Still Loved Even In The New World

Still Loved Even In The New World
CHAPTER 79: Pertarungan Yang Sulit



Celepak...Celepak... Celepak...!!


suara langkah kaki yang seperti berjalan di atas lumpur lengket terdengar dengan ritme yang perlahan. setelah sosok itu benar-benar keluar dari bola daging, aku bisa melihat wujudnya dengan jelas.


makhluk itu berdiri setinggi manusia biasa dengan tubuh yang dilapisi cangkang seperti armor berwarna hitam di seluruh tubuhnya. bagian kepalanya langsung ditumbuhi dengan dua tanduk hitam besar, mata ungu menyala, ekor panjang dengan ujung ungu menyala di bagian belakangnya, dan sepasang tangan yang menjuntai panjang dengan kuku hitam yang mengerikan. sebagian besar tubuhnya masih terdapat lendir kental yang menetes ke tanah dan memberi kesan menjijikkan.


aku tidak akan pernah melupakan tampilan itu. tampilan menyeramkan dan sangat aneh dengan rasa penindasan yang sangat kuat. binatang buas kelas Kaisar Agung. pertama aku melihatnya saat di Alterion adalah ketika terjadi event dunia tentang menahan gelombang makhluk buas. gelombang itu menyerang seluruh wilayah manusia dari semua region, menyebabkan kerusakan yang besar. baik itu kota NPC manusia ataupun kota Players, semuanya diserang oleh sejumlah besar monster. itu adalah event dunia pertama yang sangat sulit untuk dilalui, kerusakan dan kerugian yang di derita oleh player adalah jumlah yang sangat besar. semua itu disebabkan oleh pasukan Kaisar Agung.


aku bahkan tidak menduga bahwa Kaisar Agung Tier lima adalah mode berserk dari Soul Eater. bagaimanapun penampilan mereka berbeda sangat jauh. bahkan aku kesulitan untuk menemukan kesamaan diantara mereka berdua.


monster itu berjalan dan menatapku dengan mata ungu yang mengerikan. seluruh statistiknya telah di tingkatkan lebih dari dua kali lipat, akan sangat sulit untuk mengalahkannya.


"semut kecil, sekarang rasakan hukum dari dewa ini"


suara yang serak dan seperti menembus jiwa itu terpancar dari mulutnya yang lebar dan penuh gigi runcing. wajahnya yang menakutkan menunjukkan senyum mengancam yang membuat hati merasa dingin.


Swoss...!!


monster itu mengambil momentum besar dan melesat dengan cepat ke arahku. karena Omniscient Eyes telah aku gunakan hingga melebihi batas, sekarang aku tidak bisa menggunakannya lagi, jadi aku tidak bisa melihat pergerakan monster yang menuju ke arahku. jarak yang cukup jauh dapat di tempuh hanya dengan sekejap mata.


secara refleks, karena merasakan fluktuasi energi yang bergejolak, aku menghindar ke samping dengan kecepatan penuh, kecepatan tercepat yang bisa aku gunakan saat ini.


srak...!!


rasa sakit yang tajam menjalar dari lenganku ke seluruh tubuh. meskipun aku berhasil menghindari serangan fatal, tapi cakar monster itu masih meninggalkan tiga luka gores di lenganku. luka gores itu berwarna hitam dan mengeluarkan asap hitam seperti terbakar. serangan yang bercampur dengan elemen kegelapan memberikan efek korosif yang sangat kuat, bahkan mampu mengikis jiwa.


"kekekekee... mati, manusia..!!!"


rasa yang mengerikan dari monster itu sampai di telingaku. aku melihat posisi monster itu yang melayang di udara setelah mendaratkan serangan ke arahku. sekali lagi, monster itu menghilang dari pandanganku. pikiranku dan kekuatan mentalku bergerak sangat cepat untuk dapat memprediksi dimana monster itu akan muncul. sejak awal, kelebihan manusia dibandingkan monster adalah teknik bertempur dan item, tanpa dua hal itu, manusia akan tidak akan mampu melawan monster yang statistiknya lebih tinggi.


setelah aku memaksimalkan penggunaan kekuatan mental dan pikiran, aku dapat merasakan perubahan udara yang di sebabkan oleh pergerakan cepat monster itu. aku segera berbalik dan menyilang kan kedua tanganku untuk melindungi bagian dada.


Bang...!!!


hantaman keras langsung mengenai lenganku yang aku gunakan untuk melindungi dada. rasa sakit yang sangat parah seperti membuat lenganku terkoyak. dampak dari tabrakan membuatku terhempas dari udara dan langsung menghantam permukaan tanah yang telah hancur akibat pertarungan awal.


tubuhku dengan keras menghantam tanah dan membuat kesadaran ku seakan melayang untuk sesaat. seluruh tubuhku terasa seperti dihancurkan, tapi karena ini adalah tubuh jiwa, aku tidak mengeluarkan darah setetes pun. gerakan monster itu sangat cepat, seluruh proses hanya berlangsung kurang dari satu detik.


aku mencoba untuk bangkit dari debu dan tanah. rasa sakit yang sangat tajam membuatku enggan untuk bergerak, tapi jika aku terus berbaring di tanah, dapat dipastikan bahwa monster itu akan membunuhku. aku mencoba berdiri dan menopang tubuhku yang lemah, tapi sebelum aku bisa menstabilkan tubuhku, aku merasakan konsentrasi energi yang besar di atas kepalaku. aku mendongak dan melihat sebuah tombak hitam sepanjang sekitar sepuluh meter dengan cahaya ungu samar melayang di udara tepat di atasku.


"matilah manusia...!!"


tombak dengan cepat meluncur ke arahku. tanpa bisa bereaksi, aku mencoba untuk membentuk perlindungan mental terkuat saat ini, tapi perlindungan mental lima lapisan yang aku buat dapat dengan mudah di tembus oleh tombak hitam itu. lapis demi lapis pelindung mental yang aku buat pecah seperti kaca saat bertemu dengan tombak itu.


aku mengambil waktu saat tombak itu sedikit diperlambat oleh perisai mental, meskipun hanya 0,2 detik itu sudah cukup. meskipun refleks ku sangat cepat, tapi aku hanya mampu mengambil satu langkah ke samping sebelum tombak itu tepat mengenaiku.


Bang...!!


saat aku mencoba untuk bergerak, aku merasakan sakit di tubuh sebelah kiriku yang membuat otakku seperti mati rasa. saat aku menyentuhnya dengan tangan kananku, aku tidak bisa merasakannya. aku menoleh dan melihat bahwa sebagian besar tubuh bagian kiriku, dimulai dari bahu hingga seluruh lengan sudah menghilang. asap hitam menggantikan tempat tanganku yang telah menghilang akibat serangan itu.


sakit, sakit sekali. ini benar-benar rasa sakit yang membuat seluruh tubuh bergetar. sakit ini, baru kali ini aku merasakan rasa sakit sampai seperti ini.


"mati..., mati...!!"


aku mendengar suara monster itu dari atas. saat aku mendongak, pemandangan pertama yang aku lihat adalah bola hitam raksasa yang terkumpul dari elemen kegelapan yang dipadatkan. bola hitam raksasa itu melayang tinggi dan ditahan menggunakan tangan monster itu. aura kehancuran dan kematian yang padat memenuhi seluruh tempat. apakah aku akan mati di tempat ini?.


tidak, aku sudah diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua, aku tidak bisa mati disini. monster itu mengayunkan tangannya untuk melemparkan bola hitam raksasa itu kepadaku.


BANG...!!!!


sebelum bola hitam raksasa itu meluncur kearahku, tiba-tiba puluhan pilar cahaya putih dan lima pilar cahaya dengan warna yang berbeda menyerang tepat mengenai bila hitam raksasa yang masih berada di atas kepala monster itu. tabrakan energi itu membuat sebuah ledakan besar yang bahkan mendistorsi ruang. sekali lagi, gelombang kejut karena ledakan mengguncang seluruh tempat ini. aku hanya bisa menutup mata dan melihat gelombang kejut yang menerjang dengan cepat ke arahku.


aku menunggu gelombang kejut menghantamku cukup lama, tapi tidak ada yang terjadi. aku membuka mata dan melihat seorang sosok hitam berdiri tegak di depanku. armor hitam itu menyala dengan rune merah yang berpijar seperti nyala api.


Filia:"Arkne...?"


Arkne:"kami akan melindungi anda Yang Mulia"


Arkne yang berdiri tegak di depanku menjawab tanpa berbalik. aku melihat ke udara dan ada dua sosok lain yang melayang disana. dua sosok besar dan kecil melayang di udara dengan tatapan mereka yang melihat ke tanah yang jauh. awan dan debu di langit telah dibersihkan oleh gelombang kejut yang berasal dari tabrakan energi tadi. monster itu sudah tidak ada di udara, saat aku mengikuti garis pandang Arkne, aku melihat sebuah tempat yang mengepulkan debu ke udara. nampaknya monster itu terlempar cukup keras karena dampak dari ledakan.


"bagaimana bisa?,.... bagaimana bisa orang-orang dari zaman ketiga para dewa masih ada....!!!"


suara monster itu mengaum keras dari asap debu. asap debu yang tebal itu langsung tersebar karena teriakannya yang mengandung energi kekerasan hingga membuat gelombang kejut kecil. aku melihat kondisi monster itu yang telah kehilangan sebagian besar bagian tubuhnya. sulur-sulur hitam padat mulai meluap dari setiap luka yang ada di tubuhnya. dia berusaha untuk menyembuhkan diri. semua sulur-sulur hitam itu mulai terjerat satu sama lain dan mengganti semua bagian tubuhnya yang hilang, termasuk lengannya yang telah musnah dapat ditumbuhkan kembali menggunakan sulur-sulur hitam itu.


kemampuan regenerasi yang kuat, pertahanan yang sulit ditembus, serangan mematikan, dan kecepatan yang tidak mungkin dilawan oleh mahkluk Tier empat. ini adalah pertarungan yang sangat sulit, tapi masih bisa di atasi.


aku melihat bagian lenganku yang telah menghilang, dengan luka ini, kekuatanku akan menurun lebih jauh. aku tidak bisa menyembuhkan cidera jiwa seperti cidera biasa. aku harus mengalahkan monster itu dan memperbaiki kerusakan jiwaku menggunakan Soul Orb yang ada padanya. meskipun aku bisa keluar dari dunia ini dan kembali ke tubuh Filia, tapi dengan kondisi seperti ini, maka tangan kiri Filia akan lumpuh karena tidak memiliki jiwa.


aku tidak mau kembali dalam keadaan seperti itu, aku akan mengalahkan monster itu apapun yang terjadi. tidak ada jalan lain...


Filia:"Arkne, Upirina, Cerberus. jangan simpan...!"


aku berteriak kearah mereka bertiga, Arkne yang di depanku, Upirina dan Cerberus yang ada di udara.


"baik Yang Mulia"


mereka semua menjawab perintahku secara bersamaan. sejak awal ini semua adalah salahku, aku kira aku bukanlah orang yang naif seperti para pahlawan menjijikkan itu, tapi sepertinya aku salah. aku terlalu percaya pada kemampuanku. aku tidak seharusnya menyimpan kekuatanku... seharusnya aku bertarung dengan semua yang aku miliki sejak awal..


(akhir dari chapter ini)


aku tidak menduga bahwa arc Helheim akan segera berakhir. setelah arc ini berakhir, akan ada arc akademi yang sudah aku tunda cukup lama...


see you next time:)