dan pergi ke luar pagar. apa tujuanku?. tentu saja aku ingin menjelajahi seluruh kota. siapa tahu apa yang bisa aku temukan nanti.


lagian kota ini begitu besar, pasti ada sesuatu yang bagus di dalamnya. dan jika aku tidak menemukan sesuatu, aku masih bisa menikmati pemandangan di kota.


jarak dari distrik bangsawan dan distrik perumahan sekitar tiga kilometer. tapi dengan kecepatanku, aku bisa melaluinya kurang dari tiga menit. setelah melihat perbatasan distrik bangsawan, aku mendarat di sebuah sudut dan melanjutkannya dengan berjalan kaki. saat siang hari, akan ada banyak pejalan kaki dan kereta kuda di jalanan. jalanan yang bersih dan rapi, penduduknya juga sangat teratur. di sepanjang jalan terdapat rumah-rumah dengan gaya Eropa klasik. aku seperti berjalan di Praha. penuh dengan bangunan kuno dan tinggi.


di sini sudah di kenal tempat khusus untuk pejalan kaki, jadi pemandangan kota cukup teratur dan bersih. di sekitar pinggir trotoar juga terdapat tiang lampu, tapi yang terpasang bukanlah lampu, melainkan kristal cahaya. Cristal cahaya dapat menyerap cahaya matahari di siang hari dan dapat bersinar di malam hari. di sepanjang trotoar terdapat kontak-kotak bunga dengan berbagai jenis dan warna.


aku berkeliling dengan semangat, melihat berbagai hal baru dan berbagai macam peralatan sihir yang di jual di jalanan. terdapat banyak toko senjata dan peralatan sihir di sepanjang jalan.


aku mengunjungi sebuah restoran yang terdapat di pinggir jalan. aku menyebutnya restoran, karena aku tidak tahu di dunia ini apa sebutan untuk tempat seperti ini.


aku mendorong pintu di ikuti dengan suara lonceng yang tergantung di atas pintu. tapi setelah aku masuk, yang menyambut ku adalah tubuh seorang gadis kecil yang menabrak ku dan menumpahkan minuman di atas mantelku.


aku bisa mempertahankan keseimbangan ku, tapi gadis kecil itu terjatuh kebelakang dan sisa minuman itu membasahi pakaiannya. pakaiannya terlihat sangat sederhana, hanya terbuat dari kasa tebal berwarna coklat dan putih. dilihat dari penampilannya, dia adalah rakyat biasa.


tapi setelah aku melihat wajahnya, aku tertegun. gadis itu sekitar seusiaku, memiliki rambut berwarna emas yang berkilau begitupun warna pupilnya. rambutnya sepanjang pinggang dan terlihat halus. ehem.... aku mendapatkan loli setelah keluar. benar-benar keberuntungan.


melihat wajahnya yang bulat meskipun agak tak terawat, tapi wajah bayi itu menunjukkan pesona nya. aku bukan lilicon oke!. tapi setelah melihat wajahnya, dengan mata yang hampir meneteskan air mata, jiwa kakak perempuanku bangkit. aku ingin punya adik yang seperti ini. apakah ada hukum di dunia ini jika kamu menculik seorang gadis kecil?. tidak ada kan?!. lagi pula aku seorang bangsawan, jadi tidak masalah kan?!.


tidak, tidak, aku harus terus mempertahankan integritas ku sebagai bangsawan yang bermartabat dan penuh keadilan. setelah membuang pikiran penjahat di kepalaku , aku mengulurkan tangan kanan ku ke depan gadis itu dan membantunya berdiri.


Filia:"kamu baik-baik saja kan?"